Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 217 Persiapan menyerang pulau Tamna.


__ADS_3

"Tuan Mu ryeong !" perkenalkan ini ayahku," Mo kwi berkata kepada kawan yang di kenalnya di kerajaan Silla.


Mu ryeong begitu mendengar perkataan dari Mo kwi, langsung memberi hoemat kepada Shin mo dan memperkenalkan diri, apalagi setelah melihat sepasang pedang langit bersujud kepada Shin mo sambil mengucapkan sumpah setia, rasa hormat Mu ryeong terhadap Shin mo semakin besar.


"See in, bagaimana bisa kau berada di sini?"


Shin mo berkata.


"Mari kita bicara di tempat yang lebih enak," See in berkata.


Sedangkan Tabib Huo mengobati mereka yang terluka, Pedang hitam yang terluka cukup parah mendapat perawatan khusus dari Tabih Huo, banyak anggota dari perguruan Dewa iblis dan pasukan musuh yang tewas di pantai timur kota Gaya.


Di dekat panggung arena yang sebagian hancur, ada sebuah bangunan kecil tempat berkumpulnya pemimpin Bajak merah.


Shin mo, Mo kwi dan yang lainnya duduk di kursi yang telah di siapkan oleh Li chun, sedangkan Ling ji dan nenek Kharmila menyiapkan dan mencari makanan atau minuman untuk di hidangkan.


Mo kwi yang penasaran ingin bertanya, setelah duduk, kemudian berkata.


"Tuan Mu ryeong, bagaimana tuan bisa membawa beberapa kapal, dan sampai di kota Gaya."


"Tuan Mo cian, mungkin sudah lupa waktu berkata kepada kami, ingin ke kota Gaya untuk mencari perkumpulan naga merah, yang merupakan sekutu dari perkumpulan bajak merah." Mu ryeong berkata.


"Raja kami yang sudah mengetahui siapa tuan Mo cian sebenarnya, dan beretrima kasih karna mau menjalin kerja sama dengan kerajaan Silla."


"Dan raja Silla merasa wajib membantu tuan Mo cian, apalagi setelah tuan dan Nyonya pedang langit memberi kepastian bahwa perguruan Dewa iblis, yang di pimpin ayah tuan Mo cian akan menghancurkan perkumpulan Bajak merah, di kota Gaya ini."


"Mu ryeong lalu diangkat jadi kepala pasukan laut kerajaan Silla, dan mendapat mandat untuk membantu tuan Mo cian langsung dari raja, sekaligus ingin melihat kemampuan Mu ryeong apakah mampu menjadi ketua pasukan laut keraajaan Silla." Mu ryeong berkata.


"Kami lalu berangkat, membawa 10 kapal terbaik dari Silla, ketika melihat puluhan perahu sedang, menembakan meriam dan panah besar dari alat pelontar ke arah pantai, lalu aku memutuskan untuk mengacaukan mereka, Menembak secara acak lalu melarikan diri, karna pasukan Bajak merah ternyata mempunyai armada kapal laut yang 2 kali lipat dari kami, jika kami memaksakan diri mendekat, maka kami sendiri yang akan Hancur, lalu datang tuan ini, yang membantu kami, sehingga pasukan Bajak merah gentar dan melarikan diri," Mu ryeong berkata.


"Dan kau See in, bagaimana kau sampai sini ?"


Shin mo berkata.


See in menghela nafas, setelah mendengar perkataan dari sahabat sekaligus adik iparnya itu.


Raut kesedihan terlihat ketika See in akan bicara.


"Paman Sian bin memberitahu aku tentang ayah,"


"Shin mo dan paman paman sekalian, sedang menuju kota Gaya untuk menyelamatkan ayahku, tapi menurut paman Sian bin, kemungkinan ayah sudah tewas oleh perkumpulan Bajak merah."


"Paman Sian bin lalu menyuruh aku kembali ke pulau es, untuk membawa semua kapal penjaga utara, untuk membantu Shin mo dan paman paman sekalian, karna menurut paman Sian bin, perkumpulan Bajak merah tak akan mau jika bertempur di darat, jika di darat mereka akan kalah, tapi di laut mereka bisa membusungkan dada."


Menurut paman Sian bin, peresmian perguruan Pedang timur hanya akal akalan saja, mereka pasti menyiapkan serangan dari laut, darat hanya untuk mengalihkan perhatian," kami sudah menduga ke arah sana," Zhou yun berkata mendengar perkataan dari See in.


See in tersenyum lalu berkata, "paman Sian bin juga berkata, bahwa paman Zhou yun alias Dewa tombak pasti sudah menduga arah dan tujuan dari Minamoto, pemimpin perkumpulan Bajak merah, aku di suruh untuk memusatkan perhatian menyerang dari laut, dan paman Sian bin juga memberitahu serang dan pergi, seperti yang di lakukan oleh Tuan Mu ryeong.


Jika kita melayani mereka, kita tak akan kuat, karna mereka mempunyai banyak kapal, dan semua ahli bertempur di atas laut." See in berkata.


"Lalu mana paman Sian bin ?" Shin mo berkata.


Sebelum See in menjawab, Zhou yun berkata menjawab pertanyaan Shin mo.


"Saudara Sian bin pergi ke selatan, ketua."


Shin mo mengerutkan keningnya, bukan See in, tapi Zhou yun yang menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Shin mo menatap See in,


ingin mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


"Paman Zhou yun benar, paman Sian bin berkata akan ke kota Gaya dan memutar ke selatan."


Shin mo lalu menatap Zhou yun.


"Apa paman mengetahui maksud paman Sian bin ?" Shin mo berkata.


Zhou yun tersenyum, "ketua nanti akan tahu sendiri."


Shin mo mengangguk, tak bertanya lebih jauh setelah mendengar perkataan Zhou yun.


Shin mo percaya kepada bekas jendral yang sangat di sayang oleh kaisar Hongwu itu.


"Markas mereka di pulau Tamna, hal itu semua orang tahu, pulau Tamna seperti sebuah kerajaan kecil bagi perkumpulan Bajak merah."


Suara berat terdengar, dan tak lama kemudian masuk seorang kakek yang memakai pakaian hitam dengan dua buah pedang pendek berada di pinggang.


"Paman Hek kwi, bagaimana dengan tugas paman ?" Shin mo berkata, ketika melihat siapa yang datang.


Setelah memberi hormat, kepada ketuanya.


Hek kwi kemudian berkata. "Mereka semua berada di dalam salah satu kapal perkumpulan Bajak merah."


"Dan yang aneh, ternyata Minamoto berada dalam kapal, bukan di tempat peresmian perguruan Pedang timur." Hek kwi berkata.


"Pulau Tamna lumayan besar walau tak sebesar kota Gaya, tapi semua penduduk pulau Tamna adalah orang orang dari perkumpulan Bajak merah."


"Apa paman juga tahu, berapa jumlah kapal yang mereka punya ?"


"Di perkirakan mereka mempunyai sekitar 40 kapal ketua."


"Tapi itu kapal yang terlihat, kita juga belum tahu berapa banyak kapal mereka yang tidak terlihat."


Hek kwi berkata.


Shin mo mengangguk.


See in membawa 10 kapal, begitu pula dengan Mu ryeong,


Tapi perkumpulan Bajak merah Dua kali lipat dari kita,


belum jebakan jebakan yang sudah menunggu.


Shin mo menarik nafas dalam dalam.


"Ketua kenapa kita tidak coba saja ke pulau Tamna, sambil melihat lihat !" Zhou yun berkata.


Bagaimana jika mereka menyergap kita paman ?" kita berjumlah 20 kapal sedangkan mereka mempunyai 40 kapal, jika mereka menyergap, kita akan hancur." Shin mo berkata.


"Ketua !" jika kita tak mencoba, bagaimana kita akan membasmi perkumpulan Bajak merah dan Dewa sesat ?" Zhou yun berkata.


Shin mo lalu menatap ke arah See in dan Mu ryeong, lalu berkata, "bagaimana menurut kalian ?"


"Ayahku adalah anggota perguruan Dewa iblis, dan kapal ini juga milik ayah, semua terserah keputusan Ketua perguruan Dewa iblis," See in berkata

__ADS_1


Shin mo tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan See in.


"Bagaimana dengan tuan Mu ?" Shin mo berkata, sambil menatap ke arah Mu ryeong.


"Jika tak mencoba, kita akan tahu darimana akan di sergap ?" Mu ryeong ikut untuk bertempur bersama, membantu Ketua Shin dan tuan Mo cian." Mu ryeong berkata.


"Baikn !" jika itu sudah menjadi kesepakatan kita bersama," setelah memastikan yang terkena serangan panah dan meriam kapal perkumpulan Bajak merah baik baik saja, kita titipkan dulu di sini."


"Yang tidak terluka ikut berlayar bersama menghadapi perkumpulan Bajak merah." Shin mo berkata.


Baik ketua..!


Suara kencang terdengar sangat antusias mendengar perkataan Shin mo.


Yang terluka di obati oleh Huo in, dan di titipkan di rumah penginapan atau rumah rumah penduduk, yang lain mengisi perbekalan untuk 20 kapal, makanan, air minum dan peralatan peralatan untul bertempur.


Setelah hari ke 2.


Puluhan kapal melaju mengikuti arah angin yang bertiup ke arah selatan.


Deburan ombak di pagi hari, ikan ikan yang terbang di samping kapal, dan hari yang cerah, membuat pemandangan yang tak bosan bosan untuk di lihat.


"Ternyata laut itu sangat indah !" Mo kwi berkata dalam hati, sambil menarik nafas dalam dalam, menghirup udara di atas laut.


"Ayah, laut sangat indah," Mo kwi berkata kepada ayahnya.


"Kau benar nak !" saat ini laut memang terlihat sangat indah dan tenang, tapi jika ada badai, susah untuk kita selamat, badai laut adalah badai yang sangat menyeramkan."


"Kau jangan jauh jauh dengan ayah, karna kau belum mahir berenang," Shin mo berkata, Jika ada bahaya, agar ayah segera menolongmu.


"Ada sampan, ada sampaaaan di arah selatan ada sampan," seorang pengintai yang berada di atas tiang layar utama, teriak teriak memberitahu, kawan kawan yang lain.


Karna kapal Yg di naiki oleh Shin mo melaju cepat, kapal mereka terlebih dahulu sampai ti tempat sampai itu.


Seorang tua, yang berbaju biru laut, jenggot dan kumisnya yang berwarna putih, berkibar kibar tertiup angin laut.


Orang tua itu berdiri di perahu kecil yang terombang ambing ombak ombak kecil dan anehnya perahu kecil itu berjalan sendiri diatas laut tanpa pendayung. terus bergerak kearah kapal Shin mo,


kedua tangannya berada di belakang pinggang, dan matanya menatap ke arah Shin mo, Mo kwi dan Zhou yung yang tersenyum ke arah kakek aneh itu.


Shin Mo dan Mo kwi tak melihat Zhou yun melirik ke arah Shin mo.


kakek tua itu ketika melihat lirikan Zhou yun kemudian


kedua tangan terkepal di dada, dengan badan agak membungkuk sedikit memberi hormat.


Kakek itu lalu berkata.


Aku Ciao lam, Dewa laut selatan, ketua armada laut perguruan dewa iblis, memberi hormat kepada ketua perguruan Dewa iblis.


Setelah berkata, tak lama kemudian, kapal kapal besar mendatangi di belakang kakek itu, sebuah kapal besar semakin lama semakin dekat.


Shin mo tersenyum mengangguk, mendengar perkataan Kakek itu. apalagi setelah melihat 3 pelindung perguruan Dewa iblis, Cha pao, Dewa kipas, dan Sian bin melambaikan tangan ke arah Shin mo.


Shin mo tersenyum dan berkata dalam hati.


"Jadi ini yang dimaksud oleh paman Zhou yun."

__ADS_1


__ADS_2