Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 69 Menyelamatkan Perkampungan Lembah Awan


__ADS_3

Setelah menghabisi rombongan penyusup yang berjumlah kurang lebih 30 orang, yang bergerak dari timur.


Mo kwi lalu menuju utara, dengan diantar oleh pemandu jalan, mereka terus bergerak, dan semakin lama semakin mendekati jalan, yang bisa tembus ke belakang perkampungan lembah awan.


Akhirnya Mo kwi dan rombongan mendekati pagar belakang dari perkampungan lembah awan yang sudah jebol, dan terdengar suara pertempuran.


Dua orang wanita cantik sedang mengeroyok seorang pria bertopeng hitam, sedang kan orang orang yang memakai pakaian seperti penduduk biasa bertempur dengan para penyusup yang sama berpakaian hitam, tapi tanpa penutup wajah.


Hanya seorang yang sedang melawan kedua wanita itu saja yang memakai topeng hitam.


"Ibuuu...!!" Shin bwe dan Shin hoa teriak ketika, melihat kedua ibu mereka bertempur.


Hong giok menarik selendangnya, sedangkan Soat gi, juga ikut mundur, mendengar teriakan kedua anak mereka. topeng hitam yang berusaha mengejar, lalu dihadang oleh pedang gila.


"Shin bwe, Shin hoa, datang darimana kalian..?" Hong giok berkata, "dan dimana nenek..?" Soat gi berkata.


Kami di kota Yunan juga di serang oleh para siwi teman mereka ibu..!! Shin hoa berkata.


Para Siwi, Hong giok terkejut ketika mendengar nama Siwi, "ayah kalian bersama yang lain, juga didepan gerbang, menahan banyak para Siwi..!!"


Mereka dikirim oleh kaisar, Menurut kepala besi, yang ditangkap oleh tuan iblis gurun.


"Iblis gurun katamu..!! "mana dia, mana orangnya..?" Hong giok berkata,


Mo kwi kemudian mendekat, Saya lah iblis gurun, Mo kwi berkata, sambil memberi hormat.


"Nak, kau harus menolong ayahmu,..kau harus menolongnya, maaf kan ayahmu yang tidak tahu dan sampai melukaimu, nak..!!" Hong giok berkata kepada Mo kwi.


Mo kwi matanya berkaca kaca mendengar perkataan Hong giok, jadi selama ini ayahnya telah mengakui ia sebagai anaknya.


Ibu..!! Mo kwi berkata pelan, kemudian wanita anggun berusia paruh baya, istri pertama dari Shin mo, lalu mendekat kearah Mo kwi dan memeluk pemuda itu, lalu berbisik, disinilah keluargamu, dan anggap aku ibumu pengganti nyonya Mei hwa yang telah berpulang, Mo kwi sangat terharu memdengar perkataan Hong giok. dan berkata, "Ibu"


Shin bwe dan Shin hoa terlihat bingung melihat Hong giok yang memeluk Mo kwi.


"Kalian berdua apa tidak diberitahu oleh Mo kwi, bahwa kalian adiknya, satu ayah lain ibu, wajah kedua gadis itu terkejut," lalu menggeleng.


Mo kwi yang mendengar perkataan dari Soat gi tersenyum, "Maak kan kakak, karna waktu itu mau bilang, takut kakak akan dibenci oleh kalian, karna ayah masih belum menerima kakak," Mo kwi berkata sambil tersenyum.


Sementara kedua gadis itu langsung menghampiri Mo kwi dan mencubiti tubuh pemuda itu, karna merasa gemas sudah dibohongi, Sinie suthay tersenyum, melihat tingkah kedua cucunya.


Sinie suthay juga terkejut mendengar perkataan dari Hong giok dan Soat gi, ia lalu mengangguk sambil tersenyum, menurutnya Shin mo beruntung mempunyai anak seperti Mo kwi.

__ADS_1


Pedang gila yang masih bertarung dengan pria bertopeng hitam itu tampak, seperti imbang, tapi jika diperhatikan, Pedang gila selalu mundur selangkah bila pedang mereka bertemu, tenaga dalamnya kalah setengah tinggkat, oleh pria bertopeng hitam.


Mo kwi mengerutkan kening, melihat mereka berdua bertempur menggunakan pedang, "mereka seperti sedang berlatih," Mo kwi berkata dalam hati.


"Pedang gila munduuur," Mo kwi berkata.


Mendengar perkataan Mo kwi, pedang gila lalu mundur dan berdiri disamping Mo kwi.


Hmm,..!!


"Siapa kakek berwajah merah itu, kenapa dia bisa tahu jurus jurus rahasia perguruan pedang suci...?


"Sudah lah ketua Liu, kau tak usah tutupi wajahmu itu, aku sudah tahu siapa kau..!!" tak kusangka seorang ketua perguruan putih mau menjadi kepala penyusup untuk membokong, apa kau takut jalan dari depan..?" Mo kwi berkata kepada Liu kang.


Ha..Ha..Ha.


"Hari ini akan dicatat oleh sejarah, tentang hancurnya perguruan Dewa iblis, sebuah duri dalam daging sebentar lagi akan musnah."


Liu kang setelah tertawa kemudian berkata.


"jika itu terjadi, tetap saja kau tak bisa menyaksikannya," Mo kwi berkata.


"Kenapaa,..?" Liu kang dengan wajah tersenyum mengejek menatap kearah Mo kwi.


Wajah Liu kang, berubah mendengar perkataan Mo kwi, ia lalu tanpa basa basi lagi, kemudian meyerang kearah Mo kwi.


Mo kwi yang juga marah mendengar perkataan Liu kang, lalu mengeluarkan pedang bintang miliknya, dan menyerang Liu kang.


Pedang berwarna kehijauan dari pedang bintang, dengan pedang arwah milik Liu kang, bergerak sangat cepat, dengan ilmu pedang malaikat Mo kwi menyerang Liu kang, yang menurut nya, orang yang tak pantas menduduki jabatan ketua perguruan putih terbesar karna, sipat sipatnya yang tak mencerminkan sebagai seorang pemimpin.


Keduanya bertempur sangat hebat, masing masing menggunakan jurus pedang andalan masing masing, dan setelah bertempur diatas 100 jurus, baru terlihat,


Liu kang mulai keteteran menghadapi Mo kwi yang makil lama permainan pedangnya Makin cepat.


"keringat dingin mulai terasa diwajah Liu kang, ketika ia selalu berada di bawah angin," semua jurus pedang yang ia keluarkan seperti tak ada artinya melawan jurus jurus pedang malaikat Mo kwi.


Makin lama permainan pedang Liu kang semakin kacau,


Dan Mo kwi memanfaatkan situasi itu, dan selalu menekan Liu kang.


Akhirnya dengan gerakan manis, langkah kilin menghindari tusukan dan bergerak kesamping, lalu pedang bintang Mo kwi menebas tangan Liu kang yang memegang pedang arwah, dari samping.

__ADS_1


Craaaaassh,..!!


Liu kang menjerit, ketika melihat tangannya yang masih memegang pedang arwah putus, dan jatuh ketanah, tapi rasa terkejut dari Liu kang tak berlangsung lama, setelah menebas tangan Liu kang Mo kwi yang pedangnya belum berenti bergerak, lalu


Pedang bintang miliknya, ia gerakan langsung menuju perut Liu kang, yang membuat Liu kang langsung tewas karna dalamnya tusukan pedang Mo kwi,


Dan Liu kang tak memilik pedang lagi untuk menahan pedang Mo kwi, yang masuk kedalam perutnya.


Liu kang masih berdiri, Mo kwi kemudian mencabut pedangnya, setelah pedang bintang keluar dari perut Liu kang, tubuh ketua perguruan pedang suci itu langsung ambruk ketanah, karna sejak berdiri Liu kang telah tewas, orang yang sangat bernapsu berusaha untuk menghancurkan perguruan Dewa iblis, dan akhirnya, dirinya sendiri yang hancur.


Suara dari depan perkampungan terdengar semakin riuh, Mo kwi kemudian melesat kearah depan, sementara yang lain menghabisi penyusup yang masih tersisa.


Wajah Mo kwi merah, menahan murka, ia melihat ayahnya tengah di keroyok oleh puluhan jago yang dipimpin seorang Jago tua memakai seragam siwi yang rambut nya merah, si Rajawali api, setiap ada yang tewas langsung masuk penyerang yang menggantikan, baju, muka dan tubub Shin mo dan anak buahnya penuh dengan darah, dan beberapa luka sayatan, Yie dong dan Tan lian lebih parah, tubuh mereka sudah sangat letih, dan baju mereka sobek sobek terkena sayatan pedang.


Melihat hal itu, dengan pedang bintang ditangannya, Mo kwi langsung mengunakan ilmu raja hitam miliknya, dan mengamuk, Pedang bintangnya sangat ganas bergerak kesana kemari, dan selalu 1 atau dua orang tewas ketika Mo kwi menggerakan pedang,


Suasana berubah ketika Mo kwi datang, semangat mereka yang bertempur naik kembali, tubuh merah kehitaman di tengah malam, mengamuk membabat musuh musuh yang berada didekatnya, tapi para siwi dan pendekat undangan kapak setan terus maju.


Mengeroyok semua yang berada disana.


Mo kwi sudah begerak kesana dan kemari untuk melindungi yang terdesak, tapi musuh seperti tak ada habisnya dan terus menyerang.


Mayat menumpuk, darah tergenang, dan mereka terus mencoba bertahan supaya para penyerang tidak dapat masuk kedalam perkampungan lembah awan, karna pasti penduduk banyak yang akan menjadi korban ketika penyusup berhasil masuk kedalam perkampungan.


Shin mo, Mo kwi dan Hek kwi yang mengamuk menahan serangan para siwi dan pendekar pendekar itu terlihat mulai letih, dan gerakan gerakan mereka agak melambat.


Ketika situasi sangat kritis, tiba tiba, terlihat banyak cahaya obor di tengah hutan, dan terdengar suara nyaring, mendesing mendekat.


Zhiiiing,..Zhiiiing,...Zhiiiiiing...!! Puluhan panah melesat dan menancap di tubuh pendekar dan para siwi yang tubuhnya tak terlindungi, oleh baja pelindung tubuh, dari kelompok kapak setan,


Rajawali api terkejut melihat panah panah yang seperti dipakai para ahli, dan sedikitpun tak ada yang melenceng mengenai pihak lembah awan. dan selalu tepat mengincar anak buahnya.


Rajawali api, berteriak.


"Munduuur,..!!"


Mereka yang sudah jeri langsung mundur mendengar perkataan Rajawali api.


Setelan pasukan Rajawali api mundur, tak lama kemudian, muncul 5 orang penunggang berkuda,


Salah seorang penunggang kuda dengan suara merdu dan berjalan paling depan lalu berkata.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan kusir kereta kudaku"


__ADS_2