Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 106 Asa Dari Seorang Putri


__ADS_3

Mo kwi setelah mendapat laporan gudang perbekalan, menyimpan banyak sekali, beras, daging yang sudah di keringkan, jagung dan banyak lainya,


"Kumpulkan barang barang, ambil yang kita perlukan, sisanya kirim ke kota Jinan..!!" Mo kwi berkata.


Yie dong kemudian menyuruh anggota perguruan tengkorak putih kota Beiping yang ikut bersama, untuk mengantar kan perbekalan hasil rampasan ke kota Jinan.


"Berapa korban di pihak kita..?" Mo kwi berkata.


"kurang lebih 30 orang tewas, dan kurang lebih 50 orang luka luka..!!" Tan lian berkata.


"Yang luka juga lebih baik kembali, dan di rawat di kota Jinan, kita akan mengawal mereka dari jauh, sehingga mereka aman sampai kekota Jinan, sambil menunggu kabar dari Mata elang dan Langkah angin," Mo kwi berkata.


Yie dong, Li chun, dan akhirnya semua sibuk membantu menyiapkan kereta kereta, untuk membawa perbekalan dan anggota perguruan yang terluka.


Sementara Mo kwi, Hek kwi dan Dewa langit, tengah bercakap cakap.


"Pasukan berkuda itu tak jauh dari sini, tadi kasim itu menyuruh seorang siwi untuk memberi tanda, dengan anak panah api, kita harus berhati hati,


1000 ekor kuda tak mudah untuk di sembuyikan, Mata elang dan Langkah angin pasti dapat menemukan mereka," Mo kwi berkata.


Hek kwi dan Dewa bumi mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Tapi kita harus hati hati, jangan sampai terjebak, kita sekarang beruntung, karna mereka menganggap remeh, mereka sangka kita dari Jinan, dan kasim Ming yakin dapat mengatasi masalah ini." Hek kwi berkata.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Hek kwi.


"Paman benar," Mo kwi berkata.


"Lantas menurut paman, langkah apa yang harus kita lakukan..?" Mo kwi berkata.


"Kita harus tahu dulu, seperti apa posisi musuh dan medan, yang berada di dekatnya," Hek kwi menjawab perkataan Mo kwi.


Pagi hari, rombongan bergerak pelan, sepasang hantu darah dan Yie dong, Tan lian, mengawal mereka sampai tempat aman, dan setelah melihat mereka aman, dan terlihat seperti rombongan pedagang, mereka lalu kembali, ketempat Mo kwi


****


Sementara itu di kota Jinan


Hampir setiap hari para prajurit membuat jebakan jebakan di sekitar benteng kota Jinan, sedangkan yang di dalam, ada yang membuat dan mengumpulkan anak panah dan di bantu oleh para penduduk kota Jinan, mengumpulkan batu batu, yang bisa di pakai sebagai senjata.

__ADS_1


minyak minyak bakar yang berwarna hitam, banyak terdapat di ember ember kayu.


Putri Qiao sedang berdiri di atas benteng.


Matanya menatap kearah luar kota Jinan, gunung, hutan dan bukit bukit kecil terlihat dari atas benteng kota Jinan.


Sungguh indah pemandangan dari atas sini, jika tak ada perang, sungguh damai hidup di tempat tempat yang kita inginkan, tanpa harus dikejar kejar oleh pasukan, dan mengungsi.


Apa yang mereka inginkan dari perang ini, siapapun yang berperang, pasti rakyat yang akan menderita.


Pasukan paman Zhiangwen sebentar lagi pasti sampai, mata mata sudah banyak yang melaporkanya, tapi rombongan kwi koko dan paman Shin kenapa belum juga datang, putri Qiao berkata dalam hati, apa memang sudah takdir ku mati, di kota Jinan ini, putri Qiao berkata dalam hati, lalu menarik nafas panjang.


Lamunan nya terhenti ketika mendengar langkah kaki, seorang kepala pasukan yang datang, lalu memberi hormat kepada Putri Qiao.


Setelah mengetahui siapa yang datang, putri Qiao mengerutkan keningnya.


"Ada perlu apa panglima Wei...?" Maaf tuan putri, "para penjaga pintu barat, melihat seperti puluhan pedagang bergerak menghampiri kota Jinan." kami ingin bertanya kepada tuan putri langkah apa yang harus kami tempuh."


"Rombongan pedagang dari arah barat," putri Qiao berkata sambil mengerutkan kening,


setelah berpikir sebentar, akhirnya putri Qiao berkata.


Putri Qiao lalu turun, dan mengikuti langkah sang panglima, lalu 2 ekor kuda berjalan kearah pintu barat kota Jinan, setelah sampai, putri Qiao turun dari kudanya, lalu naik keatas benteng kota Jinan bagian barat, dan melihat rombongan yang lumayan besar bergerak dengan menggunakan puluhan kereta kuda, berjalan tak terlalu kencang.


Seorang petugas yang di suruh menanyakan, lalu kembali memberi laporan.


"Tuan putri, mereka rombongan dari perguruan tengkorak putih." petugas yg di suruh untuk menanyai, berkata kepada putri Qiao.


Mendengar perkataan dari petugas itu, putri Qiao langsung menyuruh orang untuk menjemput mereka.


Setelah mereka sampai, putri Qiao melihat puluhan kereta berisi bahan makanan seperti beras, jagung, dan daging yg sudah di keringkan, dan puluhan orang terluka.


Seorang perwakilan lalu menemui putri Qiao.


Tuan putri, kami dari perwakilan perguruan tengkorak putih cabang kota Beiping, memberi hormat.


Lalu perwakilan itu memberitahu putri Qiao, pesan pesan yang Mo kwi berikan, untuk putri Qiao.


Wajah putri Qiao langsung berubah ketika mendengar perkataan dari anak buah perguruan tengkorak putih.

__ADS_1


Bahwa mereka, bersama dengan ketuanya Mo kwi sudah beberapa hari berada di depan kota Jinan bagian barat, dan berhasil merebut benteng perbekalan yang ada di sebelah barat.


Wajah putri Qiao terlihat gembira, begitu mendengar perkataan dari anggota perguruan tengkorak putih.


Ia lalu menyuruh prajurit untuk merawat yang luka luka dan menyimpan bahan makanan hasil rampasan, digudang mereka dikota Jinan.


"Ah Kwi koko, kau memang pemuda yang bisa diandalkan," putri Qiao berkata dalam hati, sambil wajahnya tak henti henti tersenyum.


Setelah sampai rumah, putri Qiao bercerita kepada Han lian bahwa Mo kwi sudah berada di dekat mereka, dan mengamankan kota Jinan dari sisi barat.


Han lian sangat senang mendengar perkataan dari putri Qiao, gadis itu sangat rindu dengan Mo kwi, dan ingin cepat cepat bertemu.


Putri Qiao setelah mendapat informasi, dari anggota perguruan tengkorak putih yang datang, lalu menyuruh pelayan untuk memberitahu para panglima perang untuk segera berkumpul.


Tak lama kemudian, putri Qiao sudah memimpin rapat dengan para panglima perang, ia memperkirakan, perguruan tengkorak putih bergerak kearah barat sedangkan perguruam Dewa iblis bergerak menyisir sebelah timur, dan nantinya mereka bisa berada di belakang pasukan kasim Co.


"Anggota perguruan tengkorak putih, serta anggota perguruan Dewa iblis, agaknya akan memotong kiri kanan suplay makanan mereka, lalu menghantam mereka dari belakang."


"Dan kita harus bertahan di sini, di kota Jinan ini, apapun yang terjadi, putri Qiao berkata, jika saat nya tiba, kita buka gerbang, dan hantam mereka, sampai titik darah penghabisan.


Yang memenangkan perang di kota Jinan ini, adalah yang akan memerintah negri.


putri Qiao berkata dengan bersemangat.


Kalian perintahkan bikin anak panah yang banyak dan mata panahnya ke pandai besi, pasukan pemanah sangat berperan penting saat kita bertahan, sebarkan minyak minyak bakar, di jarak yang bisa terkena panah api, dan kita bakar mereka jika berani mendekat.


Semua yang hadir, memngangguk mendengar penjelasan dan taktik putri Qiao, dan mereka sangat berharap kepada anak angkat Raja muda Yan ini, bisa


membuat mereka memenangkan pertempuran, melalui taktik dan pemikirannya, dan mereka akan selalu mendukung putri Qiao.


****


Menjelang sore di hutan, tempat pasukan Mo kwi mendirikan tenda, Mata elang dan Langkah angin, memberi laporan kepada Mo kwi, bahwa mereka berdua sudah menemukan lokasi, tempat berkumpulnya 1000 pasukan berkuda kaisar Zhiangwen, mereka adalah pasukan penggempur, pasukan berkuda yang sudah terlatih khusus dan bergerak cepat, bila ada yang meminta bantuan.


"Kita kalah jumlah ketua, apa yang harus kita lakukan ?" Mata elang berkata,


Mo kwi berkata sambil menatap Mata elang


"Kita pancing mereka masuk hutan, lalu habisi."

__ADS_1


__ADS_2