
Melihat ke empat orang itu memberi hormat sambil membungkuk, perlahan Mo kwi berubah kembali, "maaf tuan salah orang, aku bukan Dewa api."
Sudah ada 2 bukti yang kami punya, Dewa bumi berkata, sambil menunjuk pohon hancur yang masih hangus terbakar, dan tubuh dari Dewa api sendiri yang bisa berubah, Mo kwi menggelengkan kepala, mendengar perkataan dari Dewa bumi, kemudian ia berjalan kearah Lan guo in, di ikuti oleh keempat orang dari hutan larangan.
"Kakek, maaf kan Mo kwi yang belum mengunjungi kakek..!!"
Juragan Lan tertegun mendengar perkataan Mo kwi, "apakah anak ini..?" benar kakek Lan, aku adalah anak dari ayah Shin mo, tapi beda ibu, dan pernah bertemu dengan ibu Hong giok."
Hahaha,.."kau dengar Fan an, kau dengar, aku punya cucu lelaki sekarang,"
Juragan Lan tertawa senang, "mari, mari sini, aku ingin lihat cucuku, begitu Mo kwi menghampiri, juragan Lan langsung memeluk dan menepuk punggung cucu tirinya itu, tak kusangka, aku punya cucu lelaki yang sudah besar dan hebat," juragan Lan berkata, setelah bercakap cakap sebentar, kemudian pemuda itu menghampiri, Pedang kembar, Kiam kun.
Tuan Kiam kun, apa tuan ingin memperpanjang masalah ini..? Mo kwi berkata.
Kiam kun memberi hormat dan berkata, "tuan muda,
Kiam kun malah berterima kasih, adik seperguruanku yang tak tahu diri itu seperti duri dalam daging bagiku, lebih baik dia mati," Kiam kun berkata kepada Mo kwi.
"Dan paman Tan bu ong, kumpulkan semua anak buah mu, nanti akan ku bawa mereka..?"
Tan bu ong dan keempat anak buahnya, mengerutkan dahi mendengar perkataan Mo kwi, lalu berkata, Tuan memang sakti dan bukan tandinganku, tapi untuk membawa semua anak buahku, tuan harus melangkahi dulu mayat Tan bu ong.
Dewa bumi mendengus, mendengar perkataan dari Tan bu ong, lalu berkata, "Dewa api, apa perlu ku robek perutnya itu..?"
"Jangan,..!!" Mo kwi berkata, ketika melihat Dewa bumi sudah bersiap untuk menghabisi Tan bu ong.
Tetua Tan, apa tetua belum tahu bahwa ini adalah ketua kita yang baru, Iblis gurun yang menggantikan ketua Tan lian, Mata elang berkata.
Mendengar nama Iblis gurun, Tan bu ong dan keempat anakbuahnya langsung bersujud di depan Mo kwi, dan berkata.
"Tan bu ong tongcu kota Pin jiang, siap menerima hukuman, karna lalai dan tidak menyambut ketua."
__ADS_1
"Sudah lah paman Tan, tak usah banyak peradatan, Mo kwi berkata, Tan bu ong dan keempat anak buahnya lalu ikut bangkit.
Hahaha
"Menantuku ketua peguruan Dewa iblis, dan cucuku ketua perguruan Tengkorak putih, sungguh hari ini, hari baik, hari baik," juragan Lan berkata.
ya terkejut, ya senang, juragan Lan mendengar bahwa Mo kwi adalah ketua perguruan tengkorak putih.
"Ketua, mari kita bercakap cakap, di markas perguruan," Tan bu ong berkata
Mereka akhirnya semua berangkat ke markas perguruan tengkorak putih di kota Pin jiang, Kiam kun juga diajak oleh Mo kwi, sedangkan mata elang langsung menghubungi, Sepasang walet terbang dan menyuruh mereka masuk kekota Pin jiang.
Mereka kemudian bercakap cakap di markas perguruan tengkorak putih.
Ketua Tan, apa benar anak buah kalian sakit dan luka luka..? Mo kwi berkata, benar ketua, tapi tidak begitu besar, bahan bahan obat ini sebenarnya akan kami bawa kekota Shin tian, dan di berikan kepada markas pusat untuk persediaan, Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Tan bu ong, kemudian berkata kepada Dewa bumi.
"Tuan Dewa bumi, apa hutan larangan sedang mengalami musibah..?" Mo kwi berkata.
"Maaf, tuanlah, tuan kami Dewa api, panggil saja kami dengan budak, kami siap mengikuti perintah Dewa api, dan masalah bahan obat, kami dari hutan larangan, sudah menarik perkataan dan tak kan, meminta bahan obat milik Dewa api, biar nanti kami akan mencari sendiri." Mo kwi tersenyum.
"Apa dari pihak hutan larangan tahu, bahan obat yang di butuhkan..?" Mo kwi berkata.
"Hamba tahu, Dewa api," salah seorang Hantu darah berkata.
"Tetua Tan, tolong suruh salah seorang yang mengerti obat, untuk membantu paman Hantu darah."
"Pihak hutan larangan boleh ambil bahan obat yang di butuhkan, untuk mengobati kawan kawan yang berada disana," Dewa bumi, Dewa langit dan sepasang Hantu darah bangkit dari kursi kemudian memberi hormat, Dewa bumi berkata, "Dewa api sungguh bijaksana, dan kami pihak hutan larangan akan selalu setia kepada Dewa api."
"Sudahlah, kita memang harus saling membantu," Mo kwi berkata.
Kemudian Mo kwi menatap kearah Kiam kun,
__ADS_1
"Tuan Pedang kembar, aku ingin bertanya, negara kita sedang perang saudara, perguruan pedang kembar berpihak kepada siapa..?" mendengar perkataan Mo kwi, Kiam kun, menarik nafas dalam dalam, lalu berkata.
"Tempat kami ada di kota Pin jiang, dan disini ada dua pemerintahan dan tak saling ganggu, tapi belum lama ini, pemerintahan kaisar Zhiangwen menarik mereka, dan sekarang yang ada, hanya dari pihak Raja muda Yan, anggota perguruan pedang kembar banyak yang menjadi pedagang, dan perusahaan pengawalan, dan sering bercerita, tentang kesenjangan yang terlihat antara kota yang dikuasai oleh kaisar Zhiangwen dan Raja muda Yan."
"Dan kami selalu berpihak kepada yang benar, dalam hal ini, aku pribadi, Kiam kun, lebih memilih Raja muda Yan, dan bila ketua perguruan tengkorak putih berpihak kepada Kaisar Zhiangwen, kami perguruan pedang kembar, siap bertempur sampai titik darah penghabisan, Kiam kun berkata sambil menatap tajam kearah Mo kwi.
Dewa langit sudah bersiap, dan Mo kwi tahu, sekali ia memberi isyarat maka Kiam kun akan langsung tewas oleh Dewa langit.
"Paman Kiam kun, pilihan mu tepat," Mo kwi berkata.
Mendengar perkataan Mo kwi, hati Kiam kun merasa seperti terlepas dari beban berat.
"Aku setelah tetua Tan beres mempersiapkan anggota perguruan tengkorak putih, untuk berangkat kekota Shin tian, tadinya akan membawa semua anggota perguruan tengkorak putih, ke kota Shin tian, tapi setelah mendengar perkataan tuan Kiam kun,"
"Aku akan menaruh 100 anggota perguruan kami disini, untuk membantu bila ada serangan dari pihak kaisar Zhiangwen." dan kalian bisa saling mengawasi satu sama lain, Mo kwi berkata sambil menatap tajam kearah Kiam kun.
Kiam kun mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, saling mwngawasi yang dimaksud adalah, bila perguruannya membela kaisar Zhiangwen setelah mereka meninggalkan kota Pin jiang, dan menyerang 100 orang mereka, maka perguruan Pedang kembar siap siap untuk dihancurkan oleh perguruan tengkorak putih.
"Ketua boleh pegang kata kataku," Kiam kun berkata.
Tak lama kemudian Hantu darah yang memeriksa bahan obat, datang, "hamba sudah memisahkan bahan obat yang kami butuhkan," Hantu darah berkata.
"Dewa api, kami akan kembali membawa bahan obat ke hutan larangan, untuk mengobati para saudara yang terserang wabah penyakit,"
"Dewa langit kau tinggal disini, dan turuti perkataan Dewa api."
"Baik," Dewa langit berkata.
"Dewa api, Dewa langit jarang bicara, tapi kau tinggal perintahkan saja, dan bila ada yang berkata buruk, tolong diawasi, Dewa langit suka main hantam tanpa disuruh, setelah kami mengobati para saudara di hutan larangan maka kami akan mencari Dewa api, dan siap membantu apapun yang di titahkan."
Mo kwi tak menolak ketika Dewa bumi menyuruh adiknya mengikuti, karna Mo kwi melihat kepandaian Dewa langit hanya setingkat dibawahnya, dan ia sangat membutuhkan orang, seperti Dewa langit.
__ADS_1
Mo kwi kemudian menatap kearah Dewa langit, yang selalu diam, kemudian dalam hati ia berkata.
"Kembaran Pedang gila."