Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 219 Memburu Kapal pengintai


__ADS_3

"Belum pernah aku dengar jawaban enak darimu," Pedang gila berkata.


"Sama" Dewa langit berkata.


Pedang gila menarik nafas mendengar perkataan dari Dewa langit.


Sementara itu, kapal pemburu Ciao lam yang di bantu angin melesat cepat ke arah perahu pengintai perkumpulan Bajak merah.


Kapal pengintai musuh mulai terlihat, Ciao lam dari sisi lain melihat kapal pengintai itu, kemudian perahu yang di tumpangi oleh Ciao lam melesat mengejar kapal pengintai milik perkumpulan Bajak merah.


Karna sudah saling mengerti, Ciao lam dan anak buah kapal pemburu, mengejar dengan mencegat arah lari kapal pengintai milik Bajak merah, mereka bahu membahu untuk menyergap kapal pengintai itu.


Ciao lam terus mengerahkan tenaga dalam untuk mendayung dengan tangan, agar perahu bergerak lebih cepat.


Melihat perahu kecil dengan cepat menuju kapal milik mereka, anak buah kapal pengintai menjadi kalut dan mulai memanah Ciao lam, sementara itu semakin lama, kapal pemburu yang mengikuti semakin dekat, sehingga mereka sudah tak ada pilihan lain.


Tabrak kapal pemburu mereka, biar kita sama sama tenggelam teriak pemimpin di kapal pengintai itu.


Sementara Ciao lam dengan kedua tangan berusaha menghalau panah panah yang menuju ke arahnya.


Pergerakan kapal musuh semakin cepat ke arah kapal pemburu yang hendak di tabrak.


Ciao lam yang melihat, kemudian mempercepat perahu kecilnya, setelah dekat Ciao lam meleparkan kayu pendayung ke arah kapal musuh, dan ia sendiri langsung melesat kearah kapal pengintai musuh.


Whuuut...Braaak...!!


Pendayung dari kayu yang di lemparkan Ciao lam menghantam tiang layar kapal musuh hingga patah, dan Ciao lam dengan gesit menghindari serangan panah, kemudian tangan kanannya mengibas kearah kapal.


Whuuut..braaak..!!


Dua orang pemanah terpental dan masuk ke air, sementara kapal semakin dekat, Ciao lam setelah berhasil menghantam pemanah, kemudian sampai di perahu musuh, lalu Ciao lam bergerak ke arah kemudi kapal pengintai itu.


Seraaang..!!


Teriak pemimpin pasukan kapal pengintai, ketika melihat Ciao lam sudah berada di kapalnya dan berusaha merebut kemudi.


Ciao lam, menggeser tubuhnya menghindari pedang milik seorang samurai, yang membabat bahu Ciao lam, kemudian setelah berhasil kaki kanan Ciao lam langsung menendang pinggang pendekar samurai yang tadi menenebas bahunya.


Bhuuk...byuuur...!!


Suara tendangan menghantam dan pendekar samurai itu langsung terlempar dan tercebur ke laut.


Ciao lam setelah berhasil, emendang musuh kemudian terus bergerak kearah kemudi kapal.


Orang yang memegang kendali kapal terkejut kemudian dengan pedang pendek menusuk ke arah dada Ciao lam, Ciao lam bergerak ke samping lalu tangan Ciao lam, menghantam kepala pengemudi perahu itu.

__ADS_1


Prak..!!


Kepala pengemudi kapal langsung pecah, dan tak tubuhnya langsung di lemparkan ke laut oleh Ciao lam.


Ciao lam lalu mengerakan kemudi kapal dengan kedua tangan kearah kanan, untuk menghindari tabrakan antara kapal pemburu miliknya dan kapal pengintai milik perkumpulan Bajak merah.


Komandan kapal, menebas ke arah Ciao lam, yang sedang mengemudikan kapal, sementara itu anak buah kapal yang berada di depan memburu ke belakang ke arah kemudi tempat Ciao.lam berada.


Sambil memegangi kemudi, Ciao lam berhasil menghidari serangan pedang komandan kapal, dan terus mempertahankan kemudi kapal agar tetap bergerak ke kanan.


Melihat anak buah kapal banyak bergerak ke arahnya dan kapal sudah bergerak ke kanan dengan posisi yang akhirnya bersebelahan.


Sebagian anak buah Ciao lam sambil berteriak teriak, loncat ke arah kapal pengintai yang lewat di samping kapal milik mereka.


Dan di pimpin oleh Ciao lam, mereka menyerang anak buah kapal musuh, pertempuran di kapal yang tidak terlalu besar itu langsung pecah.


Ciao lam mengamuk dengan Sebuah pendayung yang tadi ia ambil, Ciao lam menangkis sabetan pedang milik komandan kapal.


Traak..!!


Pedang menancap lumayan dalam di kayu pendayung yang di pakai Ciao lam sebagai senjata.


Komandan kapal berusaha menarik pedang nya.


Tapi tarikan Ciao lam lebih kuat, sehingga Komandan kapal tubuh tertarik ke arah Ciao lam,


Pendekar samurai itu menatap ke arah Ciao lam sambil mencabut pedang pendek miliknya.


Lalu menusuk ke arah dada, Ciao lam menghindar ke kiri, kemudian kaki Ciao lam, menyambar pinggang, komandan kapal langsung menebas kaki Ciao lam yang menendang pinggang setelah serangan tusukan pedang pendeknya gagal.


Ciao lam menarik kaki nya kemudian lompat ke belakang menghindari sabetan pedang musuh, sambil melempar pendayung yang ia pegang keaarah kepala komandan kapal musuh.


Komandan kapal sangat terkejut ketika melihat pendayung melesat ke arahnya, komandan kapal kemudian menunduk sambil menyabet kaki Ciao lam.


Ciao lam lompat ke atas menghindari sabetan pedang pendek, lalu tangannya mengibas ke arah komandan kapal


Serangkum angin menderu menyerang ke arah komandan kapal musuh.


Komandan itu terkejut lalu tubuhnya menghindar ke samping sambil bergulinga di lantai perahu.


Ciao lam yang tak mau kehilangan kesempatan bagus.


Lalu Ciao lam sampai dan berusaha menginjak dada komandan kapal musuh.


Komandan kapal yang sedang berguling kemudian dengan kedua tangan berusaha menahan kaki Ciao lam yang ingin menginjak dadanya.

__ADS_1


Ciao lam yang kakinya di tahan, lalu menarik kakinya supaya tidak di hantam oleh komandan kapal itu.


Lalu tangan Ciao lam menyambar kaki komandan kapal itu, sambil menghindari serangan.


Taapp..byuuur..!


Puluhan panah kemudian melesat ke arah komandan kapal yang di lempar ke laut dan arah komandan kapal yg tercebur mendekati kapal pemburu milik Ciao lam.


Shiiing,..shiiing...!!


Panah panah dari kapal pemburu berhamburan, sementara itu anak buah kapal satu persatu tewas, dan ada juga diantara mereka yang tertawan hidup hidup.


Ciao lam lalu mengambil sebuah anak panah, begitu melihat, komandan kapal yang ternyata mahir berenang dan menghindari panah panah yang di lepaskan oleh anak buab kapal miliknya.


"Teruslah berada dalam air jika kau ingin selamat," Ciao lam berkata sambil menyeringai.


Mata Ciao lam menyipit melihat gelembung diantara ombak laut yang tak begitu besar.


Ketika kepala komandan kapal itu menyembul keluar dari dalam air, Ciao lam langsung melemparkan anak panah yang dia pegang.


Shiiingg...creeep !!


Kepala komandan kapal yang baru saja, muncul langsung terkena hantaman panah Ciao lam, dan tubuhnya langsung tenggelam tak muncul lagi.


***


Sementara itu Pedang gila dan Dewa langit yang sama sama tak bisa berenang, berusaha mengejar kapal pengintai yang bergerak ke arah perahu mereka.


Tapi setelah melihat perahu yang di tumpangi oleh Shin mo dan Mo kwi mendekat mereka kemudian putar arah dan pergi menjauh.


"Kejar mereka cepaat !" Pedang gila berkata sambil berdiri di depan perahu.


"Kau duduk saja, aku tak bisa melihat ke depan !" Dewa langit berkata, Pedang gila lalu duduk. Dewa langit terus mendayung perahu mengunakan tenaga dalam sambil melihat kapal pengintai milik musuh.


Semakin lama semakin dekat, kapal pengintai musuh tiba tiba berputar arah balik ke arah perahu Pedang gila, karna di depan mereka ada kapal pemburu yang tengah mengejar.


Pedang gila dan Dewa langit mengerutkan dahinya melihat kapal berbalik, dan dengan cepat menuju ke arah perahu mereka.


"Tahan Dewa gila, perlambat perahu atau kau belokan perahunya, supaya kita tidak tabrakan," Pedang gila berkata.


Terdengar jawaban Dewa langit mendengar perkataan dari Pedang gila.


"Bagaimana caranya ?"


Mendengar jawaban Dewa langit, Pedang gila berkata.

__ADS_1


"Kau turun dan tarik buntut perahu."


__ADS_2