Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 95 Sampai Di Kota Shin Tian


__ADS_3

Rombongan besar Mo kwi, bergerak menuju Shin tian, mereka selalu menolong desa, kampung, dan mencari tempat tempat yang ada prajurit kaisar Zhiangwen, kemudian membabat habis mereka.


Rombongan Mo kwi sangat terkenal, dari mulut kemulut berita yang tersebar sangat cepat, Iblis gurun, seorang pemuda pemberani.


******


Sementara pasukan besar dari putri Qiao bergerak kekota Jinan, kota jinan adalah sebuah pintu masuk ke Beiping, Kasim Co tau, jika ingin menghancurkan Beiping, maka kita harus merebut jinan, karna kota itu bisa menjadi markas pasukan besar dan tempat perbekalan, bila pasukan Kaisar Zhiangwen


menyerang habis habisan kota Beiping.


Tapi kota jinan adalah milik kekuasaan dari Raja muda Yan,


Kaisar Zhiangwen mereka mengerahkan 100 ribu prajurit untuk, menaklukan kota jinan.


20 ribu pasukan berkuda, 5000 pasukan panah, dan sisanya adalah pasukan tombak dan membawa tameng, yang bisa untuk bertahan dan menyerang.


Putri Qiao sampai di kota Jinan dan disambut oleh para penduduk kota, para penduduk menyatakan kesiapan mereka, untuk membantu perjuangan Raja muda Yan, dan mempertahankan tanah mereka, dari ambisi serakah Kaisar Zhiang when.


Setelah sampai dan istirahat, malamnya mereka berkumpul.


Putri Qiao memimpin pertemuan itu.


"Bagaimana dengan mata mata kita, apa ada kabar terbaru..?"


"Tidak ada kabar terbaru tuan putri, hanya pasukan kaisar Zhiangwen memang sudah bergerak, di pimpin oleh kasim Co sendiri."


Hmm..!!


"kita kalah jumlah, dan tak bisa menang jika terjadi perang terbuka, kita harus membuat jebakan jebakan, di jalan masuk kearah kota Jinan, dan menempatkan mereka dalam situasi yang panik lalu kacau, kemudian kita hancurkan mereka."


"Kita bagi benerapa kelompok, untuk menyergap pasukan mereka yang terjebak, tapi kita juga harus mengambil resiko, jika pasukan mereka tahu, pasukan kita harus cepat menghindar, jika tidak, kita seperti telor menghantam batu, dan akan habis oleh mereka."


"Nanti kita atur lagi, kita pasang lubang lubang jebakan, dan tancapkan tombak tombak kayu didalam lubang tersebut, kita harus memakai cara apapun untuk bertahan, mencari minyak bakar, dan kumpulkan..!!" cara terakhir adalah kita bakar mereka bersama, dan kita harus bertahan,


sambil menunggu bantuan dari Shin tian," putri Qiao berkata.


Setelah mengatur rencana, putri Qiao duduk melamun, sambil memandang langit langit,

__ADS_1


Dalam hati putri Qiao sangat berharap, Mo kwi bisa berada bersamanya sekarang, karna bila berada bersama Mo kwi, putri Qiao tidak takut dengan bahaya apapun.


"Kwi koko, aku tunggu kedatangan mu di jinan, kau harus cepat kesini, jika tidak, bisa jadi aku tak bisa bertemu denganmu lagi."


Putri Qiao lalu pamit, dan balik kekamarnya, tanpa terasa dua buah air mata menetes, mengiringi langkah kakinya menuju kamar.


*****


Sementara, Rombongan Mo kwi sampai di Shin tian, pas sore hari, semua anggota perguruan tengkorak putih, menyambut ketua mereka, para penduduk Shin tian ikut menyaksikan kedatangan Mo kwi dan rombongan nya, Tan lian dan Yie dong tersenyum bangga, mereka mendengar kabar dari penduduk, dan pedagang yang lewat, tentang sepak Mo kwi yang gagah berani, dan banyak membantu kampung kampung yang tertimpa musibah, Biar pun Mo kwi belum sampai di Shin tian, tapi namanya sudah sangat terkenal.


Mo kwi turun dari kuda, sebelum ia memberi hormat, sudah di dahului oleh, Tan lian, Yie dong, berikut anak buah perguruan tengkorak putih, "Selamat datang ketua perguruan tengkorak putih." suara mereka serempak berkata, menyambut kedatangan Mo kwi.


"Sudah lah," Mo kwi berkata, "kakek Yie, bibi Lian, tak usah banyak peradatan," Tan lian dan Yie dong lalu bangkit, di ikuti oleh anggota yang lain.


"Paman Tan bu ong,..!! Siap ketua," kau bawa masuk rombongan dan suruh mereka istirahat, setelah Mo kwi berkata, Tan bu ong lalu diantar oleh orang perguruan tengkorak putih kota Shin tian, ke tempat yang telah di sediakan.


"Bibi dan kakek, apakah baik baik saja...?" Mo kwi berkata.


"Kami yang harusnya khawatir terhadap mu, bukannya kau yang khawatir kepada kami disini," Tan lian berkata.


Malam itu langsung diadakan pesta peyambutan, mereka makan dan minum, para penduduk juga ikut dan di sediakan tempat.


Mo kwi tersenyum melihat mereka semua, apalagi ketika ia melihat, Pedang gila dan Dewa langit minum arak sambil saling tatap.


Mo kwi merenung, "apa begitu cara mereka ngobrol, dasar kakek kakek yang aneh," Mo kwi berkata dalam hati, sambil gelengkan kepala lalu tersenyum.


Bibi Tan, apa ada informasi yang di dapat dari Beiping..?" Mo kwi berkata.


"Kau tahu, kaisar Zhiangwen, mengirim 100 Ribu pasukan, untuk menaklukkan kota Jinan, dan kota itu adalah pintu masuk ke Beiping."


"Tak ada jalan lain, Raja muda Yan akhirnya setuju ketika putri Qiao berangkat sendiri memimpin 50 Ribu pasukan, untuk mempertahan kan kota Jinan."


Mo kwi menarik nafas, mendengar perkataan dari Bibi Tan lian, dalam hati Mo kwi sangat khawatir terhadap putri Qiao.


"2x lipat perbandingan mereka, belum lagi, prajurit Kaisar Zhiangwen sangat berpengalaman, dalam berperang, Sampai berapa lama mereka dapat bertahan."


"Berapa anggota perguruan kita, jika semua berkumpul di Beiping."

__ADS_1


"Mungkin bisa terkumpul 1700 kurang lebih, semua anggota sudah di beri kabar untuk berkumpul di Beiping."


Dengan rombongan yang banyak, 3 atau 4 hari paling lama, kita akan sampai di Beiping," Tan lian berkata.


Tan lian menatap Mo kwi, lalu berkata, "kau harus membantu tuan putri, kau tahu bagaimana perasannya terhadapmu..!!" Mo kwi tak menjawab, tapi Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari bibi Tan lian.


"Qiao moi, kau harus sabar, dan tunggu aku datang, lalu kita bersama sama menghabisi mereka," Mo kwi berkata dalam hati


"Lantas apa ada kabar dari ayahku,..?" Mo kwi berkata,


"pergerakan mereka sangat rahasia nak, tapi aku yakin mereka sudah bergerak, dan berkumpul bersama sama di kota Beiping, karna disanalah pusat sementara, sebelum berpencar," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan kakeknya.


Mo kwi memang, sangat berharap bertemu dengan ayahnya Shin mo, dan ingin mengetahui langkah apa yang akan diambil.


Tiba tiba datang seorang pembawa pesan yang diantar langsung oleh para penjaga gerbang depan.


Hamba mencari, ketua perguruan tengkorak putih.


"Siapa kau..?". Mo kwk berkata, "hamba pembawa pesan berasal dari Kota Beiping, yang di tujukan kepada ketua perguruan tengkora putih."


Aku ketua perguruan tengkorak putih, pembawa pesan terkejut ketika mendengar perkataan Mo kwi, tadinya ia pikir, lelaki tua, Yie dong.


ketua perguruan tengkorak putih.


"Pesan apa.yang kau bawa..?" lalu pembawa pesan memberikan sepucuk surat, yang masih di segel kepada Mo kwi, ini pesan yang hamba bawa, setelah memberikan surat, pembawa pesan Lalu pamit undur diri dari ruangan.


Mo kwi kemudian membuka segel lalu membaca surat itu.


Nak, ayah menunggu di kota Beiping, kita harus cepat bergerak, dan membantu tuan putri.


Guan yu dan tabib Huo sudah berada di Beiping,.


Cuma itu yang tertulis, tapi Mo kwi mengerti apa maksud dari tulisan itu.


Mo kwi melihat pedang gila, yang masih minum arak sambil tertawa tawa.


Pemuda itu berkata dalam hati.

__ADS_1


Kakak kau akan sembuh.


__ADS_2