Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 130 Menyelamatkan Kota Jinan


__ADS_3

Shin mo memegang bahu anak nya Mo kwi, dan tersenyum sambil berkata, kau datang tepat waktu nak, pintu gerbang kota sudah jebol, pasukan kaisar Zhiang wen sebagian sudah masuk kedalam, mari kita segara, kasim Co sudah masuk ke dalam, kalian harus hati hati, kasim tua itu aku dengar sangat sakti, dari kecil sudah mempelajari kitab kitab, ilmu silat langka yang berada di istana.


"Mari kita segera ke dalam..!!" Shin mo berkata, Mo kwi mengangguk, mendengar perkataan dari ayahnya.


"Seraaaaang..!!"


Mo kwi setelah berkata, langsung melesat.


"Sreet...creeep..!!


Ketika menerjang Mo kwi menggores leher, kemudian menusuk dada seorang prajurit, yang tak lama kemudian langsung tewas, perlahan tubuh menghitam terkena pisau raja neraka.


Walaupun terlihat kejam, tapi Mo kwi tak mau membuang tenaga, dengan memakai pisau Raja neraka, Mo kwi bisa menghemat tenaganya, karna hanya dengan sekali gores, musuh pasti tewas oleh pisau Raja neraka, dan pisau itu adalah pasangan, dari ilmu Raja hitam. tapi Mo kwi belum pernah memakainya, jika sedang mengeluarkan ilmu Raja hitam, ia hanya memakai pedang bintang.


Pasukan ayah dan anak, yang kurang lebih ada 20 ribu pasukan, yang hampir setengahnya adalah dari dunia persilatan, yang kemampuan ilmu nya lebih tinggi dari sekedar prajurit, atau pun perwira biasa pasukan kerajaan.


Seperti air bah, tumpah ruah, membabat, pasukan kaisar Zhiangwen yang di bawah pimpinan kasim Co.


Yang masih berada di luar, Ketiga pelindung hanya mengincar Siwi kerajaan.


Tubuh Pedang gila sudah basah oleh darah pasukan musuh yang tewas di tangannya, walau sudah banyak menewaskan pasukan kasim Co, tapi kecepatan pedang kelabang biru milik Pedang gila tak berkurang, dan terus menyerang prajurit kaisar Zhiangwen yang berada di dekatnya.


Sian bin tersenyum melihat Pedang gila, "topeng kulit yang hampir menyatu dengan wajahnya, yang sengaja ku bikin berwarna merah, ternyata membawa aura pembunuh yang sangat besar, musuh akan merasa gentar melihat wajah pedang gila yang berwarna merah."


"Dan dia selalu menikmati sebuah pertempuran."


Sian bin berkata dalam hati.


Mo kwi berhasil masuk, dan melihat pasukan yang menjaga kota Jinan mulai terdesak, langsung bergerak, pisau Raja neraka miliknya, berkelebat dan selalu meminta korban, dan pisau Raja hitam, semakin banyak membunuh, warna pisau itu berubah semakin hitam kelam.


Shin mo dan pasukannya perlahan mulai memasuki gerbang kota, dan langsung menyerang pasukan kerajaan kaisar Zhiangwen.


Korban berjatuhan dari kedua belah pihak, panah panah, berseliweran diantara para prajurit, mengincar musuh mereka masing masing, jerit dan teriakan kesakitan tak pernah henti, berasal dari kedua pasukan yang bertempur.


Kasim Co bergerak cepat, bersama 10 orang Thaikam muda, yang di punggungnya membekal pedang.


Komandan yang kusiksa sampai mati itu mengatakan, putri Qiao berada di rumah batu,


Hmm,..!!


Di depannya ada 3 buah rumah batu yang mirip satu sama lain, dan sebuah taman yang berbentuk seperti sebuah labirin kecil, batu batu menumpuk di pinggir.


3 buah rumah batu, dan salah satu rumah batu itu, pasti ada putri Qiao di dalamnya, kasim Co berkata dalam hati.


Kasim Co lalu memberi isyarat kepada salah seorang Thaikam untuk memeriksa, salah satu dari rumah batu itu.


Seorang Thaikam muda melangkah hati hati kearah rumah batu, dan ketika kakinya menginjak halaman depan, 5 buah anak panah melesat dengan cepat, menuju ke 5 tempat mematikan, di tubuh Thaikam muda itu.


Ke sepuluh Thaikam muda itu adalah, murid didikan langsung kasim Co, dan rata rata berilmu tinggi walau masih berusia muda.


Shiing...Shiiing...Shinng,..traaak.


Thaikam muda itu bergerak ke kiri dan kekanan menghindari serangan panah, lalu pedang nya di keluarkan, dan menyabet sebuah panah, hingga putus, lalu loncat keatas, dan panah melesat di bawah kaki Thaikam muda itu.


Thaikam yang meloncat keatas, lalu turun, dan langsung melihat kearah gurunya kasim Co.


Tapi kasim Co mengerutkan kening melihat muridnya, karna sebuah anak panah lebih kecil melesat, dan kecepatannya, melebihi kelima panah tadi.


Dan Thaikam muda itu baru sadar melihat kerut kening di wajah gurunya, ketika anak panah kecil berwarna hitam itu menancap di lehernya, dan Thaikam muda itu langsung tewas, tubuhnya jatuh ke tanah, dengan mata masih melihat kearah kasim Co.


"Dasar tak berguna, ceroboh..!!" kasim Co berkata, "baru bisa menghindari 5 buah panah menjadi sombong, dan itu akibatnya, dan ini pelajaran bagi kalian," kasim Co berkata kepada 9 anak didiknya.


"Periksa rumah batu yang satunya..!!"


Seorang Thaikam, kemudian melesat, dan memasuki, halaman rumah, dan mengetuk tanah dan batu dengan pedangnya, lalu perlahan mendekati rumah batu.


Wajah Thaikam muda itu mulai tegang, ia melangkah dengan hati hati, Thaikam muda itu masih ingat, ketika anak panah kecil menancap di leher kawan nya, perlahan ia mengetuk tanah di depan, dengan pedang lalu menempati, dan begitu seterusnya,


Thaikam muda itu, sampai di depan rumah batu.


Thaikam itu makin berani, dan terus melihat, sebuah rumah batu yang tak begitu besar, hanya ada 2 jendela kecil dan satu buah pintu batu yang kokoh.


Thaikam muda itu mulai mengetuk pintu, dengan pedangnya, tak lama kemudian tercium bau wangi kembang yang aneh, dan bau itu melekat di tubuh Thaikam muda.


Kupikir racun, Thaikam itu berkata dalam hati, setelah tak mengalami gejala keracunan, Thaikam itu mendorong, perlahan pintu batu yang berat, mulai bergeser.


Wajah Thaikam muda itu melihat kearah ruangan yang berada di balik pintu batu, dan melihat sekumpulan lebah, tengah mengelilingi sebuah kembang, dan ketika, Thaikam itu mencium bau kembang yang sama dengan tubuhnya, wajahnya langsung berubah pucat, apalagi ketika melihat, lebah yang tadi berkumpul melesat kearahnya.


Thaikam muda itu lalu mengibaskan pedangnya dua ekor lebah jatuh dengan tubuh terbelah dua, tapi lebah semakin banyak, Thaikam muda itu lalu mengibaskan lengan bajunya, dan serangkum angin keluar, dan menghalau sebagian lebah,

__ADS_1


Nng, nngg, nnnnggg, terus mendengung, dan menyerang Thaikam muda itu dari berbagai arah, sekali dua kali masih bisa menghindar, tapi lebah menyerang semakin ganah,


Teepp,...teeep...!!


Satu dua sengatan, dari lebah hitam, yang menghisap sari racun, dari kembang seribu tawon, dan ketika wangi kembang itu terhisap oleh Tenaga dalam Thaikam, lebah lebah, langsung berbalik mengejar Thaikam muda itu.


Thaikam muda itu mulai menjerit jerit ketika sudah tak bisa menahan, serangan para lebah, tubuh nya lebam dan berwarna kehitaman, terkena banyak sengatan dari lebah hitam.


Dan tak lama kemudian, Thaikam muda itu jatuh tersungkur, dan tubuh nya seperti kembung, dan berubah menjadi hitam, dan tak lama berselang lebah lebah itu jatuh, dan mati setelah menyengat.


Kasim Co bergidig, 2 muridnya tewas, dengan cara yang mengenaskan dan tanpa ampun, dari jebakan rumah batu yang mereka periksa.


Dan sekarang tersisa rumah batu yang agak mirip, tapi yang tengah ini, terlihat sedikit lebih besar.


Dihalaman depan rumah batu, terdapat taman yang seperti labirin.


Kasim Co mendengus melihat taman itu, "ilmu langkah barisan, 3 dewa rupanya, kasim Co berkata.


"Bisa untuk bertahan dan bisa juga untuk menyerang, dan 2 murid ku tewas."


Kasim Co lalu menggerak gerakan kedua tangannya menghimpun tenaga dalam perjaka suci, sebuah ilmu dari kitab terlarang, yang berada di perpustakaan istana, dan dipelajari oleh kasim Co yang memang sudah pasti seorang perjaka, karna kasim Co sudah menjadi kasim dari kecil.


Semak belukar, batang batang kayu dan batu berhamburan, dan sebagian menimpa kearah rumah batu itu sendiri.


Dalam sekejap, taman yang berbentuk labirin itu tersapu bersih, terkena hantaman tenaga dalam dari kasim Co.


Kasim Co menggerak gerakan kedua tangan, kemudian menarik nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan.


Dan tersenyum melihat taman sudah tersapu bersih.


Hahahaha,..


Suara cempring tawa dari kasim Co terdengar.


Ilmu barisan tiga Dewa milikmu tak bisa mengalangi ku putri Qiao, keluarlah..!!" kasim Co berkata.


Suana menjadi hening setelah kasim Co berkata.


Tapi tak lama kemudian terdengar suara dari seorang gadis, yang memang suara putri Qiao, berkata dari dalam rumah batu.


"Mengapa tidak tuan kasim saja yang kemari..!!"


"Kalau begitu, susah untuk kita bicara, jadi untuk apa tuan kasim kesini menemuiku ?"


"Pasukan mu sudah hancur, kami berhasil menerobos pintu gerbang," kasim Co berkata.


"Apa tidak terlalu pagi tuan kasim berkata seperti itu..!!" aku masih mempunyai pasukan pendam ( pasukan rahasia ) apa kau tak sadar posisi mu sendiri tuan kasim," putri Qiao berkata


putri Qiao tau dan sadar akan bahaya sendiri, dia menantang kasim Co untuk datang, hanya taktik, di rumah batu yang di tempati putri Qiao sekarang, hanya taman yang menjadi jebakannya, sedangkan rumah batu bersih dari jebakan. dan kasim Co berpikir sebaliknya.


Putri Qiao berharap bisa mengulur waktu, dan terus mengajak kasim Co berbicara seolah negoisasi.


"Dari tadi kau ngomong berputar putar, tapi akhirnya tetap tak mau menyerah, rupanya kau dari tadi hanya mengulur ulur waktu..!!" kasim Co berkata.


"Apa tuan putri berpikir aku tak berani masuk, ke rumah batu yang sekarang tuan putri tempati."


Kasim Co berkata.


Putri Qiao wajahnya berubah pucat, ia tahu jika sampai kasim Co, masuk kerumah batu, maka semuanya akan selesai, dan putri Qiao tau seperti apa kasim Co, seorang kasim tua yang kejam, dan tak pernah memberi ampun kepada musuh musuhnya.


Ketika putri Qiao termenung.


Mo kwi yang sudah mondar mandir mencari putri Qiao menjadi gelisah, lalu ketika ia teringat akan rumah batu, maka ia langsung pergi kesana dengan di kawal oleh Ling ji, dan Pedang gila yang selalu mengikuti Mo kwi.


Kasim Co mengerutkan keningnya ketika melihat Mo kwi datang, "mau apa kau anak muda..?" kasim Co berkata.


"Seharus nya aku yang bertanya, sedang apa kau disini ?" Mo kwi berkata.


Putri Qiao yang mendengar suara Mo kwi.


Putri Qiao langsung memeluk Han lian dan berkata, "kita selamat, kita selamat Han lian."


8 orang Thaikam muda mencabut pedang mereka melihat Mo kwi datang.


"Kasim Co lebih baik kau menyerah saja, pasukan mu sudah banyak yang tewas..!!" Mo kwi berkata.


8 orang Thaikam bersiap, tapi Ling ji dan Pedang gila, telah mendului Mo kwi, dan berhadapan dengan 8 orang thaikam muda itu.


Kasim Co melihat Ling ji dan Pedang gila, lalu berkata.

__ADS_1


"Ling ji, kupikir kau sudah tewas..!!" kenapa kau malah membantu para penghianat ini, kasim Co berkata.


Maaf tuan kasim Co, aku sekarang sudah menjadi budak karnah kalah perang dan menjadi tawanan.


"Dan pemuda ini adalah tuanku sekarang." ketika di dalam putri Qiao mendengar Mo kwi mempunyai budak seorang wanita. yang bernama Ling ji, dan sepertinya, putri Qiao pernah, mendengarnya.


Ia lalu memutar sebuah, gelang besi, dan tak lama kemudian, pintu rumah batu terbuka dan putri Qiao keluar bersama Han lian dan melihat kasim Co, bersama delapan Thaikam muda, sementara Mo kwi, pedang gila, dan gadis berpakaian hitam yang ketat, sehingga lekak lekuk tubuhnya yang padat berisi, terlihat jelas.


Benar dugaan ku, putri Qiao berkata dalam hati,


"Ling ji, Dewi air, murid yang paling di sayang oleh iblis 5 unsur, sehingga walau yang termuda diantara para Dewi, tapi Dewi air, yang memiliki kesaktian paling lihat diantara 5 dewi, dan menjadi otak dan pemimpin mereka.


Dan sekarang dia menjadi budak Kwi koko.


"Ling ji..!!" ini kesempatan terakhir untukmu bergabung denganku, dan status mu akan kuangkat menjadi, bangsawan," kasim Co berkata,


Sambil menatap tajam ke arah Ling ji.


"Maaf kasim Co, aku hanya mempunyai 1 tuan..!!" dan akan terus melayaninya.


"Rupanya memang kau ingin berkhianat," kasim Co berkata, "dan aku tak akan segan segan lagi turun tangan jahat padamu."


Kasim Co lalu memberi isyarat kepada 8 muridnya yang merupakan Thaikam muda, untuk bersiap sedia.


"kalian hadapi mereka bertiga," kasim Co berkata, wajah tuanya yang memakai pupur yang mulai luntur akibat panas dari matahari, menambah seramnya, wajah dari kasim tua itu.


"Dan aku akan mengurusi putri Qiao," kasim Co berkata.


"Tak semudah apa yang kau bicarakan kasim tua..!!"


Mo kwi berkata.


Kasim Co melihat Mo kwi bersiap, menunda niatnya yang akan menyergap putri Qiao, dan berpikir lebih baik ia membunuh ketiga orang ini terlebih dahulu, toh bila ketiga orang ini tewas, putri Qiao tak bisa lari, darinya.


Ling ji dan Pedang gila maju, dan kedelapan orang Thaikam langsung mengepung, dengan pedang sudah berada di tangan.


Ling ji mengeluarkan pedangnya, sedangkan Pedang gila, tangan kanannya sudah meraba gagang pedang kelabang biru yang berada di pinggangnya.


"Bikin, formasi badai, dan angin pedang..!!" kasim Co berkata, memberi instruksi kepada murid muridnya.


Setelah mendengar perkataan kasim Co, kedelapan Thaikam muda itu, langsung serentak mengangkat pedang, dan langsung serentak menyerang kearah Ling ji dan Pedang gila.


Serangan mereka silih berganti seperti badai, dan cepat bagaikan angin.


Pedang gila, menangkis pedang para Thaikam yang mengarah tubuhnya, begitu juga Ling ji yang sesekali, pukulan dari tangannya amat dingin, karna mengandung pukulan es, sedangkan Pedang gila mengandalkan pedang kilatnya.


Kedelapan orang itu memainkan ilmu pedang yang langkah kaki mereka, sangat kompak dalam bergerak karna sering mengisi, dan selalu berlatih bersama, dan seharusnya mereka lakukan dengan 10 orang, tapi karna kedua temannya tewas, formasi ini memiliki celah kosong di 2 tempat.


Ling ji, dan Pedang gila, terus mendapat serangan serangan cepat dari 8 Thaikam muda itu.


Trang,..traaang.


Pedang Ling ji, dan Pedang gila, menangkis, kedua pedang, sedangkan Pedang kasim yang membentur Pedang kelabang biru, langsung rompal.


Pedang gila, melesat dan sinar biru menebas kearah pinggang, Thaikam yang berada di depannya, setelah Thaikam itu mundur, lalu Pedang gila, menyabet kearah punggung, seorang Thaikam yang hendak menyerang Ling ji.


Whuuuut,..breeet...!!


Pedang gila yang mendapat serangan, berkelit kekiri, dan pedangnya melenceng, dan menyabet lengan baju Thaikam yang menyerang Ling ji.


Lalu telapak kiri Pedang gila mendorong, dan seorang Thaikam pundaknya terkena pukulan tangan kiri Pedang gila, dan langsung terhuyung.


Kemudian Pedang gila, langsung bergerak maju melihat lawan nya goyah, dan meyabet ke arah perut.


Breeet..!!


Thaikam muda yang di serang, bergerak mundur, dan Pedang kelabang biru, merobek pakaian di perut dan menggores perut Thaikam yang bergerak mundur.


Untung cuma tergores, Thaikam itu berkata dalam hati.


Tapi wajahnya terkejut ketika luka yang tergores pedang kelabang biru, terasa gatal, dan rasa sakit mulai naik, Thaikam itu melotot, dan perlahan ambruk dengan wajah menjadi biru.


7 orang Thaikam langsung mundur, melihat kawan mereka tewas.


Para Thaikam muda itu memandang beringas kepada Pedang gila.


Dan mereka saling tatap, Pedang gila melihat mereka terus menatapnya, lalu berkata


"Jangan menatapku terus, aku tak suka kasim."

__ADS_1


__ADS_2