
Mo kwi lalu berjalan mendekati gerbang kota Xi'an, ada dua penjaga di gerbang kota,
Hek kwi masih berada di dekat gerbang kota Xi'an, memandang kepergian ketuanya.
Hek kwi menoleh, ketika mendengar perkataan penjaga gerbang kota.
"Mana tanda pengenal mu,"..?
Hek kwi lalu melihat seorang pemuda berpakaian lusuh sedang ditanyai oleh penjaga gerbang.
Mo kwi tak bisa menjawab ketika di tanya tanda pengenal, karna dia memang tak punya tanda pengenal.
"Apakah masuk kota harus punya tanda pengenal,"..? Mo kwi berkata.
Penjaga itu melihat Mo kwi, seorang pemuda berpakaian lusuh dan wajah yang berdebu, dengan sebuah pedang yang berbentuk kasar.
"Apa kau belum tau kalau masuk kota harus punya tanda pengenal,"..? Mo kwi menggelengkan kepala mendengar perkataan dari penjaga gerbang.
"Tuan, aku tak tahu kota yang aku tuju, aku hanya ingin masuk kota dan mencari tempat menginap, aku hanya punya 20 puluh tail perak, dan aku tak tahu, cukup atau tidak untuk menginap."
Kedua penjaga itu saling pandang ketika mendengar Mo kwi mempunyai 20 tail perak.
Lalu penjaga itu mendekati Mo kwi, dan berkata perlahan, "kau 10 tail cukup untuk menginap, dan 10 tail untuk ganti tanda pengenal."
Mo kwi tertegun ketika mendengar perkataan dari penjaga gerbang,
tak lama Mo kwi berpikir.
Ia lalu memberikan penjaga itu 10 tail perak dan Mo kwi lalu masuk kedalam Kota Xi'an.
Hek kwi memandang kearah Mo kwi dan mengikuti langkah pemuda itu.
Mo kwi yang tau bahwa ia di ikuti, lalu menoleh kearah Hek kwi.
"Paman, jika kau ingin jalan denganku, mari kita jalan bersama."
Hek kwi lalu mendekati Mo kwi.
"Mau apa kau ke kota Xi'an,..?
dan aku lihat kau cukup berisi," Hek kwi berkata.
Mo kwi lalu menatap Hek kwi yang memakai cadar.
Caping nya hampir sama dengan orang yang berkuda tadi, Mo kwi berkata dalam hati.
Jika paman tak ingin jalan bersama, aku pergi dulu, ketika melihat Mo kwi berbalik, sebuah bayangan hitam bergerak, berusaha memegang tangang Mo kwi,
Mo kwi lalu bergerak menghindar sambil menepis tangan yang coba memegangnya.
Hek kwi menyeringai melihat pemuda di depannya, bisa menghindari serangan cepat yang ia lakukan.
__ADS_1
"Katakan siapa kau sebenarnya anak muda,..?
Hek wi berkata kepada Mo kwi.
Mo kwi belum menjawab perkataan dari Hek kwi.
Kau ternyata hanya berpura pura baik, untuk menyembunyikan niat busuk mu itu, akhirnya Mo kwi bicara.
Disini tak leluasa, sebentar lagi banyak orang lewat, mari kita kehutan bambu di depan sana, mendengar perkataan Hek kwi,
Mo kwi lalu melesat mengikuti dibelakang kakek itu.
"Benar dugaan ku,..!!
bukan pemuda sembarangan, ilmu meringankan tubuhku dapat di ikuti olehnya dengan mudah," Hek kwi berkata dalam hati, ketika melirik Mo kwi masih berada dibelakangnya.
Sebelum sampai di hutan kecil, di sebuah hutan bambu, yang lumayan besar tetapi sepi tak ada rumah di sekitar nya, hanya hutan bambu yang tumbuh rapi tegak lurus, terhembus angin, daun nya menimbulkan suara gemerisik.
Hek kwi lalu berbalik dan menatap pemuda yang berada didepannya.
"Anak muda, aku bertanya sekali lagi padamu, siapa kau sebenarnya,..? Dan jangan main main dengan ku."
"Kakek tua, ternyata putar putar kau hanya menghabiskan waktu ku saja."
Hek kwi tersenyum, "masih muda punya nyali, hebat,..hebat," setelah berkata tangan Hek kwi bergerak keatas pinggang.
Hek kwi tangan nya bergerak sangat cepat, menyabetkan pedang bayangan hantunya, sebuah hawa pedang melesat kearah telinga kiri Mo kwi, Mo kwi memiringkan sedikit kepalanya dan hawa pedang bayangan hantu lewat, lalu menebas batang bambu di belakang Mo kwi, lalu Mo kwi membalas menyabetkan jari pedangnya kearah caping Hek kwi.
Traaang,..!!
Ilmu jari pedang dengan dialiri tenaga dalam baja api, maka hawa pedang juga akan seperti baja, dan menimbulkan hawa panas
Terkena hantaman.
Hawa jari pedang terpental, menyambar kearah bambu, yang berada di samping Hek kwi,
Beberapa bambu putus dan menimbulkan suara gemerisik daun bambu yang batang nya tertebas jari pedang milik Mo kwi
Setelah mendapatkan tenaga dalam dari malaikat sesat, Mo kwi mengalami kemajuan yang sangat pesat, hawa pedang yang ia keluarkan sudah keras seperti baja, menandakan tingginya tenaga dalam yang ia keluarkan.
Hek kwi lalu mengeluarkan perlahan kedua pedang pendek nya.
Hanya beberapa orang yang bertarung melihat pedang pendekku seperti ini, tapi hanya satu orang yang masih hidup, yaitu ketua perguruanku, dan mungkin juga kau nanti.
Kau terlalu banyak bicara, Mo kwi berkata sambil melesat kearah Hek kwi, bambu banyak yang putus terkena sabetan atau hawa pedang, mereka saling serang sambil berkelit disekitar bambu.
Terkadang ilmu inti api keluar ketika ada kesempatan, Hek Kwi sangat berhati hati menghadapi pemuda didepannya, gerakan jari pedang nya sangat berbahaya, batang bambu yang keras aja bisa putus apalagi tubuh manusia, batin Hek kwi
Sudah puluhan jurus pedang bayangan Hantu milik Hek kwi tak dapat merobek baju atau mendekati tubuh pemuda itu, karna ada semacam hawa panas yang melindungi.
Mo kwi terus menyerang, ilmu inti api sudah memerahi tangan Mo kwi, pernah Hek kwi menahan tinju pemuda itu dengan sepasang pedang, pedang bayangan hantunya tergetar dan badan Hek kwi terasa panas.
__ADS_1
Hentikaaaan,..!!
Terdengar teriakan dan sebuah bayangan hitam membabat kearah mereka, Mo kwi mengahantam bayangan hitam yang ternyata pedang, sinar hitam buyar, dan terlihat Kwan bin mundur selangkah setelah beradu pukulan.
"Ah dia lagi,:..!! batin mo kwi, ketika melihat Kwan bin.
Kwan bin tahu Mo kwi akan melesat pergi, kakek itu lalu lebih dulu melesat menghalangi Mo kwi.
"Di cari kemana mana,. Akhirnya ketemu di sini," Kwan bin berkata setelah melihat Mo kwi.
"Hai suadara Hek, kenapa kau bertempur dengan ket,."eh teman ku ini, Hek kwi tersenyum melihat Kwan bin, "kau sudah turun dari pertapaan rupanya." Hek kwi berkata kepada Kwan bin, melihat mereka saling tegur sapa, mo kwi berkata, "kalian saling kenal,"..?
"Dia saudara satu perguruan yang sudah lama tak bertemu," Kwan bin berkata.
"Hebat kau sekarang, setahun tak jumpa tenaga dalammu meningkat sangat pesat, hingga bisa menahan pedang bayangan hantu milik tetua prajurit malam Dewa iblis."
Saudara Kwan, hentikan ucapanmu Hek kwi berkata.
Kwan bin terkejut mendengar Hek kwi, apalagi setelah mulut nya lepas bicara dan memberitahu identitas dari Hek kwi.
Sedangkan Mo kwi yang mendengar perkataan dari Kwan bin terkejut, lalu memberi hormat.
"Jika kalian benar dari perguruan Dewa iblis, perkenalkan, aku Mo kwi, cucu dan penerus kakek Ban li eng yang di kenal sebagai Iblis gurun penjaga gurun Gobi."
Hek kwi dan Kwan bin yang mendengar perkataan dari Mo kwi lalu, menghampiri sambil memegang pundak pemuda itu, berarti pukulan mu tadi, ilmu inti api milik saudara Ban li eng, Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Hek kwi.
Hek kwi dan Kwan bin sangat senang mendengar kabar Ban li eng sehat sehat saja.
Hek kwi lalu mengajak anggota muda perguruan, Mo kwi untuk tinggal bersamanya, Mo kwi mengangguk setelah Kwan bin pun ingin bertemu ketua, yang baru diceritakan oleh Hek kwi akan datang lagi kekota Xi'an.
Di tempat Hek kwi, tiga orang bercakap cakap, paman, kenapa paman menjadi pelindung perguruan tengkorak putih,..? Mo kwi berkata kepada Kwan bin, panjang ceritanya nak,
Sahabat ku malaikat sesat mendapat kitab raja hitam, dan aku harus selalu mengawasinya, agar kitab itu tak jatuh ke tangan orang jahat, lalu Mo kwi menceritakan kepada Kwan bin, pertemuannya dengan malaikat sesat, Kwan bin terlihat sangat sedih mendengar cerita tentang sahabat nya dari Mo kwi.
"Paman, siapa orang yang bernama Cin bwe itu,..? "Cin bwe sudah lama dilupakan orang, dan berganti nama dengan Kwi bo," Kwan bin berkata, tapi aku dengar katanya Kwi bo sudah tewas.
Sedangkan Hek kwi terkejut ketika tau Mo kwi memiliki pisau raja neraka, setaunya pisau raja neraka tak pernah lepas dari tangan Kwi bo, siapa cucu angkat dari Ban li eng ini,..? Hek kwi berkata dalam hati.
Tiba tiba ruangan diketuk, lalu anak buah Hek kwi berbisik,ada tamu yang ingin bertemu.
Setelah menyuruh pergi anak buahnya.
Hek kwi lalu mengajak Kwan bin dan Mo kwi menemui orang itu.
Ketika Kwan bin bertanya siapa orang itu, Hek kwi hanya berkata, "tamu penting."
Mo kwi berjalan sambil menunduk di belakang Kwan bin, tanpa ia sadari 2 pasang mata sedang melihat kearahnya.
Mo kwi mengangkat kepala
ia melihat putri Qiao dan Han sikong sedang berada didepan dan memandang kearah nya.
__ADS_1