
Mo kwi memberi isyarat pada Pedang gila untuk jangan bertindak, bertempur harus menjadi pilihan tetakhir karna mereka sedang berada di kerajaan Silla bukan di Tionggoan.
"Tuan Lee hyun, kami adalah pedagang, dan sedang ber negoisasi dengan tuan Mu, tapi kami berbicara tentang kulit bukan ginseng, jadi tuan tidak usah mencurigai tuan Mu," Mo kwi berkata.
"Mau kulit, ginseng atau apa saja, harus minta ijin dulu dariku, jika tidak, jangan harap kalian bisa keluar dari kota Go ini," Lee hyun berkata.
"Tuan Lee, kami adalah pedagang, dan pedagang hampir sama, baik di Silla, negara Jin, Baekje maupun Tionggoan, semua ada aturannya.
"Tuan tidak bisa berbuat hal hal yang mengancam karna akan merugikan kota Go sendiri buat kedepannya," Mo kwi berkata.
Phuuuih..!!
Kau adalah orang asing, jangan banyak omong di negara orang, Lee hyun berkata sambil menatap tajam ke arah Mo kwi.
"Tuan Lee..!!" maaf jika Mo cian menyinggung tuan Lee, tapi Mo cian tidak bermaksud seperti itu, Mo cian hanya mengingatkan, jika tuan Lee sebagai pedagang seperti Mo cian dan berada di Tionggoan, apa yang tuan Lee akan lakukan ?" Mo kwi berkata.
Lee hyun mendengar perkataan Mo kwi mendengus, lalu berkata kepada kakek yang berada di sebelahnya, dengan nada hormat.
"Tuan pendekar Pedang baja, apa tuan pernah mendengar pedagang yang bernama Mo cian di daratan Tionggoan ?" Lee hyun berkata.
"Tuan Lee, aku belum mendengar nama Mo cian, tapi jika tuan Lee ingin kepalanya, aku bisa memberikannya kepada tuan Lee," Pedang baja berkata.
Hmm...!!
Mo kwi mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari kakek yang di panggil Pedang baja.
"Tuan pedang baja, apa salah saya ?" tuan sepertinya berasal dari Tionggoan, tapi perkataan tuan, seperti yang tak menyukai kami ?" Mo kwi berkata.
"Jika aku tak suka, kau mau apa ?" Pedang baja berkata.
Mo kwi tak menjawab perkataan dari Pedang baja, kemudian Mo kwi memberi hormat kepada Mu ryeong.
"Tuan Mu, sepertinya hari mulai siang, kami akan kembali ke penginapan, jika tuan Mu ingin berbisnis dengan hamba, hamba siap kapanpun juga dan tuan Mu sudah tahu tempat kami," Mo kwi berkata.
Mu ryeong mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, dan memberi isyarat dan mempersilahkan jika Mo kwi akan pergi.
Pedang baja yang melihat Mo kwi minta ijin pergi, menjadi semakin sombong.
"Kenapa terburu buru Mo cian, apa kau takut ?"
Pedang baja berkata.
Ha ha ha.
Lee hyun tertawa dan berkata, "tuan pendekar memang hebat, baru bicara beberapa patah kata, sudah membuat takut orang," Pedang baja mendengar perkataan dari Lee hyun menjadi semakin besar kepala, dan tersenyum bangga.
Mo kwi melihat tingkah Lee hyun dan Pedang baja menjadi geram.
Tuan Lee hyun dan Tuan pendekar Pedang baja, aku adalah pedagang kecil, dan hanya mempunyai kepala pengawal, dan beberapa orang pengawal dan tukang angkut barang.
"Tuan Mu dan tuan Lee bagaimana jika kita mengadakan Pibu ( pertandingan silat ) kalah dan menang tidak boleh ada dendam, bagaimana menurut tuan tuan berdua ?"
Mu ryeong tahu Mo kwi mulai kesal, tapi tak menyangka akan berkata seperti itu, sedangkan Lee hyun, tertawa dalam hati dan yakin jagoannya akan menang.
Mu ryeong tak bisa berkata kata, jika menolak pibu, Lee hyun pasti tak setuju tapi jika menyetujuinya, Mu ryeong takut Mo kwi kenapa napa, dan pemimpin kota Go itu menjadi bingung, begitu pula Hwa rang yang seperti cemas mendengar perkataan Mo kwi.
"Siapa yang akan pibu dengan ku ?" Pedang baja berkata, sambil matanya menatap sinis.
"Tuan Mu, apa ada tempat untuk berlatih ?" Mo kwi tak menanggapi perkataan Pedang baja dan bertanya kepada Mu ryeong.
"Apa tuan Mo cian sudah benar benar memutuskan hal ini ?" tuan Mu berkata.
"Tuan Mu, kami orang orang daratan Tionggoan, suka bersahabat tapi tak suka di hina, dan kami lebih baik mati daripada di hina." Mo kwi berkata.
Mu ryeong mendengar perkataan Mo kwi, tampak menghela nafas dan tak berkata kata lagi, kemudian melangkah ketempat latihan silat yang berada di tempatnya.
__ADS_1
Sementara Lee hyun tersenyum penuh arti sambil melirik ke arah Ling ji.
Jika tuan Pedang baja bisa menghabisi Mo cian, maka istrinya akan menjadi miliku, Lee hyun berkata dalam hati.
Mo kwi, Ling ji, tabib Huo, pedang gila dan Dewa langit berjalan terlebih dahulu mengikuti.
Pedang gila ketika melewati Pedang baja, dan kedua pria paruh baya melirik ke arah mereka,
dan berkata, "kita pesta."
Sementara itu Dewa langit berjalan sambil tangan nya menunjuk diri sendiri dan berkata, "pilih aku." ketika melewati rombongan Lee hyun.
Phuuuiih...!!
Pedang baja melihat Pedang gila dan Dewa langit meludah, kalian hadapi mereka, Pedang baja berkata kepada kedua pria paruh baya di sampungnya.
Kedua pria itu mengangguk mendengar perkataan dari Pedang baja.
Lalu Lee hyun memimpin tiga jagoannya mengikuti langkah Mu ryeong di depan mereka.
Di sebuah gedung kecil di samping rumah tuan Mu, sebuah tempat latihan prajurit pengawal tuan Mu ryeong, di lapisi batu alam yang kuat sebagai lantai, dan beberapa rak senjata dari kayu, tersedia di empat sudut tempat latihan.
Mereka semua masuk kedalam, kemudian Mu ryeong berkata,
"Silahkan tuan Mo cian dan tuan Lee berunding masalah aturan pibu."
Tuan Mu, aturan di negara Silla Mo cian tidak tahu, tuan Mu saja yang mewakili, Mo cian akan menerima apapun aturan itu.
Mu ryeong terkejut mendengar perkataan dari Mo kwi, tapi ia mengerti maksud pemuda itu, pemuda itu ingin memberi muka padanya, untuk menghadapi Lee hyun.
"Tuan Lee..!!" tuan Mo cian sudah menyerahkan urusan pibu ini kepadaku, sekarang tuan Lee ingin pibu yang seperti apa ?" Mu ryeong berkata.
Lee hyun menyeringai, mendengar perkataan dari Mu ryeong dan berkata.
"Tuan Mu, bagaiman jika kita bertaruh saja..!!"
"Jika jagoan ku bisa menang melawan anak buah tuan Mo cian, maka semua milik tuan Mo cian akan menjadi milik ku, termasuk istrinya," Lee hyun berkata sambil menatap tajam ke arah Mo kwi.
Mu ryeong terkejut mendengar perkataan dari Lee hyun dan berkata, "mana ada peraturan seperti itu tuan, maaf aku tak setuju."
Aku bertanya pada dia, Lee hyun berkata, kemudian jarinya menunjuk kearah Mu ryeong, "bukan dengan kau."
"Jika anak buahku yang menang bagaimana ?" Mo kwi berkata.
"Tak mungkin," Lee hyun berkata lalu tertawa
Ha ha ha.
Hmm...!!
Pedang gila mendengus mendengar perkataan dari Lee hyun.
Mo kwi mendengar dengusan Pedang gila, tersenyum lalu balas menatap ke arah Lee hyun, dan berkata.
"Apa tuan takut, jagoan tuan akan kalah oleh anak buah ku ?"
"Kau sangat percaya diri tuan Mo cian." Lee hyun berkata.
"Baik, apa mau mu ?" Lee hyun berkata.
"Pedang gila, kau ingin apa jika menang..?" Mo kwi berkata.
"Tuan, apa dia mau jadi kasim jika kalah."
Ling ji dan Hwa rang, langsung menutup mulut mereka, dengan sebelah lengan, menahan tawa mendengar perkataan dari Pedang gila.
__ADS_1
"Kurang aja, apa maksudmu ?" Lee hyun menggebrak kan kaki ke lantai.
Braak..!!
Debu berterbangan di sekitar tempat kaki Lee hyun menggebrak lantai.
Mu ryeong, mengerutkan kening melihat Lee hyun dan berkata, "kenapa tuan Lee..!!" menurutku itu sudah adil."
Lee hyun tak berkata ia berbalik lalu berjalan ke arah Pedang baja.
"Tuan pendekar, balaskan penghinaan ini," Lee hyun berkata dengan geram.
Pedang baja mengangguk mendengar perkataan dari Lee hyun.
Dewa langit tanpa di titah langsung ke tengah arena.
Phuuiii..!!
Pedang gila mencibir ke arah Dewa langit dan berkata.
"Giliran kroco langsung maju, sewaktu ada penjaga neraka, lagi malas bertarung."
"Dasar Dewa gila."
Pedang baja melirik kearah temannya yang membawa sebuah Pit ( alat tulis cina ) di pinggangnya, dan memberi isyarat untuk maju.
Pria paruh baya itu di sebut si juru tulis, karna memang selalu membawa pit dan tulisannya indah, serta kemampuannya menggunakan pit sebagai senjata.
Kwe ho, si juru tulis maju dan berhadapan dengan Dewa langit.
"Keluarkan senjatamu," Kwe ho berkata.
"Senjataku ini..!!" Dewa langit berkata sambil menunjukan kedua tangannya.
"Majulah..!!" Kwe ho berkata
Dewa langit begitu mendengar perkataan dari Kwe ho, langsung melesat, tangannya menyambar ke arah tenggorokan Kwe ho.
Kwe ho terkejut melihat kecepatan dari Dewa langit, tangan kirinya langsung menangkis tangan Dewa langit yang mengarah tenggorokannya.
Plaak..!!
Setelah menangkis, kemudian Kwe ho langsung menyabetkan pit nya ke arah dada Dewa langit.
Kini giliran tangan Dewa langit yang menangkis pit dari kwe ho, lalu tangan kiri Dewa langit menyambar pergelangan tangan Kwe ho yang memegang Pit.
Kwe ho terkejut lalu, membalikan arah pit menyerang tangan kiri Dewa langit.
Dewa langit menghindari serangan Kwe ho dengan memutar tubuhnya berbalik ke belakang Kwe ho, lalu siku kanan Dewa langit langsung menghantam punggung Kwe ho.
Bhuukk...!!
Kwe ho terhuyung, Dewa langit melesat dan berputar kemudian tlah berada di depan Kwe ho, tangan kanannya, langsung menyambar ke arah tenggorokan Kwe ho.
Mo kwi langsung teriak, "Jangaaan..!!"
Dewa langit mendengar teriakan Mo kwi, menarik serangannya.
Lalu kaki kanannya langsung menendang perut Kwe ho.
Bhuuk..!!
Kwe ho yang sedang terhuyung dan tak siap, langsung terpental ke arah Pedang baja, dan jatuh di depan Pedang baja, akibat tendangan keras Dewa langit di perut Kwe ho.
Pedang baja wajahnya berubah kelam.
__ADS_1
Dewa langit menepak nepak baju dan jubahnya dari debu, sambil melangkah ke arah Pedang gila dan berkata.
"Ku pikir hebat"