Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 169 Bantuan Untuk Kota Qu fu


__ADS_3

Wakil tongcu perguruan Naga merah, yang meremehkan Mo kwi dan kawan para pengawalnya terkejut melihat aksi Dewa langit yang cepat.


Salah seorang kawan mereka, yang ilmunya dianggap tinggi tapi masih di bawah Tongcu, hanya dua kali gebrakan langsung tewas oleh kakek berbaju putih itu, melihat wakil tongcu mereka berdiri lalu lompat mundur, ketiga orang yang tengah duduk juga ikut melompat dan melesat kearah wakil tongcu mereka.dan keempat nya lalu bersiap sedia sambil menatap kearah Dewa langit.


Gubernur Lie semakin gemetar melihat kejadian di depan matanya, dan merasa bahwa hal besar akan terjadi di kota Qu fu bila kejadian ini sampai terdengar oleh perguruan Naga merah.


Tuan Mo cian, biar aku yang akan mengurus masalah ini dengan perguruan Naga merah, tuan Mo cian sebaiknya tinggalkan kota Qu fu, sebelum terjadi hal hal yang tidak di inginkan..!!" gubernur Lie berkata kepada Mo kwi.


Kau pikir kau juga akan terlepas dari masalah ini, Lie mao, tunggu setelah aku membereskan pedagang yang belum tau tingginya langit dan dalamnya lautan ini, wakil tongcu itu berkata kepada gubernur Lie.


"Tuan Chan, aku akan bicara dengan tuan kaki Naga dan membayar semua kerugian yang telah terjadi," gubernur Lie berkata kepada wakil tongcu yang biasa di panggil tuan Chan itu.


"Enak sekali kau bicara, apa kau bisa kembalikan nyawa orang perguruan Naga merah, yang tewas oleh pengawal Mo cian ini ?" gubernur Lie langsung diam mendengar perkataan dari Chan bu.


"Perguruan Naga merah begitu jumawa hendak menguasai sebuah kota, aku jadi ingin tahu siapa saja orang orang didalamnya, walaupun hanya seorang pedagang, rasa penasaran ku sangat besar ingin mengenal tokoh tokoh dunia persilatan," Mo kwi berkata kepada Chan bu.


:Kau boleh mengenali kami, jika pengawal pengawalmu ini sudah ku lenyapkan, dan kepalamu bisa ku persembahkan buat sesaji anak murid perguruan naga merah yang sudah di bunuh pengawalmu.


Hahaha...!!


Mo kwi tertawa mendengar perkataan dari Chan bu,


sepertinya kau sangat percaya dengan perguruanmu itu tuan Chan bu, hal ini semakin membuat ku ingin kenal dengan perguruan Naga merah dan siapa saja orang orang didalamnya hingga mereka berani menguasai sebuah kota seperti Qu fu.


"Tapi maaf..!!" aku ingin melihat perguruan Naga merah tapi aku tak ingin melihat kalian"


Setelah berkata lalu Mo kwi menatap kearah Pedang gila dan Dewa langit, siapa diantara kalian yang mau mengurus mereka ber 4 ?"


"Dewa api tak usah khawatir..!!" biar aku saja yang habisi mereka.


Dewa jangan serakah, kita bagi dua siapa yang lebih dulu menewaskan mereka, itu yang menang.


"Hmm..!!" si gila ingin bersaing, baik."


Dewa langit setelah berkata, langsung melesat kearah ke 4 orang itu, ilmu Kim na jiu, Dewa cakar hutan larangan langsung di keluarkan,


Pedang gila mendengus melihat Dewa langit sudah mendahului menyerang ke empat orang itu, tangannya langsung memegang gagang pedang kelabang biru miliknya


ke empat orang dari perguruan naga merah, langsung menyerang kearah Dewa langit, Chan bu sangat bernafsu ingin membunuh, Dewa langit yang sudah membinasakan 11 anak murid perguruan naga merah, pukulan dan tendangan ia lanyangkan, tapi ilmu meringankan tubuh Dewa langit sangat tinggi, serangan serangan mereka belum di anggap oleh Dewa langit, dan Mo kwi melihat hal itu, hanya Chan bu yg dirasa mempunyai kepandaian, tapi itupun tak sebanding dengan kepandaian Dewa langit maupun Pedang gila.


Dewa langit, tubuhnya bergerak sangat cepat, dan Chan bu baru menyadari setelah mereka bertempur, bahwa kepandaiannya masih di bawah pengawal Mo cian.


Sebuah cengkraman di baju salah seorang anak buah Chan bu, membuat Chan bu langsung menghantamkan Pedangnya, Dewa langit berputar menhindari serangan Chan bu sambil melemparkan orang yang bajunya ia cenkram.


Anak buah Chan bu menjerit ketika tubuhnya melayang di udara, tapi tak lama jeritan nya terdengar, sebuah sinar biru langsung bergerak menyambar anak buah Chan bu yang sedang berada di udara.


Sreet.., Craaash...!!


Pinggang anak buah Chan bu langsung putus di tebas oleh Pedang gila, Mo kwi dan Ling ji langsung lompat mundur, menghindari cipratan darah dari orang yang tertebas pinggangnya.


Dewa langit langsung mendengus, melihat itu, lalu berkata sambil menghindari serangan dari Chan bu.


Dasar gila, mau enaknya saja kau tinggal potong, nih aku kirim lagi, setelah berkata, tangan Dewa langit yang panjang lansung tegak lurus, kemudian tangannya sudah mencengkram leher salah seorang anak buah Chan bu,


Kreeek...!!


Setelah, mencekal dan sedikit menarik leher musuhnya, lalu Dewa langit langsung melemparkan tubuh orang yang tak bisa bergerak itu.


Sreeet,..craaas..!!


kali ini leher anak buah Chan bu, lehenya langsung putus dan jatuh diatas meja, sedangkan tubuhnya langsung rubuh menghantam kursi yang lammngsung hancur.


Hmm,..!!

__ADS_1


"Dewa hutan, jangan kau beri orang mati padaku," Pedang gila berkata setelah menyadari bahwa ia telah menebas orang yang sudah tewas, ketika lehernya di cengkram oleh Pedang gila.


Dewa langit tertawa, mendengar gerutuan dari Pedang gila dan berkata, "jika mau yg hidup, kau harus usaha"


"Phuuuiih..!!"


"Si Chan bu itu kepalanya berikan padaku," Pedang gila berkata sambil menebaskan Pedang kelabang birunya kearah Chan bu, wakil Tongco kota Qu fu itu terkejut melihat serangan cepat dari Pedang gila.


dan berusaha menghindar dan bergerak mundur, tapi Pedang gila langsung memburu, kali ini pinggang Chan bu yang di tebas oleh Pedang gila.


Ketika pedang kelabang biru sudah akan sampai, sebuah bayangan langsung menuju kearah Pedang gila, tanpa melihat lagi, Pedang gila menrik serangannya dan langsung menebas bayangan itu.


Sreet,..craaash..!! pundak sampai piinggang langsung putus dengan posisi tebasan menyilang.


Pedang gila mengerutkan keningnya ketika melihat orang yang tertebas olehnya adalah musuh yang tadi di lawan oleh Dewa langit,


"Dewa hutan, kau juga mau main curang rupanya, apa kau ingin bertempur dengan ku ?" Pedang gila berkata,


Gubernur Lie yang melihat tingkah kedua kakek pengawal Mo cian, hanya bisa menggelengkan kepala, mau tertawa takut, melihat orang sekali tebas atau cengkram langsung tewas.


Ketika melihat, Pedang gila dan Dewa langit seperti berhadapan dan mau berkelahi,


Mo kwi mendengus keras, dan berkata, "apa kalian berdua ingin pulang ke Nanjing ?"


Mendengar perkataan Mo kwi, Pedang gila dan Dewa langit langsung berpelukan, dan berkata.


"Hai gila, bukankah kau tadi ingin menyerang bawah dan aku menyerang atas..!!"


"Dewa hutan, kau benar, mari kita habisi orang itu, jangan sampai lama..!!" jika guru kesal dan kita berdua pulang ke Nanjing," bahaya nanti, adik akan menceraikan aku.


Dan aku akan di usir oleh kakak Dewa bumi dari hutan larangan, setelah sepakat dan tak mau balik ke Nanjing, tanpa banyak kata keduanya langsung bergerak kearah Chan bu, wajah Chan bu sudah seperti orang mati, pucat tanpa darah melihat sinar biru bergerak ke bawah dan bayangan putih bergerak menyambar kearah kepala, melawan 1 saja ia belum tentu menang, apalagi sekarang keduannya menyerang bersama.


Dengan tanpa harapan, Chan bu langsung melesat dan menebas bayangan putih yang berasal dari Dewa langit. tapi ketika pedangnya akan sampai, wajah Chan bu langsung berubah, ketika merasakan sakit di bawah tubuhnya, dan ketika melihat kebawah, keringat dingin keluar dari wajahnya, ketika melihat kebawah, kedua kakinya sampai betis, masih berada di bawah, sedangkan darah mengucur keluar dari kedua kakinya, rasa gatal dan panas langsung terasa dari kedua kakiny yang telah putus akibat tebasan Pedang gila, yang menyerang menggunakan ilmu pedang kilatnya.


Plaaak,..!!


Saking kerasnya, pukulan dewa langit, Chan bu yg masih berada di atas, langsung melesat kebawah dan kepalanya menghantam lantai rumah gubernur Lie.


Praaak...!!


Kepala Chan bu langsung pecah menghantam lantai rumah gubernur Lie, yang terbuat dari batu alam yang keras, darah merah dan otak yang berhamburan di lantai, membuat gubernur Lie yang melihat langsung muntah muntah karna merasa mual.


Begitu pula Ling ji yang langsung memalingkan wajahnya, tak mau melihat pemandangan mengerikan yang berada di depannya.


"Gubernur Lie aku ingin bicara sebentar..!!" Mo kwi berkata setelah gubernur Lie, tak lagi muntah, dan menyuruh pelayan untuk membesihkan lantai dan mengubur anak buah perguruan naga merah yang tewas di tangan kedua pengawal dari Mo cian.


Di ruangan yang lebih sejuk dekat dengan taman, Mo kwi menatap gubernur Lie, lalu berkata


Tuan gubernur, kirim surat ke Nanjing, melalui merpati, minta pasukan tambahan, untuk menjaga kota Qu fu, dan minta untuk segera mengirimkannya tujukan surat itu kepada Putri Qiao.


"Tuan Mo cian, sebelum permintaanku di kabulkan oleh pihak ibukota, kota Qu fu akan langsung hancur mereka serang, karna itulah aku tak pernah mengirim surat lagi meminta bantuan, mereka tak kan menghiraukan permintaan seorang gubernur kota kecil seperti aku ini tuan Mo."


Mo kwi mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari gubernur Li mao lalu berkata, kau tulis di bawah nya aku yang meminta pasukan tambahan untuk segera datang, mereka akan mengabulkannya, kau tak usah khawatir.


Mendengar perkataan Mo kwi, gubernur Lie sekarang yang mengerutkan keningnya sambil menatap ke arah Mo kwi.


Mo kwi tak peduli dengan tatapan gubernur Lie yang kelihatan bingung, Mo kwi kemudian berkata.


Tunjukan markas perguruan naga merah padaku,


sebelum aku melanjutkan perjalanan, aku akan menghancurkan markas mereka di kota Qu fu, supaya keadaan kota kembali seperti biasa.


Tu,.Tuuan, Mo cian apa aku tak salah dengar, anggota mereka ratusan dan rata rata ber ilmu tinggi, belum lagi ketuanya Si kaki naga, mendengar perkataan gubernur Lie.

__ADS_1


Mo kwi menarik nafas lalu berkata, "bagaimana kepandaian dari wakil tongcu tadi, apakah kepandaian Kaki naga, jauh melampaui nya ?"


"Terlalu jauh seh tidak, tapi tetap lebih tinggi, dan murid mereka banyak, apa tuan Mo cian sanggup ?"


"Jika tak terlalu jauh dari Chan bu, dua pengawalku tadi sanggup menghancurkan mereka tanpa ada hambatan berarti," gubernur Lie setelah mendengar penjelasan dari Mo kwi mengangguk.


"Tuan jika boleh bertanya, aku merasa tuan seperti bukan pedagang yang sering di ceritakan orang orang."


"Maaf jika kurang sopan, boleh aku tau siapa tuan Mo sebenarnya ?"


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan gubernur Lie, lalu mengeluarkan sebuah giok putih berukiran naga yang sangat indah, dan di beri rumbai benang emas yang bisa di gantungkan untuk menghiasi pinggang.


Gubernur Lie ketika melihat giok putih berukuran naga itu, terkejut dan langsung berdiri dari kursi dan bersujud di depan Mo kwi sambil berkata.


Maaf kan kebodohan hamba yang buta, sehingga tidak tahu, bahwa Kediaman Li mao di sambangi oleh perwakilan langsung dari Kaisar, Li mao siap menerima hukukman karna tak menyambut kedatangan seorang perwakilan kaisar di kota Qu fu.


Sudah lah, tak usah bersujud, laksanakan apa yang ku perintahkan tadi, dan tunjukan markas perguruan naga merah padaku


Baik yang mulia, hamba akan segera melaksanakan titah yang mulia, dan hamba sendiri yang akan mengantar ke markas naga merah.


Mo kwi lalu berdiri, dan melankah keluar, ketika sampai di luar, terdengar oleh Mo kwi, kedua kakek yang jarang bicara itu tengah beradu omong gara gara peristiwa tadi.


Mo kwi berdehem sebelum terlihat oleh mereka yang sedang beradu pendapat.


Mereka berdua ketika melihat Mo kwi datang dan menatap mereka berdua, Pedang gila langsung meraih tangan Dewa langit dan berkata, Dewa hutan, maaf tadi merepotkan mu.


Dewa langit terperangah mendengar perkataan dari pedang gila yang berubah, dan ketika melihat Mo kwi, berjalan kearah mereka, Dewa langit sadar akan sikap Pedang gila lalu berkata.


Tak usah khawatir gila, aku juga merasa terbantu olehmu.


Hmm..!!


"Kalian tadi bersiteru omong, tapi ketika melihatku omongan kalian langsung berubah, apa kalian ingin menipuku, aku peringatkan kalian berdua jika sekali lagi aku lihat kalian bertengkar, salah satu dari kalian akan aku pulangann ke Nanjing.


"Apa kalian mengerti ?"


Keduanya mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, lalu keduanya diam, tapi pesang gila dan Dewa langit saling lirik, tapi tak bicara.


Siapkan diri kalian, Dewa langit kau cari paman Hek kwi, kasih tahu untuk menunggu di depan.


Gubernur Lie, kumpulkan prajurit kota Qu fu,


Kita habisi sarang perguruan naga merah mereka di kota Qu fu


Baik yang mulia gubernur Lie berkata, pandangannya terhadap Mo cian, langsung berubah total.


"Kakak dan paman, mari kita berkunjung ke perguruan naga merah.


P,aman dan kakak aku harap, kejadian tadi tak terulang kembali.


"Baik Dewa api..!!" Mo wki tersenyum mendengar perkataan dari Dewa langit


Lalu Mo kwi berkata,


"kalian berdua bersiap siaplah, kita pesta hari ini di perguruan naga merah."


Pedang gila dan Dewa langit wajahnya langsung berubah, mendengar perkataan dari Mo kwi


Pedang gila serta Dewa langit langsung berjabat tangan, dan tertawa tawa,


Keduanya lalu berkata bersamaaan


"Kita pesta"

__ADS_1


__ADS_2