
Nenek Kharmila mengerutkan dahi mendengar perkataan dari suaminya.
Plak...!"
Pipi pedang gila dengan telak telah di tampar oleh nenek Kharmila.
Pedang gila mengusap pipinya yang panas.
Kakak seharusnya memberiku pujian atau kata kata semangat karna kita akan menghadapi pertempuran besar, malah berkata seperti itu.
Bikin orang kesal saja, nenek kharmila berkata.
"Kau dengar kalo orang mau bertempur hidup mati harus bicara kata terakhir, hanya kata itu yang ada di kepalaku," Pedang gila berkata.
Nenek Kharmila menghela nafas memaklumi suaminya, ia pernah mendengar tentang suaminya dari Mo kwi dan Tabib Huo siapa sebenarnya Pedang gila yang menjadi suaminya, itu, seorang ketua perguruan golongan putih terbesar di tionggoan, tapi sejak Ketuanya yang berubah menjadi Pedang gila, perlahan tapi pasti, perguruan pedang suci mulai turun pamornya, karna tak ada pemimpin yang handal.
Sudahlah, aku tak mengharapkan apa apa selain kau selamat dan kita bisa kembali lagi bersama sama, nenek kharmila berkata.
Pedang gila mengangguk mendengar perkataan dari nenek Kharmila.
Lalu keduanya pergi ke tempat berkumpulnya para anggota perguruan Dewa iblis dan kawan kawan mereka.
Untuk berangkat bersama ke tempat peresmian perguruan pedang timur.
Setelah semua berkumpul, kemudian Shin mo bersama Mo kwi dan anak buah mereka berdua, berangkat ke tempat peresmian perguruan pedang timur.
Mereka berjalan bersama sama menunju pantai timur kota Gaya.
Suasana di pantai timur kota Gaya sangat meriah, bendera warna warni berkibar tertiup angin, yang berhembus dari pantai, umbul umbul beraneka warna, di sekeliling panggung arena membuat, suasana peresmian perguruan pedang timur semakin meriah, penjaja makanan, penjual minuman dan para penduduk banyak yang sudah hadir, di sekitar panggung arena untuk melihat acara pembukaan dan peresmian perguruan pedang timur.
Tak lama kemudian, Shin mo dan Mo kwi sampai, rombongan mereka di antar oleh seorang pemandu untuk ke tempat yang telah di sediakan, semua rombongan lalu duduk di tempat yang telah di sediakan, Dewa racun memeriksa ke adaan sekeliling untuk mengantisipasi racun yang takutnya di tebarkan oleh perkumpulan Bajak merah dan anak buah Dewa sesat.
Shin mo dan Mo kwi memperhatikan keadaan sekeliling, dan agaknya tuan rumah belum menunjukan batang hidungnya karna, kursi kursi utama masih kosong.
__ADS_1
Makanan dan minuman yang di sediakan memang tak pernah habis, setiap habis, datang dan terus datang, sehingga para tamu sangat senang dengan acara peresmian perguruan pedang timur, karna sangat meriah dan mereka royal menjamu para tamu.
Suara riuh seketika berhenti ketika mendengar suara terompek yang sambung menyambung.
Semua mata para tamu, langsung melihat ke arah suara dan tampak rombongan perahu yang berjumlah puluhan, datang dan terlihat dari pantai timur.
Hmm...!!
"Agaknya perkataan dari paman Zhou yun dan paman Hek kwi benar, kapal kapal itu yang akan melindungi dan menyerang orang yang mereka incar," Shin mo berkata dalam hati.
Suara terompet dan tetabuhan lain makin kencang, dan dari kejauhan tampak beberapa perahu kecil turun dari perahu perahu besar menuju ke arah pantai, suara dentuman keras, terdengar ketika perahu perahu kecil itu melesat ke arah pantai.
mendengar suara dentuman itu, Zhou yun mengerutkan dahinya.
Rupanya mereka sudah mempersenjatai perahu perahu mereka dengan meriam, mendengar suara meriam meriam itu, sepertinya jika di lepaskan dari perahu akan sampai ke tempat acara ini, Zhou yun berkata dalam hati.
Perahu perahu kecil itu akhirnya sampai ke bibir pantai.
Beberapa pria yang berpakaian beda dengan orang orang dari daratan Tionggoan dan kerajaan Silla dan sekitarnya turun dari perahu.
Seorang pria bertubuh tinggi besar berpakaian merah, yang membekal dua buah pedang melengkung panjang dan pendek di pinggangnya, berjalan dengan di iringi oleh beberapa orang termasuk Oijin dan Taiko, menuju ke arah panggung, setelah sampai lalu membungkuk ke arah para tamu dan duduk di kursi utama.
Rupanya dia yang bernama Minamoto, Mo kwi berkata dalam hati, begitu juga Shin mo yang baru melihat ketua dari perkumpulan bajak merah.
"Dan mereka 10 orang yang memakai caping sepertinya adalah, 10 penjaga neraka," Shin mo berkata dalam hati
Setelah duduk, lalu pria berwajah dingin yang rambutnya di kuncir, mengangkat tangan, kemudian, terdengar suara dari pemandu acara.
Musik berhenti, kemudian pemandu acara berkata.
Tuan tuan sekalian dan Tamu tamu yang kami hormati, maafkan atas segala kekurangan kami dalam hal penyambutan para tamu, dan hidangan yang di berikan, dan kami dari perkumpulan Bajak merah ingin bersahabat dengan kawan kawan dari berbagai wilayah dan kerajaan untuk menjalin kerjasama yang erat dalam berbagai bidang.
Dan setelah acara peresmian dari perguruan pedang timur selesai, maka tak ada lagi perkumpulan Bajak merah, karna kami melebur menjadi satu wadah dengan nama perguruan Pedang timur.
__ADS_1
Lalu pemandu itu memberi isyarat tangan, suara terompet terdengar melengking, saudara saudara sekalian silahkan liat salah satu pertunjukan dari anak buah kami, lalu 6 orang mengangkat sebuah meja yang sangat berat dan kokoh, dan yang agak jauh dari meja 6 orang membawa sebuah obor raksasa yang di bawa oleh 4 orang dan di tancapkan tak jauh dari arena panggung acara.
Seorang pria, sambil membawa bendera, lalu mengibaskan beberapa kali bendera itu ke arah laut, setelah mengibas ngibas bendera, orang itu mundur menjauh.
Booom,...swiiiiing,..blaaar..!!
Meja kokoh dan berat yang berada agak jauh tiba tiba hancur terkena hantaman meriam dari salah satu kapal yang berada tak juah dari pantai.
Penonton dan tamu undangan terkejut, melihat pertunjukan yang di tampilkan oleh perkumpulan Bajak merah.
Pemandu acara tersenyum dan berkata, kawan kawan sekalian, dalam pertempuran laut, kami tidak pernah kalah karena mempunyai senjata hebat.
Dan sekalian tuan tuan pendekar yang terhormat lihat sekali lagi pertunjukan ke ahlian yang di punyai oleh kawan kawan kami dari perkumpulan Bajak merah.
Setelah pemandu acara itu berkata, lalu orang yang membawa bendera kemudian menuju ke arah obor besar, lalu mengibas ngibaskan bendera yang ia bawa.
Setelah mengibas ngibaskan bendera ke arah kapal, kemudia yang membawa bendera mundur kembali ke arah pangggung.
Shiiiiing...creeeeep.
Sesuatu tampak meluncur dari arah kapal dengan sangat cepat dan meluncur, ke arah obor besar yang tadi di tancapkan oleh anak buah perkumpulan Bajak merah, panah yang mirip seperti tombak, dengan ujungnya yang terbakar, menancap di obor besar yang langsung menyala, para tamu dan penduduk yang menyaksikan bertepuk tangan dan memuji orang orang dari perkumpulan bajak merah yang cekatan dalam menggunakan senjata.
Kawan kawan sekalian, itulah pertunjukan dari kami yang ingin mempunyai banyak kawan dan sahabat, dan kami tak menampik jika kawan kawan ingin bergabung dengan kami, dan jika memenuhi persyaratan dan ilmu yang tinggi, kami akan memberi jabatan yang sesuai untuk nya.
Setelah selesai acara silahkan tuan tuan pendekar yang ingin bergabung segera menghubungi pihak Bajak merah.
Sementara itu Shin mo menatap tajam ke arah Minamoto.
Rupanya benar kata Paman Zhou yun, bahwa mereka yang berada di perahu perahu itu yang harus di waspadai, dalam 2 pertunjukan tadi seolah olah mereka ingin menunjukan pada semua orang, bahwa orang orang yang berada di kapal, siap dan bisa menyerang sampai ke tempat peresmian dengan meriam atau pelontar tombak maupun panah besar.
Minamoto juga menatap tajam ke arah Shin mo.
wajah dingin itu menyeringai.
__ADS_1
Shin mo tatapan matanya tak mau berpaling, seakan akan berkata kepada Minamoto.
Kau pikir aku takut