
Mo kwi ketika melihat kampung itu sudah curiga, kampung yang tak begitu besar, dengan warga yang tak tetlihat ber aktivitas hanya satu dua pria melintas, dan sama sekali tak ada anak anak yang bermain main, sangat terasa janggal bagi sebuah kampung, apalagi setelah masuk melihat sebuah rumah makan yang mencolok dengan beberapa pelayan yang membersihkan meja.
Rumah makan di desa seperti ini siapa yang akan membeli, dan pelayan pelayan hilir mudik ketika mereka datang, seakan akan tahu akan ada banyak tamu yang datang, menambah kecurigaan Mo kwi semakin besar, akan kampung yang baru mereka masuki itu.
Apalagi setelah memperhatikan pelayan tua yang kemudian di sebut Cengcu, penampilan atas layaknya penduduk kampung dan pelayan, tapi sepatu yang ia gunakan, adalah sepatu buatan kota, tidak seperti sepatu sepatu rumput yang biasa di gunakan oleh para penduduk desa yg biasa di pakai sehari hari.
Kemudian Mo kwi membisikan Hek kwi dengan suara jarak jauh yang juga sudah curiga terhadap kampung itu.
Hek kwi kemudian berkata, kepada Mo kwi dengan suara jarak jauh, bahwa jika ingin meyakinkan penyamaran, biarkan saja yang tenaga dalamnya belum tinggi, karna Hek kwi yakin, mereka adalah para perampok yang hanya memberi obat pemabuk ( obat tidur ) kedalam makanan, kemudian mengambil harta mereka, dan menawan mereka.
Setelah di sepakati, mereka memberi tahu Pedang gila, Dewa langit dan Cha pao, sementara yang lain tak di beri tahu untuk meyakinkan penyamaran mereka, dan aksi meyakinkan pertama berasal dari Li chun yang langsung tumbang, di susul nenek Kharmila dan Ling ji, dan anak buah yang lainnya. sedangkan Mo kwi, Hek kwi, Pedang gila, Dewa langit dan Cha pao, jika tidak pura pura makan dan minum, mereka makan seperti biasa tapi dengan tenaga dalam tinggi mereka menekan racun, dan perlahan di keluarkan kembali kedalam cangkir sewaktu mereka minum.
Hingga sampai mereka di geledah dan Pedang gila tak kuat menahan rasa geli ketika tubuhnya di raba raba mencari barang berharga yang ada di tubuhnya.
Perampok yang menggeledah tubuh Pedang gila terkejut bukan kepalang ketika wajah mereka berhadapan dan Pedang gila berkata.
Perampok itu akan lompat ke belakang tapi Pedang gila langsung memegang tangan perampok itu, lalu menandukan kepalanya, sehingga kepala perampok itu langsung pecah di adu dengan kepala Pedang gila, seperti mendapat aba aba Mo kwi kemudian dan yang lain menghabisi perampok yang menggeledah tubuh mereka, lalu berdiri di sekeliling kawan mereka yang sudah terbius oleh obat pemabuk dari para perampok yang ternyata berasal dari perguruan naga merah.
Rupanya kampung ini sengaja di buat untuk menjebak para pedagang dan pelancong yang hendak pergi ke Tianjin atau ke kota Qu fu, Mo kwi berkata kepada pelayan tua yang tadi di panggil Cengcu oleh anak buahnya.
Hehehe
"Rupanya tuan sudah menyadari, sehingga tidak terkena obat pemabuk dari kami, tapi tuan juga harus liat sekeliling tuan, hanya dengan 5 orang sedangkan kami berjumlah 50 orang, apa tuan bisa mengalahkan kami atau melindungi anak buah tuan yang sudah terkena obat pemabuk, Cengcu itu berkata sambil tertawa."
"Lebih baik tuan menyerah saja, serahkan semua barang berharga milik tuan dan perempuan itu, lalu tuan boleh meninggalkan tempat ini dengan selamat," cengcu itu kembali berkata.
Hahaha.
"Syarat Cengcu sunguh menarik hati, tetapi perempuan itu adalah istriku, mana mungkin aku menyerah kan istriku kepada Cengcu." Mok kwi berkata sambil tertawa.
Hmm..!!
"Tak ada syarat lagi, agaknya kalian harus mati, lima anak buahku sudah kalian bunuh, nyawa kalian lah sebagai gantinya," sang Cengcu berkata.
Ternyata kalian adalah anak buah perguruan naga merah, pantas saja perguruan naga merah berkembang pesat, ternyata mereka mengembangkan perguruan mereka dengan jalan merampok, Mo kwi berkata.
"Tutup mulutmu..!!" cengcu itu berkata, Pedang gila sudah meraba gagang pedang kelabang biru, tetapi Mo kwi memberikan isyarat tangan untuk tidak mengambil tindakan karna pemuda itu ingin mengetahui beberapa informasi dari sang Cengcu.
__ADS_1
"Rombongan kami akan berangkat ke Tianjin, dan sekarang aku tak mau berbasa basi lagi dengan mu, jika kau mau memberi informasi padaku tentang naga merah, maka kau akan selamat, tapi jika tidak jangan salahkan aku jika tak kan memberi kesempatan kedua kepadamu," Mo kwi berkata.
"Katakan yang kau ketahui tentang naga merah, dan siapa pemimpin tertinggi perguruan itu ?" Mo kwi berkata.
"Anak muda sebaiknya kau cuci kaki, lalu tidur saja di rumah..!!" jangan ikut campur urusan dunia persilatan." Cengcu itu berkata.
Wajah Mo kwi berubah kelam mendengar perkataan dari pemimpin perampok itu.
"Rupanya dari tadi aku tanya kau cuma belat belit, kupikir kau orang penting perguruan naga merah, tapi ternyata kau tak lebih hanya seorang gembel gunung."
"Baru kali ini aku di suruh tidur di rumah oleh gembel gunung seperti mu, sementara ribuan orang memberi hormat padaku," kesempatan mu untuk hidup sudah tak ada walaupun kau punya segudang informasi,"
Asal kau tahu, aku adalah ketua perguruan tengkorak putih, dan aku pantang di hina oleh gembel gunung sepertimu." Mo kwi berkata, amarah nya memuncak mendengar penghinaan dari kepala perampok itu.
Lalu Mo kwi menyentilkan jarinya ke arah seorang perampok yang hendak membacok kearah Li chun.
Sreeet,..creeeep
Sebuah sinar hitam sebesar ibu jari keluar dari telunjuk Mo kwi dan langsung menghantam kepala dari perampok itu.
Setelah menghantam perampok itu, kemudian Mo kwi mengangkat tangannya memberi isyarat agar mulai menyerang.
Pemimpin perampok itu lalu mengeluarkan sebuah pisau pendek yang berwarna kehitaman, lalu menyabet ke arah leher Mo kwi.
Mo kwi tak menghindar, tapi tangan kirinya dengan ilmu jari pedang langsung menyabet tangan pemimpin perampok, pemimpin perampok itu terkejut, lalu menarik serangannya sambil menunduk, menghindari serangan Mo kwi, dan pisau beracunnya langsung menyabet kearah kaki kanan Mo kwi yang berada selangkah di depan.
Mo kwi mengangkat kaki kananya menghindari serangan pisau beracun, setelah berhasil, ia lalu lompat dan kaki kirinya langsung menendang kearah pinggang, dan tendangan kaki kiri Mo kwi tak bisa di hindari oleh pemimpin perampok itu.
Bhuuuk..!!
Tubuh pemimpin perampok itu langsung melayang ke arah kursi dan meja, meja dan kursi hancur berantakan tertimpa tubuh pemimpin perampok yang pingganya terkena tendangan Mo kwi.
Pemimpin perampok itu bangun, dan menatap tajam ke arah Mo kwi dan berkata, tak percuma kau menjadi ketua perguruan tengkorak putih, asal kau tau, aku dulu adalah sahabat Kwi bo ketua terdahulu dari tengkorak putih, Mo kwi menyeringa seram mendengar perkataan Pemimpin perampom itu.
Kau pikir jika kau teman Kwi bo kau bisa lolos dari kematian ?" asa kau tahu, jika hari ini Kwi bo berada di sini, aku juga akan membunuh nya untuk membalaskan dendam guruku.
"Ja,..Jaadi kau, mu, muurid malaikat pedang ?"
__ADS_1
Kau tak pantas menyebut guruku, setelah berkata Mo kwi langsung melesat dan menghantam kan ilmu jari pedang kearah dada pimimpin perampok itu.
Perampok itu terkejut, lalu gergerak kearah kiri menghindari serangan dari Mo kwi.
Mo kwi tak tinggal diam setelah serangannya berhasil di hindari, kemudian melesat kembali kali ini jurus iblis gila ia keluarkan.
Sementara Hek kwi dan Cha pao menyambar tubuh kawan rombongan yang masih belum sadar, karna pertempuran di dalam rumah makan makin hebat, puluhan perampok menyabetkan golok, tombak dan pedang, menyerang Pedang gila dan Dewa langit.
Sedangkan Mo kwi terus mencecar, tangan kanan dan kiri, menyambar kearah kepala dan dada tanpa di sangka sangka oleh pemimpin perampok itu.
Rumah makan itu bergoyang, karna tiang tiang penyangga banyak yang patah terhantam oleh kedua pihak yang bertempur.
Pemimpin perampok menyambar sebuah kursi dengan tangan kirinya lalu di lemparkan kearah Mo kwi.
Mo kwi dengan jari pedangnya menghantam, lalu kaki kanan nya menendang kearah kepala, pemimpin perampok itu kemudian menunduk dan menyabetkan pisau nya ke arah pinggang, dengan tangan kiri, Mo kwi menepis tangan perampok yang memegang pisau, kemudian tangan kanan Mo kwi langsung menghantam leher dari pemimpin perampok itu.
Bhuuuk...!!
Pemimpin perampok itu langsung tersungkur, lalu Mo kwi langsung menendang tubuhnya, tubuh kurus itu langsung melayang terkena tendangan Mo kwi. dan tewas seketika karna tulang dadanya remuk terkena tendangan Mo kwi.
Satu persatu para perampok di habisi oleh Dewa langit dan pedang gila.
Setelah semua perampok tewas, Mo kwi kemudian memberi perintah kepada Cha pao untuk membakar perkampungan itu, sementara Hek kwi, menggeladah tubuh pemimpin perampok untuk mencari obat penawar, sebuah botol kecil di temukan, lalu satu persatu, hidung mereka di tempeli babauan yang keluar dari botol kecil yang di temukan Hek kwi, satu persatu mereka yang tertidur sadar kembali.
Ketika Hek kwi hendak memberi Li chun penawar, ia melihat Pesang gila membawa sebuah kuali dari tanah yang berisi air lalu di siramkan ke wajah Li chun.
Byuuur..!!
Air dingin dari kuali tanah liat itu langsung menyadarkan Li chun.
Li chun langsung tersadar ketika air yang dingin menerpa wajah nya, dan ia menatap sekeliling, wajah nya, tampak keheranan seperti bertanya tanya, apa yang telah terjadi, apalagi setelah melihat kampung yang mereka singgahi terbakar.
Li chun lalu melihat pedang gila yang sedang memegang kuali dari tanah.
Li chun melihat Pedang gila tersenyum ke arahnya.
Sebelum Li chun berkata kata.
__ADS_1
Pedang gila lalu menepak bahu Li chun dan berkata.
"kau selamat, obatku menyembuhkan mu dari racun para perampok.