Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 120 Pertempuran Di Barat Kota Jinan


__ADS_3

Mo kwi dengan 5000 pasukan berkuda keluar dari gerbang barat kota Jinan, dan ia mempunyai keyakinan, bahwa Kota Jinan dapat bertahan dari serangan pasukan kaisar Zhiangwen, jika pasukan yang menjaga kota bisa disiplin dan tidak gentar dan selalu menjalankan instruksi yang di berikan oleh para pemimpin pemimpin mereka, karna sebuah keberhasilan bisa tercapai, jika ada kerja sama dan kerja keras dari semua pihak, yang harus selalu siap berkorban jiwa dan raga, untuk memperoleh dan mencapai kehidupan yang lebih baik.


Dan memang benar perkiraan pemuda itu, Kasim Co sudah mempelajari kota Jinan dan melihat peta yang menggambarkan keadaan kota.


Setelah melihat Peta dan mengetahui Kota Jinan mempunyai 3 pintu gerbang, 2 pintu gerbang barat dan timur, dan satu gerbang utama, Kasim Co kemudian membagi pasukannya, Orang ketiga dari kasim senior yaitu Co pin, dengan 10000 pasukan berkuda menggempur pintu gerbang barat, karna daerah perbukitan.


Kasim Co memberikan pasukan lebih banyak kepada Co pin, dan berharap bawahannya itu bisa menjebol pintu barat.


Sedangkan 5000 pasukan berkuda dengan dipimpin oleh para Siwi menyerang pintu gerbang timur, dan itu hanya untuk mengalihkan perhatian, untuk memecah kosentrasi pasukan yang di pimpin oleh putri Qiao, yang terpusat di pintu utama, Sehingga kasim Co, dengan kekuatan yang ia miliki menyerang gerbang utama dengan segenap kekuatan.


Kasim Co ingin secepatnya mengakhiri peperangan ini dan segera menaklukan kota Jinan, karna ada sedikit ke khawatiran dalam hatinnya, karna pasukan penyuplai perbekalan agak telat datang, dan untungnya ia membawa kereta kereta perbekalan dalam rombongan pasukannya, sehingga dalam 2 atau 3 hari masih merasa cukup untuk, makan para prajurit yang bertempur.


Mo kwi menggebrak kudanya menuju kearah hutan yang berada di sebelah barat kota Jinan, dan langsung menuju kearah bukit bukit yang banyak terdapat di daerah barat kota Jinan.


Mo kwi sudah mempelajari medan di daerah barat, dan ia melihat, tempat yang sangat baik untuk melakuan penyergapan.


Ada sebuah jalan yang di apit dua bukit yang besar dan tinggi, dan itu satu satunya jalan yang bisa di lewati oleh pasukan berkuda.


Kepada kepala komandan yang ikut bersamanya ia memberikan instruksi.


"Paman, dengan 3000 pasukan berkuda tolong bersembunyi di belakang bukit, sedangkan 500 orang pemanah dan 500 orang lainnya, dibagi dua di kiri kanan bukit, kumpulkan semua batu kayu yang besar diatas bukit ini.


"Aku akan memancing pasukan mereka, untuk melalui bukit ini, setelah mereka masuk, hujani mereka dengan batu dan kayu dari atas bukit, lalu panah mereka."


"Setelah itu paman dengan 3000 pasukan, menutup jalan belakang mereka, supaya mereka tidak bisa mundur, sedangkan aku langsung berbalik dan menyerang mereka dari arah depan."


"Pasukan yang berada diatas jika pertempuran pecah di lembah yang di apit kedua bukit ini, hati hati dalam membidikan panah, jangan sampai panah nyasar


dan kawan sendiri yang terkena anak panah."


Mo kwi berkata sambil menatap kepada komandan pasukan, yang mengangguk mendengar pengarahan dari pemuda ini.

__ADS_1


Dengan bergotong royong, batang batang kayu besar dan berbagai macam batu yang besar dan kecil dalam waktu sekejap, telah berpindah keatas di kiri kanan bukit.


"Baik, sekarang mari kita jalani tugas masing masing.


Mo kwi berkata.


Lalu dengan 1000 orang pasukan berkuda, Mo kwi kemudian pergi mencari di sekitar hutan kecil.


Ketika mendengar suara gemuruh langkah kaki kuda, Mo kwi tersenyum dan berkata dalam hati, "agaknya benar dugaanku."


Mo kwi mengamati dari atas sebuah bukit, lumayan banyak jumlah pasukan berkuda mereka, yang akan menyerang pintu barat.


Setelah menguatkan tekad dan hati, melihat pasukan berkuda kaisar Zhiangwen yang kekuatannya begitu besar, Mo kwi kemudian mengeluarkan pedang bintangnya kemudian langsung menyerang kearah pasukan berkuda kaisar Zhiangwen yang di pimpin oleh Co pin.


Mo kwi langsung menggebrak kuda, turun dari bukit diikuti oleh 1000 pasukan yang bersama dengannya langsung menuju pasukan kaisar Zhiangwen.


Mo kwi langsung melemparkan pedang bintangnya.


jurus pedang terbang, langsung membabat 3 buah kepala penunggang kuda pasukan kaisar Zhiangwen.


Kasim Co pin, melihat, setelah pedang itu berputar di udara, lalu melesat menuju kearah, seorang pemuda yang tengah mengamuk diantara pasukan berkuda miliknya yang berada di barisan paling depan.


Mo kwi kemudian menarik dan mengambil pedangnya kembali, setelah melihat Kasim Co pin, menghantam pedang bintangnya.


Mo kwi sudah menegaskan kepada pasukannya untuk bertempur tak kenal ampun, sikat, babat dan hantam, di tempat anggota tubuh yang mematikan yang langsung membuat binasa musuh.


Kasim Co pin sangat geram dengan sergapan yang dilakukan oleh musuh, dan langsung menggebrak kudanya, menuju tempat Mo kwi mengamuk.


Pedang kasim Co pin menyambar kearah kepala


Mo kwi, pemuda itu lalu loncat dari atas kudanya, dan menyambar 2 orang, yang lansung terpental, dan tewas, dengan kepala putus dan dada yang hampir terbelah terkena tebasan pedang bintang, Kasim Co pin yang marah terus mengejar kearah Mo kwi yang seperti menghindari serangan, yang dilakukan olehnya.

__ADS_1


Pedang gila, membabat musuhnya sambil tersenyum, dan seperti menikmati pertempuran, apalagi pedang kelabang biru yang sangat beracun, sekali gores bisa langsung tewas dengan tubuh yang membiru.


Melihat Pasukan berkuda musuh sudah mulai mengepung pasukannya, Mo kwi kemudian memberi isyarat untuk mundur, apalagi setelah melihat pasukannya sudah mulai berjatuhan.


Dengan Pedang bintang, Mo kwi membuka kepungan dan berteriak kepada Pasukannya.


Mundur,..Munduuur...!!


Mo kwi berteriak, Pasukan berkuda anak buahnya yang mengerti maksud dari Mo kwi kemudian berusaha menerobos pasukan musuh yang mulai mengepung.


Seraaang,..Seraaaannng jangan biarkan mereka lolos, teriak kasim Co pin di tengah suara riuh rendah pasukan, dan ringkikan ribuan ekor kuda.


Setelah mengamuk dan membuka jalan, akhirnya pasukan berkuda Mo kwi berhasil keluar, dan menggebrak kudanya untuk lari.


Mo kwi terus berteriak, munduur dan muunduuur


tapi ia melihat Kakak nya masih membabat dan mengamuk di tengah ratusan kepungan pasukan kaisar Zhiangwen, ketika melihat Kasim Co pin hendak mendekati Pedang gila.


Mo kwi langsung melesat kearah kakak angkatnya itu, kemudian dengan sekali sambar, Mo kwi berhasil meraih pinggang kakak angkatnya itu, dan melesat sambil membabat 2 orang pasukan musuh dan mengambil kuda mereka.


Kakak, kita mudur dulu, nanti di bukit sana kita bertempur lagi.


Pedang gila mendengus mendengar perkataan Mo kwi, dan masih terus membabat pasukan yang terus mendekatinya, dan pedang gila diatas kuda ketika duduk di posisi terbalik,


Mo kwi yang langsung menarik tali kekang kuda milik pedang gila dan langsung menggebrak tali kekang, kuda itu yang terkejut dan merasa kesakitan lalu lari sangat kencang, mengikuti kuda yang di tunggangi oleh Mo kwi, sementara pedang gila masih membabat kiri dan dan kanan musuh yang bisa di jangkau, ketika hendak berdiri dan loncat dari atas kuda, Mo kwi berteriak


"Hentikan kakak..!!" jika tidak jangan ikut denganku lagi."


mendengar teriakan Mo kwi, Pedang gila mendengus dan meyambar dua buah tombak dan langsung melemparkannya kearah pasukan kaisar Zhiangwen, yang mengejarnya dan langsung menembus dada, kemudian terjugkal.


Sambil duduk diatas kuda yang menghadap kebelakang, dan kuda yang berlari kencang, sambil memegang pedang kelabang biru miliknya.

__ADS_1


Pedang gila menatap tajam kearah pasukan berkuda kaisar Zhiangwen, sambil berkata pelan.


Awas kalian nanti.


__ADS_2