
"Rupanya kau lah Iblis gurun, orang yang telah membunuh komandan Rajawali api."
Seraaaang...!!
Jubah emas memberikan perintah kepada siwi yang berada di dalam tenda.
Sebelum mereka menyerang, Mo kwi telah mendahului, Pedang bintang nya menyabet kearah dada seorang siwi, jubah emas bergerak dari samping dan menyabet pedang bintang,
Mo kwi mengetarkan pedang bintangnya, ketika pedang Jubah emas bertemu dengan pedang Mo kwi.
Tangan jubah emas ikut bergetar, hampir saja pedangnya terlepas dari cekalan,
Jubah emas lalu lompat mundur.
Pedang bintang Mo kwi, terkena hantaman keras dari pedang jubah emas, arah nya melenceng dari dada siwi itu, dan dadanya selamat, tapi tidak dengan tangannya, pedang bintang setelah melenceng arah, langsung membabat tangan siwi, siwi itu menjerit ketika melihat tangannya jatuh kelantai, tapi jeritan itu tak lama, karna tangan kiri Mo kwi langsung menghantam dada siwi itu, siwi itu terpental kearah temannya sendiri.
Suara tiupan pluit kencang terdengar di malam itu dari tenda utama.
Mendengar suara tiupan dari salah seorang Siwi, Mo kwi menhantamkan, tangan kirinya, sebuah pukulan naga api di keluarkan, hawa tenaga dalam berwarna merah keluar menyambar kearah suara pluit terdengar, hawa yang sangat panas menghantam.
Dhuaaaaar..!! tiga orang siwi mencelat dan terkapar, termasuk yang meniup pluit untuk memanggil prajurit prajurit yang berada di tenda.
Jubah emas medelik, melihat tubuh tiga orang anak buahnya hangus seperti terbakar api.
Walau perasaannya gentar, Jubah emas menyabetkan pedangnya, kearah pinggang Mo kwi.
Yang terdiam sehabis mengeluarkan ilmu naga api.
Setelah Mo kwi mengeluarkan ilmu naga api, hawa tubuh pemuda itu menjadi sangat panas, dan membuat Coa mo dan Coa kwi tak tahan, lalu keluar, dan langsung menyambar kearah Jubah emas, orang pertama yang mereka lihat.
Dua buah sinar berwarna merah melesat satu kearah kening dan satu lagi kearah leher Jubah emas,
Sambil menunduk kemudian menggulingkan tubuh nya, mata jubah emas sempat melihat ketika sinar merah melesat melewati kepalanya, dan wajahnya pucat pasi, ketika matanya melihat seekor ular berwarna merah menyala dengan mulut terbuka, dan taring kecilnya yang sangat tajam, siap menggigit leher jubah emas, jika tidak mennggulingkan tubuhnya.
Kedua ular berwarna merah ketika tak memgenai Jubah emas, lalu menempel di kain tenda, dan langsung melesat kearah siwi yang berada didekat nya, seorang siwi tak bisa menghindar ketika Coa mo menyambar leher, dan langsung menggigit, terdengar teriakan ngeri dan sakit, tubuh siwi itu jatuh menimpa meja hingga hancur, kemudian diam.
Perlahan tubuhnya mulai merah kehitaman, akibat racun Coa mo.
__ADS_1
Semua orang di dalam tenda menatap ngeri, kearah mayat kawannya, yang tewas digigit oleh Coa mo.
Mo kwi melesat kearah jubah emas, jubah emas yang melihat Mo kwi bergerak kearahnya, melentingkan tubuh sambil bergerak mundur, dan sampai di samping dua orang siwi.
Jubah emas memberi isyarat, lalu ketiganya serentak menyerang kearah Mo kwi, Mo kwi memutar pedangnya, dan menangkis dua buah pedang.
Traang,..traaang...Dheees..!!
Pedang ketiga di tepis oleh tangan kirinya,
Lalu dengan langkah kilin, Mo kwi bergerak diantara mereka bertiga, dan sudah berada dibelakang seorang siwi, dan langsung menendang pinggangnya, Siwi itu tepental terkena tendangan Mo kwi, kearah Coa mo yang langsung menyambar kearah tangan.
Creeeeeebs...!!
Taring Coa mo menancap pergelangan tangan siwi yang tak terlindung oleh baja pelindung tubuh, tak lama kemudian siwi itu menggelepar gelepar, lalu tewas, dengan tubuh hitam.
Pecah nyali Jubah emas, ia lalu melesat menubruk kain tenda, berusaha melarikan diri keluar, Setelah berada di luar, Jubah emas melihat seorang kakek berwajah merah, dan pemuda berbadan kekar, sedang mengamuk, dan di kepung oleh prajurit prajurit yang dibawa olehnya.
Mo kwi menghantamkan tangan kirinya keaarah dada siwi yang ditinggalkan oleh Jubah emas, siwi itu terpental dan langsung tewas.
Mo kwi kemudian melesat keluar tenda, tempat Jubah emas melarikan diri.
Dhees,..Kreeek..!!
Jubah emas terpental, dan terdengar suara retakan di bahu kirinya.
Aaaaaarrrrghh...!!
Jubah emas meraung keras, sambil bergulingan berusaha menghindari serangan susulan dari Mo kwi.
Mo kwi menyeringai seram kearah Jubah emas, lalu berkata, "kau ingin membokong kakakku, manusia tak tahu diri," Mo kwi lalu mengibaskan tangan kirinya, ilmu jari pedang ia keluarkan, sebuah hawa pedang, yang sangat cepat, menyambar kearah jubah emas.
Melihat hawa jari pedang yang agak kemerahan dan berhawa panas, melesat kearahnya, jubah emas menatap dengan wajah sangat ketakutan.
Sreeet..!!
Sebuah sayaatan tipis dari hawa pedang, melesat melewati leher jubah emas, tak lama kemudian, kepala dari Jubah emas, terlepas dari lehernya dan jatuh ketanah, tak ada darah yang keluar, karna jari pedang yg dialiri tenaga dalam baja api, menjadi panas, dan langsung mengeringkan daging yang terpapas.
__ADS_1
Mata elang melotot, melihat kehebatan ketuanya, juga sekaligus bergidig, dan tanpa sadar memegang lehernya sendiri,
Setelah Jubah emas tewas, Mo kwi, Pedang gila dan Li chun mengamuk, mereka bergerak kesana kemari,
Mo kwi mengincar para siwi yang masih tersisa, pedang bintangnya tak kenal ampun, sekali tebas pasti tewas oleh pedang bintang Mo kwi.
Dua orang siwi yang tersisa, sudah merasa jeri, melihat Mo kwi bergerak sambil menebasi anak buah mereka, perlahan mendekati.
Karna sudah tak punya pilihan lagi, kedua siwi saling pandang, kemudian mengangguk, lalu keduanya menyerang kearah Mo kwi, satu kearàh kepala dan satu lagi kearah kaki.
Mo kwi melihat serangan kedua siwi itu, lalu meloncat sambil menangkis pedang yang mengarah kepalanya.
Traaang...!!
Pedang siwi itu langsung putus setelah beradu dengan Pedang bintang milik Mo kwi,
Siwi itu langsung melemparkan pedangnya yang tinggal sepotong, kearah tubuh Mo kwi, sedangkan siwi lainnya menyabet kearah pinggang dari sebelah kiri, tubuh Mo kwi.
Mo kwi dengan langkah kilinnya berkelit menghindar, kemudian tangan kirinya sudah menangkap, tangan siwi itu, lalu melemparkan tubuh siwi itu kearah, Sepotong pedang yang sedang melesat.
Zhleeeebb...!!
Pedang yang tinggal sepotong itu menancap dengan telak nya di dada siwi yang dilemparkan Mo wki.
Mo kwi kemudian, melemparkan pedang bintang nya kearah siwi yang tersisa, pedang bintang melesat dan menancap dengan telak didada siwi itu yang langsung tersungkur dan tewas seketika.
Tak lama kemudian, Pedang gila dan Li chun berhasil membasmi para prajurit prajurit yang tersisa.
Mo kwi tersenyum melihat kedua kakak angkatnya yang datang menghampiri, sementara, Mata elang hanya bisa menggelengkan kepala dan leletkan lidah, hampir tak percaya, kurang lebih hampir seratus orang dengan para siwi dan komandan mereka jubah emas habis di bantai oleh mereka bertiga.
"Paman tolong periksa barang barang berharga milik mereka,..!!" lalu kumpulkan, setelah kita kembali ke Thai yuan, suruh beberapa orang untuk memgambil barang yang tak bisa kita bawa."
Setelah mengumpulkan barang barang berharga, dan kuda kuda para prajurit.
Mo kwi dan yang lain kemudian menuju Thai yuan, dan kedatangan mereka di sambut oleh sepasang Walet terbang, dan anggota perguruan tengkorak putih, yang sudah menunggu di depan gerbang kota,
"Bagaimana dengan para siwi ketua,..?" Walet terbang bertanya.
__ADS_1
Mo kwi hanya tersenyum, tak menjawab, Li chun yang sudah akan membuka mulut, langsung diam ketika mendengar Pedang gila, ketika melewati sepasang Walet terbang, berkata sambil mengikuti di belakang Mo kwi.
Habis.