Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 179 Keadaan Yang berbalik Menguntungkan


__ADS_3

Setan tertawa mendengar olok olok dari pedang gila wajahnya langsung berubah kelam.


Tubuhnya dengan cepat melesat, sambil menghantamkan tongkat cakar naga milik nya ke arah kepala Pedang gila, tapi Hek kwi langsung menangkis serangan setan tertawa itu, dan berkata, kau lah lawanku.


"Aku tau, kau dari dulu iri padaku, karna selalu menjadi no 2, nah sekarang kau buktikan jika kau pantas menjadi prajurit malam no .


Hek kwi setelah, kemudian langsung bergerak, melesat sambil berputar, sepasang pedang bayangan hantu miliknya, langsung menyambar kearak leher Setan tertawa, setan tertawa langsung menangkis, kemudian tangan kirinya menghantam siku dari Hek kwi.


Hek kwi memutar pedang pendeknya, lalu menebas tangan kiri Setan tawa, Setan tawa langsung menggebug kan tongkatnya ke arah pedang pendek Hek kwi.


Traaaaang....!!


Kedua senjata bertemu, dan ujung tongkat yang berbentuk cakar, langsung menekan kearah pedang pendek Hek kwi, dan Cakar naga langsung di tarik oleh Setan tawa, Pedang pendek Hek kwi, pun ikut tertarik, Hek kwi terkejut, dan kakinya langsung menendang kearah pinggang Setan tawa.


Setan tawa mundur, menghindari serangan kaki Hek kwi.


Keduanya mundur dan langsung bersiap kembali,


Liao pan, yang mengenali Hek kwi orang yang paling berbahaya dan sudah dilayani oleh kakak seperguruannya.


Liao pan langsung memberi isyarat kepada prajurit dan murid perguruan naga merah untuk menyerang kearah anak buah Mo kwi.


Pertempuran hebat terjadi di depan penginapan tempat Mo kwi menginap, ratusan prajurit dan murid perguruan naga merah menyerang anak buah Mo kwi yang kurang dari sepuluh orang, satu persatu anak buah Mo kwi yang hanya bertugas, membawa barang dan persiapan, tewas terkena sabetan dan tusukan tombak dari para prajurit, dan yang tersisa hanya, Pedang gila yang sedang bertempur dengan gubernur Liao pan, nenek kharmila yang melayani Tangan naga, sementara Hek kwi melawan setan tawa.


Hanya Li chun yang sangat repot karna melawan puluhan orang yang terus menerus menyerangnya, pukulan dan tendangan Li chun, selalu tepat mengenai para prajurit kota Tianjin, belum lagi murid dari perguruan naga merah.


Li chun bertempur tak pernah menggunakan senjata, dan sekarang ia mengalami repotnya, bertempur dengan puluhan orang bahkan ratusan tanpa menggunakan senjata.


Sekali hantam bagian vital, tangan Li chun bisa menewaskan, dan di gantikan dengan yang baru, yang bisa menghindar terus melanjutkan pertempuran, dan pertempuran seperti ini sangat menguras tenaga.


Perlahan gerakan Li chun mulai melemah, satu dua sayatan pedang mulai masuk dan menggores tubuhnya, darah mulai banyak yang keluar dan membasahi baju Li chun.


Tapi Li chun tak peduli, seorang murid perguruan naga merah berhasil di tangkap oleh Li chun, lalu tubuh nya di putar putar, di jadikan senjata juga sebagai tameng untuk melindungi tubuhnya dari tusukan pedang dan tombak.


Memang Li chun terlindung, dan tubuh anggota perguruan naga merah itu sudah tewas, tetapi hal yang di lakukan Li chun sangat menguras tenaga, semakin lama putaran nya semakin pelan, serangan dan kepungan kepada Li chun tak berhenti, di saat saat kritis itu, terdengar suitaaan panjang menggelegar menusuk telinga orang orang yang tengah bertempur, karna kaget akan suara suitan itu, mereka yang bertempur langsung mundur, dan yang tenaga dalam nya rendah langsung menutup telinganya,karna jika tidak telinga mereka seperti di tusuk tusuk oleh jarum kecil, pertempuran menjadi kacau, prajurit dan murid dari perguruan naga merah yang mengepung Li chun juga ikut mundur karna tak kuat menahan suara suitan itu.


Li chun lalu melempar tubuh anggota naga merah yang bentuk nya sudah tidak karuan lagi ke tanah.


Pemuda itu langsung duduk, dan di sekitarnya banyak puluhan prajurit dan anggota perguruan naga merah yang tewas.


Tapi senyum terlihat di bibir pemuda itu ketika dari arah barat, Mo kwi dan Hek mo, pisau terbang dari Tianjin, serta seorang yang berpakaian bersih dan sedikit mewah bergerak masuk, beberapa prajurit yang berusaha mengahalangi, sekali kibas oleh Mo kwi dan Hek mo, langsung terpental dan tewas seketika, dan akhirnya tak ada lagi yang menghalangi langkah mereka, menuju ke tengah dan bergabung dengan kawan kawan mereka yang sedang di kepung.


Kakak, maaf aku datang terlambat, Mo kwi berkata sambil memapah Li chun dan memberikan obat kepada Li chun untuk segera di minum.


Adik, maaf kan aku tak bisa menyelamatkan anak buahmu, mereka tewas dengan gagah berani, Li chun berkata, ada nada kesedihan dari suaranya ketika berkata.


Kakak jangan risau, mereka bunuh satu anak buahku, maka akan ku bunuh mereka yang turut andil membunuh anak buahku, Mo kwi berkata, nadanya sangat gusar ketika berkata sambil menatap tajam ke arah Liao pan.


Sedangkan Liao pan sangat terkejut melihat Mo kwi masih hidup dan bisa keluar dari rumah batu, yang sengaja di buat oleh guru mereka, Dewa sesat untuk menjebak orang orang yang mempunyai tenaga dalam tinggi.


Sedangkan Setan tawa terkejut bukan karna Mo kwi berhasil keluar dari rumah batu, tetapi melihat orang yang berada di sampingnya, Hek mo.


Mata setan tertawa, berputar melihat ke arah sekeliling berusaha mencari dan melihat apakah, 2 orang selain Hek mo ada di tempat itu, karna biasanya mereka selalu bertiga.


Kau tenang saja, Toako ku dan adik ketiga tidak ada di sini, tapi sedang mengejar gurumu yang sesat itu.


Hek mo berkata.


Hahaha


"Kalian bertiga belum sebanding dengan guruku, Setan tawa berkata, guru kalian yang sudah mati itu yang mampu mengalahkan guruku, sedangkan kalian, masih belum pantas untuk melawan guruku."


Wajah Hek mo langsung berubah menjadi semakin hitam mendengar perkataan dari Setan tawa.


"Jika kami tak pantas melawan si tua sesat itu, kenapa dia kabur terus dan bikin orang pusing."


Kalau ada di sini cepat keluar, biar ku bikin jadi sesat hitam, Hek mo berkata.


"Guru sedang menciptakan sebuah ilmu, dan tak sudi melayani pecundang seperti kalian."


Hahaha.


"ilmu langkah seribu,"


Hahaha


Pedang gila berkata, lalu dia tertawa menirukan suara Setan tawa.


"Diam kau setan,..!!" tak ada hak kau bicara,


"Phuuih...!!"

__ADS_1


Pedang gila meludah sambil tersenyum mengejek dan berkata, "bukannya kau yang setan..!!"


"Aku baru dengar setan teriak setan."


Hahaha.


Wajah Setan tawa langsung berubah bengis mendengar perkataan dari Pedang gila yang selalu mengejek nya.


"Hakim Cu, sedang apa kau di sini..?" gubernur Liao pan berkata kepada orang yang berpakaian agak mewah yang datang bersama Mo kwi.


Liao pan, aku sebagai hakim di kota Tianjin memutuskan kau bersalah, karna kau menyalah gunakan jabatan dan wewenang mu sebagai gubernur dan berbuat dosa dengan mengambil pajak berlebih dan memeras para pedagang di kota Tianjin, juga bersekongkol dengan perguruan naga merah yang ternayata adalah sebuah perguruan yang suka merampok dan meminta upeti dari pedagang, kau harus di tangkap dan menjalani persidangan di kota raja," hakim Cu berkata.


Hmm...!!


"Liang cu...!!" apa kau sudah termakan hasutan dari pemuda itu, dialah musuh kita yang sebenarnya," gubernur Liao pan berkata kepada hakim cu, "dan kau pisau terbang, apa perguruan tengkorak putih akan ikut campur dalam masalah ini, apa kau tak takut akan resiko yang kau terima jika, markasmu kami hancurkan dan keluargamu kami bunuh..!!"


"Jika kau ingin mencari perkara dengan perguruan terbesar saat ini di dunia persilatan, silahkan saja," pisau terbang berkata.


"Aku sanggup menghancurkan mu tanpa harus bermusuhan dengan perguruan tengkorak putih, karna aku kenal dengan para sesepuh perguruan itu, Liao pan berkata.


Dari omongan mu saja aku sudah tau kau tak bisa di percaya, dasar manusia licik, pisau terbang berkata sambil jarinya menunjuk kearah Liao pan, dan perbuatan seperti yang pisau terbang lakukan dianggap sangat merendahkan jika di lakukan terhadap pejabat pemerintahan, dan bisa di hukum mati.


Rupanya kau memang sudah siap untuk mati, Liao pan berkata kepada Pisau terbang dari Tianjin.


"Prajurit kota Tianjin, aku sebagai hakim dan juga gubernur kota tianjin yang baru, akan memutuskan, yang tidak menerima perintah ku akan di kurung dan yang taat harap bergabung dengan ku di sini bersama yang mulia Mo kwi."


"Yang mulia Mo kwi," Liao pan berkata, kemudian tertawa.


"Liang cu, jabatan gubernur Tianjin adalah miliku, dan jabatan itu adalah pemberian dari kaisar, apa kau pikir bisa mengaku ngaku sebagai gubernur di depan gunernur yang asli, apa prajurit kota Tianjin akan percaya pada omonganmu.


"Yang mulia, tololong sekalian jelaskan kepada prajurit kota Tianjin, dan jika mereka tetap tak mau menerima perintah, lebih baik di habisi saja, toh mereka nanti pasti akan mati juga di buru oleh pihak kota raja," Liang cu berkata.


"komandan prajurit dan prajurit kota Tianjin, sebelum kesini aku sudah berbicara dengan hakim Cu, dan mengangkat hakim Cu sebagai gubernur yang baru, menganggantikan Liao pan."


"Bocah tengik apa hak mu mengganti jabatan orang seenaknya, apa kau ingin di gantung..!!"


Mo kwi lalu mengeluarkan giok putih berukiran naga, lambang dari kaisar Yongle, kemudian menunjukan giok itu kepada Liao pan, komandan prajurit dan prajurit itu sendiri.


Kaisar Yongle memberikan giok ini dan menyuruhku untuk menghukum para pejabat di mana aku singgah, sekaligus melihat perkembangan kota kota yang aku lewati, Mo kwi berkata.


Liao pan dan komandan prajurit terkejut melihat giok naga putih itu, karna mereka memang sudah tahu bahwa orang yang memegang giok itu sama saja, dengan kaisar sendiri.


Lima orang komandan di bawah pimpinan gubernur Liao pan, 3 orang melihat giok itu langsung bersujud, mereka kemudian berpindah tempat dan berdiri di belakan Mo kwi, sedangkan yang 2 hanya diam di belakang Liao pan, karna memang mereka adalah anak buah Liao pan yang diangkat langsung menjadi Komandan kota Tianjin.


Aku hitung sampe 3, untuk yang masih mau bertobat, jika tidak, maka tak kan ada lagi kata ampun.


Aku akan hitung dari sekarang.


Para prajurit saling bisik, dan suara riuh terdengar


Beberapa orang akhirnya pindah


baik, aku sudah memperingati kalian, jangan katakan jika aku kejam.


Hakim Cu, dan Pisau terbang, perintahkan prajurit dan anggota perguruan tengkorak putih, kepung tempat ini, jangan biarkan mereka lolos.


Setelah mendengar perkataan Mo kwi, keduanya lalu memerintahkan anak buahnya untuk bergerak seperti apa yang di perintahkan oleh Mo kwi.


Setelah melihat tempat sudah terkepung dan sekarang keadaan berbalik, pemilik penginapan, penduduk dan pedagang yang melihat tersenyum, mereka memang sudah lama tak suka kepada gubernur Liao pan dan juga perguruan naga merah.


Kau tadi bilang kenal dengan sesepuh perguruan tengkorak putih, siapa namanya ?" Mo kwi bertanya kepada Liao pan matanya tajam menatap mantan gubernur kota Tianjin yang baru saja di copot jabatannya itu.


"Kenapa, apa kau takut jika aku kenal dengan sesepuh perguruan tengkorak putih ?" Liao pan berkata.


Mendengar perkataan dari Liao pan, Pedang gila tertawa, dan berkata.


Hahaha,


Masa ketua takut sama perguruannya, dasar gila.


Liao pan mengerutkan keningnya mendengar perkataan Pedang gila lalu berkata, "apa maksud perkataan mu ?"


"Guruku adalah ketua perguruan tengkorak putih," Pedang gila berkata kepada liao pan, sambil menunjuk Mo kwi, jika kau masih tak mengerti juga, banyak banyak minum susu dari ibumu, jangan arak terus, biar kau tambah pintar.


Sebagian orang prajurit dan orang yang menonton tertawa mendengar perkataan dari Pedang gila.


Wajah mantan gubernur Liao berubah sangat bengis mendengar ejekan dari Pedang gila.


"Kakak mundur lah..!!" biar aku hadapi orang ini


Aku ada dendam terhadap terhadapnya. Mo kwi berkata

__ADS_1


Sedangkan Hek mo memberi isyarat mundur kepada Hek kwi.


Tanpa basa basi Hek mo langsung bergerak kearah setan tawa, gerakannya sangat cepat, tangannya yang hitam langsung menghantam dada dari setan tawa.


Mo kwi pun tak tinggal diam, ia langsung mengeluarkan pisau raja neraka, pisau berwarna hitam itu langsung di sabetkan kearah kepala dari Liao pan, melihat keduanya sudah saling serang.


Hakim Cu dan pisau terbang, langsung memberi perintah anak buahnya untuk menyerang murid perguruan naga merah dan prajurit yang sudah berkhianat


Pertempuran kembali terjadi, kali ini dengan keuntungan Mo kwi yang tadinya milik di pihak Liao pan


Hek kwi memburu tangan naga, dan sisanya lalu serentak menyerang orang yang berkhianat dan anggota perguruan naga merah.


Mo kw dengan pisau raja neraka sangat bernafsu sekali terhadap Liao pan.


Dengan langkah kilin miliknya,


Tubuh Mo kwi, seperti bayang bayang, pemuda itu bergerak, tangan kiri menebas sedangkan tangan kanannya, menyabet


Liao pan terkejut, Pisau kecil ia tangkis dengan tongkat ? sedangkan tangan kirinya, mengantam kearah dada Mo kwi.


Mo kwi mundur menghindari serangan tangan kiri liao pan yang mengeluarkan bau busuk, setelah terhindar, Mo kwi langsung mengibaskan tangan kirinya kearah Liao pan, pukulan jari pedang langsung melesat kearah Liao pan, Liao pan langsung menghindari serangan jari pedang Mo kwi dan bergerak kearah kanan.


Liao pan langsung membalas dengan menyabetkan tongkat cakar naga ketubuh Mo kwi, Mo kwi menghindar kesamping dengan jurus iblis gila, yang sering berubah ubah arahnya, karna jurus iblis gila,


Dan itu malah membuat Liao pan bingung, sudah puluhan jurus berlalu dan wajah Liao pan pucat melihat semakin lama serangan Mo kwi semakin cepat, dan pisau hitam yang berada di tangan Mo kwi, tak henti henti, mengincar dada atau leher dari Liao pan.


Pertempuran semakin cepat, dan, satu persatu prajurit kota Tianjin yang berkianat dan anggota perguruan naga merah tewas, dan hanya tersisa


"3 orang pentolan mereka, yang sedang bertempur


Mo kwi menyabet kearah pinggang Liao pan, Liao pan, loncat keatas menghindari serangan pisau raja neraka milik Mo kwi.


Setelah berada di atas, Liao pan langsung menukik ke bawah, tongkat cakar naga, lurus dan mengincar ubun ubun kepala Mo kwi, melihat hal itu, Mo kwi bergerak mundur, sementara pisaunya iya lemparkan, kearah Liao pan, Liao pan yang melihat serangan pisau Mo kwi langsung berputar, dan tangan kiri di hantamkan kearah pisau.


Dan wajah Liao pan, terkejut ketika melihat pisau raja neraka bisa menghindari serangan pukulannya.


Ketika pisau raja neraka menghindari hantaman tangang kiri Liao pan, pisau raja neraka langsung melesat kembali, kearah tenggorokan Liao pan.


Liao pan terkejut lalu menunduk dan berguling menghindari serangan pisau raja neraka, setelah lolos dari serangan wajah Liao pan pucat pasi.


Jurus pedang terbang malaikat sesat, apa dia muridnya ? Liao pan berkata dalam hati, dan menjadi semakin waspada sambil melihat pisau raja neraka masih berputar putar, seperti berusaha mencari celah untuk menyerang kembali.


Mo kwi menggerakan tangannya, pisau raja neraka langsung melesat, seperti menerima perintah menyerang dada Liao pan, liao pan tak menghantam karna percuma, pisau itu bisa menghindari serangannya, Liao pan bergerak ke kiri menghindari serangan dari pisau raja neraka, tapi wajahnya pucat ketika melihat tangan kiri Mo kwi terangkat dan kelima jarinya terlihat hitam.


Mo kwi langsung menyentilkan jarinya.


Sinar hitam sebesar jari melesat kearah kepala Liao pan, kembali liao pan bergulingan di tanah menghindari jari iblis Mo kwi, keringat dingin mulai keluar dari wajahnya melihat berbagai ilmu sakti yang di punyai oleh musunya itu.


kurang ajar, daripada mati konyol lebih baik aku bawa dia mati bersama, Liao pan berkata dalam hati.


Liao pan lalu memutar tongkat cakar naga miliknya, kemudian dengan jurus terhebat nya, putaran tongkat setan, dengan cepat melesat ke arah Mo kwi, tongkat cakar naganya terus di putar, menimbulkan angin berbau busuk untuk membuyarkan kosentrasi lawan.


Hiaaaaaat....!!


Mo kwi tersenyum dan berkata dalam hati, "inilah saatnya."


dengan gerakan sangat cepat Liao pan melesat kearah Mo kwi, dan tongkat cakar naganya menghantam kepala Mo kwi.


Mo kwi memiringkan kepalanya, dan terhindar dari hantaman tongkat cakar naga, melihat itu Liao pan tersenyum dan tongkat cakar naganya langsung menghantam pundak Mo kwi.


Bhuuuuk...!!


"Mati kau," Liao pan berkata dalam hati, ketika tongkat cakar naganya menghantam pundak musuhnya itu.


Tapi senyum Liao pan langsung hilang, ketika melihat


Pundak Mo kwi, seperti bersisik dan keras seperti baja.


Ilmu sisik naga dengan tenaga dalam baja api di keluarkan Mo kwi sebagian kearah pundaknya yang terhantam, dan Mo kwi menyeringai kepada Liao pan yang berada di depannya, telapak tangan kiri Mo kwi terbuka dan berubah warna menjadi merah, dan langsung menghantam kearah perut Liao pan dengan pukulan naga api.


Aaaaarrrrgggg...!!


Jeritan Liao pan terdengar menyayat hati ketika perutnya berlubang dan merah bercampur kehitaman.


Liao pan setelah mengeluarkan jeritan langsung tewas.


Pertempuran antara setan tawa dan Hek mo, begitu pula antara Hek kwi dan tangan naga langsung terhenti ketika mendemgar suara dari Liao pan


Pedang gila menyeringai melihat perut Liao pan, bolong dan hangus.


Pedang gila tertawa, lalu berkata

__ADS_1


Hahaha


Sekarang gelar setan, pantas untuk mu.


__ADS_2