Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 135 Rencana Menyerang Ibu Kota ( Nanjing )


__ADS_3

Putri Qiao menghela nafas, dan Hn lian mendengar helaan nafas dari putri Qiao, lantas tak berani bicara.


Suana dalam kamar menjadi hening, semua diam dan tak bicara.


Akhirnya putri Qiao angkat bicara.


Ling ji, aku terima permintaan mu, menjadi budak Kwi koko.


Mo kwi tersenyum, sedangkan Han lian, mengerutkan dahinya mendengar perkataan dari putri Qiao.


"Enci Qiao..!!" jadi, jadi kau setuju, dia menjadi budak Kwi koko ?"


Ling ji yang mendengar perkataan dari putri Qiao langsung berjongkok, dan memberi hormat, dan berkata.


Ling ji sangat berterima kasih kepada nyonya majikan," sambil menunduk.


"Sudahlah, kau bangun dan tak usah banyak peradatan,.!!" tapi kau harus ingat."


"Ada harga yang harus kau bayar atas persetujuanku ini...!!" Ling ji mengeriutkan keningnya mendengar perkataan dari putri Qiao, "apa maksud dari nyonya majikan dengan harga yang harus hamba bayar ?"


"Kau harus melindungi majikan mu dengan segenap jiwa dan raga, dan apapun yang majikanmu perintahkan, kau tidak boleh membantah, jika perintah ìtu berada di jalur kebenaran."


"Apa kau mengerti maksud dari perkataan ku ?" putri Qiao berkata.


Mendengar perkataan dari putri Qiao, Ling ji langsung mengangguk, dan matanya berkaca kaca, ia mengerti arti dan maksud secara mendalam, dari perkataan putri Qiao, bahwa ia harus mempersembahkan, jiwa dan raganya untuk Mo kwi.


"Adik Ling ji kau berdiri, jika hanya aku, Han lian dan pedang gila dan Kwi koko, yang berada di sini, anggaplah kami ini kakak kakak mu, tapi jika berada di luar dan di hadapan orang banyak, kau juga harus mengerti posisimu, dan jangan membuat malu majikanmu, apa kau mengerti ?"


Ling ji lalu berdiri dan mengangguk mendengar perkataan dari putri Qiao.


Suasana lalu kembali ceria, Mo kwi merasa tenang setelah mendengar perkataan dari putri Qiao, dan menatap kearah gadis itu, dan berkata.


Qiao moi, terima kasih atas pengertian mu, dan adik lian juga, Mo kwi berkata.

__ADS_1


Putri Qiao tersenyum, "Kwi koko..!!" aku dan adik lian sadar, kau sering menempuh bahaya, dan aku tidak mempunyai kepandaian, adik lian punya sedikit, tapi menurutku belum cukup, dan aku setelah melihat kau terluka berpikir, alangkah baiknya jika diantara kita ada yang mempunyai kepandaian dan bisa selalu menjaga di sisimu, tanpa kami harus takut tersisih, dan agaknya Ling ji adalah orang yang tepat untuk itu."


Han lian baru berpikir akan maksud dari putri Qiao dan mengangguk menyetujui.


Sekarang masalah sudah selelsai, dan Adik Ling ji, jika bersama kami di sini, boleh memanggik kami enci, karna aku yakin usia kami berdua sedikit leibih tua dari adik Ling ji


"Baik enci Qiao dan enci Lian," Ling ji berkata, sambil memberi hormat, dan kali ini wajah nya sangat ceria, karna beban berat yang selalu mengganjal di hatinya telah beres.


Obrolan mereka terhenti ketika mendengar pintu kamar di ketuk, Pedang gila lalu membuka pintu, dan tabib Huo masuk, sambil tersenyum, dan melangkah kearah Mo kwi.


"Bagaimana tuan muda, apa sudah baikan ?"


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Tabib Huo, "tapi terkadang masih suka terasa dingin paman," Mo kwi berkata,


"Aku mendengar cerita pertempuran mu dengan kasim Co dari budak ini," tabib Huo berkata sambil melirik kearah Ling ji, tuan muda terlalu ambil resiko, jika tenaga dalam tuan muda tidak bersipat panas dan ada unsur keras di dalamnya, jangan harap tuan muda masih bisa hidup, aku berpikir, tenaga dalam ketua dan tuan muda susah di cari tandingannya walau masih muda, tapi memang kitab perjaka suci memang bukan kitab sembarangan, dan kasim Co sudah membuktikan, tenaga dalamnya lebih tinggi sedikit dari tuan muda berkat ilmu dari kitab perjaka suci."


Tuan muda bisa menghilangkan racun dingin, dengan mengerahkan tenaga dalam tuan muda yang bersipat panas.


Hamba yakin besok atau lusa tuan muda akan pulih seperti sedia kala.


Ling ji langsung pergi mengambil air panas, dan memberikannya kepada tabib Huo, setelah mengambil air panas dari dapur.


Tabib Huo memasukan beberapa macam obat obatan, dan meminumkannya kepada Mo kwi.


"lni obat penambah darah tuan muda, lalu memberikan sisanya kepada Ling ji, beri air panas, minumkan kepada tuan mu, siang dan malam nanti,


Besok tuan mu akan sembuh. Ling ji mengangguk lalu mengambil obat pemberian dari tabib Huo.


"Paman apa boleh aku keluar dan melihat lihat ?"


"Silahkan tuan muda, tapi tuan muda jangan terlalu mempergunakan tenaga dalam, karna tenaga dalam yang sudah mulai terkumpul akan buyar kembali, dan akan membutuhkan waktu lama jika tuan muda cidera kembali."


Dan malamnya mereka berkumpul, untuk membahas rencana selanjutnya, dan Mo kwi juga ikut hadir, karna dia kesal hanya diam di ranjang, tanpa bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


Aku sudah menerima surat balasan dari ayah angkat, dan ayah angkat berterima lasih kepada para pendekar, yang sudah berjuang demi mempertahankan kota Jinan, dan suadara Zhou fang dan To heng, mulai sekarang diangkat jadi perwira senior oleh ayah angkat, karna jasa jasa mereka.


Dalam satu atau dua hari, ayah angkat akan mengirim 30ribu pasukan tambahan, dan kita akan menaklukan, dan merebut kota Nanjing.


Karna jika kita berlarut larut apalagi membiarkan hal ini, maka kita juga berdosa kepada rakyat, karna rakyat sudah sangat sengsara akibat kepemimpinan kaisar Zhiangwen yang sangat menyusahkan rakyat.


Mereka yang mengikuti pertemuan mengangguk mendengar perkataan dari putri Qiao.


Tapi ada satu yang mengganjal di pikiranku, putri Qiao berkata,


Apa yang membuat tuan putri risau, Shin mo berkata,


Paman, prajurit kita di kota Jinan ini hanya tersisa 20ribu, sedangkan dari para pendekar ada sekitar kurang lebih 5ribu dan pasukan perwira Zhou fang dan perwira To heng juga hanya tersisa 5rb pasukan, dengan tambahan pasukan yang sedang bergerak kemari, jumlah pasukan kita hanya ada 60rb pasukan,


Apa kita mampu hanya dengan 60ribu pasukan menaklukan kota Nanjing, ibukota kerajaan saat ini, putri Qiao berkata.


pertahanan kota Nanjing, 2x lipat dibandingkan kota Jinan, dan itu yang harus kita pikirkan, karna kita tidak tahu, berapa banyak pasukan kaisar Zhiangwen yang tersisa untuk mempertahankan kota Nanjing.


Jika perhitungan kita salah, akan membuat kita yang menyerang yang akan mengalami kekalahan.


Setelah berkata, lalu putri Qiao menghela nafas dan seperti berpikir suatu cara untuk menembus kota Nanjing.


Semua yang hadir terdiam mendengar perkataan dari putri Qiao, dan mereka sadar, maksud dari perkataan sang tuan putri.


Dengan pemikiran yang matang dan terencana, 100rb pasukan dari kasim Co mengalami kekalahan telak, yang jumlah nya 2x lipat lebih banyak dari pasukan yang mempertahankan kota Jinan.


Dan kota Nanjing adaalah ibukota kerajaan, dan tempat kediaman kaisar Zhiangwen, dan pertahanan mereka 2x lipat daripada kota Jinan, apa mereka yang hanya dengan 60ribu pasukan, bisa menembus dan membuka gerbang kota Nanjing.?


Ketika suasana hening. tiba tiba Mo kwi berkata.


jika kita memaksa membuka gerbang kota Nanjing dari luar, maka kita sendiri yang akan hancur, tapi jika kita membuka gerbang kota dari dalam, maka besar kemungkinan kita bisa menaklukan kota Nanjing.


"Kwi koko benar, tapi siapa yang mampu membuka gerbang kota Nanjing dari dalam ?" putri Qiao berkata, sambil menatap kekasihnya itu.

__ADS_1


Lalu dengan nada percaya diri yang tinggi Mo kwi berkata di depan mereka yang hadir.


Aku yang akan membuka gerbang kota Nanjing, dari dalam dan aku sudah mempunyai rencana untuk itu.


__ADS_2