
Mo kwi tersenyum, ia mendapat ide ketika melihat, kepala pendeta Sharwani yang telah berubah warna menjadi biru.
Setelah nenek Kharmila yang berjalan, sambil menggerutu dan di ikuti oleh Pedang gila, membuang kepala pendeta Sharmani, dan ketika mereka datang setelah membersihkan tangan, yang lain tengah berkumpul.
Setelah nenek Kharmila dan Pedang gila duduk,
Mok kwi berkata.
"Ayah, Qiao moi aku ada ide..!!"
Aku akan membuat para pemanah itu sibuk, dan setelah mereka sibuk, ayah dan para tetua harus segera naik, dan membabat semua pemanah, sementara sebagian lagi berusaha turun, dan siap kan tangga dan tali untuk naik ke atas benteng, dan sebagian langsung menggempur mereka yang berada di bawah, menjaga pintu gerbang istana.
Dewa racun mengangguk, mendengar perkataan dari Mo kwi, dan berkata kepada Shin mo.
"Ketua..!! hamba akan menebar racun kebawah, dan hamba akan memberi penawar, untuk kita yang naik ke atas, lalu bisa langsung kebawah dan bisa berlindung, di balik para pasukan mereka sendiri, kita juga bisa aman, dan menjadikan kawan mereka sebagai tameng, Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari anak buahnya Dewa racun.
"Nak..!!" jika kau bisa membawa kami keatas, dan membikin sibuk para pemanah itu, maka kita bisa membuka pintu gerbang istana, tanpa harus membuang banyak korban."
"Sebagian besar pasukan mereka pasti berada di sekeliling istana, menjaga kaisar Zhiangwen yang saat ini, hatinya pasti sedang ketar ketir."
Dan anak buah paman Sian bin sudah berjaga dan mengintai tiap sudut, di sekeliling benteng istana ini
untuk berjaga jaga,
jika mereka punya jalan rahasia, dari dalam istana yg bisa tembus keluar benteng, untuk mereka melarikan diri.
Setelah menyiapkan, segala peralatan seperti tangga panjang dan tali, para pasukan berbaris dan yg terdepan, membawa tangga dan tali.
Shin mo, Mo kwi dan para tetua perguruan, berbaris.
Ling ji pun ikut, ketika di suruh menjaga putri Qiao, Ling ji berbisik, bahwa ia ingin selalu bersama Mo kwi dan bisikan itu hanya terdengar oleh mereka
Mo kwi yang mendengar bisikan itu wajahnya langsung menjadi merah, sedangkan Han lian yang melihat dari kejauhan mendengus, dan berkata "sepertinya dia yang permaisuri, dan kita adalah budak."
Hmm...!!
"Jika Lian moi bicara terus..!!" maka bisa jadi Kwi koko akan menjadikan Lian moi budak," Han lian langsung terdiam, mendengar perkataan putri Qiao
__ADS_1
"Kau sudah Siap nak ?" Mo kwi mengangguk mendengar perkataan ayahnya.
Kawan kawan aku butuh bantuan kalian, Mo kwi berkata.
Kedua tangannya masuk kedalam baju.
Lalu kedua tangan itu keluar, dan langsung bergerak melempar dengan sangat kuat, keatas benteng.
Dua larik sinar merah melesat dengan cepat, kearah para pemanah.
Coa mo, Coa kwi berpestalah disana, Mo wki berteriak lalu ia mengeluarkan pisau Raja neraka, dan di lemparkan juga ke arah para pemanah,
Shiiiing..!!
Lalu dua jari Mo kwi, di depan dada mengerahkan ilmu pedang terbang, untuk mengendalikan pisau Raja neraka, bergerak sambil melihat ke atas.
Coa mo ketika sampai langsung menuju leher salah seorang pemanah, sedangkan Coa kwi menyambar kaki salah seorang pemanah.
Coa mo setelah menggigit, langsung melengkungkan badan nya kemudian melesat ke arah pemanah lain, begitu pula dengan Coa kwi, dan karna memang kedua ular itu di latih untuk membunuh, kulit yang keras, bisa yang sangat mematikan, dan kecerdikan kedua ular itu yang bisa, menghindari serangan membuat kalang kabut para pemanah yang berada di atas benteng, belum lagi Pisau Raja neraka yg menyambar nyambar karna di gerakan oleh ilmu pedang terbang Mo kwi.
Situasi di atas benteng mulai kacau, para pemanah itu layaknya diserang oleh 3 ahli silat tingkat tinggi.
Shin mo yang melihat isyarat dari putranya dan juga melihat keadaan diatas yang kalang kabut lalu berteriak kencang.
"Seraaaaaang..!!"
Setelah mendengar aba aba, dan Shin mo melesat keatas, para tetua Dewa iblis dan anggota perguruan tengkorak putih dan hutan larangan melesat keatas.
Keadaan langsung berbalik setelah mereka sampai tanpa hambatan berarti dari para pemanah, yang memanah mereka dr jarak jauh tak ada artinya, sekali kibas panah panah itu langsung terpental.
Tangga dan tali untuk memanjat di lemparkan keatas benteng istana yg langsung di kaitkan, sehingga bisa membuat para prajurit naik sebagian.
Dewa racun yang ketika sampai langsung. menebarkan bubuk bubuk racun kebawah, para pemanah, yang sudah mengincar para penyerang, dan siap memanah dari bawah, terkejut ketika melihat bubuk bubuk racun bertebaran membuat mata perih, dan tubuh gatal tak terhingga, sehingga membuat mereka melepaskan senjata dan mulai menggaruk tubuh mereka.
Shin mo sudah mengingatkan kepada anak buahnya Dewa racun, untuk tidak menyebar racun, yang bersifat mematikan dan hanya melumpuhkan para prajurit kaisar Zhiang wen demi kemanusiaan.
Kekacauan terjadi di bawah, lalu para tetua sebagian yang naik, sudah melesat turun dan bergerak melumpuhkan pasukan pasukan yang menjaga pintu gerbang istana.
__ADS_1
Mo kwi dan Ling ji lalu melesat bersama, menuju atas benteng istana.
Ketika Mo kwi sampai di atas benteng,
Coa mo dan Coa kwi melihat tuannya datang, langsung melesat dan masuk kedalam baju, keduanya tampak gemuk, dan sudah malas bergerak akibat terlalu banyak menyedot darah, para pasukan kaisar Zhiangwen.
Mo kwi menyusuri benteng istana kaisar Zhiangwen.
dan menyerang para pemanah dan penombak, yang sengaja di tempatkan di atas benteng istana kaisar Zhiangwen, alat untuk memanah yang beroda dan melesatkan panah besar seperti tombak, membuat pendekar yang tidak mempunyai tenaga dalam tinggi bisa langsung tewas.
Pedang bintang, membabat dan menghancurkan alal alat itu, dan pedang bintang menebas dan membabat musuh, satu dua panah yang mengarah ke tubuh Mo kwi, tak terlalu merepotkan Mo kwi.
Semakin lama banyak prajurit mulai naik,
tangga tangga panjang, dan tali besar yang di ikat untuk alat mereka, agar bisa mencapai atas benteng istana.
Pasukan tombak dan Pedang, prajurit kaisar Zhiangwen bersiap sedia, yang belum terkena tebaran racun tampak beringas, Dewa bumi yang bertubuh kecil, berkelebat ketika sampai bawah, tubuhnya berputar sambil menghantam para prajurit yg berada di dekatnya.
Sedangkan Dewa langit yang bertangan panjang, tak banyak bicara, hanya tangannya bergerak menyambar tenggorokan para prajurit kaisar Zhiangwen.
Prajurit prajurit yang terkena racun ta memberikan perlawanan, mereka menyerah karna tak tahan dengan racun yang mereka terima.
Shin mo dengan ilmu iblis gila mengincar komandan pasukan, atau siwi kerajaan yang ada di sana,
Mo kwi melihat sebuah taman, dari atas benteng istana, karna Mo kwi terus menyusuri benteng, Sehingga bisa menemukan, sebuah taman dengan kolam yang yang tidak terlalu besar, di tengah kolam itu ada sebuah bangunan kecil, seperti tempat untuk menikmati pemandangan kolam, dan ikan ikan yang terdapat di kolam tersebut.
Mo kwi dan Ling ji menghampiri bangunan kecil itu, dan melihat 2 orang perempuan muda, yang sedang meniup suling dan kecapi, suara musik itu amat merdu, bisa membuai siapa saja ikut hanyut terbawa suasana.
"Maaf tuan muda, hendak kemana dan bagaimana bisa masuk taman selir ini..?" perempuan yang memegang suling tersenyum manis sekali kepada Mo kwi, matanya memandang genit kearah Mo kwi.
Musik yg nona mainkan sangat indah, dan membuat
hati tergerak mengikuti alunan suara, hingga sampai kesini.
Ling ji setelah memeriksa sekitar taman, lalu mendekati kekasihnya.
Gadis itu mendengus melihat kedua gadis yg sedang bercakap cakap dengan Mo kwi.
__ADS_1
"Dewi bulan dan Dewi bintang, apa kalian sedang mencari mangsa di sini ?"