
Kemenangan pasukan raja muda Yan zhu di yang di pimpin putri Qiao menjadi buah bibir, para penduduk kota Nanjing bersorak sorai menyambut berita kemenangan pasukan raja muda Yan, para penduduk yang sudak muak karena pajak selalu naik dan kesejahteraan rakyat malah semakin turun.
Para penduduk banyak yang turun ke jalan jalan besar di kota Nanjing, menari dan bernyanyi menyambut kemenangan raja muda Yan.
Para pembesar lalim yang pro pemerintahan kaisar Zhiangwen yang suka bertindak kejam, hartanya di sita oleh putri Qiao dan pembesar itu lalu di tahan untuk mwnebus dosa dosanya, pembersihan di kota Nanjing langsung di lakukan oleh putri Qiao.
Surat lewat udara di kirimkan oleh merpati pengantar surat ke kota Beiping dan mengundang raja muda Yan datang ke kota Nanjing.
Putri Qiao membuka gudang makanan istana yg tidak dibakar lalu membagikan nya kepada para penduduk, dan penduduk kota Nanjing sangat senang, dan dengan sukarela para penduduk ikut membersihkan bekas bekas pertempuran, mayat prajurit yang tewas di kuburkan.
Istana Nanjing yang besar dan sebagian sudah terbakar, lalu di bersihkan dan putri Qiao mencari para ahli bangunan untuk membangun kembali istana Nanjing untuk menyambut kedatangan ayah angkat nya, Raja muda Yan dan ayah kandungnya gubernur Li bai.
ke esokan harinya suasana di kota Nanjing mulai bergeliat kembali, suasana istana di kota Nanjing mulai terlihat nyaman, karna di bersihkan bersama sama dengan para penduduk.
Para tetua dan komandan pasukan menempati rumah dan bangunan di komplek istana yang tidak terbakar, sementara sisanya para prajurti mendirikan tenda tenda di lapangan yang luas sambil mulai membuat tempat dan barak khusus bagi para prajurit.
Malamnya, perjamuan dan perayaan kemenangan karna telah berhasil menaklukan kaisar Zhiangwen.
di gelar di sebuah gedung besar yang tidak ikut terbakar.
Meja meja dan kursi di siapkan untuk mereka, sedangkan prajurit prajurit berpesta di lapangan terbuka, setelah membereskan sebagian tenda untuk berpesta.
Shin mo tersenyum melihat putranya yang duduk satu meja dengannya, putri Qiao, Han lian dan Ling ji.
Setelah putri Qiao memberikan kata Sambutan, lalu merekapun berpesta suasana sangat meriah, keceriaan nampak di wajah mereka, Liu chan menghela nafas, ia sangat bersyukur kepada Mo kwi yang waktu itu tidak membunuhnya dan malah mengajaknya bergabung, sehingga ia dan keluarganya bisa menikmati indahnya kebersamaan hari ini.
Dan pada hari itu pula sekalian di resmikannya pernikahan Pedang gila dan nenek Kharmila.
Pedang gila yang didampingi oleh Mo kwi, sedangkan nenek Kharmila didampingi oleh Shin mo dan Nhiskala sebagai pendampingnya.
Suasana pesta semakin meriah, Mo kwi sangat terharu ketika melihat kakaknya langsung di dandani oleh Ling ji dan Han lian, sedangkan nenek Kharmila langsung putri Qiao dan dayangnya yang mendandani nenek Kharmila.
"Kau sudah tua ternyata ingin sekali kawin," xixixi.
Han lian berkata kepada Pedang gila ketika berada di sebuah kamar tempat mereka mendandani Pedang gila.
Pedang gila tak berkata dan hanya diam ketika Han lian meledeknya.
"Pedang gila, apa kau sudah pernah tidur dengan nenek Kharmila ?" Han lian bertanya.
"Kakak kenapa bertanya seperti itu ?" Ling ji berkata kepada Han lian.
"Adik,..!!" kan dia kakak Kwi koko, berarti dia kakak kita juga, wajar kita bertanya kepada Pedang gila.
__ADS_1
Hmm..!!
Pedang gila mendengus kepada Han lian mendengar perkataannya dan tak berkata.
"Kenapa tak jawab pertanyaanku ?" Han lian berkata.
"Ku anggap saja kau sudah meniduri nenek Kharmila," Han lian berkata sambil terseyum menggoda kepada Pedang gila.
"Kau juga belum kawin sering tidur dengan guru,"
Han lian yang mendengar perkataan Pedang gila langsung diam dan wajahnya sangat merah, sedangkan Ling ji menutup mulutnya dengan sebelah tangan, menahan tawa ketika mendengar perkataan Pedang gila.
Chiiss..!!
"Rupaya sekarang kau sudah mulai pandai bicara,"
Han lian berkata, dan di jawab oleh Ling ji, "Kwi koko yang sering melatih berpikir dan menyuruh Kakak pedang gila berkata, jika ada orang yang mengajaknya bicara kakak Lian."
"Adik juga" Pedang gila berkata menimpali perkataan Ling ji.
Hmm..!!
"Pantas saja kalau begitu, berarti kau juga tau bahwa aku ini calon istri gurumu kan ?" Pedang gila mengangguk mendengar perkataan Han lian.
"Jadi awas jika kau menyebutku selir lagi, kau harus memanggilku Subo, apa kau mengerti ?" Pedang gila mengangguk mendengar perkataan dari Han lian.
"Nah sekarang katakan siapa aku ?"
"Selir guru" Pedang gila berkata.
"Kau, kaau baru saja di puji malah bikin aku naik darah," Han lian berkata sambil wajah nya terlihat gusar, Sedangkan Ling ji sudah tak bisa lagi menutupi tawanya, gadis itu tertawa lepas mendengar perkataan dari keduanya.
"Kawin dulu dengan guru, baru jadi Subo," Pedang gila berkata.
"Oh, jadi jika aku kawin dengan gurumu, baru kau panggil aku Subo..?" Pedang gila mengangguk mendengar perkataan Han lian.
"Baik..!!" jika aku sudah kawin dengan gurumu, aku ingin dengar kau memanggilku dengan sebutan apa.
Han lian ketika melihat Ling ji tertawa, lalu berkata kepada Pedang gila.
"Kalau dia siapa..?" Han lian berkata sambil mukanya seperti menunjuk kearah Ling Ji, "budak guru" sekarang Han lian yang tertawa cekikikan mendengar perkataan dari Pedang gila, hatinya puas mendengar perkataan dari Pedang gila.
"Pedang gila, apa kau sudah memberikan mas kawin kepada nenek Kharmila ?" Han lian berkata, wajah nya terlihat penasaran, "sudah" Pedang gila berkata.
__ADS_1
"Sudah..!!" Han lian mengerutkan keningnya mendengar perkataan pedang gila, apa yang kau berikan kepada nenek Kharmila, aku lihat tak ada barang berharga darimu yang di pegang oleh nenek kharmila." Han lian berkata.
"Mas kawin nya langsung di buang oleh adik." Han lian makin tertegun, mendengar perkataan dari Pedang gila.
"Sudah memberikan mas kawin tetapi di buang."
Han lian mengerutkan keningnya, mendengar perkataan Pedang gila.
"Memangnya kau memberikan Mas kawin apa kepada nenek Kharmila ?" Han lian berkata.
2 buah kepala pendeta hitam.
"Jadi kepala yang kau bawa dengan caping waktu itu, adalah mas kawin buat nenek kharmila." Pedang gila hanya mengangguk mendengar perkataan dari Han lian.
"Dasar manusia aneh, mas kawinnya juga aneh," Han lian berkata.
Kedua gadis itu terus menggoda Pedang gila yang tengah di dandani oleh mereka.
Pedang gila dan nenek Kharmila, dan di saksikan oleh Shin mo dan tetua perguruan dan para komandan pasukan, putri Qiao lalu menyuruh salah seorang biksu di kota Nanjing untuk memimpin upacara pernikahan Pedang gila dan nenek Kharmila.
Suasana langsung berubah hening ketika acara pernikahan di mulai, bau dupa hio yang terbakar membuat suasana menjadi semakin terasa syahdu.
Sepasang pengantin menyembah langit dan bumi, sang biksu berkata, lalu Pedang gila dan Nenek Kharmila membungkuk di depan altar pernikahan sebanyak 3x
"Sepasang pengantin saling menghormati,"
biksu tua itu berkata, Pedang gila dan nenek Kharmila lalu saling berhadapan, dan keduanya membungkuk satu sama lain.
"Sepasang pengantin masing masing menghormati, wali, ketika akan memeberi hormat, Mo kwi dan Shin mo yang dianggap wali dari Pedang gila dan nenek Kharmila. memberi isyarat kepada kedua mempelai untuk tidak melakukannya.
Setelah upacara selesai, pesta di lanjutkan kembali, para tetua dan komandan pasukan memberi selamat dan hadiah kepada kedua mempelai, nenek Kharmila wajahnya menjadi merah karna jengah mendapatkan ucapan selamat dari teman temannya sesama anggota perguruan Dewa iblis, dan para komandan pasukan, Sedang kan Pedang gila hanya diam dan terlihat acuh tak acuh.
Pesta dilanjutkan hingga larut malam, Mo kwi dan yang lain setelah di rasa cukup malam lalu kembali kemar untuk ber istirahat dengan di damping oleh ketiga kekasihnya. Mo kwi sudah tak melihat Pedang gila dan nenek Kharmila, di tempat pesta.
Mo kwi lalu masuk kedalam kamar dengan ketiga kekasihnya, tapi ketika masuk kedalam kamar mereka langsung tertegun ketika melihat di dalam kamar, Pedang gila sedang duduk dan masih dengan pakaian pengantinnya.
"Kakak, Kenapa berada di kamarku ?" Mo kwi bertanya kepada Pedang gila, wajah Mo kwi ketika bertanya terlihat bingung dan heran, begitu pula dengan putri Qiao, Han lian dan Ling ji, tak mengerti mengapa Pedang gila berada di kamar Mo kwi,
Bukan kah malam ini adalah malam pengantin Pedang gila dan nenek Kharmila, dan malam pengantin adalah malam istimewa untuk mereka yang baru saja menikah.
Putri Qiao lalu berkata, melihat Pedang gila belum menjawab pertanyaan Mo kwi.
"Kakak Pedang gila, kenapa kakak malam ini ada di kamar Kwi koko?"
__ADS_1
Pedang gila tanpa menoleh kearah Mo kwi dan putri Qiao, sambil meminum arak yang tersedia di meja kemudian berkata.
"Mengawal guru,"