
Sepasang suami istri paruh baya dan seorang kakek memasuki rumah makan sederhana, dan tempatnya tak begitu ramai.
Hari belum begitu siang, mereka lalu memesan beberapa makanan dan arak.
Sehabis makan, mereka santai sambil minum arak, dan bercakap cakap.
Sepasang suami istri dan kakek itu adalah Mo kwi dan putri Qiao lalu kakeknya adalah Han sikong.
Aku tak melihat tanda tanda yang mencurigakan, Han sikong berkata, Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Han sikong.
Putri Qiao tak begitu memperhatikan perkataan Han sikong, matanya menatap kearah seorang peramal yang berpakaian ala pendeta Tao, rambut nya putih dengan jenggot panjang membawa sebuah kebutan.
"Aku ingin diramal," tiba tiba putri Qiao berkata, sambil melihat peramal yang berada di sebrang rumah makan.
Mari kita main main sebentar, putri Qiao berkata, sambil tersenyum.
Akhirnya mereka mengikuti putri Qiao yang terus memaksa ingin minta diramal.
Peramal berpakaian pendeta Tao itu tersenyum, dan memeberi hormat kepada putri Qiao yang berada dihadapannya.
Hamba bernama Bin bin, dengan 2 tail perak, nyonya bisa tahu, rejeki, peruntungan, jodoh dan anak,..Bagaimana,..? peramal bernama Bin bin itu berkata sambil senyum senyum kearah putri Qiao.
"Hmmm, Apa ya,"..!!
putri Qiao berkata, sambil berpikir
Bagaimana kalau anak,..?
peramal itu berkata, sambil senyum senyum, mendengar perkataan peramal itu, putri Qiao wajah nya merah dan tertunduk malu, lalu berkata perlahan, apa kau bisa,..?
Kau akan mempunyai banyak anak nantinya,
"Chiiiis,"..!!
Terdengar suara Mo kwi mendengar perkataan peramal itu wajah nya tersenyum, mendengar perkataan dari peramal itu.
Putri Qiao menatap kearah Mo kwi sambil cemberut, dan berkata "kenapa kau,"..? Mo kwi tak menjawab perkataan putri Qiao.
"Teruskan,"
Putri Qiao berkata kepada peramal itu,
Peramal itu lalu seperti membaca mantra, dan menari nari sambil membunyikan lonceng kecil.
Mo kwi hanya tersenyum melihat peramal itu, menurutnya peramal itu hanya orang yang mencari uang saja, bertingkah dan berkata apa yang disukai oleh orang yang minta diramal, supaya orang itu senang dan memberi uang.
Peramal itu berhenti, kemudian berkata.
Nyonya,..!! "kau akan mempunyai anak banyak dan hidup bahagia, dengan tuan," peramal itu berkata sambil matanya melirik kearah putri Qiao dan Mo kwi secara bergantian.
Putri Qiao tertunduk malu dan sesekali melirik kearah Mo kwi, mendengar perkataan peramal itu.
Tiba tiba peramal itu menghampiri kearah Mo kwi.
"Apa tuan ingin diramal,"..?
"Aku tidak suka diramal," Mo kwi berkata.
__ADS_1
Tapi kali ini tuan harus percaya dengan kata kataku.
mendengar perkataan dari peramal itu, Mo kwi mendekat, lalu menatap kearah wajah peramal itu,
Sekilas ia melihat sebuah tahi lalat kecil ditelinga kiri peramal itu yang agak tertutup oleh rambutnya yang berwarna putih.
"Jika tuan kearah barat tuan akan menemui apa yang tuan cari, tapi tuan harus sering sering melihat kebawah," peramal itu berkata sambil menatap wajah Mo kwi.
Tiba tiba terdengar suara lembut di telinga Mo kwi, yang disalurkan dengan tenaga dalam tinggi.
"Iblis gurun, ketua beberapa hari lagi akan datang kekota Fu'yi, aku tahu tentangmu dari Hek kwi, markas kampak hitam, berada dalam goa di tengah hutan dibarat kota ini.
Mo kwi mendengar suara ditelinga nya lalu tersenyum kearah peramal itu sambil mengangguk.
Putri Qiao dan Han sikong heran, melihat Mo kwi dan peramal itu.
Ayo kita pergi, Mo kwi berkata kepada putri Qiao dan Han sikong.
"Tunggu dulu,"..!!
Mo kwi berhenti, mendengar perkataan peramal itu.
"Takan ada yang percaya dengan penyamaran kalian, lebih baik seperti biasa saja, peramal yang ternyata adalah Sian bin, tetua mata mata Dewa iblis berkata kepada Mo kwi, sambil tertawa tawa dan melangkah pergi.
Selain Mo kwi, kedua orang itu terkejut mendengar perkataan dari peramal yang pergi sambil tertawa tawa.
Mo kwi lalu memceritakan kepada putri Qiao dan Han sikong petunjuk yang ia dapat.
Mereka setelah membersihkan penyamaran lalu bergerak dengan mengendarai kuda kearah barat
Putri Qiao memang tak mahir silat, tapi dalam hal berkuda ternyata putri Qiao sangat lincah.
Hutan yang lumayan lebat Mo kwi berkata dalam hati.
Biar aku berjalan didepan, dan paman Han dibelakang, tuan putri ditengah. Mo kwi berkata sambil melangkah mendahului.
Didalam hutan mereka melihat sebuah bukit kecil dan dibawah nya ada sebuah goa.
Agaknya, goa ini yang dimaksud oleh paman peramal Mo kwi berkata dalam hati, ketika hendak melangkah, Mo kwi melihat sebuah ular berwarna hijau mendesis didepannya, Mo kwi lalu teringat perkataan peramal itu, bahwa ia harus sering melihat kebawah.
Jadi yang dimaksud adalah ular.
Sebelum berkata memberitahu, putri Qiao berteriak sambil menjerit.
"Ulaaar,...Ada ulaaar," mendengar jeritan putri Qiao Han sikong lalu mencabut pedang dan menabas ular hijau itu hingga menjadi dua.
Putri Qiao memang paling takut bila melihat ular, dan ia menyadari teriakannya akan terdengar oleh orang yang berada di sekitar sini.
Siapa yang berani membunuh anak buahku,..?
Han sikong yang sudah berpengalaman dan dia juga yang menebas ular itu lalu melangkah kedepan dan berkata.
Paman, kami kesasar sampai kesini, dan ponakanku takut melihat ular beracun itu lalu aku menebasnya.
Mohon maaf, Han sikong lalu memberi hormat kepada kakek berpakaian hijau yang dipinggang nya terselip sebuah seruling yang juga berwarna hijau.
"Enak saja kau bicara kesasar sampai kesini,"..!!
__ADS_1
orang sini tau disini ada bukit ular, dan takpernah berani mendekati, kalian malah sampai depan bukit.
"Siapa kalian, sebenarnya,..?
"Kami memang bukan orang daerah sini tuan," Han sikong masih berkata membela diri.
Siluman ular tak bisa ditipu, sambil mengibaskan tangannya kearah Han sikong.
Shreeet,..Shreeet,..!!
Dua buah ular kecil yang berwarna merah dan seperti mempunyai sayap tipis, melesat kearah Han sikong.
Han sikong menyabetkan pedangnya kearah kedua ular kecil itu, tapi ular itu seperti mengerakan sayap tipisnya dan bergerak menghindari tebasan pedang Han sikong.
Mo kwi ketika melihat ular itu, wajah nya tersenyum, ular gurun api.
Kakek pernah bercerita, ular itu hanya tinggal sepasang saja, dulu sewaktu kau masih kecil, ular itu pernah tinggal disini dan sering tidur bersamamu, mereka senang karna badan mu mengeluarkan hawa panas, dan kau waktu kecil sering bermain main dengan sepasang ular gurun api.
Aku pernah mencari sampai seharian, kebutuhan buat kita, setelah aku pulang aku tak melihat lagi sepasang ular itu.
Ular gurun api sangat beracun, tapi penurut, dan suka pada yang panas, tulang panjang dan kecil dekat kepalanya ada semacam selaput seperti sayap yang bisa membuat ular gurun api bisa terbang tapi tak terlalu jauh, dari bukit kebukit dan menyambar burung yang terbang tak terlalu tinggi.
Ternyata dia yang telah mencuri ular kakekku, Mo kwi berkata dalam hati.
Melihat Han sikong kerepotan, Mo kwi lalu maju dan mengibaskan tangannya, kearah sepasang ular gurun api itu.
Han sikong lalu mundur dan digantikan oleh Mo kwi, sedangkan sepasang ular merah itu kembali kepada kakek berpakaian hijau itu.
Hua,..Ha,..Ha.
Ular naga terbangku akan mendapatkan makanan untuk hari ini, agaknya darah kalian, disukai ular naga terbang miliku.
Ular Naga terbang, katamu,..?
Chuiiih,..!!
Mo kwi berkata, kemudian meludah kesampingnya,
Ia lalu teringat kembali nama sahabatnya itu, yang ia berinama dengan namanya.
Kemudian Mo kwi berteriak
Coa mo, Coa Kwi,.. !!
Apa kau lupa pada sahabatmu,..?
Selesai berkata, Mo kwi lalu mengerahkan ilmu inti api kearah kedua tangannya.
Kedua ular yang sedang berada ditangan kakek berpakaian hijau,
Mendengar teriakan dan hawa panas yang sudah mereka kenal, kedua ular itu berbalik, lalu melesat kearah Mo kwi dan menempel ditangannya yang berwarna merah.
Kakek pemilik ular, putri Qiao dan Han sikong terkejut melihat kejadian itu.
Ular itu bermain main ditangan Mo kwi lalu naik kearah pundak, kemudian kedua ular itu mengesek gesekan tubuh nya kearah leher Mo kwi.
Mo kwi tersenyum melihat tingkah sahabat kecilnya.
__ADS_1
Lalu berkata
"Akhirnya kita bertemu lagi."