Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 45 Orang Berjubah Hitam


__ADS_3

Diao chan, Li chun, melihat ular berwarna merah api di pundak mo kwi terkejut dan mundur selangkah dari Mo kwi, sedangkan Pedang gila tak ada reaksi, tetap berdiri didekat Mo kwi.


"Darimana asal pemuda ini,"..? See in berkata dalam hati sambil melihat ular merah yang berada di pundak Mo kwi.


Liu kang dan murid nya mundur, ketika tubuh teman mereka ambruk, dan berubah menjadi hitam.


"Mulut bisa memperpanjang umur seseorang dan juga bisa memperpendek, tinggal pilih mana yang kalian inginkan," Mo kwi berkata sambil menatap kearah Liu kang.


Wajah Liu kang semakin kelam mendengar perkataan Mo kwi, dan melihat anak murid perguruannya tewas mengenaskan.


Pedang ditangan Liu kang bergetar karna telah dialiri tenaga dalam tinggi, Liu kang menatap buas kearah Mo kwi.


"Kau tau kenapa aku dijuluki si Pedang arwah,"..? Liu kang berkata, "karna jika ada orang yang membuat ku tak senang, maka Pedang ditanganku akan menjadikannya arwah penasaran."


Phuiiiiih,...!!


Terdengar suara Li chun berkata, "jadi ketua perguruan ko suka bohong, dia, dia, dia dan aku sudah membuat mu tak senang, sambil menunjuk kearah See in, Cui im, Pedang gila dan dirinya sendiri, masih belum menjadi arwah, aku bingung, jika kau tak senang dengan dirimu sendiri, apa kau juga akan jadi arwah,"...?


Suasana tegang seketika mencair, mendengar perkataan Li chun, Lin eng dan Diao chan tertawa cekikikan sambil menutup mulutnya, begitu juga yang lain,


tersenyum dan banyak yang tertawa mendengar perkataan dari Li chun.


Mendengar perkataan dari Li chun, Liu kang tanpa berkata langsung melesat kearah Mo kwi sambil terlebih dahulu mengibaskan pedangnya, melihat serangan itu Mo kwi bergerak menghindar.


Coa mo dan Coa kwi, seperti mengerti dengan keadaan tuannya, bergerak seperti terbang kearah Liu kang.


Ketua perguruan pedang suci terkejut, ketika melihat kedua ular itu melesat ke arahnya, serangan ke arah Mo kwi dialihkan dan dipakai untuk menebas Coa mo, sedangkan tangan kirinya menghantam kearah Coa kwi.


Kedua ular yang sudah lama dilatih, dan sering bertempur bersama dengan siluman ular seakan mengerti bahaya yang mengancam mereka.


Selaput tipis di dekat kepala Coa mo terbuka dan daya lesatnya berkurang, Coa mo turun kelantai dan terhindar dari tebasan.


Setelah turun ke lantai, Coa mo sedikit menekuk tubuhnya, kemudian dengan cepat meluncur kembali menyerang kaki Liu kang.


Sedangkan Coa kwi belum sampai ketubuh Liu kang sudah terkena angin pukulan dari Liu kang, Coa kwi terpental, jatuh kemeja tempat tamu undangan, semua yang berada di sekitar meja terkejut melihat Coa kwi, mereka lalu loncat menjauh karna takut digigit oleh Coa kwi.

__ADS_1


Coa kwi terdiam sebentar dimeja, seakan akan kaget kenapa orang orang lari begitu melihatnya.


Dengan menekuk tubuhnya, Coa kwi lalu melesat kembali kearah leher Liu kang.


Liu kang tidak mengetahui bahwa ular gurun api semakin tua umurnya maka sisik kulit ditubuhnya akan semakin keras dan tebal, angin atau pukulan takan sampai melukai bagian dalam tubuh ular gurun api.


Wajah Liu kang pucat pasi, ketika kedua ular itu menyerang kearah tubuhnya dikedua tempat berbeda.


"Gila,..!! "Mereka mengigit dimana saja dapat membunuhku, sedangkan pukulanku seperti tak berpengaruh terhadap mereka, dan sepertinya ular ular aneh ini sudah sangat terlatih untuk menyerang dan menghindari serangan," Liu kang berkata dalam hati, tak terasa keringat dingin keluar dari tubuh Liu kang.


Para tamu undangan yang melihat pertempuran ganjil antara seorang ketua perguruan besar dengan dua ekor ular aneh itu terkejut.


Mereka tak menyangka kedua ular milik Mo kwi sangat terlatih, dan bisa membuat repot ketua perguruan golongan putih terbesar didaratan Tionggoan, Liu kang si pedang arwah.


Tubuh ular yang kecil, yang bisa terbang walau tak terlalu jauh dan sangat beracun terkadang memakai meja, kursi atau dinding sebagai tempat pantulan mereka untuk menyerang, dan sangat merepotkan Liu kang.


Jika hanya tergores pedang atau terkena pukulan tak terlalu dipikirkan oleh Liu kang tetapi ini adalah ular yang sangat beracun, terlihat dari warna ular itu yang merah menyala dan sangat terang seperti nyala api.


Dimana saja kedua ular itu bisa menancapkan gigi yang mengandung bisa, maka bisa membuatnya tewas, dan kedua ular itu selalu menyerang di tempat berbeda sehingga sangat merepotkan Liu kang.


"Hiante, kau harus mengenalkan sahabatmu itu padaku, aku sangat senang melihat mereka,"


Li chun berkata sambil tertawa tawa, Mo kwi mendengar perkataan kakak angkatnya, lalu mengangguk sambil tersenyum.


Dengan Susah payah Liu kang akhirnya berhasil menghindari serangan kedua ular itu, ia lalu melesat mundur.


Melihat musuh mereka mundur agak jauh, Coa mo dan Coa kwi lalu melesat kembali, dan bertengger dikedua pundak Mo kwi.


Murid perguruan pedang suci, wajahnya pucat pasi begitu mengetahui ketuanya sampai meloncat mundur, melawan kedua ular berwarna merah itu.


See in dan Cui im terpana melihat ular gurun api bertengger di pundak Mo kwi, sesekali ular itu seperti mengusap usap leher Mo kwi dengan tubuhnya, begitu juga dengan para tamu yang hadir.


Lin eng dan Diao chan menatap Mo kwi dengan penuh kekaguman, entah kejutan apa lagi yang akan diperlihatkan oleh pemuda tampan yang telah mencuri hati mereka berdua, batin gadis gadis itu.


Suasana hening diruangan itu terhenti ketika mendengar suara tertawa dari Li chun.

__ADS_1


Ha,..Ha,.Ha.


"kau mempunyai julukan Pedang arwah, yang membuatmu kesal jadi arwah, dan aku menyebut ular adiku ini sepasang ular arwah, karna adiku tak senang padamu, maka kau yang akan menjadi arwah, Ha,.Ha,..Ha., Li chun berkata kemudian tertawa.


Liu kang yang mendengar olok olok dari Li chun sangat gusar, amarahnya sudah memuncak sampai dikepala, baru kali ini ia diejek oleh seorang pemuda dogol, dan membuat ia jadi bahan tertawaan dari orang orang yang hadir dalam ruangan ini.


Liu kang mengerti, inilah saatnya untuk menghabisi Mo kwi, jika luka dalam pemuda itu sembuh dan bersama sepasang ular merah itu menyerang, belum tentu ia dapat menang melawan mereka.


Inilah saatnya untuk menghabisi pemuda itu bagaimanapun caranya, batin Liu kang, sambil bersiap kembali, untuk menyerang.


Ketika Liu kang akan menyerang dengan sepenuh tenaga.


Sebuah bayangan hitam melesat dan berdiri diantara mereka berdua.


Seorang dengan memakai jubah hitam, juga berpakaian hitam dan bertopeng hitam menatap bergantian kearah Liu kang dan Mo kwi bergantian.


"Ketua Liu,..!! "sipatmu tak berubah dan tak juga sadar akan keadaan dirimu, sipat pemarah dan selalu tak mendengar perkataan orang, membuat kau diusir oleh gurumu dan sipat itu juga yang membuat sebuah telingamu putus."


"Tetapi itu masih tidak membuatmu berpikir, apa kau ingin putus dulu batang lehermu, baru kau sadar,"..? orang berjubah hitam itu berkata kepada Liu kang.


Sebelum Liu kang berkata,


Orang berjubah itu lantas melihat kearah Mo kwi.


"Ular gurun api dahulu adalah milik Iblis gurun, Ban li eng kemudian dicuri dan dilatih oleh siluman ular, dan menjadi senjata andalanya,"


Melihat ular itu yang suka dengan hawa panas dan berada ditanganmu, agaknya kau sudah membunuh Siluman ular."


"Ular gurun api yang sangat ganas dan pintar itu terlihat sangat menyukaimu, agaknya kau adalah tokoh muda yang akhir akhir ini disebut pendekar gurun, "dan jurus ilmu pedang yang kau mainkan adalah milik malaikat pedang atau lebih dikenal dengan nama Malaikat sesat, jika benar dugaanku kau ada hubungan dengan Ban li eng dan murid Malaikat sesat."


Wajah Mo kwi berubah, mendengar perkataan orang yang tertutup topeng hitam, dan berdiri didepannya.


Ketika bayangan topeng hitam masuk dan berdiri dihadapannya, tanpa sengaja mata Mo kwi melihat perubahan wajah dari gubernur Zhang, melihat kearah orang bertopeng hitam itu, dan Mo kwi sudah menyimpulkan dalam hatinya, bahwa orang inilah yang ia cari dan harus ia selidiki.


Ketua Pasukan siluman.

__ADS_1


__ADS_2