Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 124 Sebuah ultimatum Dari Kasim Co


__ADS_3

Ketika mendengar gerutuan dari Pedang gila.


Mo kwi mengerutkan keningnya, dan ketika Pedang gila sampai dihadapannya, Mo kwi berkata.


"kenapa kakak tak memeriksa, dahulu ?"


Ya guru, hanya itu perkataan dari Pedang gila, kemudian berjalan dan kebelakang Mo kwi, dan diam sambil berdiri.


Di semak belukar yang tertebas oleh komandannya, dan menjadi terbuka, Zhou fang yang melihat mayat, yang tubuhnya hampir putus, wajah yang ia kenali sebagai mata mata dari 2 pedang.


"Tuan muda, Komandan bertindak benar..!!" orang itu adalah mata mata, jika dia sampai lolos, kejadian ini akan segera di ketahui oleh kasim Co."


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Zhou fang, dan tak menjawab.


Seorang pria yang masih berusia sekitar 40th, menghampiri Mo kwi kemudian memberi hormat.


lalu berkata.


"Hamba To heng..!!" wakil komandan dari 2 pedang, sudah mendengar dari Zhou fang dan siap bergabung dengan tuan muda."


Mo kwi membalas penghormatan dari To heng.


dan berkata.


"Terima kasih atas kepercayaan yang tuan perwira berikan kepadaku, aku mewakili putri Qiao dan Raja muda Yan, sangat menghargainya.


"Mari tuan..!!" kita bicara di tenda pasukan, setelah siwi itu tewas, aku yang memimpin pasukan yang menjaga perbekalan.dan tuan tak usah khawatir,"


"Saya akan usahakan, semua pasukan yang berada di bawah pimpinanku akan bergabung dengan pasukan tuan muda."


"Siwi dan kelima orang itu sangat sombong, dan tak disukai parjurit, tapi aku dan para prajurit tak bisa berbuat apa apa, karna 2 pedang sangat dekat dengan para kasim, sehingga berita yang di sampaikan kepada kasim Co lebih mudah, dan itu membuatnya semakin besar kepala."


****


Di sebuah tenda yang cukup besar, jamuan mewah dan arak terbaik, di sediakan untuk merayakan, kedua pasukan yang telah bergabung.


Zhou fang, To heng dan kedua perwira bawahannya, Mo kwi dan Pedang gila.


Seorang lelaki berpakaian perwira datang, lalu berbisik di telinga To heng, setelah selesai berbisik, perwira itu lalu keluar, setelah memberi hormat terlebih dahulu kepada Mo kwi.


To heng berdiri, lalu mengangkat cangkir araknya dan berkata,


"Tuan Mo kwi..!!" semua pasukan dengan sukarela, ingin bergabung dengan pasukan tuan, dan membela Raja muda Yan."


Mo kwi yang mendengar perkataan dari, To heng tersenyum, raut kegembiraan dari wajahnya sangat jelas terlihat.

__ADS_1


Lalu ikut berdiri dan juga mengangkat cangkir arak, dan berkata, "terima kasih atas kepercayaan yang telah di berikan" lalu mereka minum bersama sama.


"Tuan, apa yang kita akan lakukan, dengan perbekalan ini ?" perbekalan ini untuk setengah pasukan yang kasim Co bawa, selama menggempur dan berusaha menduduki kota Jinan." To heng berkata.


Mo kwi kemudian berkata, "jika perbekalan ini, kita kirimkan kekota Jinan sekarang, bisa di ketahui oleh pasukan hakim Co, apalagi jika berhasil mereka rebut kembali, maka jerih payah kita akan sia sia," Mo kwi berkata.


To heng mengangguk, mendengar perkataan dari Mo kwi. kemudian mereka sepakat untuk menyembunyika perbekalan itu di tempat aman.


"Apa tuan tahu rencana, yang akan dilakukan oleh kasim Co..?" Mo kwi berkata, tapi To heng menggelengkan kepala.


"Maaf tuan muda, kami adalah perwira rendahan, walau menjadi wakil dari pasukan perbekalan ini, tapi kami tak di beri informasi yang penting tentang penyerangan, dan untuk sampai ketempat ini juga dikawal oleh Co pin."


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari To heng, dan sudah menyangka jawabannya akan seperti ini, Mo kwi pun tersenyum mendengar perkataan dari To heng.


Setelah menghitung gabungan dari pasukan mereka, ada sekitar 10rb pasukan,


Lalu mereka bersama sama merencanakan siasat dan rencana yang akan di lakukan, demi membela kota Jinan.


Sementara di kota Jinan


Pagi itu putri Qiao mendapat laporan, bahwa pasukan dari Kasim Co sudah berada di depan, dan sedang bersiap.


Putri Qiao kemudian bergegas keatas benteng, dan melihat sebuah pemandangan yang menggetarkan hati.


Genderang perang dari pihak kaisar Jiangwhen di bunyikan, derap kaki dan beradunya tameng dan pedang atau tombak sengaja di bunyikan untuk menggetarkan dan membuat ciut nyali lawan.


"Memang tepat apa yang dilaporkan mata mata kita. Pasukan mereka akan sampai pagi ini," putri Qiao berkata kepada para Komandan pasukan, yang berada di sisinya.


"Segera perintahkan semua pasukan bersiap di posisinya masing masing..!!" putri Qiao memberikan instruksi kepada para komandan pasukan untuk menyiapkan anak buahnya.


"Aku harus bertahan, jika tidak, maka habislah sudah harapan ayah angkat, dan semua orang yang telah mempercayai aku," putri Qiao berkata dalam hati.


Sementara di tempat pasukan kasim Co.


Kasim Co sesudah berunding dengan para komandan, di sebuah tenda yang didirikan untuk tempat pasukan kasim Co.


Kasim Co berkata, "harusnya ini peperangan yang mudah, karna menurut mata mata kita, pasukan mereka hanya setengah dari pasukan kita, belum lagi kita juga menyerang pintu barat dan pintu timur kota Jinan, aku harap Co pin akan berhasil."


"Karna pintu barat yang langsung dekat dengan benteng utama, dan bisa menyerang dari dalam dan membuka pintu gerbang utama, sedangkan pintu timur, hanya serangan pengalihan untuk mengacaukan kosentrasi, dari pasukan yang di pimpin oleh putri Qiao."


Para komandan yang hadir mengangguk, mendengar penjelasan dari kasim Co. yang merupakan Komandan tertinggi pasukan penyerangan atas kota Jinan.


"Periksa sekali lagi peralatan perang dan alat alat untuk menerobos pintu, dan segera beri laporan jika ada, hal hal penting yang harus dilaporkan kepadaku..!!" kasim Co berkata.


"Kita harus bergerak cepat, untuk menduduki Kota jinan, agar menghemat perbekalan kita.

__ADS_1


Serang dan jangan beri ampun mereka," kasim Co berkata sambil menutup pembicaraan, kemudian mereka bersama keluar dan memandang kearah benteng kota Jinan yang berdiri kekar, dan siap mereka taklukan.


Suasana di dalam benteng kota Jinan sibuk, penduduk dan para prajurit, gotong royong menyiaapkan alat alat perang dan membawanya kearah para prajurit di dekat benteng, minyak minyak bakar, panah panah, segala batu dan kayu kayu besar langsung mereka taikan keatas benteng, untuk menghalau prajurit, yang akan menyerang kota Jinan


Putri Qiao melihat seorang penunggang kuda menuju kearah dekat benteng,


Kuda hitam bergerak sangat cepat yang disaksikan oleh pasukan dan pemimpin dari kedua belah pihak.


Setelah berada di depan gerbang kota Jinan, yang diatas nya terdapat, putri Qiao dan komandan pasukan, kuda hitam yang di tunggangi salah seorang siwi berputar putar sebentar kemudian berhenti,


Penunggang kuda yang bertubuh besar, dengan cambang dan bewok, menatap kearah putri Qiao.


Lalu dengan mengerahkan tenaga dalam, siwi itu teriak di depan gerbang kota sambil menatap ke arah putri Qiao.


"Pasukan dan penduduk kota Jinan, komandan pasukan tertinggi yang mulia kaisar zhiangwhen.


memberikan kesempatan terakhir untuk kota Jinan menyerah, dan membuka gerbang kota dan membiarkan pasukan kami masuk,"


"Dan kami tak akan menganggu penduduk dan pasukan yang menyerah, jika pasukan dan penduduk setuju, segera memberi tanda dengan mengibarkan bendera putih, sekarang juga, dan aku disini menanti jawaban."


Para komandan pasukan saling tatatp kemudian, kemudian mereka mengalihkan pandangannya kearah putri Qiao untuk meminta petunjuk apa yang akan mereka lakukan.


Putri Qiao mendengus.


Lalu menoleh kearah komandan pasukan pemanah,


dan berkata, "mereka pikir kita akan gentar, melihat jumlah pasukan mereka, dan mendengar genderang perang mereka.


Panah tepat di depan kuda siwi itu, untuk memberi jawaban atas apa yang ia katakan tadi.


Seorang komandan pasukan lalu membidik ke arah


siwi yang berada di depan gerbang kota.


Shuuuuuut...creeep..!!


Panah tepat menancap di depan kuda, dan membuat kuda itu terkejut, dan menganggkat kedua kaki depannya tinggi tinggi, sambil meringkik keras.


Siwi itu terkejut dan menarik tali kekang untuk menenangkan kuda nya.


Seorang komandan yang telah mendapat isyarat dari putri Qiao lalu berteriak dengan keras.


"Itu jawaban dari kami pasukan dan penduduk kota Jinan," mendengar perkataan dari komandan itu,


Siwi berkuda hitam lalu kembali.

__ADS_1


"Siap kan pasukan, ini hari kita berperang."


putri Qiao berkata, sambil matanya terus menatap kearah prajurit kasim Co.


__ADS_2