
Mo kwi sangat sedih melihat mayat mayat berserakan, tapi ia tak bisa berbuat apa apa, dalam perang, membunuh atau di bunuh, itu sudah menjadi sebuah hukum tak tertulis dalam sebuah peperangan.
Setelah mengambil semua yang berharga, dari pasukan berkuda, kemudian Mo kwi dan pasukannya, meninggalkan arena tempat pembantaian pasukan berkuda kaisar Zhiangwen.
Mata mata anak buah Sian bin yang tersebar memberitahu kepada Mo kwi, bahwa Shin mo juga berhasil, membereskan sisi timur dan beberapa kali merebut tempat perbekalan musuh.
Shin mo tak begitu banyak kehilangan anggotanya, karna hanya dengan Dewa racun dan istrinya Biauw nio sudah sanggup menewaskan seisi benteng dengan racun mereka, hingga tak membutuhkan tenaga pasukan berlebih dan bertempur seperti Mo kwi.
Mo kwi yang mendapat laporan tentang ayahnya merasa sangat senang, karna ayahnya tak mengalami hambatan dalam menghabisi musuh musuh nya.
Dan Mo kwi juga mendengar bahwa pasukan dari Kasim Co sudah dalam beberapa hari akan sampai di depan kota Jinan.
Qiao moi, kau bertahanlah sebentar, setelah kami berhasil menghabisi para pendukung, pasukan besar dari kaisar Zhiangwen, kami akan menghantam dari belakang.
Sudah hampir 2 hari Mo kwi berada di tenda tempat nya bermarkas sambil menyembuhkan pasukan nya yang terluka akibat pertempuran melawan pasukan berkuda kaisar Zhiangwen, tapi ia belum mendapat kabar dari mata mata anak buah Sian bin, tak biasanya mereka telat memberikan informasi.
Ling ji yang melihat Mo kwi tengah merenung kemudian bertanya.
"Tuan, apa yang sedang menjadi ganjalan tuan, hingha akhir akhir ini sering termenung..?"
Mo kwi mendengar perkataan dari Ling ji lalu menatap gadis itu, kemudian menceritakan kecurigaannya kenapa ia belum mendapat kabar dari mata mata Sian bin tentang situasi pasukan musuh, sementara pasukan besar Kasim Co, terus bergerak mendekati kota Jinan.
Ling ji termenung, mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Apa mungkin ini perbuatan mereka..?" mendengar perkataan Ling ji, Mo kwi mengerutkan keningnya.
"Siapa mereka yang kau maksudkan..?" setahu aku ada 3 orang pengawal Kasim Co yang sakti, di sebut dengan 3 hantu, setahu aku, mereka bernama, kelelawar Hantu, Hantu pohon dan Hantu gunung.
Mereka bertiga jarang terlihat di istana, tapi mereka yang selalu menjadi, tangan, kaki, mata dan telinga Kasim Co.
"Apa kau pernah melihat mereka ?" Ling ji menggelengkan kepala mendengar pekataan Mo kwi.
Hmm...
"3 hantu."
Mo kwi berkata pelan, "apa mereka yang telah memutus kabar berita buatku, dengan membunuh anak buah paman Sian bin," Mo kwi berkata.
__ADS_1
Tiba tiba telinga Mo kwi mendengar suara pelan, seperti daun yang tersibak angin.
"Rupanya ada tamu," lalu Mo kwi melemparkan cawan arak kearah suara yang ia dengar.
Shiiiiiiing
Cawan arak melesat menembus tenda. menuju sebuah pohon.
Plaaak..
Terdengar suara, tangan menampar cawan arak, dari atas pohon besar yang rindang.
Mo kwi langsung melesat kearah suara itu, langkah Dewa angin ia kerahkan, tubuh mo kwi melesat, sebuah bayangan hitam langsung melesat seperti terbang, ketika ia merentangkan kedua tangannya, baju yang unik seperti kelelawar terbuka, saling kejar antara, bayangan hitam itu dengan Mo kwi.
Bayangan itu sepertinya sangat hapal situasi dan kondisi, terus bergerak dari pohon ke pohon, dan setelah sampai di atas bukit, bayangam hitam.itu langsung loncat kebawah, dan meluncur sangat cepat, sebelum.sampai di bawah, kedua tangannya terbuka, dan sayap seperti kelelawar mengembang.
luncuran tubuhnya tertahan, dan sampai di bawah, lalu ia melambaikan tangan kearah Mo kwi, kemudian menghilang.
"Bukit yang cukup tinggi," tapi bayangan hitam itu terjun tanpa ragu, dan ilmu meringankan tubuhnya tampak sangat hebat, baju dan jubahnya yang khusus membuat ia terjun tanpa ragu lagi, dan seperti bisa terbang, apakah dia yang di sebut salah sorang dari 3 hantu yang dimaksud Ling ji, jika memang benar, pasti dia adalah kelelawar hantu.
Mo kwi berkata dalam hati.
Setelah semua berkumpul.
Mo kwi menceritakan pengejarannya terhadap orang berjubah hitam, yang diperkirakan adalah kelelawar Hantu, dan posisi tempat mereka yang telah di ketahui.
"Orang itu sungguh licik dan licin, aku Pernah merasakan kehadirannya, tp orang itu kabur terlebih dahulu," Hek kwi berkata.
"Paman, tolong pimpin mereka, dan jaga pasukan,
kita lacak saja sendiri, keberadaan penyuplai kebutuhan makanan mereka, aku curiga ketiga hantu itu telah menghabisi anak buah paman Sian bin."
"Aku akan memburu ketiga hantu itu, jika kita bergerak ketengah, aku yakin rombongan kita akan bertemu dengan rombongan ayah,
Aku akan bergabung nanti, setelah menemukan ketiga hantu itu.
"Baik..!! tuan muda harap berhati hati," Hek kwi berkata, Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Hek kwi.
__ADS_1
Hek kwi lalu keluar bersama Mo kwi.
"Paman, aku pergi dulu, aku titip Ling ji pada paman,"
"tuan muda tak usah khawatir, paman akan menjaga nona Ling ji." setelah mendengar perkataan Hek kwi.
Mo kwi kemudian melesat, lalu menghilang dalam kegelapan malam.
ke esokan harinya, tenda tenda pasukan di buka, lalu mereka dibawah pimpinan Hek kwi bergerak menuju tengah, tapi mereka menghindari jalan raya, yang pastinya sering terdapat prajurit prajurir kaisar Zhiang wen yang berjalan, dan akan bergabung dengan pasukan besar, yang di pimpin langsung oleh Kasim Co.
****
Sementara itu, di kediaman kaisar Zhiangwen.
Sang kaisar sedang mendengarkan laporan, dari perdana mentri nya yang bernama Qi thay.
Perdana mentri Qi thay setelah memberi hormat, kemudian menyampaikan laporan laporan situasi tentang perkembangan pasukan kasim Co.
"Yang mulia Kaisar,"
"menurut berita yang dikirimkan lewat udara, Kasim Co beberapa hari lagi akan sampai di luar benteng Kota jinan, dan akan menyerang kota Jinan.
"Kaisar..!!" Jinan adalah kota yang strategis, di situlah kita bisa menyerang dengan mudah ke kota Beiping.
Kita harus bersabar dan menunggu hasil kasim Co" mendengar perkataan dari perdana mentrinya yang bernama Qi thay.
Kaisar Zhiangwen, mengangguk mendengar penjelasan perdana mentri Qi thay, lalu berkata.
"Apa perlu kita tambah pasukan untuk menaklukan kota Jinan..?" perdana mentri Qi thay berkata.
Yang mulia Kaisar,
"Jumlah pasukan yang dibawah pimpinan kasim Co sudah besar, jika kaisar ingin mengirmkan prajurit prajurit bantuan, akan sangat berbahaya terhadap kaisar dan istana akan kosong."
"Lebih baik kita menunggu hasil dari Kasim Co."
Kaisar Zhiangwen mengangguk mendengar perkataan dari Qi thay.
__ADS_1
Kaisar Zhiangwen termenung, lalu menarik nafas dalam, dan berkata dalam hati.
Maaf kan aku, paman Yan, aku tak punya pilihan lain.