Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch 52 Menyelamatkan Gubernur Zhang Xuan


__ADS_3

Mo kwi yang melihat sepanjang jalan menuju ketempat gubernur Zhang, banyak para prajurit kota kaifeng tewas mengenaskan, pemuda itu sangat geram.


Mo kwi langsung melesat kearah kediaman gubernur Zhang dan ketika sampai, mo kwi melihat 5 orang berpakaian hitam sedang mengeroyok wanita yang terlihat setengah tua, dan bergerak sangat lincah menyerang dan menghindari serangan pasukan siluman.


Sementara tak jauh dari itu, sebuah pertempuran juga terjadi antara 4 orang berpakaian hitam sedang mempermainkan seorang gadis dan pria tua yang masih terlihat gagah, mereka adalah gubernur Zhang dan putrinya Diao chan.


Di sisi lain seorang pria paruh baya berwajah hitam dengan raut muka bengis sedang tertawa tawa sambil melihat pertempuran, "agaknya ia adalah hantu malam," Mo kwi berkata kepada dalam hati, melihat orang yang tengah menyaksikan pertempuran.


Mo kwi yang memang sudah geram melihat pembantaian yang terjadi, lalu melesat kearah pasukan siluman yang mengeroyok gubernur zhang dan Diao chan putrinya.


Sambil melesat, kedua tangan Mo kwi mengibas kearah pasukan siluman yang menyerang Diao chan sambil mengeluarkan jurus jari pedang.


Satu orang pasukan siluman terbabat putus pinggangnya terkena jari pedang Mo kwi, sementara satu lagi berhasil menghindari serangan mo kwi, pertarungan terhenti ketika pasukan siluman mundur, ke dekat pria yang tadi tengah tertawa tawa,


dan Mo kwi sampai di tempat Diao chan.


Ang hwa, gubernur Zhang menarik napas lega setelah mengetahui yang datang membantu adalah Mo kwi, ada sebuah harapan di hati mereka melihat kedatangan Mo kwi.


Sedangkan Diao chan langsung memeluk pemuda itu ketika mengetahui Mo kwi yang datang, Diao chan menangis terisak didada Mo kwi.


Sambil memegang bahu Diao chan, Mo kwi melepaskan pelukan Diao chan, wajah nya merah ketika semua orang yang berada disana melihat kearah dirinya. Mo kwi lalu berkata.


Sudahlah nona Chan, tenangkan hatimu, bahaya telah berlalu, Mo kwi berkata, Diao chan lalu mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.


Diao chan lalu menghampiri ayahnya yang tengah tersenyum kearahnya, gadis itu tertunduk malu, ketika ingat tanpa sadar ia langsung memeluk pemuda itu.


Ang Hwa ketua perguruan bunga api, sesekali menatap kearah orang yang datang bersama dengan Mo kwi, Ang hwa tak mengenali Pedang gila karna sudah mempunyai wajah baru, seorang pria berkulit wajah merah, dan terlihat sangat menyeramkan, Sian bin memang membuatkan topeng kulit wajah berwarna merah yang bagus dan sempurna, untuk penyamaran Pedang gila.


Seorang anak buah pasukan siluman menghampiri Hantu malam kemudian berbisik di telinganya, memberitahu siapa yang datang, Hantu malam mengangguk mendengar penjelasan dari anak buahnya, Hantu malam kemudian maju dan berkata.


"Apa kau yang bergelar Iblis gurun,"..?


"Orang orang menyebutku seperti itu,"


Mo kwi berkata.


"Jika kau ikut dengan kami dan menemui ketua pasukan Siluman, yang tak lain adalah guruku, maka urusan dengan gubernur Zhang akan berakhir disini."


Hantu malam berkata.


"Aku belum siap menemui ketua mu," Mo kwi berkata.

__ADS_1


Hantu malam yang mendengar perkataan dari Mo kwi tertawa.


Ha,..Ha,..Ha


"Kenapa belum siap, apa kau takut,"..? Hantu malam berkata.


"Aku bukannya takut, tapi sekarang belum waktuku untuk menemui gurumu, "lebih baik kau saja dan anak buahmu yang pergi menemui, Iblis sesat gurumu itu."


Hantu malam, dan Ang hwa terkejut ketika Mo kwi mengetahui siapa orang yang menjadi topeng hitam,


sedangkan Ang hwa terkejut karna Iblis sesat adalah, jululan seorang gembong iblis golongan hitam yang sudah lama tak terdengar kabarnya, dan memiliki ilmu kepandaian yang sangat tinggi.


"Rupanya kau sudah tau siapa guruku, dan orang yang menjadi ketua perguruan siluman.


Itu malah lebih baik lagi, jadi tak usah saling memperkenalkan diri," hantu malam berkata sambil tersenyum kearah Mo kwi.


"Apakah telingamu tuli,"..? sudah kubilang belum waktuku untuk menemuinya."


Wajah Hantu malam berubah kelam, mendengar perkataan Mo kwi, dirinya merasa dipermainkan oleh pemuda itu, Hantu malam berusaha bersabar ketika mengetahui pemuda itu adalah Iblis gurun orang yang dimaui oleh gurunya, tapi perkataan perkataan Mo kwi sudah membuatnya gusar dan ia merasa telah dipermainkan oleh Mo kwi.


"Rupanya kau memang ingin mati," Hantu malam berkata sambil memberi isyarat kepada anak buahnya untuk maju.


5 orang pasukan siluman yang mengeroyok Ang hwa maju,


Melihat kelima orang itu, Mo kwi kemudian berkata


kepada Pedang gila.


"Kau saja yang maju, gurumu ini malas melawan keroco keroco seperti itu, cepat selesaikan, jangan sampai gurumu ini menunggu lama, apa kau mengerti,"..? "Baik guru."


Hantu malam yang mendengar perkataan dari pria dengan wajah berkulit merah dan Mo kwi, merasa gusar, Hantu malam merasa perkataan Mo kwi seperti mengejek kepadanya, pemuda yang menurutnya masih bocah, sudah menyebut dirinya guru kepada pria yang menurut Hantu malam umurnya jauh diatas Mo kwi.


"Seraaaaang,"..!! Hantu malam berteriak kepada anakbuahnya.


Pedang gila lalu mendahului melesat dengan cepat, kearah kelima orang anakbuah Hantu malam.


Sebuah sinar berwana biru dengan mengeluarkan hawa dingin berkelebat sangat cepat, membabat dan menyabet kearah kelima orang itu, gerakan Pedang gila sangat cepat karna memang sewaktu masih muda, Pedang gila alias Tan huo mempunyai gelar Pedang Kilat.


Tak membutuhkan waktu lama, terdengar jeritan jeritan menyayat hati dari kelima orang pasukan siluman yang mengeroyok Pedang gila.


Kelima orang itu tewas dengan sangat mengenaskan, ada kepalanya yang lepas, tangan dan kaki putus, tapi yang membuat mereka terkejut adalah melihat kelima orang itu tubuhnya membiru, seperti terkena racun yang sangat jahat.

__ADS_1


Hantu malam terkejut melihat pedang yang berada ditangan Pedang gila.


"Pe,..Pedang kelabang biru,"..!! hantu malam berkata. Ia tahu betul, pedang kelabang biru adalah senjata mustika milik gurunya, Iblis sesat.


"Darimana kau curi pedang itu,"..? Hantu malam berkata kepada Pedang gila, yang hanya diam.


Dengan senyum nakal Mo kwi membalas perkataan Hantu malam yang ditujukan kepada Pedang gila.


"Gurumu setelah memberikan Pedang itu kepadaku lalu pergi, aku tak suka memakai pedang pasaran seperti itu, jadi kuberikan kepada muridku ini, mendengar perkataan Mo kwi yang sangat menghina, wajah Hantu malam makin hitam.


"Cepat katakan apa maksud perkataanmu itu,"..?


Mo kwi dengan wajah serius, menatap tajam kearah Hantu malam, lalu berkata.


"Jika beberapa saat yang lalu, kau belum berangkat kekota Kaifeng, mungkin sekarang kau akan berkumpul bersama gurumu dan pasukan siluman yang sekarang sedang merenungi perbuatannya di neraka, dan sekarang, aku yang akan mengirimmu untuk berkumpul bersama sama gurumu di neraka."


Setelah berkata Mo kwi lalu menyerang kearah Hantu malam, dengan jurus jari pedang, Hantu malam yang memang telah bersiap melesat kesamping menghindari jari pedang Mo kwi, tapi pasukan siluman yang berada di belakang Hantu malam menjerit ketika jari pedang Mo kwi, menebas kearah dadanya, dan langsung tewas.


Tangan Hantu malam berubah warna kebiruan, pukulan kelabang biru yang sangat beracun warisan dari iblis sesat langsung dikeluarkan oleh Hantu malam,


Melihat hal itu, kedua tangan Mo kwi juga ikut berubah, tangan kanan merah, sedangkan yang kiri berwarna hitam.


Keduanya lalu bertempur jarak dekat dengan mengunakan jurus jurus pukulan.


Pertempuran sengit terjadi, mereka saling beradu pukulan, tapi nyali Hantu malam perlahan lahan mulai kuncup, ketika ilmu andalanya pukulan kelabang biru yang sangat beracun, tak berpengaruh kepada Mo kwi, meskipun mereka sering beradu tangan.


Mo kwi meloncat keatas sambil berputar, ketika kaki Hantu malam menyabet kearah kaki Mo kwi, Mo kwi kemudian setelah berputar lalu membalik dan meyerang kepala dari Hantu malam.


Pria berwajah hitam itu terkejut mendapat serangan dari atas, kemudian ia menyilangkan kedua tangan nya diatas kepala menahan pukulan Mo kwi.


Dhuaaaar,..!!


Tenaga dalam tinggkat tinggi bertemu, Kaki Hantu malam amblas sebatas mata kaki kedalam tanah, menahan pukulan Mo kwi, Mo kwi kemudian melentingkan tubuhnya dan turun beberapa langkah diahadapan Hantu malam, dan langsung menyerang kembali sambil tangan kanannya menghantam kearah dada Hantu malam, dengan pukulan inti api, Hantu malam terkejut ketika melihat serangan Mo kwi.


Kaki nya yang melesak kedalam tanah dan tenaga dalamnya yang masih buyar akibat menahan pukulan Mo kwi, membuat Hantu malam hanya bisa menatap tangan kanan Mo kwi yang sudah berwarna merah menghantam kearah dadanya.


Hantu malam tak menjerit ketika tangan kanan Mo kwi menembus dadanya.


Mata Hantu malam melotot wajah nya menunjukan rasa kesakitan yang sangat hebat, Mo kwi kemudian mencabut tangannya dari dada Hantu malam, dan berbisik.


"Sekarang kau bisa bertemu dengan gurumu."

__ADS_1


__ADS_2