Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 51 Misi 10 Orang Pasukan Siluman


__ADS_3

Melihat ketua mereka menepuk pundak Mo kwi sambil memujinya, mereka lalu datang menghampiri dan memberikan selamat kepada Mo kwi.


Mo kwi malah dengan keadaan ini menjadi salah tingkah, hanya ia yang paling muda, menerima selamat dan penghormatan, dari para pendekar yang rata rata sudah kakek kakek, Mo kwi tersenyum malu.


Shin mo lalu mengambil Pedang kelabang biru yang masih terpegang oleh tangan Iblis sesat yang buntung, dan mengambil sarung pedang kemudian memberikan Pedang kelabang biru pada Mo kwi.


"Ini hadiah untuk mu,..!! Shin mo berkata, sambil memberikan pedang kelabang biru.


"Hamba sudah mempunyai pedang pemberian kakek," Mo kwi berkata.


"Itu terserah padamu, yang penting ini hadiah sudah kuberikan untuk mu, Shin mo berkata kepada Mo kwi sambil tersenyum, akhirnya Mo kwi menerima pedang itu lalu berkata kepada Li chun.


"Kakak apa kau ingin menggunakan pedang ini,"..?


"aku tak biasa menggunakan pedang, senjataku adalah ini, Li chun berkata sambil mengoyangkan kedua kepalan tangannya keudara, mereka yang melihat, tertawa melihat tingkah Li chun.


Setelah menimbang nimbang, akhirnya Pedang kelabang biru Mo kwi berikan kepada Pedang gila.


Shin mo tersenyum mengangguk melihat keputusan yang diambil anggota perguruan Dewa iblis yang termuda itu, karna Pedang gila sekarang sudah menjadi pengawal Mo kwi dan pedang kelabang biru pasti sangat berguna, bila dipakai oleh Pedang gila untuk melindungi tuannya itu, juga menandakan sifat pemuda itu tidak serakah akan benda mustika.


Wu bai dan Sian bin keluar dari goa dan lalu memberi tahu kepada ketuanya, apa yang ia temui didalam goa.


Mereka lalu mengikuti Wu bai dan Sian bin, sedangkan Kauw kwi dan Pedang hitam berjaga di mulut goa.


Ketika sampai ditempat yang ditunjuki jalan oleh Sian bin, semua yang hadir terpana melihat begitu banyak peti peti berisi uang dan emas permata, batu batu giok yang mahal, dan perhiasan perhiasan yang indah.


Mereka memeras para pejabat, merampok lalu membunuh untuk menghilangkan jejak, diruangan yang tak jauh dari sini juga terdapat wanita wanita muda yang diculik dari desa desa terdekat untuk melampiaskan nafsu bejad mereka, Sian bin berkata.


Muka Shin mo terlihat geram mendengar perkataan dari Sian bin, kemudian berkata, "apa pasukan siluman sudah benar benar bersih,:..? Hamba sudah memeriksa goa ini, mereka tidak ada ketua.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan Wu bai.


Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap harta ini, Sian bin bertanya kepada Shin mo.

__ADS_1


Bebaskan tawanan dan beri mereka bekal, sisanya bawa harta ini berikan kepada Soo bin, suruh Soo bin membagikan setengah harta ini untuk desa desa yang kelaparan, tertimpa musibah bencana atau wabah penyakit, sisanya gunakan untuk melanjutkan bisnis yang sedang dirintis oleh Soo bin, karna keuntungan dari bisinis yang dikelola oleh Soo bin, setengahnya dipakai untuk membantu rakyat.


Sian bin menngangguk mendengar perkataan dari Shin mo.


Wu bai lalu membebaskan tawanan, sementara yang lain membawa peti peti harta itu keluar dari goa.


Beberapa balikan keluar masuk goa, akhirnya semua harta berhasil dibawa keluar.


Sebuah bayangan melesat dan mendekati Sian bin, ternyata salah seorang anakbuahnya yang disuruh mengikuti sepuluh Pasukan siluman yang keluar sebelum Shin mo datang.


"Ketua, hamba mau melapor,"..!! "Katakan, Sian bin berkata.


ke sepuluh orang itu pergi kerumah gubernur Zhang untuk menghabisi gubernur Zhang beserta keluarganya.


Sian bin, Mo kwi dan yang lain terkejut mendemgar perkataan dari anak buah Sian bin.


"Bukankah mereka adalah kawan dari gubernur Zhang, sendiri,..? Shin mo bekata heran.


Hamba seletingan mendengar sewaktu kepala pasukan gubernur Zhang bertempur dengan pasukan siluman.


Sudah mati masih juga menimbulkan masalah, Shin mo berkata.


"Apa kau tau siapa pemimpin dari kesepuluh pasulan siluman itu,"..? Shin mo bertanya kepada anak buah Sian bin.


Mereka dipimpin langsung oleh murid topeng hitam sendiri, yang hamba dengar ketika mereka bertempur, bergelar Hantu malam.


Kesepuluh pasukan siluman itu, mengamuk di gerbamg kota dan sedang dihadang oleh pasukan gubernur Zhang, tapi hamba melihat bukan penghadangan, tapi pembantaian karna penjaga penjaga itu bukan tandingan pasukan siluman , mereka pasti sudah masuk kota dan kerumah gubernur Zhang ketika hamba datang untuk melapor.


Mo kwi terkejut mendengar perkataan dari anak buah Sian bin, selama beberapa hari karna terluka dalam ia dirawat ditempat gubernur Zhang, walau dalam memberikan perawatan ada maksud maksud tertentu dari gubernur Zhang terhadap dirinya, tapi gubernur Zhang dan nona Chan sudah menanam budi, sekarang mereka tertimpa masalah karena aku,


aku harus membantu mereka, Mo kwi berkata dalam hati.


Mo kwi kemudian menjura kepada Shin mo.

__ADS_1


"Ketua, hamba mohon ijin untuk pergi kekota Kaifeng, dan membantu gubernur Zhang, sekaligus memusnahkan pasukan siluman yang tersisa."


"Apa alasanmu membantu gubernur Zhang, dan kau tahu sendiri sebelum ada kejadian ini mereka adalah sekutu, dan musuh putri Qiao, lalu apa tujuanmu,"..?


Shin mo bertanya sambil menatap kearah Mo kwi.


"Hamba tidak mempunyai tujuan apa apa ketua,..!! "Hamba pernah ditolong ketika terluka dalam, dan disembuhkan oleh paman Huo, selama dalam perawatan gubernur zhang memperlakukan hamba dengan baik, dan masalah ini bisa terjadi, juga karna gubernur Zhang melepas hamba pergi, hamba merasa berhutang budi kepada mereka.


Hmm,..!!


"Bagus jika kau masih mengingat budi kebaikan orang yang telah menolongmu, kau pergilah dan hati hati."


Shin mo berkata kepada Mo kwi, "kau boleh ajak siapapun disini untuk menemani dan membantumu,"


"terima kasih ketua, biarlah hamba pergi bersama Pedang gila," itu sudah cukup.


"Adik, aku ikut denganmu,"..!! Li chun berkata kepada Mo.kwi.


"Kakak, lebih baik kakak disini saja dulu, untuk membantu ketua memindahkan peti peti harta ini," "biar aku bersama Pedang gila yang membantu gubernur Zhang, Li chun terlihat sedih ketika Mo kwi berkata, tapi akhirnya pemuda itu mengangguk.


Setelah mendapat ijin dari ketuanya, Mo kwi dan pedang gila melesat dengan cepat kearah Kota kaifeng.


Mo kwi berharap belum terjadi apa apa terhadap keluarga gubernur Zhang, dan bila ia datang terlambat maka akan menjadi suatu penyesalan mendalam bagi dirinya karna terlambat menyelamatkan keluarga gubernur Zhang dari pembantain pasukan siluman.


Dengan langkah Dewa angin, Mo kwi melesat dengan cepat diikuti oleh pedang gila dibelakang Mo kwi.


semua tenaga dalam ilmu meringankan tubuh ia gunakan, Sehingga Pedang gila agak tertinggal dibelakang Mo kwi.


Wajah Mo kwi terlihat sangat gusar ketika sampai di gerbang kota kaifeng, dan melihat mayat mayat dari penjaga bergelimpangan.


ia terus bergerak masul dan menuju kearah rumah gubernur zhang, semakin mendekati rumah gubernur Zhang, semakin bamyak mayat mayat prajurit kota kaifeng bergelimpangan,


Hati mo kwi sangat geram, melihat bekas pembantaian yang dilakukan pasukan siluman,

__ADS_1


Mereka sangat keji, Mo kwi berkata sambil melihat mayat mayat itu.


Dasar manusia manusia iblis.


__ADS_2