
Ling ji memeluk suaminya, gadis itu sangat takut melihat suaminya muntah darah sampai dua kali, dan mereka semua melihat bagaimana dengan telaknya, Tangan naga dengan kedua tangan membokong punggung pemuda itu..
Hek mo kemudian memeriksa punggung orang yang ia panggil adik, setelah memeriksa Hek mo tersenyum tapi juga mengerutkan dahinya.
"Kakek bagaimana dengan keadaan suami ku ?"
setelah menarik nafas, Hek mo berkata, adik ku ada beberapa tulang punggung nya retak, tapi ia tak apa apa, tapi untuk sementara ia tak boleh menggunakan tenaga dalam, dan jika memaksakan diri maka, kepandaaianya akan lenyap.
Setan licik itu menggunakan seluruh tenaga dalamnya, jika saja orang yang membokongnya, mempunyai tenaga dalam yang setara dengan si setan senyum ( Liao pan ), maka suami mu mungkin sudah tewas sekarang.
Jika Huo in atau Guan yu berada di sini mungkin tak kan lama bisa pulih kembali,
Gubernur Liang cu lalu memerintahkan prajurit, untuk membersihkan mayat mayat yang berserakan.
"Tuan cu, apa di kota Tianjin ada tabib handal ?" Hek kwi berkata,
Tuan, aku akan mengusahakan tabib terbaik untuk menyembuhkan Yang mulia Mo kwi. lebih baik yang mulia Mo kwi di pindahkan dahulu ke tempat hamba.
Hek kwi mengangguk, lalu menyuruh Pedang gila menggendong Mo kwi untuk di bawa ke tempat ke diaman gubernur kota Tianjin yang baru Co liang cu.
Hek mo lalu memimpin anak buah Mo kwi pergi ke tempat gubernur Lian cu, sementara itu diantara kerumunan penduduk seorang pria paruh baya menatap rombongan Hek mo dengan mata berkilat,
Lalu pergi ke arah timur kota Tianjin.
Mo kwi terbaring lemah di ranjangnya di temani oleh Ling ji yang tak mau jauh dari suami nya, di rumah kediaman gubernur Liang cu.
Hek mo, Hek kwi, Pedang gila beserta nenek Kharmila, Dewa langit, Pisau terbang, dan gubernur Liang cu duduk di sebuah kursi di dalam kamar Mo kwi.
Tuan Cu, mana tabib yang akan memeriksa tuan muda ? Hek kwi berkata, Tabib Song sedang di jemput oleh prajurit, tempat mereka di ujung timur kota Tianjin tuan.
Hmm,..!!
"Baik lah, jika tempat tinggal tabib itu jauh, kenapa tidak tuan menyuruh kami yang ada di sini untuk menjemputnya ?" Hek kwi berkata.
Maaf tuan, aku lihat rombongan yang mulia Mo kwi sangat kalut, jadi hamba tidak berani meminta tolong untuk menjemput tabib Song.
Oh ya, Kirim surat kepada putri Qiao, untuk meminta Tabib Huo atau tabib istana datang, Hek kwi berkata.
Gubernur Liang cu diam mendengar perkataan, Hek kwi, wajah nya terlihat seperti yang bingung mendengar perkataan Hek kwi.
"Apa yang sedang kau pikirkan gubernur Cu ?" Hek kwi berkata.
Untuk meminta tabib ke kota raja hamba masih berani, tapi mengirim surat kepada putri Qiao untuk meminta tabib istana hamba tak berani tuan.
Hmm...!!
"Apa tuan gubernur mau ambil resiko, jika terjadi apa apa terhadap tuan muda, karna ragu mengirim surat kepada putri Qiao ?" Hek kwi berkata sambil menatap tajam gubernur Liang cu.
"Apa maksud tuan ?" gubernur Cu berkata.
"Apa gubernur cu belum tahu siapa tuan muda, ?" aku tahu yang mulia tuan Mo kwi, "jangan panggil panggil yang mulia, tuan muda tak kan suka," Hek kwi berkata.
"Tuan muda Mo kwi adalah suami dari putri Qiao dan pernikahan mereka di restui oleh kaisar Yongle, dan di hadiri oleh pejabat pejabat istana, jika dari daerah Qu fu sampai Dalian tak mengegtahui dan tak datang karna jauh, aku bisa mengerti, tapi sekarang kau tau siapa orang yang sedang berbaring di tempat mu itu, dan akibat yang bisa terjadi jika kau lalai dalam menjaga suami dari orang kedua, dan menantu penguasa negri ini."
Wajah gubernur Cu pucat, memdengar perkataan dari Hek kwi, dan tubuhnya langsung gemetar, gubernur Cu mengira gadis cantik yang bersama dengan Mo kwi adalah suami dari Mo kwi.
__ADS_1
Terima kasih atas pemberitahuan tuan, hamba akan langsung mengirim surat kepada putri Qiao, untuk segera mengirim kan tabib handal untuk memeriksa Tuan muda Mo kwi, setelah berkata gubernur Liang cu lalu memberi hormat kemudian undur diri untuk menyiapkan surat yang akan di kirim ke kota raja.
Sementara di kamar, hanya Ling ji dan Mo kwi yang masih terbaring lemah, wajah pemuda itu pucat pasi.
"Kwi koko, kenapa tadi kau memaksakan diri untuk duduk bersila jika keadaan mu sangat lemah ?"
Aku tak mau terlihat lemah di depan mereka, sayang.
Mo kwi berkata kepada Ling ji.
"Menurut kakek Hek mo, tulang punggung mu ada yang retak, dan aliran darah mu tak lancar," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Ling ji istrinya.
Pukulan tangan naga sangat keras sekali, aku merasakan punggung ku seperti tertimpa batu yang sangat besar," Mo kwi berkata.
"Mereka orang orang Licik, aku sangat benci mereka jika Kwi koko sudah sembuh, dan kita sampai di Shenyang, Kwi koko jangan halangi aku untuk ikut membasmi perkumpulan naga merah." Ling ji berkata sambil memegang tangan suaminya, Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari istrinya dan mengangguk pelan.
Jika aku bisa mengerahkan tenaga dalam dan menyembuhkan dari dalam, luka dalam ini pasti akan cepat sembuh, tapi sayang, setiap aku mengerahkan tenaga dalam ku, entah kenapa langsung buyar, Mo kwi berkata.
"Apa aku sudah tak bisa menggunakan tenaga dalam lagi ?" mendengar perkataan suami nya yg seperti putus asa, Ling ji langsung memeluk tubub Mo kwi dan menangis di dada suaminya lalu berkata.
Kwi koko pasti sembuh, Kwi koko pasti sembuh,
Sambil menunggu tabib Huo, Gubernur Liang cu, sudah memerintahkan prajurit untuk mencari dan membawa tabib di kota Tianjin ini, Kwi koko harus semangat dan jangan putus asa."
Di sebelah timur kota Tianjin
seorang pria paruh baya masuk kedalam sebuah bangunan rumah di depan halaman rumah itu terdapat banyak tumbuhan obat obatan.
Pria itu lalu mengetuk pintu gedung itu.
Ketukan pintu yang terdengar seperti ber irama, atau sebuah tanda isyarat dari pria itu.
Pintu gedung terbuka lalu pria itu bergegas masuk, dan tercium bau obat obatan yang sangat menusuk hidung ketika Pria itu memasuki gedung.
"Mana ketua ?" pria itu berkata kepada kakek bungkuk yang membuka kan pintu untuk nya.
"Sedang di bawah...!!" kakek bungkuk itu berkata.
Mendengar perkataan kakek bungkuk itu, sang pria langsung menuju ruangan tengah, dan ketika melihat sebuah lemari besar yang berisi banyak guci guci dan hiasan, pria itu lalu memutar sebuah hiasan lampu yang berada di lemari pajangan tersebut
Tak lama kemudian, terdengar suara.
krek,..kreek,...kreteeeek.
Lemari pajangan itu langsung bergeser dan terdapat sebuah pintù di balik lemari pajangan yang bergeser itu, pria itu lalu membuka pintu, dan terlihat anak tangga batu, yang menuju ke arah bawah.
Pria itu lalu turun, pintu lalu menutup dan lemari pajangan bergeser kembali seperti semula.
Bau lembab dari tempat yang semakin menurun ke bawah, pria itu lalu mengambil Sebuah obor, dengan batu api, pria itu menyalakan obor yang menenmpel di tembok kemudian turun sambil membawa obor itu.
Pria itu terus berjalan menuruni tangga batu.
Setelah berjalan agak lama, akhirnya sampai di sebuah ruangan yang gelap, pria itu langsung memasang obor di dinding batu dan menyalakan obor obor lain yang ada di di dinding batu.
Hmm...!!
__ADS_1
"Ada apa kau kesini Cao cao ?" hormat ketua, pria paruh baya yang di panggil Cao cao berkata. begitu mendengar suara dingin dari orang yang tengah duduk bersila di sebuah batu.
Orang yang duduk bersila itu sangat kurus, rambut jenggot, dan kumis nya yang panjang berwarna putih, dan ketika kakek kurus yang sudah terlihat sangat tua itu membuka mata, dan matanya juga putih sehingga wajah nya terlihat sangat menyeramkan.
"Ampun ketua, Tianjin telah jatuh, Setan tawa, Setan senyum telah tewas, begitu juga dengan tangan naga.
Hmm...!!
"Cerobooh,".terdengar suara pelan, tapi langsung menyerang pria itu, membuat pria itu langsung memegang dada, ampun ketua, ampun.
Pria yang di panggil Cao cao berkata.
"Apa yang kau lihat ?" Cao cao lalu menceritakan kejadian pertempuran antara Mo kwi, Hek mo dan Setan tawa, dan yang lainnya.
"Kurang ajaar....!!" suara mengelegar terdengar dari kakek kurus iru.
"Perguruan Dewa iblis memang menjadi duri dalam daging buat ku."
Uhuk..Uhuuuk...!!
Kakek kurus itu batuk batuk, seorang kakek berpakaian hitam yang berada di samping kakek kurus itu kemudian mengeluarkan sebuah obat dari
cupu emas, kemudian memberikannya kepada kakek kurus itu yang langsung meminumnya.
"Pukulan dari Thian Mo, masih saja terasa dan membuat tenaga dalam ku sebagian tersumbat, sehingga aku seperti seorang maling yang di kejar kejar oleh Kim mo dan adik adiknya."
"Hamba dengar mereka sedang mencari tabib dan Liang cu menyuruh prajurit unruk menjemput tabib Song untuk mengobati pemuda yang terluka oleh Tangan naga."
"Pemuda itu sepertinya orang pentimg, Iblis hitam Hek mo ) sangat menuruti perintah pemuda itu."
Hmm....!!
"Song kwan, bagaimana menurut mu ?"
"Hamba menurut apa yang ketua perintahkan."
Kakek yang tadi memberi obat itu berkata kepada kakek kurus itu.
"Setelah aku berhasil menguasai ilmu nyawa iblis dan menghidupkan 10 penjaga neraka, maka saat itulah dunia akan bisa kukuasai."
"Selemat ketua..!!" Song kwan dan Cao cao berkata.
Tiba tiba terdengar suara dari sebuah corong yang menghubungkan ruangan bawah tanah itu dan ruangan atas.
Tabib Song, prajurit Tianjin mencarimu, dan kau di panggil oleh gubernur kota Tianjin yang baru.
Orang yang bernama Song kwan lalu memberi hormat kepada kakek tua itu dan berkata.
"Ketua..!!" apa yang harus hamba lakukan ?"
Kakek kurus yang duduk bersila itu lalu mengambil sebuah pisau yang berada di sampingnya yang bersarung merah.
Lalu kakek yang rambut, kumis, jenggot dan matanya berwarna putih itu yang adalah Dewa sesat.
menatap Song kwan sambil melemparkan pisau itu kedepan Song kwan dan berkata.
__ADS_1
Bunuh pemuda itu.