Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 211 Persiapan dan rencana menghadiri undangan musuh.


__ADS_3

Shin mo bergegas menuju ruangan depan ketika mendapat kabar bahwa putranya Mo kwi sudah sampai di kota Gaya,


"Ayah !!" Mo kwi hendak bersujud tapi di tahan oleh Shin mo.


Shin mo memegang bahu, sambil menatap wajah putranya itu, "kau baik baik saja nak ?"


"Baik ayah !!" Mo kwi berkata menjawab pertanyaan ayahnya, sedangkan, Giok lim, guan yu, Zhou yun, Hek kwi dan yang lain menyapa Kwan bin, Yie dong dan Huo in.


Ling ji memberi salam kepada mertuanya.


Shin mo kemudian menyuruh Mo kwi dan rombongannya istirahat terlebih dahulu.


Malam hari mereka berkumpul.


Kapan ayah tiba di kota Gaya ini ? Mo kwi berkata.


Dua hari yang lalu rombongan kami tiba.


"Ayah apa ayah tak merasakan sesuatu yang ganjil di kota gaya ini ?" Mo kwi kemudian menceritakan, kejadian ketika mereka di cegat oleh rombongan Bajak merah, bahkan Pedang gila sempat bertarung dengan seorang samurai bernama Taiko.


Hmm..!!


Memang jika di pikir pikir kota Gaya ini adalah markas kedua dari perkumpulan Bajak merah, selain di Pulau Tamna, di sebrang kota Gaya.


Lalu Mo kwi bercerita bahwa ia bertemu dengan sepasang pedang langit, tapi Mo kwi menyuruh mereka membereskan urusan mereka di Silla, dan nanti akan menyusul.


"Apa Kakek Kim mo bersama rombongan ayah ?" tapi dari tadi aku tak melihat nya." Mo kwi berkata.


Paman Hek mo menyusul kakek Kim, mereka berputar ke selatan menuju, arah negara Jin bersama Dewa kipas dan Cha pao.


Hanya Zhou yun yang tersenyum ketika mendengar perkataan Shin mo, ketika mengatakan pelindung perguruan Dewa iblis berputar ke selatan.


Shin mo lalu menceritakan tentang peresmian perguruan pedang timur, yang 2 hari lagi akan di adakan di pantai timur kota Gaya.


"Kita harus berhati hati, mereka ingin menghancurkan kita di sini," Shin Mo berkata.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dsri ayahnya.


"Jika menggunakan racun, dunia persilatan akan mentertawakan kita, karna mereka mengirim undangan resmi."


Menurut informasi yang kami dapat selama di sini, perkumpulan Bajak merah di ketuai oleh seorang samurai bernama Minamoto, dia juga yang akan meresmikan, perguruan pedang timur.


Dengan alasan mengenalkan silat dari negaranya, mereka membawa pendekar pendekar yang sudah punya nama, untuk berkenalan dengan para pendekar dari daratan Tionggoan, Baekje, Silla maupun Goguryeo.


Mereka juga mengundang ketua klan sakura, samurai Oijin.


"kemarin anak Kwi bertemu dengan samurai yang bernama Oijin, tapi tampaknya dia bukan orang jahat, dia datang bersama tabib Song."


Dan ilmu pedang mereka, tidak banyak bergerak, tapi jika ada kesempatan, pedang mereka akan menyerang kelemahan kita, itu yang anak Kwi lihat sewaktu, Pedang gila bertarung dengan seorang samurai bernama Taiko.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan anak nya.


"Kita harus memancing emosi mereka jika tidak sabar, mereka pasti bergerak mengikuti kita," Shin mo berkata.


"Paman Hek kwi !" sekarang sudah jelas dengan hadirnya tabib Song, bisa di pastikan Dewa sesat berada di sini, dan penjaga neraka pasti akan ikut meramaikan peresmian perguruan Pedang timur." Shin mo berkata.


"Baik ketuan !" seperti biasa, hamba akan mencari tempat persembunyian Dewa sesat.


Tapi yang kupikirkan bukan di darat tetapi di laut, menurut informasi sekarang kapal kapal di persenjatai oleh meriam dan peluncur tombak dan panah besar


Shin mo menghela nafas, kemudian berkata kembali.


"Itu akan sangat berbahaya, sementara kita susah jika ingin Menyerang mereka.yang berada di tengah laut, kita tak mempunyai kapal.

__ADS_1


Dan sampai sekarang Paman sian bin belum juga kelihatan, anak buah paman sian bin yang ada di kota Gaya hanya di suruh mencari informasi, kemudian langsung di beritahukan kepada kita.


Tapi mereka tak tahu di mana ketua mereka berada.


Shin mo kembali menarik nafas setelah berkata.


Zhou yun tersenyum melihat ketuanya yang seperti sedang gundah, lalu berkata.


"Ketua !" jangan terlalu di pikirkan, pasti ada jalan."


"Aku tak ingin melihat anggotaku banyak jatuh korban paman."


"Paman tolong pikirkan cara supaya kita bisa mengatasi masalah ini."


"Baik ketua !"


"Ketua tenang saja, serahkan semuanya padaku."


Zhou yun berkata.


Setelah membahas masalah peresmian perguruan pedang timur mereka kembali ke kamar masing masing, setelah terlebih dahulu bersantap bersama, suasana yang ceria penuh tawa dan canda, menutupi rasa khawatir mereka, terhadap ancaman dari dewa sesat dan perkumpulan Bajak merah.


"Menunggu hari pembukaan, banyak yang berlatih atau sekedar istirahat, mereka seperti tak terlalu memikirkan bahaya yang akan mereka dapatkan kedepannya.."


Di taman belakang penginapan, ada tempat bersantai, sebuah kolam tak terlalu besar dan beberapa pohon rindang dan kursi ada di taman itu.


Mo kwi dan Ling ji sedang berada di bawah pohon rindang yang ada di dekat kolam.


"Ling moi !" ini adalah tempat yang tepat untuk berlatih ilmu unsur air," Mo kwi berkata, sambil menunjuk ke arah kolam yang berada di depannya.


"Ling ji mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, kemudian Ling ji bergerak ke arah kolam,


Tangan nya bergerak turun naik, dan air kolam juga bergerak ikut naik dan turun mengikuti gerakan tangan Ling ji.


Crep, crep, Crep, blaar.


Butiran butiran es yang ukurannya kecil menancap di pohon yang berada di sebrang kolam, sementara itu bongkahan es besar setelah menghantam batang pohon, hancur dan menimbulkan suara keras.


Mo kwi mengangguk melihat ilmu unsur air, milik istrinya.


Setelah memperagakan ilmu unsur air itu, Ling ji lalu menghampiri suaminya dan berkata.


"Bagaimana Kwi koko, ilmu unsur air yang aku miliki ?" Ling ji berkata.


"Hebat, kau meningkat sangat pesat Ling moi." Mo kwi berkata.


"Tapi ?" Mo kwi berkata sambil tersenyum.


"Tapi apa ?" Ling ji bertanya, ketika Mo kwi belum juga berkata.


"Cepat katakan ?"


Mo kwi tertawa melihat istrinya. yang sudah tak sabar.


"Bagaimana jika bertarung tak ada air yang bisa kau gunakan, untuk melancarkan ilmu unsur air yang kau miliki," Mo kwi berkata sambil menatap ke arah istinya.


Ling ji tertegun mendengar perkataan suaminya dan tak bisa berkata.


Memang benar, jika tak ada air ia akan susah memnggunakan ilmu unsur air dengan maksimal, dan pukulan pukulanya merubah menjadi dingin saja.


Sebenarnya kau juga bisa menggunakan unsur lain seperti tanah, kayu dan angin, tergantung dengan kemampuan mu merubah hawa tenaga dalam yang keluar.


Mo kwi kemudian mengibaskan tangan kanan nya, menghantam tanah.

__ADS_1


Blaar !


Tanah muncrat ke atas, kemudian tangan kiri Mo Kwi, mengibaskan tanganya ke arah tanah yang muncrat ke atas itu.


Sreeett..!!


puluhan tanah, berbentuk kerikil besar, kecil dan termasuk juga debu yang berterbangan di hantam oleh tangan kiri Mo kwi, melesat dengan sangat cepat menghantam pohon pohon yang berada di sebrang kolam.


Crep,.crep, prak, prak.


Butiran tanah ada yang menancap, dan banyak juga yang mematahkan ranting tanting pohon.


Kwi koko kau hebat, tenaga dalam mu sangat tinggi.


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Ling ji.


Ling moi, kau coba ubah hawa tenaga dalam mu yang keluar, lalu coba kau angkat lumpur, di pinggiran kolam itu, lalu kau hantam kan kemana saja kau suka, Mo kwi berkata.


Setelah memberi teori teori dan praktek sebentar, Mo kwi kemudian menyuruh Ling ji untuk berlatih sendiri, sedangkan ia duduk bersila, untuk bermeditasi, melatih nafas ilmu tenaga dalam baja api miliknya dan melebur racun darah naga yang sekarang menjadi bagian dari tubuhnya.


Ling ji giat berlatih, perlahan tapi pasti ia, mengikuti arahan dan petunjuk yang di berikan Mo kwi.


Setelah sore hari, Ling ji akhirnya berhasil mengangkat lumpur, bahkan batu dan kayu, lalu di lemparkan ke arah yang dia mau.


Mo kwi juga selesai bermeditasi, dan memberi jempol kepada Ling ji, melihat hasil yang di capai istrinya itu"


Mereka kemudian kembali ke kamar dan istirahat, karna hanya punya waktu sehari lagi untuk berlatih sebelum berangkat menuju tempat peresmian perguruan Pedang timur.


***


Hari yang di nanti nantikan telah tiba, semalam mereka bercakap cakap menentukan langkah dan rencana yang akan di lakukan.


Mereka semua setelah selesai pertemuan di minta untuk istirahat, agar besok berangkat menghadiri peresmian perguruan Pedang timur dengan kondisi tubuh yang segar bugar.


Sementara itu di dalam kamar Pedang gila, suasana Tampak hening, nenek kharmila sedang memakaikan baju suami nya, yang hendak berangkat ke tempat peresmian perguruan pedang timur.


Hari ini Pedang gila ingin memakai baju berwarna merah, dan nenek kharmila memang sudah menyiapkan baju itu, karna jauh jauh hari, suaminya berkata ingin memakai baju yang ber warna merah.


Setelah memakai kan sabuk dan menyelapkan pedang kelabang biru di sabuk kulit suaminya.


Nenek kharmila kemudian mundur lalu maju, sambil menatap ke arah suaminya, wajah nenek kharmila walau sudah tua, tapi masih terlihat sisa sisa kecantikan di masa lalu, tersenyum, dan berkata.


Suami ku gagah sekali memakai pakaian berwarna merah, kakak tampak sangat berwibawa, nenek Kharmila berkata kepada Pedang gila suaminya.


Pedang gila tak menjawab, dan hanya membetul kan ikat pinggang, dan memastikan pedang kelabang biru, terselip di balik sabuk yang berada di pinggang.


Setelah memastikan semua sudah berada di tempatnya.


Pedang gila lalu menghampiri nenek kharmila.


Pedang gila lalu memegang pundak nenek Kharmila dan menatap tajam ke arah istrinya.


Nenek Kharmila sangat malu di tatap seperti itu.


Lalu menundukan wajah nya, "apa yang akan di lakukan suamiku ?" nenek kharmila berkata dalam hati.


"Aku ingin berkata."


Nenek Kharmila terdiam, suaminya jarang bicara, tapi kali ini ia ingin mengatakan sesuatu, "apa yang ingin ia katakan ?" nenek Kharmila berkata dalam hati, "apa ia akan mengucapkan pujian pujian untuk ku ?" karna sejak menikah, kakak belum pernah memuji aku dan belum pernah berkata apapun tentang diriku, nenek Kharmila bertanya tanya dalam hati apa yang akan di katakan oleh suami nya.


Pedang gila menatap Nenek Kharmila dan berkata


"Jika kakak mati, jangan kawin lagi."

__ADS_1


__ADS_2