Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 65 Melawan Siwi Rajawali Perak


__ADS_3

Cao pi melotot melihat ketuanya, yg sejak tadi ia ragukan.


"Gila..!! sekali gerak, baja pelindung dada pasukan siwi sampai melesak seperti itu, dan langsung tewas."


Sinie dan kedua kakak beradik, Shin bwe dan Shin hoa, juga sangat terkejut, tak menyangka seorang pemuda yang terlihat biasa, bisa melakukan hal seperti itu.


"Sinie, perkenalkan..!! inilah ketua perguruan tengkorak putih yang baru," Cao pi dengan bangga berkata kepada Sinie suthay.


Sinie suthay setelah mendengar perkataan dari Cao pi kemudia memberi hormat kepada Mo kwi, begitu pula Shin bwe dan Shin hoa,


"Maaf kan pinie ( aku ) yang tidak mengetahui bahwa tuan muda adalah ketua perguruan tengkorak putih."


"Sudahlah sinie, tak usah banyak peradatan," Mo kwi berkata.


"Bagaimana adik bwe, boleh aku bantu..?" tanpa berkata lagi, Shin bwe mengangguk mendengar perkataan dari Mo wki, wajah Shin bwe merah dan agak malu malu.


Sementara kepala besi langsung memerintahkan anak buahnya untuk bersiap, setelah melihat seorang anak buahnya tewas hanya dengan sekali pukul, dan itupun baja pelindung yang dipukul oleh pemuda itu


Shin bwe sangat bersemangat setelah tahu Mo kwi berkepandaian tinggi, dan mau membantu juga, tampan.


"Kalian siwi dari kota raja, yang akan membantu kapak setang menyerang perkampungan lembah awan..!!" Hari ini aku mendapat hoki," Mo kwi berkata sambil menatap kearah kepala besi.


Sinie suthay, Shin bwe dan Shin hoa, terkejut mendengar perkataan dari Mo kwi bahwa siwi ini akan menyerang perkampungan mereka, "ketua, apa benar perkataanmu..?" Sinie suthay berkata.


"Aku kesini justru karna urusan itu, untuk memperingati perkampungan lembah awan dari bahaya."


"Benar tidak botak,..?" Mo kwi berkata kepada Kepala besi.


"Agaknya rencana tuan Kampak setan bocor," kepala besi berkata dalam hati


"siapa namamu anak muda..?" Mungkin kau ada dalam daftar nama kami," kepala besi menyeringai, biarpun satu orang anak buahnya tewas, mereka masih 20 orang, dan bisa melakukan formasi andalan mereka dengan 10 orang, formasi pedang gelombang, yang membuat pasukan siwi Rajawali perak sangat terkenal.


Dan kepala besi yakin, dengan formasi Pedang gelombang mampu menghadapi Mo kwi.


"Orang memanggilku Iblis gurun."


Hmm,..!!


"Kau orang kedua dalam daftar buruan kami setelah Shin mo, ketua Dewa iblis.


Kalian berdua yang paling banyak membunuh pasukan Siluman, dan kaisar tidak suka kalian ikut campur urusan kerjaaan."


kami datang memang akan meratakan perkampungan lembah awan," Kepala besi berkata.


"Jika memang aku sudah ada dalam daftar itu beda cerita," Mo kwi berkata.


"Adik Bwe mundurlah, biar kusisakan dua orang untuk ditanyai, dan agaknya aku harus bergerak cepat untuk mengetahui rencana dan markas mereka di daerah dekat sini." Shin bwe setelah tahu Mo kwi pernah bersama ayahnya menyerang pasukan silmuan, sangat senang, lalu mundur dan berdiri disamping Sinie suthay

__ADS_1


"Pedang gila kau jaga di belakang mereka, selain sibotak dan salah satu pemandu jalan yang mau menunjukan jalan, ke tempat mereka berkumpul, bunuh semua," sudah kebiasaan, Pedang gila berkata.


"Baik guru."


Lalu melesat dengan cepat kearah belakang kedua puluh orang siwi ditambah dua pemandu jalan.


"Pedang gila..!!"


"Sejak kapan pedang kelabang biru jadi milik Pedang gila..?" Sinie berkata dalam hati.


Sedangkan kepala besi, terkejut melihat kecepatan gerak dari kakek berwajah merah, apalagi ketika mendengaf kakek berwajah merah menyebut guru kepada Mo kwi.


Kepala besi lalu memberi isyarat, membentuk formasi andalan mereka Pedang gelombang.


Lima orang setengah berjongkok didepan, sedangkan lima lainnya berdiri dibelakang, masing masing memegang pedang dan mengarah kedepan.


Sementara sepuluh lainnya bersiap dengan posisi serupa, yang dipimpin langsung oleh kepala besi.


Jari pedang ku, apa bisa menembus baja pelindung tubuh mereka, Mo kwi berkata dalam hati.


Setelah mendapat isyarat,


Kelima orang yang setengah berjongkok, melesat kearah bagian bawah tubuh Mo kwi, sambil menyabetkan pedang mereka.


Sedangkan yang berdiri melesat keatas, dan menyerang mengarah dada dan kepala Mo kwi.


Semua yang melihat Mo kwi di serang, menahan napas, karna sepuluh hawa pedang menimbulkan suara gemuruh seperti gelombang membabat tubuh Mo kwi


Mo kwi menarik napas dalam dalam, lalu bergerak dengan langkah kilin, yang sangat cocok dipakai menghadapi musuh yang mengeroyok.


Tubuh nya melesat kekiri dan kekanan, dan terkadang mengangkat sebelah kakinya, menghindari sabetan pedang para siwi rajawali perak, lalu menangkis, dengan ilmu jari pedang.


Kemudian dengan lincah meloncat sambil menyepak pinggang seorang siwi yang berada paling depan, dan langsung terpental.


Setelah berhasil, Mo kwi kemudian turun dan kakinya menginjak pedang sebagai tumpuan melenting kembali kebelakang sambil bersalto, dan turun di belakang para siwi, lalu langsung mengeluarkan pukulan inti api, menghantam seorang siwi yang berada paling belakang, Siwi itu langsung terpental dengan punggung hancur dan tewas seketika.


Mo kwi tidak berhenti, ia lalu melesat kearah dua orang siwi yang berdekatan, dengan langkah kilinnya, Mo kwi menghindari tebasan yang kearah leher, hanya dengan memiringkan sedikit badan, dan pedang itu lewat beberapa senti dari leher Mo kwi, setelah berhasil menghindar, Mo kwi bergerak dan telah berada didepan dua orang siwi, lalu kedua tangan Mo kwi begerak sangat cepat, dan sudah memegang kepala kedua orang siwi itu, lalu kedua tangan Mo kwi, mengadu kedua kepala Siwi itu.


Praaaaaak,..!!


Setelah Mo kwi melepaskan tangannya dari kepala kedua Siwi lalu meloncat mundur.


Keduanya langsung jatuh, darah merah bercampur putih keluar dari balik pelindung kepala siwi itu, kepala keduanya pecah diadu oleh Mo kwi.


Cao pi mulutnya sampai ternganga, melihat aksi ketuanya.


Sedangkan Sinie suthay, mengelengkan kepala,

__ADS_1


"Aku melihat langkah 1000 setan mabok milik insu Thian mo sangat rumit, tapi ilmu langkah Iblis gurun ini, ternyata lebih rumit lagi," setelah Sinie melihat langkah Kilin yang digunakan Mo kwi.


Kepala besi sangat terkejut, ketika melihat Mo kwi dengat sangat mudah menghindari serangan formasi Pedang gelombang, lalu balik menyerang, dan bisa membunuh empat anak buahnya.


Keenam orang siwi sangat gusar, melihat kematian yang mengenaskan dari empat orang rekan mereka.


Melihat Mo kwi mundur, Keenam orang itu bergerak memburu kearah Mo.kw.


Mo kwi kemudian berusaha meningkatkan panas tenaga dalam yang berada ditubuhnya.


Coa mo dan Coa kwi langsung keluar dari balik baju, dan melesat menjauh, mereka yang disana tak begitu memperhatikan keluarnya Coa mo dan Coa kwi.


Mo kwi kemudian dengan cepat lalu mengerakan tangannya, dan meyalurkan hawa tenaga dalamnya yang bersipat panas dan bergolak.


Perlahan tangan kanan Mo kwi mulai merah, dan setelah, seperti menyala.


Mo kwi menghantamkan tangannya kearah keenam


siwi yang sedang menyerangnya.


Awaaaas, Dhuuaaar..!!


Teriakan kepala besi, terlambat.


Jurus pukulan Naga api keluar, dan menghantam


keenam orang itu.


Empat orang terdepan langsung terpental, dan yang dua dibelakang selamat, karna tertahan keempat anak buah kepala besi yang tewas didepan


Baja pelindung tubuh keempat orang itu, berubah berwarna merah, dan dari tubuh keempat siwi, mengepul asap, tubuh mereka juga berubah warna memjadi merah, dan terlihat tubuh mereka sangat panas.


Semua yang melihat terkejut, melihat pukulan dasyat yang dikeluarkan oleh Mo kwi.


Kepala besi wajahnya pucat melihat pukulan Mo kwi.


Kedua siwi yang selamat sangat kaget dan mundur, tapi mereka mundur kedekat Pedang gila, yang langsung menebas kearah leher siwi dengan pedang kelabang biru.


Craaaash..!!


Sekali tebas kedua kepala terpisah dari badan dan salah satunya menggelinding kearah kepala besi, dan wajah kepala siwi yang putus itu, tepat menghadap wajah kepala besi.


Wajah dikepala siwi yang putus itu, menunjukan raut wajah yang sangat ketakutan, dari raut wajahnya seperti ingin menyuruh Kepala besi, lekas angkat kaki meninggalkan tempat ini sebelum terlambat.


Kepala besi tersadar dari lamunannya ketika mendengar Mo kwi berkata.


Cepat kita bereskan urusan ini, aku memburu waktu.

__ADS_1


__ADS_2