Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 105 Benteng Perbekalan Berhasil Di Rebut


__ADS_3

Thaikam tua, yang memang wajah nya agak tak sedap di pandang, bermuka polos hanya alis berwarna putih, bulu yang ada diwajah nya.


"Aku tau teman mu bersembunyi, keluarlah,..!!"


Kalian sudah terkepung," Thaikam tingkat pertama yang bernama Ming tao, alias si muka dingin berkata.


Mo kwi dan Dewa bumi keluar, bergabung dengan adiknya Dewa langit.


"Kalian mata mata dari kota Jinan, anak buah putri Qiao..!!" Ming tao berkata,


Mo kwi menatap kearah Ming tao.


Agak nya dia menyangka, kami beriga anak buah putri Qiao, Mo kwi berkata dalam hati.


Ming tao menatap ketiga orang didepannya.


Agaknya kedua kakek itu yang harus di perhatikan, pasukan mereka pasti berada di sekitar sini.


Ming tao lalu memberi tanda kepada seorang pemanah, yang memakai seragam seorang Siwi.


Mata anak panah yang dibalut sebuah kain, di beri minyak, kemudian di bakar, telah siap.


Siwi itu lalu menarik tali busur nya, anak panah yang terbakar menghadap keatas.


Sebelum siwi itu melepaskan anak panahnya,


Sebuah bayangan Hitam melesat dengan cepat.


Sreeeeet..


Suara berkelebatnya bayangan hitam lewat di leher siwi pemanah itu.


Setelah bayangan hitam itu lewat, kepala siwi itu terlepas dari lehernya, tubuh nya kemudian roboh, dan panah terlepas mengenai seorang prajurit.


Prajurit itu menjerit, pakaiannya terbakar, panah menancap di bahu kirinya, ia menjerit dan berlarian kesana kemari, menabrak apa saja, karna rasa sakit panah yang menancap, dan tubuh yang terbakar, dan membuat suasana menjadi kacau.


Lalu terdengar suara suitan panjang.


Mo kwi langsung melesat kearah prajurit yang terdekat, sekali bergerak menghantam dua orang prajurit, yang langsung terpental, dan tewas.


Ming tao sangat gusar, ia melesat kearah Mo kwi, dan ingin membereskan pemuda ini terlebih dahulu, sebelum menghadapi kedua kakek, yang menurutnya atasan Mo kwi.


Ming tao melompat, sambil menendang kearah


kepala Mo kwi, melihat sebuah kaki hampir mampir di kepalanya, Mo kwi langsung menghantamkan tinjunya kearah kaki itu.


Plaaak..!!


Tinju Mo kwi bertemu dengan sepatu dari thaikam Ming.


Ming tao terlempar, akibat beradunya kaki dan kepalan tangan, sambil meloncat mundur, dan turun dengan terhuyung huyung, dengan kaki kanannya agak terpincang pincang.


Telapak kaki thaikam Ming panas, terkena tinju Mo kwi.


Hmm..!!


"Rupanya kau boleh juga anak muda,..!!" thaikam Ming berkata, sambil menggerak gerakan kakinya, menghilangkan rasa sakit di telapak kakinya, yang terkena tinju Mo kwi.


Wajah Ming tao bertambah dingin, wajahnya terlihat seperti orang mati, yang pucat, menyeringai kearah Mo kwi.

__ADS_1


Thaikam Ming, menggerakan kedua tangannya menyilang kearah dada, tak lama kemudian terlihat uap berwarna putih, keluar dari jari jari thaikam Ming.


Ilmu andalan thaikam Ming yang bernama pukulan arwah putih, langsung di keluarkan.


Sedangkan sepasang Dewa hutan larangan, mengamuk, Dewa bumi berputar seperti trenggiling menghantam prajurit bawahan thaikam Ming.


Sedangkan Dewa langin selalu mengincar kepala atau tenggorokan, tangannya yang panjang, menjadi sangat mudah dan langsung menghabisi para prajurit yang berada di dekatnya.


Sedangkan Hek kwi seperti hantu malam yang melesat sangat cepat dengan sepasang pedang bayangan hantu, mengincar para pemanah, yang banyak bersembunyi, bila sudah mendekat, tak akan bisa selamat, dari pedang bayangan hantu milik Hek kwi.


Sementara itu, ditempat Mo kwi dan thaikam Ming.


Mereka saling mengamati satu sama lain.


Thaikam Ming adalah tokoh tua dari kaisar terdahulu, begitu pula dengan kasim Co, jika kasim Co tidak ada, maka Thaikam atau kasim Ming yang menggantikan, ada tiga Kasim golongan 1, Kasim Co, kasim Ming dan kasim Co ping, ketiganya adalah orang orang yang mempunyai kesaktian tinggi, dan selebihnya adalah kasim tingkatan 2 dan 3.


Pukulan arwah putih sangat beracun, dan uap yang keluar berbau busuk, sehingga bisa mengganggu kosentrasi lawan.


Mo kwi memperhatikan tangan dari Ming tao, lalu tersenyum.


Ming tao melesat, tangannya yang mengeluarkan uap berwarna putih, mengahantam kearah Mo kwi.


Dengan langkah kilin, Mo kwi bergerak menghindar, tapi bau busuk sangat menyengat, tercium oleh Mo kwi, ketika serangannya dapat di hindari, Ming tao langsung berbalik, dan menghantam dengan tangan kirinya.


Dhuaaar..!!


Tangan kiri Ming tao, di tangkis oleh Mo kwi dengan pukulan hitam, sebagian uap pukulan arwah putih buyar dan terhirup para prajurit yang berada didekat mereka bertempur, tak lama kemudian yang menghirup, matanya melotot, dan tewas seketika.


Hmm...!!


"Ilmu yang keji," Mo kwi berkata,


Dengan cepat, Mo kwi melancarkan dua kali pukulan kearah Ming tao.


Plak,..plaak


Setelah dua kali saling tangkis, lalu mereka mundur selangkah, keduanya lalu menghantamkan kedua tangan, pukulan hitam dan ilmu arwah putih bertemu.


Dhuaaaar...!!


Ming tao mundur setengah langkah, akibat beradunya tenaga dalam tingkat tinggi, yang mereka keluarkan.


Tangan nya menjadi gatal dan panas, akibat beradu dengan tangan Mo wki.


Lalu tanpa berkata lagi, kedua nya melakukan serangan silih berganti dari jarak dekat.


Langkah kilin, sangat cocok melayani pukulan jarak dekat dari Min tao yang mengandalkan, ilmu arwah putih.


Ming tao mendengus, ketika uap racun nya seperti hilang ketika beradu dengan uap merah yang keluar dari tangan Mo kwi.


Dengan langkah kilin, Mo kwi sering menyerang mendadak, dan bisa menyerang dari berbagai arah, membuat Ming tao terdesak.


Bhuuuk..!!


Tendangan Mo kwi dengan telak menghantam pinggang dari Ming tao.


Thaikam bermuka dingin itu, langsung terpental dan menimpa beberapa prajurit.


Ming tao bangkit, lalu ia melesat, kearah Mo kwi, kini tangannya tidak mengepal, tapi berbentuk cakar, mendesak dengan cepat

__ADS_1


Serangan serangan cakar Ming tao sangat ganas, selalu mengarah ketempat tempat, mematikan, jantung, leher dan lainnya.


Sedangkan Mo kwi menggunakan, ilmu meringankan tubuh dewa angin digabung dengah langkah kilin, membuat tubuh pemuda itu bergerak sangat cepat. dan selalu berganti tempat, menghindari serangan ilmu cakar arwah putih, milik Ming tao.


Ming tao, melihat serangannya selalu dapat di hindari membuat hatinya panas, dan terus menyerang tanpa henti, wajahnya mulai berkeringat, dan tenaga dalam nya sudah mulai terkuras.


Cakar kanan Ming tao membabat kearah tenggorokan Mo kwi, pemuda itu langsung menunduk, lalu kakinya menyabet kearah kaki Ming tao,


Ming tao, loncat sambil menyerang kearah ubun ubun kepala Mo kwi, sambil menghindari kaki Mo kwi yang mengarah kakinya.


Mo kwi mengibaskan tangannya keatas, sebuah pukulan hitam melesat, menyambut cakar arwah putih milik Ming tao, sambil bergerak mundur dengan langkah kilin.


Ming tao berkelit, tak mau beradu dengan pukulan hitam milik Mo kwi, tubuhnya berputar di udara, lalu turun, dan dan nafasnya terlihat kembang kempis.


Seraaaaaaang...!!


Terdengar teriakan teriakan, dan tak lama kemudian, terlihat pasukan yang di pimpin, Tan lian, Yie dong, Li chun dan sepasang Hantu darah, berhasil masuk setelah sepasang hantu darah mengamuk dan membuka pintu gerbang dari dalam.


Ming tao terkejut ketika melihat pasukan musuh banyak sekali yang datang menyerbu, dan agaknya mereka bukan orang sembarangan, karna prajurit bawahannya dengan mudah mereka bantai, di depan matanya.


Ming tao merasa, sudah tak ada harapan mempertahankan benteng, kemudian menyerang Mo kwi, dengan segala kemampuan yamg ia miliki.


Cakar arwah putih miliknya menyambar perut Mo kwi, tapi kali ini Mo kwi tak menghindar, ia menangkis dengan tangan kanan, yang dialiri ilmu pukulan hitam.


Dhuaaar...!!


Ming tao mundur, tangannya semakin gatal dan panas, ketika tangan mereka beradu,


Tapi Mo kwi, langsung melesat menghantam bahu Ming tao dengan tangan kirinya, Ming tao bergerak memutar dan menghindar, sambil cakarnya menangkap tangan kiri Mo kwi yang mengepal.


Ketika tangan kiri Mo kwi dapat di tangkap, Ming tao menyeringai seram, sambil berkata.


"Remuk tanganmu..!!"


Mo kwi mengerahkan ilimu sisik naga dan mengalirkan tenaga dalam baja api, kearah tangan kirinya.


Ming tao yang berusaha meremas kepalan tangan Mo kwi, wajahnya berubah pucat, ketika dengan sekuat tenaga ia meremas, tapi tangan kiri Mo kwi seperti berubah menjadi besi yang sangat keras, dan tak bergeming.


Mo kwi yang tangan kirinya masih di cengkram meloncat, dan dengan kaki kanan, Mo kwi menendang kearah kepala Ming tao.


Plaaak...aaaaaarrrrgh,..!!


3 buah gigi Ming tao mencelat keluar ketika pipinya terkena tendangan kaki kanan Mo kwi, pipi yang putih dan pucat seperti mayat, kini biru sembab, dan darah mengucur, dari mulutnya.


Ming tao melepaskan cengkramannya, ia terpental dan Mo kwi langsung melesat ke atas, memburu kasim Ming yang terpental.


Setelah tiba diatas tubuh Ming tao, Mo kwi menghantamkan pukulan hitamnya, ke arah dada Ming tao.


Bhuuuk,..kraaaak...!!


Ming tao yang sedang melayang, langsung terhempas ketanah, dengan dada remuk, terhantam pukulan hitam Mo kwi, tak lama kemudian tubuh Ming tao menjadi hitam dan tewas seketika.


Sorak sorai kemenangan terdengar, ketika kasim Ming tao tewas, dan begitu pula dengan pasukan kaisar Zhiangwen yang berada di benteng perbekalan habis di bantai oleh pasukan Mo kwi.


"Kakek..!!"periksa perbekalan yang mereka punya, kita bawa seperlunya, dan sisanya tolong perintahkan orang untuk mengirim perbekalan ini untuk kota Jinan." Mo kwi berkata.


Setelah benteng ini kita bereskan, selanjutnya.


"Kita buru 1000 orang pasukan berkuda mereka"

__ADS_1


__ADS_2