Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 53 Desakan Kwan bin


__ADS_3

Melihat Mo kwi berhasil menumpas pasukan Siluman yang berusaha membunuh keluarganya, gubernur Zhang sangat berterima kasih kepada pemuda itu,


Gubernur zhang kemudian memberi hormat, diikuti oleh putrinya.


"Aku tak tahu akan berkata apa,..!! hanya terima kasih yang bisa kuucapkan saat ini."


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari gubernur Zhang, lalu berkata.


"Tuan gubernur tak usah berkata seperti itu, ketika aku terluka, Tuan gubernur dan nona Chan sudah membantu aku memanggil tabib dan memberi tempat untuk menyembuhkan luka yang aku alami."


Gubernur Zhang ketika mendengar perkataan Mo kwi merasa malu, karna ia menampung dan menyembuhkan luka dalam pemuda itu karna mempunyai maksud untuk mengajak ia bergabung, dengan pasukan siluman atas perintah topeng hitam.


Dan Ketika tengah bercakap cakap sebuah pisau melesat dengan cepat kearah Mo kwi.


Mo kwi kemudian menangkap pisau, dan terlihat digagang pisau ada sebuah kain putih yang terikat.


Mo kwi kemudian membuka kain itu melihat, lalu membaca tulisan didalam kain.


Temui aku di hutan sebelah utara kota ini.


Hmmm,..!!


"Siapa orang yang melempar pisau dan menungguku disana," Mo kwi berkata dalam hati.


Ang hwa bertanya, setelah melihat perubahan wajah Mo kwi setelah membaca kain yang terikat digagang pisau, "ada apa anak muda,"..? Mo kwi lalu memberikan kain itu kepada Ang hwa.


Aku tak tahu siapa orang itu, dan apa maksudnya ingin menemuiku disana, Mo kwi berkata.


Ang hwa setelah membaca tulisan yang terdapat dikain, kemudian berkata kepada Mo kwi.


"Lalu apa tindakanmu sekarang,"..?


Aku akan menemui orang itu dan menanyakan apa maksudnya ia mengundangku, Mo kwi kemudian berpamitan kepada gubernur Zhang, Ang hwa dan Diao chan.

__ADS_1


Mo kwi kemudian bersama dengan Pedang gila melesat kearah utara, tempat yang disebut oleh surat itu.


Sementara didalam sebuah hutan diutara kota kaifeng seorang perempuan cantik yang terlihat sangat dewasa, tengah duduk diatas batu besar di sebuah bukit dengan cemas ditemani oleh seorang kakek berpakaian hitam.


Kedua orang itu adalah Tan lian dan Yie dong.


Ketika mereka pergi dari acara di tempat kediaman gubernur Zhang, tanpa sengaja Tan lian dan Yie dong bertemu dengan Kwan bin, dan sempat terjadi percekcokan antara ketiganya, ketika Kwan bin mempertanyakan tentang kedudukan dari Tan lian yang menjadi ketua dari perguruan Tengkorak putih.


Ketika Tan lian memperlihatkan pukulan hitamnya kepada Kwan bin, tapi kwan bin tetap dengan pendiriannya dan meminta Tan lian untuk menunjukan pisau Raja neraka sebagai salah satu syarat dan simbol dari ketua perguruan Tengkorak putih, tapi Tan lian tak bisa menunjukan pisau Raja neraka yang ingin dilihat oleh Kwan bin.


Lalu kwan bin menceritakan pertemuannya dengan pemuda yang memiliki pisau Raja neraka serta sudah menguasai ilmu Raja hitam, Yie dong dan Tan lian terkejut mendengar cerita dari Kwan bin kemudian bertanya, siapa orang itu,..?


Setelah mendengar Kwan bin menyebut nama Mo kwi, wajah keduanya menunjukan rasa terkejut yang sangat hebat.


Setelah membujuk, akhirnya kwan bin mau menunggu jawaban dari Tan lian dan Yie dong di markas mereka yang berada di kaki gunung kunlun.


Tan lian dan Yie dong berjanji kepada Kwan bin setelah membereskan persoalan ini, mereka akan langsung gunung kunlun untuk memberi tahu hasilnya.


Jadi,..Jadi, Bukan nenekku yang mendirikan perguruan Tengkorak putih, seperti yang selama ini nenek selalu ceritakan,..? Yie dong mengangguk mendengar perkataan dari Tan lian, kemudian berkata.


"Ketua benar."


"Jangan kau panggil aku ketua," Tan lian teriak kepada Yie dong, wajah wanita itu pucat menerima kenyataan yang terjadi.


Yie dong menarik napas dalam, mendengar perkataan dari Tan lian, lalu lanjut berkata.


"Kwan bin memang tahu sejarah berdirinya perguruan tengkorak putih, "karna mereka bertiga lah yang pertama kali menerima usul dari Malaikat sesat yang ingin mendirikan perguruan, "dan kwan bin adalah adik angkat dari malaikat sesat, sedangkan aku masuk setelah nenekmu mempunyai rencana untuk merampas kitab raja hitam, pisau Raja neraka dan menguasai perguruan tengkorak putih milik malaikat sesat.


Tetapi karna Kwan bin menurut cerita nenek mu kepadaku, sudah mempunyai perguruan, Kwan bin hanya memantau dan menjadi pelindung di perguruan Tengkorak putih dan tak terlalu ikut campur dengan urusan perguruan.


"Ketua apa tidak merasa aneh, dengan penuturan dari Kwan bin,"..?


"Apa maksud perkataan paman,"..? ketua tentu tahu Pisau raja neraka berada ditangan siapa, dan kenapa sekarang pisau itu berada di tangan pemuda yang bernama Mo kwi, dan coba ketua pikir, berapa usia pemuda itu, ketika kita melihatnya di acara undangan gubernur Zhang, dan coba ketua ingat ingat, apakah ketua teringat akan seseorang jika memperhatikan raut wajah pemuda bernama Mo kwi itu."

__ADS_1


Ketika mendengar perkataan dari Yie dong, Tan lian kemudian terdiam lama, dan wajah nya langsung berubah ketika mengerti akan perkataan dari Yie dong.


"Jadi,..jadi maksud paman Mo kwi adalah anak dari enci Mei hwa," Yie dong mengangguk mendengar Tan lian yang sudah mengerti arah dan maksud dari perkataannya.


Tapi kita belum bisa yakin benar atau tidaknya, dan satu satunya cara adalah langsung bertanya kepada pemuda itu, siapa ibunya, Yie dong berkata.


Yie dong tidak berkata ayah, karna jika benar Mo kwi adalah anak Mei hwa, Maka ayah dari Mo kwi, hanya Yie dong dan Mei hwa yang tahu, karna Tan lian sampai sekarang tak tahu bahwa Mei hwa pergi dari perguruan tengkorak putih karna malu, ia hamil dan perutnya makin membesar, dan bisa membuat perguruan tengkorak putih hancur karna perbuatannya.


Tan lian dan Yie dong akhirnya kembali kekota Kaifeng, setelah melihat mayat bergeletakan Tan lian dan Yie dong lalu langsung menuju rumah gubernur Zhang, setelah Mo kwi selesai menghabisi Hantu malam, Tan lian merobek saputangan miliknya setelah ia tulis, lalu ia ikat di sebuah pisau kecil kemudian ia lemparkan kearah Mo kwi.


Yie dong menarik napas sambil memandang langit ketika mendengar pengakuan dari Tan lian bahwa ia menyukai Mo kwi ketika pertama kali ia melihat pemuda itu.


"Ah,..kenapa jadi begini," Yie dong berkata dalam hati. dan wajah nya terlihat semakin tua dan ada kesedihan yang mendalam bila ia mengingat kembali akan nasib dan penderitaan Mei hwa, gadis yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri.


Tan lian dan Yie dong yang tengah duduk di batu besar diatas sebuah bukit di hutan, sangat gelisah, menunggu kedatangan Mo.kwi.


Dan setelah pemuda itu datang, apa yang akan terjadi bila mereka bercerita kepada pemuda itu.


puluhaan pertanyaan, berkecamuk di benak keduanya.


Mata Tan lian dan Yie dong lalu melihat dua buah bayangan melesat mendekati hutan tempat mereka duduk, dari atas bukit jalan masuk kearah hutan memang terlihat sangat jelas.


Tak lama kemudian Mo kwi berjalan kearah Tan lian dan Yie dong.


Mata Tan lian memperhatikan wajah Mo kwi, lantas matanya berkaca kaca setelah memperhatikan wajah Mo kwi yang terkena sinar matahari pagi.


Ternyata benar yang dikatakan paman Yie, Tan lian berkata dalam hati.


Mo kwi berjalan semakin dekat.


Tan lian melihat Mo kwi berjalan, seperti melihat enci Mei hwa yang sangat ia rindukan.


Dan tanpa terasa, airmatanya mengalir keluar

__ADS_1


__ADS_2