
Shin Mo dan yang lain mengangguk dan setuju dengan usul Mo kwi.
"Tapi bagaimana kita mendekati goa tempat mereka ?" Dewa bumi berkata.
"Paman, bukankah di hutan ini banyak pohon pohon bambu, kita bisa membuat rakit untuk mendekati tempat itu." Dewa bumi langsung mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, kemudian menyuruh sepasang Hantu darah dan anak buah hutan larangan, menenbang bambu yang banyak untuk membuat beberapa rakit.
Sedangkan Dewa racun dan Biauw nio membuat beberapa Bom asap, yang di beri racun pelemas tulang.
Shin mo sudah memberi tahu Dewa racun untuk tak segan segan memakai racun yang kuat untuk membasmi rombongan Hantu pohon yang bersembunyi di dalam Goa.
****
Sementara itu didalam goa tempat persembunyian
Hantu pohon, seorang kakek yang bertubuh tinggi dan berkulit coklat tua seperti pohon kering, dengan muka berwarna hijau tengah duduk dan dikelilingi oleh para anak buahnya.
"Ketua apa yang harus kita lakukan ?" mereka telah mengepung tempat ini, dan bukan hanya iblis gurun, tetapi juga rombongan dari Siauw mo, posisi kita sekarang sangat tidak menguntungkan, salah seorang dari anak buah Hantu pohon berkata.
Gara gara Siauw mo datang, Iblis gurun yang seharusnya mati, bisa diselamatkan kurang ajar.
Braaak..!!
Hantu pohon berkata sambil menggebrak meja batu di depannya, meja tebal itu langsung terbelah dua terkena pukulan Hantu pohon.
Anak buah Hantu pohon terdiam ketika melihat ketua mereka marah.
"Tidak ada jalan lain, kita harus bertahan di dalam goa ini..!!" pasang semua jebakan, dan siapkan panah panah beracun, jika ada yang masuk langsung habisi.
Hantu pohon berkata.
"Baik ketuaaa..!!" anak buah Hantu pohon berkata.
Hantu pohon merasa bahwa kali ini, ia dan anak buahnya susah untuk keluar dari goa, dalam keadaan hidup, tapi bila mereka berani masuk goa, maka Hantu pohon ingin membunuh sebanyak mungkin anak buah dari Siauw Mo, sambil mengulur ulur waktu.
Semoga kakak Hantu gunung dapat menjalankan perintah Kasim Co untuk membunuh putri Qiao.
"Jika putri Qiao berhasil di bunuh maka pasukan kasim Co tak akan menemui kesulitan merebut kota Jinan." Hantu pohon berkata dalam hati.
__ADS_1
Lamunan Hantu pohon terhenti, ketika mendengar perkataan dari salah seorang anak buahnya, yang memberi laporan bahwa anak buah Siauw mo, menggunakan beberapa buah rakit mendekati goa tempat mereka.
Panah mereka dengan panah panah beracun, dan siapkan orang orang yang pandai berenang untuk menghantam mereka dari bawah air.
"Baik ketua,..!!" wakil dari hantu pohon berkata lalu memerintahkan anak buahnya untuk bersiap.
Mo kwi yang sangat kesal karna hampir mati di dalam telaga berdiri di tengah rakit besar yang memang sengaja dibuat oleh Dewa bumi untuk Mo kwi yang sudah dianggap sebagai ketua Hutan larangan.
Ketika melihat puluhan anak panah berwarna hitam dan sebagian lagi adalah panah panah api, mengarah padanya, Mo kwi langsung mengibaskan kedua tangan, dua buah pukulan jari pedang melesat, dan menghantam panah panah yang menuju kearah Mo kwi.
Anak buah Hantu pohon sebagian lagi dari balik semak yang menutupi goa, terjun kedalam telaga, mereka berenang menuju kearah rakit rakit bambu yang dipakai oleh Mo kwi, dan anak buah ayahnya.
Ketika sudah agak jauh berenang, mereka langsung tertegun ketika melihat, seorang lelaki paruh baya dengan rambut putih dengan mata merah tengah menatap kearah mereka, dan dibelakangnya terdapat
puluhan orang yang tengah berdiri memandang seram kearah mereka, Wakil kepala Hantu pohon yang melihat siapa yang menghadang dibawah air, hatinya mereasa gentar.
Wakil Hantu pohon memberi isyarat untuk balik kembali, kepada sepuluh orang anak buahnya, tapi Shin mo dan anak buahnya langsung melesat memburu, dan gerakannya sangat cepat,
Shin mo menyentilkan jarinya, sinar hitam melesat didalam air, mengarah tubuh wakil dari Hantu pohon
Shin mo terus mengejar, setelah sampai, langsung memukul kearah kepala, wakil hantu pohon langsung mundur menghindari serangan Shin mo, Shin mo langsung menyentilkan jari iblis dengan tangan kiri, ketika melihat ada peluang, dan langsung menghantam kepala wakil dari Hantu pohon, wakil Hantu pohon, menggelepar sebentar lalu diam,
Sementara anakbuah yang lain, memburu dan menebas semua anak buah Hantu pohon, tak lama kemudian, semua pasukan air Hantu pohon tewas di bantai oleh Shin mo dan anakbuahnya.
Sementara itu diatas rakit, Mo kwi tengah membakar tiga buah sumbu yang terhubung satu sama lain, benda yang berbentu bulat dan berwarna hitam
Setelah sumbu dinyalakan, Mo kwi memutar benda bulat itu, dan lansung ia timpukan kearah goa yang tertutup semak belukar.
ketiga buah benda bulat itu melesat, menembus semak dan terus masuk kedalam goa,
Dan tak lama kemudian, asap berwarna putih, perlahan keluar dari goa tempat persembunyian Hantu pohon, yang di ikuti oleh puluhan orang terbatuk dan kemudian tercebur kedalam telaga.
Sebuah bayangan melesat dan langsung menghantam
kearah kepala Mo kwi, Mo kwi menangkis dan membalas kearah bayangan berwana coklat itu,
Bayangan coklat itu berkelit menghindar, kemudian turun dan berhadapan dengan Mo kwi.
__ADS_1
Hantu pohon menatap bengis kearah Mo kwi, "ternyata golongan orang orang terhormat bisa juga main curang dan menggunakan racun
Mo kwi mengerutkan dahi, mendengar perkataan dari Hantu pohon.
"orang seperti kau, tak usah bicara soal keadilan, telaga ini pakai untukmu bercermin, dan bukankah kau juga yang telah menjebaku, dasar manusia tak tahu diri.
Mo kwi kemudia bergerak, mengibas kan kedua tangannya kearah Hantu pohon, Hantu pohon, berkelit dan menhindar.
Lalu keduanya silih serang diatas rakiit, Hantu pohon, trus menghantam kearah Mo kwi, tapi Mo kwi menangkis.
Hantu pohon setiap tangannya beradu dengan Mo kwi, rasa panas langsung dirasakan berasal dari tangan yang menangkis.Mo kwi kemudian menghantam kearah kepala, yang berhasil dihindari
Mo kwi bergerak, dan langsug menendang kepala Hanto pohon, ketika pukulannya berhasil di hindari. sebuah jari pedang melesat, tak lama kemudian Hantu pohon menjerit keras ketka tangannya terpapas oleh jari pedang Mo kwi, Mo kwi langsung bergerak, dan tangannya telah mencengkram kearah leher, Hantu pohon, yang tanganyna putus terkena sabetan jari pedang milik Mo kwi.
"Bunuh lah aku..!!" matipun aku puas, tapi sekarang toako, pasti sudah sampai di kota Jinan, untuk membunuh putri Qiao.
Hantu pohon diam, Mo kwi yang sudah tak sabar, kemudian mencengkram leher Hantu pohon.
kreeek..!!
Tulang leher Hantu pohon patah dan tewas seketika.
Setelah memeriksa kedalam goa dan mengambil barang barang berharga kemudian Mo kwi kembali ke darat.
Mereka lalu berkumpul,
"Ayah..!!" Aku harus segera ke kota Jinan, karna Hantu gunung bertugas untuk membunuh putri Qiao, untuk melemahkan pasukan yang berada di kota Jinan.
"Langkah angin,..!! jadilah penunjuk jalan bagiku menuju kota Jinan."
"Pergilah nak, dan kau harus hati hati," Shin mo berkata, setelah bercakap cakap sebentar kemudian
keduanya langsung melesat meninggal kan telaga.
Langkah angin dan Mo kwi bersama sama saling kejar, dan ingin cepat sampai kekota Jinan, dan hatunya selalu berdoa agar ia tak datang terlambat.
Putri Qiao bertahan lah, aku segera datang.
__ADS_1