
Mo kwi mengangguk ketika mendapat laporan dari Dewa langit yang berkata bahwa pesta telah usai yang artinya musuh telah di tumpas habis.
Ketika Mo kwi melihat Ling ji yang berpaling dan gubernur Lie yang masih muntah muntah akibat melihat tubuh kaki naga yg tubuh nya tinggal setengah dan leher nya di pegang oleh Dewa langit.
dengan darah yang berceceran, dan tubuh kaki naga yang menjadi biru.
Mo kwi kemudian berkata.
"Gubernur Lie, tempat ini untuk sementara di tutup dulu dan suruh orang untuk membersihkan, anggota perguruan naga merah yang tewas, tuan gubernur periksa saja gudan penyimpanan harta mereka dan gubernur Lie laporkan nanti hasilnya padaku, kami akan kembali ke penginapan, dan usahakan agar sebelum datang bantuan pasukan dari kota raja, atau kami pergi ke Tianjin, jangan sampai membuat geger, dan kuburkan mayat mayat mereka yang tewas."
"Jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan gubernur Lie temui saja kami di penginapan."
Gubernur Lie yang wajahnya pucat, dan isi perut berhamburan keluar akibat mual, hanya bisa mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.
Dan Mo kwi memaklumi, keadaan gubernur Lie yang bukan dari dunia persilatan, melihat pembantaian yang di lakukan oleh Dewa langit dan Pedang gila, yang bukan dari kalangan persilatan akan merasa mual dan ngeri melihat pembantaian yang di lakukan oleh kedua kakek, yang menurut gubernur Lie adalah orang aneh.
Mo kwi lalu berjalan keluar dari markas perguruan naga merah, dan kembali ke penginapan.
Ketika sampai penginapan, Li chun langsung berlari menyambut kedatangan Mo kwi dan berkata.
Adik darimana saja, aku dan nenek kharmila sudah lama menunggu kalian, jika sebentar lagi tak datang, maka aku dan nenek Kharmila akan mencari kalian.
Mendengar perkataan dari Li chun, Mo kwi tersenyum dan berkata, kami tadi ada urusan kakak Li, sebelum Mo kwi berkata, terdengar Pedang gila berkata dari belakang Mo kwi.
"Adik ingin mencariku karna lama tak kembali..!!"
Phuuuih...!!
"Mencari adik Mo kwi bukan mencarimu," Li chun berkata, "buat apa mencari orang yang selalu bikin kesal orang," Li chun berkata karna masih kesal kepada Pedang gila, gara gara di bodohi tentang putri malu.
Mo kwi kemudian melangkah masuk ke penginapan, sementara Ling ji langsung menyiapkan air panas untuk suaminya membersihkan badan.
Ketika pedang gila melangkah masuk kedalam penginapan, Li chun langsung berjalan di samping Pedang gila dan berkata.
"Pedang gila, darimana saja kalian, cepet ceritakan padaku ?"
Phuuuuih...!!
"Untuk apa kau tanya sama orang yang bikin kesal.
Pedang gila berkata seperti perkataan dari Li chun tadi, sambil berjalan masuk kedalam penginapan.
Li chun bersungut sungut mendengar perkataan dari pedang gila, dan kini ia memburu kearah Dewa langit, "paman tadi apa yang paman lakukan sampai lama ?" Li chun berkata
"Pesta," Dewa langit berkata, Li chun mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari Dewa langit.
"Pesta, jadi kalian tadi berpesta ?" Dewa langit mengangguk mendengar perkataan dari Li chun.
Hmm...!!
Adik sungguh tak adil, giliran pesta mereka diajak sedangkan aku di suruh tinggal di penginapan, "paman, apa paman tahu kenapa adik tak mau mengajak ku ?" Dewa langit mengangguk mendengar perkataan dari Li chun, dan berkata sambil berjalan ke kamarnya, "karna kau bawel."
Mendengar perkataan dari Dewa langit, Li chun langsung bersungut sungut, "dasar orang tua edan, di tanya tak ada satupun jawaban yang enak ku dengar,"
Li chun berkata sambil kembali ke kamarnya.
Malam nya gubernur Lie mendatangi penginapan tempat Mo kwi menginap, dan ketika gubernur Lie datang, Mo kwi sedang berkumpul bersama anak buahnya, sambil minum arak dan bersantai.
Melihat kedatangan gubernur Lie yang diantar oleh pemilik penginapan, ketika Mo kwi akan berdiri, gubernur Lie mendahului membungkuk memberi hormat, dan berkata.
__ADS_1
"Maafkan hamba yang datang terlambat menemui tuan Mo cian, gubernur Lie berkata, pemilik penginapan terkejut melihat orang no 1 di kota Qu fu memberi hormat kepada tamu yang menginap di rumah penginapan miliknya, walau merasa enggan, akhirnya pemilik penginapan itu mengikuti gubernur Lie memberi hormat kepada Mo kwi.
Ini catatan tentang harta yang ada, Ling ji mengambil catatan itu lalu di berikan kepada Mo kwi, gubernur Lie di persilahkan duduk dan akhirnya pemilik penginapan pun duduk, karna gubernur Lie berkata dia orang yang dapat di percaya, dan kawan gubernur Lie.
Mo kwi melihat catatan dari gubernur Lie, lalu mengelengkan kepala, "sebanyak itu mereka mengumpulkan harta, aku curiga mereka juga perampok perampok ulung, pantas saja perguruan naga merah maju pesat dan banyak mempunyai cabang cabang baru," Mo kwi berkata.
Gubernur Lie mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi,
"Paman boleh ambil seperlunya untuk membantu rakyat kota Qu fu yang tak mampu, sisanya paman kirimkan ke kota raja, karna kaisar Yongle baru membangun kerajaan dan membutuhkan banyak biaya, jika paman kirimkan harta ini, paman juga nantinya yang akan mendapat keuntungan."
Gubernur Lie mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.
Besok kami akan melanjutkan perjalanan ke Tianjin, dan paman tak usah khawatir karna sekarang kota Qu fu sudah aman.
Lalu Mo kwi menatap kearah gubernur Lie dan pemilik penginapan, yang belum tahu siapa Mo kwi dan rombongannya, berkata
Jika sampai kepergianku tercium oleh orang orang perguruan naga merah, dan aku tahu karna bocornya rahasia kami dari kalian, jangan harap kalian bisa hidup.
Ketika Mo kwi berkata seperti itu, Dewa langit dan Pedang gila langsung menatap kearah gubernur Lie, dan gubernur Lie juga tengah melihat kearah mereka.
Wajah gubernur Lie langsung pucat, keringat dingin mulai terlihat keluar dari wajahnya, mereka berdualah yang sangat di takuti oleh gubernur Lie.
Mo kwi tersenyum melihat hal itu lalu berkata.
"Tuan hitung biaya kami menginap, nanti istri ku yang akan membayarnya,"
Pemilik penginapan mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, tapi gubernur Lie berkata.
Biaya menginap biar hamba yga tanggung, janganlah tuan Mo membuat hamba malu, Mo kwi tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan gubernur Lie, setelah bercakap cakap sebentar, gubernur Lie pamit undur diri.
Setelah berada di luar, pemilik penginapan berkata katna mereka memang akrab, dan sahabat, tak ada batasan untuk mereka berdua, "Lie mao kenapa malah kau yang membayar biaya mereka, apa kau tau, tuan
Mendengar perkataan dari sahabatnya Lie Mao berkata, :kau ingin mengambil uang dari wakil kaisar Yongle, mari kuantar kau ke kamarnya untuk meminta uang mu dan kau belum tahu satu rahasia,"
Belum hilang rasa terkejut pemilik penginapan itu ketika mendengar bahwa Mo cian adalah wakil kaisar, Lie mao sudah berkata kembali
"Sekarang kau tak usah membayar upeti kepada perguruan naga merah,"
"Karna tadi siang aku mengantar tuan Mo cian ke markas perguruan naga merah yang kita takuti selama ini, dan kedua kakek aneh yang tadi memandang mu itulah yang menghabisi Kaki naga dan hampir kurang lebih seratus orang murid perguruan naga merah, satupun tak ada yang selamat, semua tewas dalam waktu yang tak lama,"
Mari kuantar kau untuk meminta uang penginapanmu, Lie mao berkata,
"Tidak, tidak, kau gila,..!!" kenapa kau tak bilang dari tadi, kalau tuan Mo cian wakil kaisar Yongle, tinggal di penginapanku selamanya juga tak kan berani aku minta biaya menginap," pemilik penginapan berkata.
Keesokan harinya gubernur Lie mao dan pemilik penginapan membungkukan badannya sampai kereta kuda dan rombongan Mo kwi berangkat dan tak terlihat dari pandangan, baru mereka tegak kembali
Mo kwi dan rombongan terus macu kuda kudanya
Hek Kwi lalu memberi tanda, kepada rombongan untuk berhenti, ketika melihat hutan dan gunung tinggi terhampar di depan mereka.
"Tuan muda..!!" kita sudah mulai memasuki gunung Thai san, biar Mata malaikat yang menjadi kusir kereta dan langkah angin memimpin di depan rombongan, aku akan berjalan terelbih dahulu untuk melihat lihat, nanti kita akan bertemu kembali, karna gunung thai san adalah gunung yang luas dan penuh bahaya, aku akan menyisir jalan jalan di gunung Thai san.
Setelah berkata, Hek kwi kemudian melesat masuk terlebih dahulu kedalam hutan.
Mata malaikat kemudian duduk menggantikan Hek kwi menjadi kusir kereta, sementara langkah angin, memimpin rombongan.
Jalan yang sering di lewati dan hanya pas seukuran kereta kecil, pohon pohon besar yang berada di sisi jalan, semak semak belukar di kiri kanan, membuat kereta berjalan perlahan.
Langkah angin mengangkat tangannya, ketika ia mencium ada sesuatu yang tak beres di depan jalan, dan tak lama kemudian, sebuah Pohon besar rubuh dan menghalangi jalan sehingga membuat kereta tak bisa melewati satu satunya jalan yang terdapat di pinggiran hutan gunung Thai san.
__ADS_1
Langkah angin, Dewa langit dan yang lain langsung mundur dan berada di sekeliling kereta kuda.
Mo kwi dan rombongan lalu melihat seorang pria paruh baya dengan rambut berwarna putih, tangan pria itu memegang sebuah kampak, ia lalu membersihkan ranting dan dahan pohon yang menghalangi jalan.
Mo kwi dan rombongan mendekati pria itu ketika melihat rambut putih dan baju yang sedikit terbuka dan badan yang kekar, Mo kwi dan rombongan berpikir bahwa pria itu adalah seorang pencari kayu untuk di jual.
"Tuan,.!! mengapa tuan merubuhkan pohon itu ke jalan, bukankah akan menghalangi jalan, dan membuat repot orang yang akan lewat seperti kami ini," Li chun berkata.
Tak ada jawaban, dan pria itu terus membersihkan dahan dahan dan ranting pohon besar itu, dan seperti tak melihat ada rombongan.
Li chun yang tak sabar lalu berkata kembali dan kali ini suaranya, lantang terdengar.
"Tuan, kau dengar tidak perkataanku ?" Mendengar suara kencang yang keluar dari mulut Li chun, pria itu menghentikan aksinya, lalu dengan kampak yang ia pegang dengan tangan kanan, berjalan kearah Li chun.
Pria seumuran ayahku, dan rambut mereka pun sama putihnya, dan matanya begitu sayu, Mo kwi berkata dalam hati.
"Hai bocah, mulut mu itu teriak teriak di hutan, bikin kuping ku sakit saja."
"Bocah..!!" kau memanggilku bocah, lagak mu sok tua, aku lihat hanya rambutmu saja yang putih tapi wajahmu tak jauh beda denganku.
"Pria itu wajahnya langsung berubah lalu berkata, apa aku harus mengangilmu kakek ?" agak nya kau memang minta di hajar,"
Dewa langit cepat hajar dia..!!" Li chun berkata.
Mendengar perkataan Li chun, pria itu langsung melihat keatas sambil tangan kirinya di taruh diatas mata untuk menutupi cahaya matahari yang menyilaukan mata, Li chun yang melihat tingkah orang itu lalu mengerutkan kening nya, dan berkata.
"Sedang apa kau melihat keatas ?"
Pria itu menjawab tapi pandangan matanya terus menatap keatas seperti mencari sesuatu.
"Melihat Dewa langit..!!"
Mo kwi teresenyum menahan tawa melihat Li chun dan orang yang membawak kampak itu, Dewa langit yang melihat orang itu melihat keatas dan tengorokan yang masih mulus langsung menyambar leher orang itu.
Whuuut,..plaak..!!
Dewa langit tak menyangka, serangannya di tangkis, tanpa melihat karna wajah nya masih melihat keatas.
Dan Mo kwi sangat terkejut, ketika melihat tangan Dewa langit bergetar, setelah serangannya dapat di tangkis oleh pria penebang kayu itu.
"Kau mau menipu rupanya, mana Dewa yang akan turun dari langit ?"
"Aaah..seorang dogol seperti Li chun rupanya." Mo kwi berkata dalam hati.
Setelah puas menatap kearah langit, pria itu tanpa basa basi langsung mengayunkan kapaknya kearah Dewa langit.
Dewa langit mundur, ketika melihat bahu kanannya di hantam oleh kapak lelaki itu.
Tangan dewa langit langsung melesat dan mencengkram bagian batang kapak yang di bawa pria itu.
kapak itu lalu terpegang, dan keduanya saling tarik menarik.
Tiba tiba terdengar suara Dari Hek kwi.
"Cha pao..!!" apa kau hendak mengacau, dan menghalangi kepergian kami.
Penebang kayu terkejut ketika mendengar namanya di sebut oleh seseorang.
Dan ketika melihat yang datang adalah Hek kwi pria, yang di panggil Cha pao, tersenyum dan berkata.
__ADS_1
"Rupanya kelelawar hitam yang memanggil aku"