Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 144 Sebuah Misi Di Kota Nanjing


__ADS_3

Mo kwi tersenyum melihat kakak angkatnya.


Setiap mahluk hidup berhak mempunyai pasangan, dan merasakan cinta.


Mo kwi lalu masuk kedalam kamar, ia dan Ling ji akhirnya istirahat dan tidur dengan lelap karna menempuh perjalanan, seharian hanya duduk dalam kereta, dan keluar sewaktu senja ketika kereta mereka di hadang.


Mo kwi membuka mata, ketika hidungnya mencium bau wangi masakan, lalu ia bangun dan melihat beberapa hidangan telah tersedia.


"Tuan ingin membasuh wajah terlebih dahulu atau ingin langsung sarapan ?" Mo kwi tersenyum melihat Ling ji, jika hanya kita berdua, kenapa kau menyebut tuan..!!" sebut saja namaku," Mo kwi berkata.


Ling ji tersenyum dan berkata, "baik kwi koko."


Mo kwi kemudian membasuh muka, dan Ling ji membantu membereskan rambut Mo kwi, setelah selesai, lalu keduanya sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan, dan ling ji membereskan, alat alat makan, terdengar ketukan dari pintu kamar.


"Masuk..!!" Mo kwi berkata, tak lama kemudian ia melihat Zhou fang, To heng, Pedang gila dan nenek Kharmila, memasuki kamar yang memang mempunyai ruangan luas dan ada meja, kursi untuk beberapa orang yang berkumpul.


"Apa kalian sudah sarapan atau makan ?" Mo kwi berkata, ke empat orang itu mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, "kakak, apa tidur nyenyak ?" Mo kwi berkata sambil tersenyum, Pedang gila berkata, mendengar perkataan Mo kwi, "banyak nyamuk tak bisa tidur." Ling ji tertawa cekikikan mendengar perkataan Pedang gila.


Setelah berbasa basi sebentar lalu pembicaraan mulai serius.


"Paman Zhou fang dan paman To heng, bagaimana dengan, tugas yang pertama kita obrolkan sewaktu berada di Jinan ?"


"Memang ada 2 kelompok berada di kota Nanjing ini."


"Kelompok yang mendukung kaisar Zhiangwen dan kelompok yang berpikir kaisar tak mempunyai pendirian, dan hanya sebagai kaisar boneka, dan rata rata yang punya pemikirian seperti itu, adalah mentri mentri Tua yang dahulu, pernah berjuang bersama kaisar Hong wu, kakek dari kaisar Zhiangwen.


"Dan hamba sudah memberi, kabar tentang tuan Mo cian kepada Mentri Cu ming." Zhou fang berkata.


Mentri Cu ming adalah mentri yang tak suka dengan kepemimpinan dari kaisarZhiangwen yang hanya tau bermain perempuan, dan tak pernah mau mengurusi, persoalan rakyat, dan selalu menugaskan Kasim co yang malah memberatkan rakyat.


"Dan kami memberitahukan tentang Tuan Mo cian kepada Mentri Cu ming." karna hamba mempunyai saudara jauh yang bekerja dengan mentri Cu ming."


"Apa yang kau katakan..?" Mo kwi berkata.


Hamba mengatakan bahwa Tuan Mo kwi adalah pedagang yang sering keluar masuk Beiping, dan menjadi langganan dari keluarga Raja muda Yan, dan mentri Cu ming tertarik dan ingin bertemu tuan, nanti malam, Zhou fang berkata sambil mengedipkan matanya kearah Mo kwi, dan pemuda itu tersenyum, mengerti apa maksud dari kedipan mata Zhou fang.


Dan paman To heng, apa yang sudah paman dapatkan, Mo kwi berkata, "hamba belum memancing ikan besar tuan muda..!!" tapi ikan ikan kecil yang bertugas di Pintu timur yang agak sepi, sudah banyak yang kita jaring, dan mereka setuju untuk membantu kita."


"Tetapi kita juga harus waspada, karna kita berada di tempat musuh, kawan dan lawan terlihat sama," Mo kwi berkata kepada To heng, dan To heng mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Baik..!!" kita laksanakan rencana masing masing, nanti malam, aku akan menemui mentri Cu ming, dan paman To heng sebisa mungkin dekati perwira perwira yang tidak puas kepada kepemimpinan kaisar Zhiangwen."


"Mata elang dan langkah angin, segera beri kabar ke kota Jinan untuk segera pasukan bergerak ke Nanjing dan kita usahakan, setelah pasukan mendekat, kita bisa membuka salah satu gerbang kota Nanjing," setelah memberikan arahan arahan, Mo kwi lalu memberi isayarat kepada mereka bergerak.


Zhou fang dan To heng meninggalkan kamar Mo kwi untuk memberi tahu kepada Mata elang dan langkah angin sementara, ia lalu bercakap cakap kepada nenek kharmila dan Pedang gila.


"Jadi tuan Muda tidak di kawal dengan kami ?" nenek kharmila berkata.


"Jika kalian ikut akan menimbulkan kecurigaan dari mentri Cu ming, nenek kharmila adalah orang asing, sementara jika aku ajak kakak ikut, nanti nenek kharmila tak ada yg menemani." Ling ji tertawa mendengar perkataan Mo kwi, nenek kharmila wajahnya merah jengah, hanya Pedang gila yang terlihat biasa saja.

__ADS_1


Sehabis senja dan merangkak malam, Mo kwi, Ling ji dengan menggunakan kereta kuda dan di temani oleh Zhou fang pergi ketempat kediaman menteri Cu ming, yang mempunyai rumah tidak di dalam komplek istana kaisar Zhiangwen.


Karna tau bahwa jika tinggal di istana, akan membuat ia susah bergerak dan selalu di curigai oleh anak buah kasim Co.


Sebuah rumah yang besar dan terletak di pinggiran kota Nanjing, dan di jaga oleh beberapa prajurit.


Kereta kuda yang di tumpangi Mo kwi sampai.


Zhou fang yang bertindak sebagai kusir lalu turun, dan melapor kepada prajurit jaga, setelah melapor ke dalam, tak lama kemudian prajurit jaga itu datang dan membuka pintu gerbang rumah mentri Cu ming, kereta yang di tumpangi Mo kwi kemudian masuk ke dalam.


Zhou fang turun lalu membuka pintu kereta kuda, Mo kwi yang berpakaian mewah turun dan Ling ji mengikuti, sebelumnya memang Mo kwi ragu untuk mengajak Ling ji, karna gadis itu sebelumnya adalah anak buah kasim Co, tapi setelah Ling ji berkata, bahwa kasim Co tak pernah memperkenalkan, orang orang yang mempunyai kepandaian dan selalu menutup rapat mereka, karna tugas mereka yang terkadang juga membunuh, orang penting istana yang tak setujuan dengan kasim Co.


Setelah mendapat kepastian itu, baru Mo kwi mau mengajak Ling ji.


Mo kwi memasuki rumah dan di dalam ruangan sudah terlihat 3 orang pria tua yang berpakaian mewah, dan wajah mereka tersenyum melihat Mo kwi datang.


Ketika sampai, Mo kwi lalu membungkuk kepada seorang tua yang terlihat sabar dan rambutnya sudah memutih, dan Zhou fang sudah memberi bisikan, ketika berjalan bahwa orang tua yang terlihat sabar itu adalah mentri Cu ming, dan kedua orang yang berada di samping mentri Cu ming, Zhou fang juga belum mengetahui siapa mereka.


"Terima kasih atas kesediaan tuan mentri, menerima pedagang kecil seperti Mo cian untuk bertemu," Mo kwi berkata sambil membungkukkan badan.


Mentri Cu ming tersenyum, melihat pedagang sutra yang di kenalkan oleh Zhou fang melalui Congkoan dari mentri Cu ming, yang merupakan masih saudara jauh dari Zhou fang.


Setelah memberi hadiah sutra sutra terbaik kepada mentri Cu ming dan kedua orang yang bersama Cu ming, mereka lalu bercakap cakap.


Mentri Cu ming suka melihat kesopanan dari Mo cian.


Setelah mereka bercakap cakap, lalu akhirnya pertanyaan yang di tunggu tunggu oleh Mo kwi keluar juga dari mulut Cu ming.


"Betul Taijin ( pejabat ) tapi hamba tidak begitu kenal dengan yang lain, yang menjadi langganan hamba adalah putri Qiao, anak angkat Raja muda Yan," Mo kwi berkata.


Mentri Cu ming makin tertarik dengan perkataan dari Mo kwi, tentang putri Qiao, dan bertanya, "apa yg kau ketahui tentang anak angkat Raja muda Yan, yang aku dengar telah berhasil mempertahankan kota Jinan, hanya dengan memiliki setengah pasukan dan sampai menewaskan kasim Co, yang pasukannya 2x lipat dibandingkan pasukan Raja muda Yan ?"


"Tapi,..tapi, apa tidak menjadi masalah jika hamba bercerita Taijin, bukankah ini, ini adalah," Mo kwi lalu diam dan tak meneruskan perkataannya.


"Tidak apa apa tuan Mo..!!" kau adalah pedagang dan bukan prajurit, atau anak buah Raja muda Yan, dan yang menyuruh mu bicara adalah aku..!!" mentri Cu ming berkata.


Setelah mendapat ijin dari sang mentri lalu Mo kwi menceritakan kepribadian dari Putri Qiao, dan ia tak membicarakan secara jelas, hanya berkisar tentang apa yang memang sudah didengar oleh banyak orang.


Mentri Cu ming lalu mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, lalu berkata, "apa kau tau siapa kedua orang ini ?" Mo kwi menggelengkan kepala mendengar perkataan dari Cu ming.


"Ini adalah tuan Meng ho komandan siwi yang bertugas di pintu masuk istana, dan ini tuan Yo tian, komandan pasukan, pintu timur dari gerbang kota Nanjing," setelah berkata, lalu mentri Cu ming menatap kearah Mo kwi, dan memperhatikan wajah pemuda itu, dan wajah Mo kwi terlihat biasa saja.


"Tuan bertiga adalah orang penting istana kaisar Zhiangwen, hamba hanya pedagang sutra, yang di permasalahkan oleh pedagang seperti hamba adalah apakah sutra dagangan hamba bisa laku terjual,"


Mo kwi berkata.


Mentri Cu ming, menghela nafas dalam dan berkata, "tadinya kupikir kau bisa menjadi penghubung kami dengan putri Qiao,"


Terus terang bukan kami bertiga saja yang jenuh, dengan pemerintahan yang sekarang penuh dengan penjilat, tapi juga puluhan pembesar, sudak muak dengan pemerintahan ini," Cu ming berkata, sedangkan Mo kwi tak berkata, dan terus mendengarkan perkataan dari Mentri Cu ming, yang berkeluh kesah tentang keadaan di dalam istana, yang sudah membuat sebagian mentri dan pejabat lain tak nyaman, tapi mereka tak berani mengungkapkannya, karna hukuman buat penghianat adalah seluruh keluarga dan keturunan akan di hukum mati.


Mo kwi mengangguk, mendengarkan perkataan dari mentri Cu ming.

__ADS_1


ketika akan berbicara, Mo kwi mengerutkan keningnya, mendengar suara gaduh dari luar, dan menatap kearah pintu, dan tak lama kemudian.


Braaaaaak..!!


Pintu ruangan terbuka, lalu masuk seorang kakek berwajah bengis, yang ditemani oleh 4 orang yang berdiri di belakangya.


Melihat siapa yang datang mentri Cu ming, Meng ho dan Yo tian wajah mereka langsung pucat.


Komandan pasukan bagian hukuman,


Tanpa terasa mereka bertiga menyebut nama,


Dewa maut.


Seorang kepala pasukan yang langsung berada di bawah perintah kaisar Zhiangwen, dan bertugas menyelidiki musuh, ataupun pihak istana yang dirasa berkianat terhadap pemerintahan, dan mereka tak segan segan membunuh, siapa saja yang mereka anggap berkhianat.


"Mau apa tuan datang kemari, apakah ada yang salah dengan kami ?" mentri Cu ming berkata,


"Tuan Cu..!!" aku dengar dari mata mataku, kau mengundang seseorang datang kerumahmu ?"


Dewa maut berkata.


"Memang benar yang tuan katakan, tapi yang ku undang adalah pedagang sutra dan kami akan membeli kain kain sutra, apa salah ?" Cu ming berkata.


"Tuan Cu, kau tak usah basa basi lagi, negara kita sedang berperang, semua pejabat istana tau, kalian bertiga tidak suka dengan pemerintahan sekarang, dan sering menghasut para pejabat dan pembesar istana dengan pikiran sempit mu, dan kalian bertiga sering bersama sama berniat memberontak bukan ?"


"Baik aku akan bicara dengan kaisar tentang masalah ini, dan aku ingin lihat surat tugasmu ?" Cu ming berkata.


"Surat tugasku berada di pedangku ini, dan kepala kalian akan ku ambil dan ku berikan kepada perdana mentri Qi thay."


"Benar dugaanku kau memang anak buah mentri penjilat itu, jika memang itu maumu..!!" kami terpaksa akan membela diri."


"Kalian maju saja bertiga, biar lebih cepat, sedangkan kau, jangan berpikir untuk melarikan diri..!!" Dewa maut berkata sambil menatap kearah Mo kwi.


Mo kwi melihat orang yang dipanggil Dewa maut agaknya orang yang ditakuti di kalangan istana, terbukti dengan wajah Meng ho dan Yo tian yang pucat, melihat kedatangan dari Dewa maut.


"Tutup pintu..!!" biar mereka tak bisa melarikan diri. Dewa maut berkata, lalu salah seorang dari mereka menutup pintu ruangan depan.


"Taijin, siapa orang ini ?" seperti orang yang tak punya sopan santun, Mo kwi berkata kepada Mentri Cu ming.


"Maaf tuan Mo cian, agaknya aku melibatkanmu dalam masalah ini..!!" dia adalah begundalnya perdana mentri penjilat yang bernama Qi thay, kepala komandan bagian hukuman," Cu ming berkata.


"Anak muda, hati hati kau bicara..!!" salah seorang anak buah Dewa maut berkata, Mo kwi yang mendengar perkataan dari orang itu, tanpa melihat sudah tahu dimana ia berada, lalu menyentilkan jarinya.


Whuuut...creeeeb..!!


Sebuah sinar hitam melesat dang langsung menembus kepala, dari orang yang bicara, tubuhnya langsung tersungkur dengan kepala bolong, dan tubuh, perlahan berubah menjadi hitam.


Tanpa melihat hasil dari pukulannya Mo kwi berkata.


"Kau diam saja dulu."

__ADS_1


__ADS_2