
Mata elang dan anak buah Sian bin, yang bergelar langkah angin, karna mempunyai ilmu meringankan tubuh yang tinggi, sudah datang dan ingin memberikan laporan kepada Mo kwi, tentang benteng yang telah mereka amati.
Mo kwi, Hek kwi, Dewa bumi, mereka sedang mendengarkan cerita dari Mata elang.
"Ketua..!!" jendral Zhou yun memang hebat, perkiraan nya tentang, tenda tenda atau benteng untuk tempat perbekalan, sangat tepat, benteng itu adalah tempat perbekalan.
"Mereka menyamar sebagai rombongan pedagang membawa gerobak yang ternyata berisi beras, untuk persiapan makanan pasukan kaisar Zhiangwen. dan kami juga dengar sekitar 1000 pasukan berkuda mereka, telah sampai, dan entah berkumpul di mana, kami belum mendapat informasi soal itu."
"Lalu berapa kira kira, pasukan yang berada dalam benteng itu..?" Mo kwi berkata,
"Jika perkiraan kami tidak salah, mereka hanya 500 orang, di pimpin seorang Thaikam tua, yang merupakan salah seorang Thaikam kepercayaan kasim Co, Thaikam tua itu bergelar si Muka dingin, dan mempunyai kemampuan tinggi, dan sangat disegani di istana."
"Jika benar apa yang kau katakan, berarti tempat itu memang penting, karna di jaga oleh seorang Thaikam yang sakti," Mo kwi berkata.
"Kita serang malam ini,"
"Paman,..!" Mo kwi berkata kepada Hek kwi, kita pakai cara waktu terakhir kita bersama.
"Aku dan paman Hek kwi, bersama prajurit malamnya, akan masuk dan mengacau dari dalam, sedangkan Dewa bumi, memimpin semua rombongan, menyerang dari gerbang pintu masuk, tapi paman masuknya setelah mendengar tanda suitan dari kami.
"Kita tak boleh buang waktu, karna 1000 pasukan berkuda mereka kita belum tau berada dimana, jika mereka berada dekat sekitar daerah benteng, dan pasukan benteng memberi tanda dengan panah api atau sesuatu yang bisa terlihat di malam hari, kedudukan kita bisa berbahaya."
"Kita habisi secepat mungkin, jika bisa kita bawa hasil rampasan, dan jika tidak bisa, kita harus membakarnya,"
"Mata elang dan kau Langkah angin, kalian berdua tidak usah ikut dengan kami, kalian berdua istirahat dulu, lalu cari tau, dimana tempat 1000 pasukan berkuda Kaisar Zhiangwen, jika mereka berada dekat sekitar sini cepat kau beritahu kepada salah seorang dari kami, dan tugas kalian hanya mengamati, bila jejak kalian di ketahui, cepat lari," Mo kwi berkata.
Kita istirahat dulu, untuk mengumpulkan tenaga, nanti malam kita bergerak, setelah Mo kwi berkata,
Mereka balik ke tenda masing masing, tak lama kemudian, Ling ji masuk membawakan minuman untuk Mo kwi.
Kau istirahat saja, tenaga dalam mu sudah tidak ada, pasti sakit semua, menempuh perjalanan jauh berhari hari.
"Nanti aku akan memberitahu kakek Hek mo untuk membuka totokan mu, setelah tenaga dalammu pulih, kau boleh pergi," Mo kwi berkata.
__ADS_1
Ling ji, mendengar perkataan dari Mo kwi, wajahnya tertunduk sedih, Ling ji sebenarnya menikmati hidup seperti ini, tidak harus berpikir saling bunuh.
Wajah Ling ji masih menunduk, ketika berkata.
"apa aku boleh hidup seperti ini..?" Mo kwi mendengar perkataan Ling ji lalu melihat kearah gadis itu, kemudian bertanya.
"Apa kau tidak mau lagi kembali ke negri jin..?"
"Jika aku kembali, dan gagal menjalankan misi, aku juga akan mati di sana." apa kau tidak suka aku menjadi pelayanmu.?" bukan itu maksudku," nanti setelah kakek Hek mo memulihkan totokanmu, kita bicara lagi. sekarang kau lebih baik istirahat," Mo kwi berkata.
Selama beberapa hari Ling ji, tinggal bersama, dan dia sudah menjadi seorang budak Mo kwi, dan Mo kwi berhak melakukan apapun terhadap dirinya, tapi pemuda itu selalu memperlakukannya dengan baik, Ling ji yang hati nya selalu dingin, perlahan hangat kembali, melihat kesopanan Mo kwi, dan sifat pemuda itu yang selalu menghormati orang lain, biarpun orang itu lebih rendah status ataupun jabatan dengan dirinya.
Dan itu yang mendatangkan simpati dalam hati Ling ji terhadap Mo kwi.
Ling ji melihat Mo kwi, sudah duduk bersila, tak bertanya lebih lanjut, ia lalu duduk di dalam tenda untuk berjaga, bila pemuda itu membutuhkan sesuatu.
Hawa panas dalam tenda mulai terasa, dan Ling ji sudah teebiasa karna beberapa kali, ia berada dekat dengan pemuda itu.
Malamnya, setelah selesai bersemedi.
Setelah Mo kwi keluar dari tenda miliknya, Ling ji membuka mata, "tuan jika kau inginkan tubuhku, kau bisa mendapatkannya kapan saja, aku siap," Ling ji berkata dalam hati, lalu memejamkan matanya.
Mo kwi keluar dan melihat Hek kwi, Dewa bumi dan yang lain berkumpul.
"Bagaimana, apakah paman paman sekalian sudah siap ?" Mo kwi berkata, mereka yang berkumpul mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.
Setelah berkumpul, lalu mereka bergerak, mendekati kearah benteng, mereka mengamati situasi, penjagaan yang tak terlihat ketat, membuat Mo kwi berpikir.
"Apakah mereka sudah mengetahui pengintaian kita..?" Mo kwi berkata dalam hati, karna melihat benteng yang sangat penting, tapi tidak banyak orang yang berjaga, pasti ada sesuatu yang mereka tahu dan kita tidak tahu, Mo kwi berkata.
"Kita rubah rencana kita, paman Hek kwi dan sepasang Dewa hutang larangan masuk bersama,"
Sedangkan, bibi Tan, Kakek Yie, Li chun dan sepasang Hantu darah, memimpin dari depan, mendobrak gerbang masuk benteng itu.
__ADS_1
"Menurutku mereka memang sudah menunggu kita," Mo kwi berkata.
Mo kwi, Hek kwi dan sepasang Dewa hutan larangan, melesat kearah benteng, setelah mengamati sebentar, mereka lalu loncat dan mengamati situasi dalam benteng, hanya bangunan bangunan tak terlalu besar, dan beberapa tenda tenda, sebagai barak para pasukan kaisar Zhiangwen.
Ketika melihat 3 orang pasukan yang sedang tugas ronda. berjalan sambil membawa pelita dan tombak.
Tanpa berkata, Dewa langit melesat, dan menendang kepala, salah seorang pasukan ronda.
Praaak...!! dua orang yang terkejut, tapi tak menunggu waktu lama, setelah menendang, kedua tangan Dewa langit, dengan cepat menyambar kearah leher, kedua petugas itu, setelah mencengkram, dan menarik tenggorokan mereka, keduanya lalu tewas, oleh serangan cepat yang dilakukan oleh Dewa langit.
Hahaha.
"Ternyata dugaan ku benar ketika melihat tukang kayu berkeliaran disekitar benteng."
Seorang bersuara cempring setelah tertawa, kemudian berkata.
Dan tak lama kemudian, beberapa obor menerangi daerah sekitar tempat Dewa langit, yang tengah berdiri.
"Benar saja dugaanku...!!" Mo kwi berkata dalam hati
Kemudian seorang lelaki berpakaian Thaikam kerajaan, dengan topi khas nya, keluar sambil menatap ke arah Dewa langit.
Dewa langit langsung bergerak kearah suara itu.
Plaaak,..plaaak.
Dua kali Dewa langit mencoba menyambar leher Thaikam muka dingin, tapi dapat di tangkis, dan malah balas menghantam kearah Dewa langit.
Dewa langit setelah menghidari serangan Thaikam itu, lalu bergerak mundur, matanya menatap si muka dingin
Sambil mendengus, Dewa langit berkata.
Hmm..!!
__ADS_1
Aku baru tau, ada banci berilmu tinggi.