Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 59 Saatnya Melihat Dunia Luar


__ADS_3

Mo kwi menggerakan kedua tangan dan kaki nya, "aku sembuh, akhirnya aku sembuh," Mo kwi berkata kepada Pedang gila, yang hanya berdiri menatap kearah Mo kwi.


Melihat tatapan Pedang gila, hati Mo kwi merasa terharu, Mo kwi lalu mendekati dan memeluk Pedang gila, "kau adalah keluargaku, jika tak ada kau, aku sudah mati, mayatku mungkin sedang dimakan binatang buas sekarang, kau jangan panggil aku guru lagi, panggil aku adik, dan aku akan panggil kau kakak," Mo kwi berkata sambil tersenyum kearah Pedang gila.


"Adik," tiba tiba Pedang gila berkata kepada Mo kwi, "Kakak, kau adalah kakak ku," Mo kwi berkata, tanpa terasa matanya berkaca kaca, teringat akan hidupnya yang dari kecil hanya ditemani oleh kakeknya Ban li eng, dan ketika mengetahui riwayat hidup ibunya dan bertemu dengan ayah kandungnya, hanya kepedihan hati yang ia terima.


Mo kwi kemudian membuka kitab yang ia temukan, didalam kitab itu ada tiga buah ilmu kepandaian, dari pendekar naga api, yang pertama adalah pukulan naga api, yang kedua ilmu langkah Kilin dan yang terakhir adalah Jubah Sisik naga.


Mo kwi setelah membaca kitab itu kemudian bersujud didepan makam pendekar naga api.


"Berkat dari Mutiara api dan darah kilin yang berada dalam Peti, murid akhirnya bisa sembuh, dan murid mohon ijin untuk mempelajari kitab peninggalan dari guru."


Mo kwi menyebut dirinya murid karna memang ia merasa menerima kebaikan dari pendekar naga api yang telah ia makamkan, dan tak segan menyebut guru kepada pendekar naga api yang hanya tinggal tulang belulang itu.


Mo kwi lalu mempelajari ilmu pertama pukulan naga api, pemuda itu lalu membaca keterangan dan petunjuk yang ada dalam kitab.


Panas adalah api dan api adalah panas, tenaga Yang, dalam tubuh manusia adalah sumber panas, urat biru jadi merah, darah merah jadi bara, dan bara tak akan padam jika terus dikipasi, malah akan membesar dan bisa membakar apa saja.


Mo kwi termenung membaca petunjuk dari ilmu pukulan naga api, apa maksud dari perkataan itu, mo kwi berkata dalam hati, ia berjalan modan mandir dan terus memikirkan petunjuk yang ada, aku masih tak mengerti apa maksud dari guru.


Mo kwi akhirnya melihat lihat gerakan gerakan yang ada dalam kitab, sambil memikirkan petunjuk itu.

__ADS_1


Badan Mo kwi kemudian bergerak mengikuti gerakan yang ada dalam kitab, dan ketika tangannya memukul, hanya angin biasa yang keluar, tanpa ada keanehan lain, pasti inti dari gerakan pukulan naga api ini, adalah petunjuk itu, Mo kwi berkata dalam hati.


Akhirnya pemuda itu duduk bersila dan menenangkan diri, sambil berpikir tentang petunjuk dari kitab pendekar naga api.


Tanpa terasa hari sudah malam, bisa dirasakan walau tidak keluar goa, tapi hawa didalam goa tidak terlalu panas, Mo kwi sudah hapal karna ia dan pedang gila sudah 3 hari didalam goa, Mo kwi yang masih memikirkan petunjuk itu, perutnya merasa lapar, ia melihat Pedang gila sedang membakar 2 ekor hayam hutan yang ia tangkap tadi siang, Pedang gila memang selalu menyiapkan makanan buat adik barunya itu, tanpa banyak bicara, buah buahan yang sudah masak, hayam atau kelinci hutan, sudah hampir 3 hari mereka didalam goa dan kebutuhan makan mereka, Pedang gila yang selalu mencarinya.


Ketika Mo kwi melihat pedang gila sedang mengipasi bara api yang hampir padam ketika membakar ayam hutan, mata Mo kwi terus melihat tanpa berkedip.


"Aku mengerti, aku menegerti sekarang," Mo kwi berlari sambil memeluk kakaknya pedang gila, "terima kasih kakaku yang baik," Mo kwi berkata sambil tersenyum kemudian berlari keluar, diikuti oleh Pedang gila.


"Aku harus membuat semua bagian tubuh dan aliran darah ku menjadi sangat panas dan pusat tenaga dalamku harus seperti bara yang harus di buat panas sehingga bisa mengeluarkan pukulan naga api."


Mo kwi di luar goa di tengah malam duduk bersila, dan tangannya bergerak berputar mengikuti petunjuk dari kitab, lalu setelah merasa di dalam tubuhnya sangat panas, telapak tangannya mendorong keluar, lalu dari tangan pemuda itu keluar cahaya merah, yang sangat panas, membuat batu dan tanah yang di lewati seperti terbakar, dan ketika menghantam bibir kawah yang terdiri dari batuan yang sangat keras, dan terdengar suara ledakan yang sangat kencang, dan sebuah lobang sebesar perut kerbau, tercipta akibat pukulan naga api, dan lobang di batu itu merah menyala seperti terbakar, Mo kwi leletkan lidah melihat hasil pukulan naga api, sedangkan Pedang gila tersenyum sambil menganggukan kepala.


Langkah Kilin menurut petunjuk dari kitab adalah sebuah ilmu bertahan dan menyerang yang dipelajari dari binatang yang bernama kilin,


Ilmu langkah Kilin sangat hebat, gerakannya sangat cepat dan sukar diduga, Mo kwi tak susah melatih ilmu itu, apalagi ia mempunyai teman berlatih yang sangat tangguh yaitu Pedang gila, semua kecepatan ilmu pedang gila tak bisa menyentuh Mo kwi yang menggunakan Ilmu langkah Kilin, malah terkadang Mo kwi, bisa menepak pundak Pedang gila, menoel pipinya, tanpa kesulitan sama sekali, semakin Pedang gila mengeluarkan ilmu pedang kilatnya, langkah Kilin Mo kwi semakin cepat mengimbangi, Sampai Pedang gila melemparkan Pedang kelabang biru, tanda takluk dan tak mau menyerang lagi.


Dan ilmu ketiga adalah Jubah Sisik naga, dan ini yang paling membingungkan Mo kwi, ilmu ini adalah ilmu pertahanan tubuh, apakah nanti tidak berbenturan dengan tenaga dalam baja api miliknya, dan menurut petunjuk yang berada didalam kitab, Mo kwi harus duduk bersemedi selama 14 hari di atas panas inti bumi, dan panas inti bumi itu berada di lobang yang tertutup altar batu tempat kerangka pendekar naga api.


Menurut dari kitab ini, panas inti bumi adalah pusatnya panas yang ada di dunia ini, bila aku duduk di atas lobang itu, apa aku tidak seperti ayam bakar yang biasa aku makan, Mo kwi berkata dalam hati, tapi akhirnya Mo kwi menguatkan tekad hatinya untuk mempelajari jubah sisik naga.

__ADS_1


Perlahan Mo kwi mengeser altar batu, dan melihat lubang yang sangat merah menyala, dan sangat panas, tapi aneh, kenapa peti tempat kitab dan kitab didalamya tidak hangus terbakar,


Tanpa banyak berpikir macam macam, akhirnya perlahan Mo kwi duduk bersila diatas lubang itu dan memejamkan mata, dan ia berserah diri, sambil tak melawan apapun yang masuk dan keluar dari tubuhnya, sedangkan Coa mo dan Coa kwi langsung keluar ketika Mo kwi mulai duduk, karna tak tahan akan panas yang masuk dari lubang tempat Mo kwi duduk bersila.


Hawa panas perlahan masuk melalui tubuh Mo kwi bagian bawah, Mo kwi tak menahan panas, ia membiarkan saja sambil memejamkan mata, sementara Pedang gila selalu tak jauh dari tempat Mo kwi.


Mo kwi memang tak mengetahui, bahwa mutiara api yang telah melebur yang melindunginya dari panas inti bumi, kotak dan kitab tidak terbakar walau terkena panas yang melebih api juga, karna ada mutiara api didalamnya.


Tak terasa sudah 14 hari Mo kwi duduk bersila diatas lubang batu itu, sambil mengikuti petunjuk petunjuk dalam kitab, dan bersemedi melatih pernapasan, ilmu Jubah sisik naga akhirnya bisa Mo kwi dapatkan.


Tubuh Mo kwi tampak lebih berisi, dan sinar matanya sekarang sangat tajam, dan seperti ada kilatan warna merah dimata Mo kwi.


Mo kwi lalu mengajak pedang gila untuk berlatih, dan ia sangat takjub ketika melihat hasil dari ilmu Jubah sisik naga miliknya, walau harus menggunakan tenaga dalam yang besar tapi hasilnya sangat memuaskan, tadinya Mo kwi ragu untuk menangkis pedang kelabang biru milik pedang gila, tapi ketika pedang gila menebas dengan Pedang kelabang biru, dan Mo kwi menangkis dengan tangan kosong, dari tangan pemuda itu seperti keluar percikan api, dan membuat pedang yang mengenai tangannya seperti membal dan terkadang melenceng, Mo kwi kemudian tertawa tawa sambil mengerahkan Jubah sisik naga, dan membiarkan pedang kelabang biru menebas bagian mana saja ditubuhnya selain mata.


"Ilmu yang sangat hebat, Ilmu yang sangat hebat," Mo kwi berkata sambil tertawa tawa berlatih dengan Pedang gila, dan seperti biasa, ketika Pedang gila sudah melemparkan pedang, tanda latihan sudah selesai.


Mo kwi bersujud didepan makam pendekar naga api,


Setelah berdoa dan berterima kasih, Mo kwi kemudian menuruti petunjuk yang berada dalam kitab, membakar kitab, menutup lobang dan menutup goa dengan batu besar tempat makam pendekar naga api.


:Kakak, tak terasa kita sudah 3 bulan berada dalam goa, dan sekarang saatnya kita kembali, untuk melihat dunia luar," Mo kwi berkata.

__ADS_1


Mendengar perkataan adiknya.


Pedang gila menoleh kearah Mo kwi lalu tersenyum


__ADS_2