
Wajah putri Qiao agak berubah ketika mendengar laporan dari penjaga lembah awan.
"Pasti nenek kuda besi, ingin menanyakan urusannya kepada paman Shin, tentang cucunya Han lian."
"Jangan jangan, mereka akan memaksa, Mo kwi menikahi Han lian hari ini."
"Tidak..ini tidak boleh terjadi..!!"
Putri Qiao berkata dalam hati, wajah nya mulai gelisah.
Selain Shin mo dan putri Qiao, dan yang pernah bertemu nenek kuda besi di kota Fu"yi, tidak ada yang tahu urusan dengan Mo kwi, dan Shin mo juga belum begitu hapal secara jelas masalah yang terjadi antara Mo kwi dan cucu nenek Kuda besi awal muasalnya.
Dan hanya putri Qiao, Mo kwi dan nenek kuda besi, yang tahu masalah sebenarnya.
Shin mo lalu menyuruh penjaga itu untuk mengundang mereka masùk.
Empat orang berjalan masuk dengan diantar oleh seorang penjaga.
"Ketuaaa..!!" Cao pi memberi hormat.
Mo kwi tersenyum melihat Cao pi.
Sementara, Han lian matanya selalu menatap kearah Mo kwi.
Sering ia menangis jika mengingat Mo kwi yang terluka parah, dan tak ada kabar.
Han lian berpikir tidak akan bertemu kembali dengan Mo kwi, dan sering menangis jika mengingat hal itu.
Tapi sekarang pemuda itu berada didepannya.
Dan Han lian, tanpa ada rasa malu terus menatap kearah Mo kwi, Han lian merasa bahagia, bisa melihat Mo kwi kembali.
Putri Qiao wajahnya cemberut melihat Han lian, yang tak melepaskan pandangan dari Mo kwi, hati putri Qiao cemburu.
"Ketua Shin, maaf aku datang terlambat, kami mendengar kabar lalu langsung kesini," nenek Kuda besi berkata kepada Shin mo.
"Mereka sudah bisa di halau," Shin mo berkata, setelah berdiri kemudian memberi hormat kepada sepasang pendekar bermuka hewan.
__ADS_1
"Mari, silahkan duduk..!!" Shin mo berkata kepada mereka bertiga.
Mereka lalu duduk, setelah mereka duduk, nenek kuda besi lalu menatap kearah Mo kwi dan berkata.
"Nak, kemana saja kau selama ini..?" Semua orang khawatir dan mencari, tp kau lenyap tanpa ada jejak sama sekali, hingga membuat calon istrimu selalu menangis dan berdoa agar kau selamat."
Semua orang kecuali Shin mo dan putri Qiao, kaget ketika mendengar perkataan , nenek kuda besi yang menyebut calon istri.
Dan pandangan mereka langsung tertuju kepada Han lian yang selalu menatap Mo Kwi.
"Nenek kuda besi, Dalam hal ini aku serahkan semua hal ini kepada Mo kwi, bagaimana keputusan yang akan ia ambil mengenai urusannya dengan cucumu."
Shin mo berkata, dan nenek kuda besi menangguk mendengar perkataan Shin mo.
Semua orang yang berada diruangan sekarang memperhatikan Mo kwi dan nenek kuda besi.
"Nak, sekarang semua sudah berkumpul, dan kau juga sudah menemukan orang tua mu, aku menagih janjimu yang akan memberikan keputusan, yang dulu pernah kau katakan, setelah kau menyelesaikan urusanmu di kota Kaifeng."
Ketika Mo kwi akan berkata, tiba tiba terdengar perkataan dari putri Qiao.
"Tunggu dulu, dalam hal ini sebenarnya adalah kesalahanku, dan bukan kesalahan Mo kwi, dan bila ada yang harus bertanggung jawab adalah aku, dan bukan Mo kwi"
Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka, Shin mo berkata dalam hati.
Hmm,..!!
"Kau selama ini hanya diam dan diam, tapi setelah Mo kwi akan mengambil keputusan, baru kau bicara, seakan kau tak setuju dan sudah tahu keputusan yang akan diambil oleh calon suami cucuku," nenek Kuda besi berkata kepada putri Qiao sambil menatap tajam kearahnya.
"Nenek kuda besi, aku bukannya hendak menghalangi keputusan yang Mo kwi akan ambil, tetapi, makin kesini kau berkata seakan memojokan Mo kwi, seakan akan pristiwa itu, benar kesalahan Mo kwi, andai tidak ada aku disana, apa akan seperti ini kejadian yang akan terjadi..?" Nenek kuda besi terdiam mendengar perkataan dari putri Qiao, karna perkataan dari putri Qiao adalah benar.
Akhirnya didepan Shin mo dan orang orang yang berada didalam ruangan, putri Qiao menceritakan kejadian yang terjadi dan hanya disaksikan antara ia, nenek kuda besi dan Mo kwi.
Shin mo dan yang lain menangguk mendengar cerita dari putri Qiao, sedangkan Han lian menunduk dan tanpa terasa air matanya menetes, memang ia sangat berharap bahwa Mo kwi mau menikahinya. karna sejak melihat dan bertemu Mo kwi, Han lian sudah jatuh hati.
Shin mo menarik napas dalam dalam, dan akhirnya mengetahui peristiwa sebenarnya.
Dalam hal ini, putranya tak bisa disalahkan, karna dalam mengobati seseorang, terkadang kejadian seperti itu sering terjadi, tapi menurut adat dan tanggung jawab moral, memang Han lian dirugikan.
__ADS_1
Dan Mo kwi, dalam hal ini tak bisa dipaksa, karna ia dimintai tolong untuk menyembuhkan Han lian, dan tidak ada maksud lain dari anaknya.
"Nak, kau sudah besar, apapun keputusan mu, ayah akan mendukungnya," Shin mo berkata kepada Mo kwi, sedangkan nenek kuda besi hanya bisa pasrah, setelah putri Qiao menceritakan pristiwa kejadian yang sebenarnya. dan memandang cucunya yang cantik dengan tatapan sedih.
Mo kwi terlbih dahulu menarik napas, sebelum berkata, dan ia menatap kearah Han lian yang tengah menunduk, seorang gadis yang muda dan sangat cantik.
"Baik, aku akan mengambil nona Han lian sebagai istriku, itupun jika nona Han lian mau dan rela, tanpa dipaksa, menjadi istriku," Mo kwi berkata.
Nenek kuda besi yang mendengar perkataan dari Mo kwi tersenyum, Shin mo mengangguk mendengar keputusan bijak dari anaknya, Han lian mengangkat wajah nya yang cantik, lalu tersenyum sangat manis kemudian mengangguk kearah Mo kwi, tanda setuju
Hati gadis itu berbunga bunga mendengar perkataan dari Mo kwi, sedangkan putri Qiao tanpa terasa air matanya mengucur, dan orang yang didalam ruangan sudah tahu perasaan putri Qiao kepada Mo kwi dari gerak gerik dan perkataannya, tapi mereka tak bisa berkata.
"Tapi aku juga ingin minta syarat kepada Kwi koko jika kita jadi menikah nanti," Han lian berkata.
Mo kwi mengerutkan dahi dan bertanya kepada Han lian, "apa maksud dari perkataan Lian Moi..?" Mo kwi berkata.
"Kwi koko, Lian moi ( adik lian ) walau masih berusia muda, tapi Lian moi juga seorang wanita, tahu bagaimana hati seorang wanita yg mencintai seorang pria, dan akan kecewa melihat pujaannya menikah, dengan orang lain, Han lian berkata sambil melirik kearah putri Qiao.
"Aku akan menikah dengan Kwi koko, tapi aku juga ingin sebuah syarat, dan minta persetujuaan dari tuan putri."
"Kau sudah berhasil, apa kau masih ingin meledek aku," putri Qiao berkata dengan mata merah penuh air mata.
"Enci Qiao, dengarkan dulu perkataan Lian Moi, dan kemudian Enci Qiao yang memutuskannya," Han lian menyebut enci, dan bukan putri lagi kepada Putri Qiao.
Aku akan menikah dengan Kwi koko, jika Kwi koko juga mau menikahi tuan putri, dan tuan putri juga setuju dengan Syarat ku ini, maka kita akan menikah bersama sama, tapi jika tidak, aku akan ke kuil mencukur rambut dan takkan menikah seumur hidup, dan menjadi Biarawati."
Semua yang berada diruangan terkejut, apalagi nenek kuda besi yang mendengar perkataan dari cucunya, dan berteriak, "apa kau sudah gila...?" Han lian tak menjawab dan hanya diam, lalu kemudian menunduk.
Putri Qiao menatap kearah Mo kwi, dan Mo kwi juga bingung, dengan keputusan Han lian, karna dari kecil tinggal di gurun bersama Ban li eng dan jarang bergaul, Mo kwi tak begitu tau dan paham tentang perasaan seorang wanita.
Pergaulannya dengan putri Qiao selama ini, ia hanya menganggap sebagai teman biasa, walau hatinya memang suka bila berada dekat putri Qiao.
Putri Qiao berdiri dari Kursi, lalu menghampiri Han lian kemudian memeluknya, "terima kasih Lian Moi," putri Qiao berkata dan didengar oleh mereka yang berada disana.
"Kau ikut bersama kami menumpas sisa sisa, anak buah rajawali perak dan Kapak setan."
"Dan nanti, di perjalanan, kita Habisi hidung belang yang telah menjerat hati kita berdua," putri Qiao berkata sambil melirik kearah Mo kwi.
__ADS_1
Orang orang semua tertawa mendengar perkataan dari Putri Qiao, sedangkan Mo kwi menunduk malu, hatinya senang, dan berkata dalam hati.
"Awas nanti kalian berdua, tunggu pembalasanku."