
Wajah gubernur Lie pucat pasi setelah melihat 10 orang murid yang biasa mengambil upeti dari rumahnya, terkapar tewas tanpa ada yg mengeluarkan darah, prajurit penjaga rumah pun sama seperti gubernur Lie, wajahnya pucat pasi apalagi setelah memeriksa semua anggota perguruan Naga merah, dan dapat di pastikan bahwa mereka semua telah tewas.
"Mereka pasti tak kan tinggal diam, aku sudah berusaha untuk menjaga kedamaian di Qu fu, tapi akhirnya dengan kejadian ini, kedamaian akan semakin jauh."
"Apa maksud dari perkataanmu ?" Mo kwi berkata kepada Pedang gila.
"Kakek hutan itu merasa kesal,..!!" Pedang gila berkata.
Hmm..!!
"Paman, kenapa kau membunuh mereka semua ?"
Mo kwi berkata kepada Dewa langit.
"Hmm....!!" mereka tak kenal, tapi tanya tanya," Dewa langit berkata.
Mo kwi yang mendengar perkataan dari Dewa langit langsung menarik nafas, sedangkan Ling ji tertawa pelan, sambil menutupi mulutnya.
Aku seharus nya tak meninggalkan mereka berdua di sini.
"Jika ada aku, mereka tak akan melakukan hal seperti ini, tapi aku yakin murid perguruan naga merah itu pasti sudah berbuat tidak sopan kepada Dewa langit, sehingga mereka semua terkena akibatnya," Mo kwi berkata dalam hati.
"Tuan gubernur, ini adalah kesalaham dari pihak kami, tuan gubernur tak usah takut, kami akan bertanggung jawab," Mo kwi berkata setelah melihat gubernur Lie wajahnya pucat pasi.
"Gubernur Lie, tapi ada keanehan yang aku lihat, bahwa mereka mengambil upeti dari tuan, apa aku tidak salah dengar ?" Mo kwi berkata.
Tuan mari kita bicara di dalam, suruh saja pengawal tuan untuk berbicara di dalam, nanti jika perguruan naga merah mengirim orang nya kembali, biar aku yang akan bicara dengan mereka.
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari gubernur Lie, dan mengikuti langkah gubernur Lie masuk kedalam gedung.
Tuan Mo cian, aku menjadi gubernur kota Qu fu, tak seperti para pelancong bayangkan, hidup dengan enak sambil memangku jabatan, pasti mereka berpikirnya seperti itu.
"Tapi apa yang tampak, belum tentu sama dengan kenyataan yang ada," aku tak mau ada pertumpahan darah di kota Qu fu ini, sehingga memberikan jatah upeti kepada perguruan Naga merah, dan mereka membantu mengamankan kota, dan sekaligus memungut pajak para pedagang dan para pemilik usaha di kota Qu fu ini.
"Dan bukan hanya kota Qu fu, Tianjin, Shenyang dan juga Dalian sama seperti kota Qu f, gubernur Lie berkata.
"kenapa kalian tak melaporkan kejadian ini ke kota raja, untuk menambah pasukan dan peringatan untuk perguruan Naga merah, supaya tak mencampuri urusan pemerintah." Mo kwi berkata.
"Tuan Mo cian..!!" kami dari pihak pemerintah juga tidak tinggal diam, dan berusaha untuk melaporkan peristiwa ini dan beberapa kali mengirimkan utusan, tapi entah kenapa utusan kami itu sebelum sampai kota Nanjing mereka di temukan tewas, dan akhirnya kami mengetahui bahwa utusan kami telah mereka bunuh, sehingga tak ada laporan ke kota raja, apalagi mereka membuat kota seakan akan nyaman, sehingga pemerintah menganggap tidak ada yang perlu di khawatirkan.
"Rupanya begitu," Mo kwi berkata sambil menganggukan kepala, mendengar cerita dari gubernur Lie.
Aku sering berdagang, tapi baru mendengar nama perguruan Naga merah, setahu aku hanya perguruan naga langit yang ada yang memakai kata Naga, dan mempunyai cabang di banyak kota besar.
"Tuan Mo cian, perguruan Naga merah berkempbang sangat pesat, dan aku mendengar kabar mereka di sokong dan di biayai oleh sebuah perkumpulan besar dari sebrang lautan."
Mo kwi terkejut mendengar perkataan dari gubernur Lie dan berkata, "apa tuan tau siapa otak yang berada di balik perguruan Naga merah ?"
Gubernur Lie lalu berbisik pelan dan berkata, "mereka adalah perkumpulan Bajak merah dari sebrang lautan, yang sudah mulai merintis usaha mereka di daratan tionggoan kita"
Hmm..!!
"Jadi mereka juga yang telah berbuat ulah, merompak para pedagang, lalu hasilnya mereka sebarkan di daratan tionggoan, untuk menutupi hasil dari harta rampasan yang banyak mereka lakukan di perairan dekat pulau tempat markas mereka," Mo kwi berkata dalam hati.
"Apa gubernur Lie tau siapa yang memimpin perguruan Naga merah ?"
__ADS_1
Tuan Mo.cian, aku hanya tau perguruan Naga merah di pimpin oleh, 3 pendekar Naga, kaki naga yamg memegang ke kuasaan di kota Qu fu, di kota Thianjin yang mereka bilang markas pusat, ada tangan Naga, sementara di kota Dalian, ada kepala Naga.
Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari gubernur Lie.
ketika mereka bercakap cakap, penjaga yang tadi masuk, datang kembali dan lansug memberi hormat, kali ini wajah nya tampak sangat ketakutan.
Gubernur, para tetua dari perguruan Naga merah datang, dan minta bertemu dengan gubernur Lie.
Wajah gubernur Lie langsung pucat mendengar perkataan dari prajurit penjaga itu, dan ia ragu untuk berdiri dan menemui oranv utusan dari perguruan naga merah.
"Mari gubernur, kita temui mereka..!!" Mo kwi berkata ketika melihat gubernur Lie ragu ragu untuk berdiri, setelah mendengar perkataan Mo kwi, gubernur Lie
Mengangguk setelah mendengar perkataan dari Mo kwi, lalu keluar di ikuti oleh Mo kwi, Ling ji, Dewa langit dan Pedang gila.
Ketika sampai di ruangan, wajah gubernur Lie tampak pucat, melihat lima orang yang tengah duduk di ruangan depan.
Gubernur Lie memberi hormat lalu berkata.
Wakil tongcu perguruan Naga merah cabang kota Qo fu, kenapa datang tak memberi tahu sehingga, kami bisa menjamu tuan tuan sekalian.
Dan kenapa tuan wakil datang sendiri kesini, kan bisa menyuruh orang untuk memanggil hamba ke perguruan Naga merah.
Aku ada perlu datang kesini, tapi melihat tamumu yang datang, aku jadi lupa untuk apa aku datang ketempatmu gubernur Lie.
Kakek yang berkata kepada gubernur Lie adalah salah seorang dari dua orang yang bertemu dengan Mo kwi semalam.
Tuan Mo cian kita betemu lagi, kakek itu berkata kepada Mo kwi, sedang apa tuan Mo cian ada di rumah gubernur Lie.
Tuan pasti tahu seorang pedagang seperti hamba, jika ingin membuka kongsi dagang, pasti mendatangi penguasa di kota yang kami tuju dan meminta ijin untuk berdagang atau membuka kongsi dagang.
Mo kwi mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari kakek itu, lalu berkata.
"Tuan, aku sebagai pedagang walau masih berusia muda tetapi tahu aturan, dan kami pedagang selalu meminta bantuan penguasa negri, dan belum pernah ada perguruan manapun yang sanggup memberi jaminan keamanan dan perijinan seperti pemerintah yang berwenang.
"Tuan Mo, jika ada perguruan Naga merah di kota itu, tuan mo boleh meminta ijin, tapi ada aturan aturan yang harus di turuti oleh pedagang itu,"
"Aturan apa yang kalian maksudkan ?"
Tua Mo harus memberikan separuh keuntungan hasil dari penjualan kepada kami, dan sebagai imbalannya kami akan mengamankan daerah perdanggan yang sudah mau mengikat perjanjian terhadap kami.
Hmm,..!! jadi kalian bertugas seperti pemerintah," apa kalian tak takut dengan pemerintahan yang baru.
Pemerintah sedang sibuk memikirkan dirinya sendiri, dan tak kan peduli dengan kota kota kecil yg jaraknya jauh dengan ibu kota.
"Tuan Mo cian, aku bisa memastikan jika kalian mau membagi setengah hasil keuntungan perdagangan yang di peroleh kongsi dagang yang menjual di kota yang ada di perguruan Naga merah kami akan menjamin keamanan kalian.
Maaf tuan, jika kami harus membagi keuntungan setengah dari hasil penjualan, kami yang akan repot nantinya, kami juga punya pekerja yang harus di bayar tuan, jadi maaf kami tidah setuju dengan usul tuan.
Mendengar perkataan dari Mo kwi, kakek yang merupakan, wakil ketua dari tongcu perguruan Naga merah, wajah nya tampak berubah, seringai seram terlihat dari mulutnya, dan berkata kepada Mo kwi.
Tuan Mo, kami tidak mau memaksa tetapi jika tuan ingin berdagang di kota Qu fu, maka hanya itu satu satunya jalan, dan kami tak pernah memaksa orang.
Mendengar perkataan dari wakil tongcu itu, Mo kwi mendengus.
Hmm..!!
__ADS_1
"Tuan gubernur, kota ini siap yang memimpin ?" sepertinya kau hanya seperti seorang boneka, jika kaisar Yongle mengaetahui hal ini, apa kau tidak takut keluargamu akan di anggap berkhianat ?" Mo kwi berkata kepada gubernur Lie dan wajah pemuda itu mulai berubah.
Gubernur Lie tampak serba salah ketika mendengar perkataan dari Mo kwi.
Ketika gubernur lie belum juga menjawab, lalu terdengar salah seorang dari kelima orang itu berkata, "gubernur Lie, apa kau sudah titipkan jatah bulanan untuk kami, aku tidak berpapasan di jalan, apa mereka masih di sini dan belum kembali ?"
Wajah gubernur Lie langsung berubah, dan tak bisa menjawab perkataan dari anggota perguruan Naga merah.
"Kenapa tak menjawab gubernur Lie, atau mereka sudah kembali,..?"
Mo kwi yang tak tega melihat gubernur Lie lalu berkata,
Tuan,..!!" tadi ada kesalah pahaman, dari anak buah perguruan Naga merah dengan salah seorang pengawal ku, dan kejadian itu membuat anak murid perguruan Naga merah, bentrok dengan pengawal ku tuan dan mohon di maaf kan, masalah kerugian yang di derita, Mo cian akan bertanggung jawab penuh dengan apa yang terjadi.
Orang yang tadi berkata, wajahnya langsung berubah mendengar perkataan dari, Mo kwi dan langsung menggebrak meja.
Braaak...!!
Agak nya kau pedagang yang keras kepala, sudah memprotes cara kami, sekarang kau malah bentrok dengan anak murid perguruan Naga merah.
Wakil ketua, ijinkan hamba membereskan mereka, orang itu berkata, kepada kakek yg pernah bicara dengan Mo kwi.
Wakil tongcu itu mengangguk mendengar perkataan dari anak buahnya.
Setelah mendapat ijin, lalu orang itu berdiri.
Gubernur Lie tampak gemetar tubuhnya, sedangkan Mo kwi hanya tersenyum melihat orang itu berdiri.
"Siapa pengawal yang tadi bentrok dengan anak buah ku ?"
"Aku..!!" Dewa langit berkata.
"Tua bangka katakan di mana anak buahku ?" orang itu berkata.
"Kau ingin bertemu, dengan anak buah mu ?" Dewa langit berkata, pria itu mengangguk mendengar perkataan Dewa langit.
tak lama setelah ia mengangguk,
Whuuut,..!!
Sebuah bayangan putih berkelebat dengan sangat cepat, dengan jurus Kim na jiu dari hutan larangan.
Dewa langit sampai di depan orang itu yang kaget dan tak sempat menghindar, tapi langsung meninju kearah Dewa langit, Dewa langit menepis tangan yang meninjunya dengan tangan kiri, lalu tangan kananya langsung bergerak dan sudah mencengkram tenggorokan orang itu.
Kreeek,..!!
Terdengar suara patahan dari tulang tenggorokan pria itu.
Dan pria itu langsung jatuh ketika Dewa langit melepaskan tanganya dari leher pria itu,
dan berkata.
"Temui anak buahmu"
.
__ADS_1
.