Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 99 Pengorbanan Seorang Kakak


__ADS_3

Setelah tahu siapa yang datang, Mo kwi merasa sangat senang, ternyata mereka adalah Dewa bumi dan anggota dari hutan larangan.


Setelah mereka sembuh dari wabah penyakit dari obat yang dibawa oleh Hantu darah, Dewa bumi lalu menceritakan kejadian kejadian sewaktu mereka mendapatkan obat, dan setelah mereka sehat kembali, Dewa bumi lalu mengajak para anggota Hutan larangan, untuk membantu Mo kwi yang mereka sebut Dewa api, ketika mendengar dari penduduk yang lewat dan menyaksikan pertempuran.


Dewa bumi kemudian bergegas, mengajak anggota hutan larangan melihat siapa yang bertempur, dan setelah tahu bahwa yang bertempur adalah, Dewa api, karna dari kejauhan sudah terlihat warna tubuh Mo kwi yang menggunakan ilmu Raja hitam dengan tenaga dalam baja api yang menjadi merah, dan pasukannya yang terdesak.


Dewa bumi dan Hantu darah bersama anggota lainnya bergerak langsung menyerang pasukan kaisar Zhiangwen yang di pimpin oleh Iblis 5 unsur.


Walau anggota Hutan larangan hanya sekitar 200 orang, tapi rata rata mereka adalah orang orang pilihan dan mempunyai kesaktian yang tinggi, sehingga pasukan Kaisar Zhiangwen satu persatu termasuk para siwi, mulai merasakan kehebatan orang orang dari hutan larangan.


"Terima kasih atas bantuan yang paman berikan," Mo kwi berkata, sambil balas memberi hormat kepada Dewa bumi dan sepasang hantu darah.


"Dewa api tak usah khawatir, serahkan saja mereka pada kami," Hantu darah berkata, setelah berkata kemudian mereka langsung menyerang kembali.


Dewa bumi lalu menyerang Iblis api, sedangkan Mo kwi langsung menyambar kearah iblis es.


Sepasang iblis kembar, yang mendapat masing masing musuh tangguh, hati mereka mulai cemas.


Mo kwi kemudian bergerak menyambar kepala iblis es, ketika adiknya iblis api mau membantu, Dewa bumi bergerak menghadang.


Mo kwi dengan pedangnya lalu memburu Iblis es, pedangnya menyambar kearah kepala, Iblis es yang sudah pecah nyali, ketika menghadapi Mo kwi seorang diri, menghindar kebelakang, lalu bergerak menyerang Mo kwi, pukulan pukulan yang mengandung hawa dingin yang membekukan darah keluar dari telapak Iblis es, dengan tenaga dalam yg sudah di latih selama hampir kurang lebih100 th, membuat Mo kwi juga harus berhati hati, sekali terkena pukulan, urat dan darah di tubuh Mo kwi bisa langsung membeku, dan tewas di tempat.


"Jika aku tidak minum darah kilin, dan mutiara api, mungkin aku sudah mati waktu itu, oleh mereka berdua.'


Mo kwi berkata dalam hati, sementara mata pemuda itu sangat tajam mengawasi iblis es, yang juga tengah bersiap dan mereka mengawasi dan saling tatap.


Kau hirup udara ini sepuasnya karna sebentar lagi kau hanya bisa bernafas di neraka, Mo kwi berkata sambil menatap kearah Iblis es.


Setelah berkata, Mo kwi kemudian menaruh pedang bintangnya ke punggung, kedua tangannya lalu


berubah lebih merah, kemudian langsung menyerang kearah Iblis es, gerakan mo kwi sangat cepat, dengan langkah Dewa angin, Mo kwi berputar mengelilingi iblis es, sambil sesekali menyerang, dan putaran yang Mo kwi lakukan perlahan, semakin lama semakin kencang dan menimbulkan hawa panas.


Iblis es terkejut, merasakan hawa panas yang semakin lama semakin ia rasakan seperti menindih tubuhnya, Mo kwi menggunakam seluruh tenaga dalamnya untuk terus menekan iblis es yang sudah mulai panik.


Dengan menjejakan kaki, iblis es mengeluarkan semua tenaga dalam, tubuh nya melesat keatas, berusaha untuk, menghindari lingkaran putaran dari Mo kwi yang mengeluarkan hawa panas.


Melihat iblis es melesat keatas, Mo kwi langsung memburu, keduanya lalu bertempur diudara.

__ADS_1


Dhees,..Dhees,..plaaak


Tangan mereka beberapa kali beradu dan Iblis es tak bisa mempertahankan tubuhnya, lama lama diudara, perlahan ia turun, dan Mo kwi langsung menyambar tangan putih iblis es yang mengandung hawa dingin.


Iblis es tak menyangka, tangannya di tangkap oleh Mo kwi, ia berusaha melepaskan tangan Mo kwi yang mencekal tangannya, tapi tangan Mo kwi sudah seperti besi panas, yang mencekal tangan dan susah untuk di lepaskan.


Iblis es kemudian menghantamkan tangan kirinya, tapi Mo kwi kemudian menangkis, lalu menangkap tangan itu, setelah kedua tangan iblis es terpegang, Mo kwi langsung mengerahkan kan tenaga dalamnya. dan menarik tangan dari iblis es, dan setelah tubuh mereka mendekat dan menempel, Mo kwi kemudian memeluk tubuh kakek berbaju biru itu erat erat, racun dan panas dari tenaga dalam baja api langsung mengalir dan masuk ketubuh Iblis es


Kreeeek,...kreteeeek..aaaaarrrggghhh..!!


Raungan keras terdengar, berikut suara tulang tulang patah, dan bau daging yang terbakar.


Tubuh iblis es, yang dirangkul Mo kwi, tak lama kemudian terkulai dan seluruh kulit tubuhnya tampak merah kehitaman.


Sebelum Mo kwi meluncur sampai tanah, sebuah bayangan warna merah langsung menyambar punggung Mo kwi.


Dheeeees.


Iblis api, yang mendengar teriakan dari kakaknya, terkejut, lalu dengan kekuatan penuh,


langsung melesat meninggalkan Dewa bumi, menyerang Mo kwi.


Mo kwi dan iblis es langsung terlempar,


Iblis api langsung melesat menangkap mayat kakaknya, yang terlepas dari pelukan Mo kwi sebelum jatuh ke tanah.


Karna kerasnya hantaman iblis api.


Tubuh Mo kwi melayang kearah Hek mo dan iblis 5 unsur yang sedang bertarung.


Pedang gila yang sedang menyerang Dewi siluman tanah, melihat gurunya melayang diatas, lalu melesat menyusul tubuh Mo kwi.


Hek mo belum sadar, bahwa Mo kwi terlempar kearah mereka bertempur, tapi iblis 5 unsur sudah melihat.


Beng mo ci, langsung melesat, dengan ilmu unsur air yang bisa membuat hawa dingin dengan tenaga dalam yang besar, langsung menghantam kearah Mo Kwi.


Ketika telapak tangan Beng mo ci akan menghantam. Pedang gila dengan cepat, menangkap tangan gurunya, lalu pedang gila, menarik dan memutar tubuhnya dengan Mo kwi.

__ADS_1


Bhuuuuk...!!


Tak ada suara jeritan, hanya semburan darah dari mulut Pedang gila, membasahi wajah Mo kwi.


Mo kwi terkejut, dan memeluk Pedang gila, lalu keduanya terhempas ke tanah, pedang gila masih mengeluarkan darah dari mulutnya, perlahan kulit tubuhnya membiru, dan Pedang gila menggigil.


Telapak tangan Beng mo ci, menghantam punggung Pedang gila, dengan sangat telak.


Seharusnya pukulan itu menghantam Mo kwi, tapi Pedang gila merelakan tubuhnya, dengan menarik sambil memutar tubuhnya dengan Mo kwi.


Hek mo yang terkejut, langsung melesat menghantam Beng mo ci, tapi Beng mo ci berkelit menghindar.


"Kakak,..kakak,..kakaaaak."


Mo kwi mengguncang tubuh pedang gila, darah yang amat dingin keluar dari mulut Pedang gila, dan membasahi baju Mo kwi,


Mo kwi meraung sambil memeluk kakak angkatnya itu,


"kakak,..kakaaaak"


Pedang gila membuka matanya, senyum menghiasi bibir Pedang gila, lalu perlahan Pedang gila berkata, terputus putus.


"Adik,..aadik,"


"kaau, kaakauu, ad, addaaalah adik ku.:


Pedang gila, menggenggam erat tangan Mo kwi.


"Aa..akuu, haa,..haa,.haarus pergi."


"Ka, kaakak, Tan haaaay, tu,..tuuu,..tungguu akuu."


Mata pedang gila terus menatap kearah matahari senja, Pedang gila seperti melihat Tan hay tersenyum diatas sana,


lalu sebuah senyum terlihat dari bibirnya, mata Pedang gila, lalu perlahan menutup, dan nafas nya terhenti.


Mo kwi berteriak sangat kencang seperti orang gila.

__ADS_1


"kakaaak,..kaakaaaaak."


__ADS_2