Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 190 Gembira Untuk Sementara


__ADS_3

Shin mo dan anak buahnya serta Mo kwi merundingkan semua hal hal yang terjadi dan berkaitan dengan perguruan naga merah.


"Jadi menurutmu bagaimana nak ?" Shin mo berkata.


"Ayah, naga merah harus di berantas, mereka berpura pura baik, tetapi mereka mengancam para pedagang dan penduduk yang membuka usaha di sebuah kota, yang ada perguruan naga merah, dan mereka ternyata juga ikut mempengaruhi penguasa setempat untuk berpihak kepada mereka.


"Dan itu sangat tidak di benarkan oleh kota raja.


karna bisa menimbulkan bibit perpecahan dan bisa menjadi jalan untuk memberontak kepada pemerintahan yang sah." Mo kwi berkata.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari anaknya Mo kwi.


"Lalu apa rencana mu nak ?" Shin mo berkata.


memberantas perguruan naga merah dan bajak merah yang meresahkan para penduduk.


Baik jika begitu, ayah mendukung mu, karna ayah juga melihat penjaga neraka dan mendengar omongan Dewa sesat semakin yakin bahwa mereka dengan perguruan naga merahnya harus lenyap dari muka bumi, sepertinya pelindung perguruan juga sudah beegerak memburu dewa sesat," Shin mo berkata.


"Nak, apa kau tak merasakan apa apa di dalam tubuh mu ?" Shin mo berkata.


"Apa maksud ayah ?" Mo kwi mengerutkan keningnya berkata, ketika mendengat perkataan ayahnya.


"Ambilkan cermin," Shin mo berkata kepada salah seorang anak buahnya.


Mo kwi semakin tak mengerti, dengan perkataan ayahnya, apalagi ketika Mo kwi melihat orang orang di sekitarnya tertawa.


Cermin datang, dan Shin mo memberikan cermin itu kepada Mo kwi.


Mo kwi setelah menerima cermin kemudian melihat cermin itu, dan wajahnya langsung berubah, melihat seorang pemuda dengan wajah terlihat kurus, mata yang merah dan juga rambutnya yang berwarna merah.


Kenapa aku jadi seperti ini, apa yang terjadi padaku, Mo kwi berkata dalam hati.


Mo kwi trus menatap cermin yang ia pegang dan seperti masih tak percaya, bahwa penampilannya sudah sangat jauh berubah.


Paman Huo, paman Guan yu, kenapa bisa seperti ini ? Mo kwi berkata, sambil menatap ke arah kedua tabib perguruan Dewa iblis yg sudah di kenalnya itu.


"Tuan muda..!!" hamba akan jelaskan. Huo in berkata.

__ADS_1


Di dalam tubuh tuan muda, terdapat racun teratai hitam, dan racun itu, sudah ada sejak kecil dan ikut membantu tuan muda bila menggunakan pukulan hitam atau ilmu raja hitam yg mengandung racun teratai hitam.


Dan yang baru ini adalah racun kuno yang berkali lipat lebih ganas dari racun teratai hitam, yang terdapat di pisau milik Dewa sesat, pisau darah naga.


yang di tancapkan oleh tabib Song kwan.


Melihat hasil yang tuan muda peroleh sekarang, agaknya racun pemenang adalah racun darah naga, karna tenaga dalam mu mengandung unsur api, dan kau juga pernah makan mutiara api dan darah kilin yang bersifat panas, maka dari itu, walaupun racun darah naga lebih sedikit dibanding teratai hitam, tapi karna mendapat bantuan dari tenaga dalammu dan unsur panas yang sudah ada, maka racun darah naga memenangkan pertarungan, dan inilah hasil dari pertarungan itu, rambut dan matamu berubah menjadi merah.


Tapi tuan muda tak usah khawatir, tenaga dalammu akan bertambah hebat karna mendapat masukan darah naga yang langka, jika saja tak ada racun teratai hitam, mungkin tuan muda sudah tewas dengan tubuh kering.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari tabib Huo, tapi ada keraguan dalam hatinya, apakah ilmu raja hitam masih dapat ia gunakan, sementara racun teratai hitam adalah Faktor pendukung dari ilmu raja hitam.


Ketika mereka sedang bercakap cakap, datang prajurit kota Tianjin melapor ada 2 orang yang membawa anak buah lumayan banyak ingin bertemu dengan Mo kwi.


Mo kwi mengerutkan keningnya, "siapa malam malam begini yang akan bertemu denganku sambil membawa orang banyak," Mo kwi berkata dalam hati.


kemudian Mo kwi keluar untuk mengetahui siapa orang yang telah mencarinya.


Mo kwi beejalan di ikuti oleh beberapa orang anak buahnya.


Dan wajah nya langsung gembira ketika melihat, Yie dong kakeknya dan Kwan bin, yang masih terhitung pelindung dari perguruan tengkorak putih dan juga anggota perguruan Dewa iblis.


Yie dong mengerutkan keningnya melihat wajah Mo kwi.


"Cucuku..!!" kenapa dengang rambut dan matamu, kenapa berwarna merah ?"


Kakek, ceritanya di dalam saja, mari kakek dan paman Kwan bin masuk ke dalam, dan yang lain boleh istrahat nanti akan di antar ketempat istirahat.


"Baik ketua !!" teriak anak perguruan tengkorak putih, bersemangat melihat ketuanya segar bugar, karna mereka bergegas datang karna mendapat kabar ketuanya terluka di bokong oleh lawan.


Pisau terbang melihat pelindung dan penasehatnya datang sangat senang, ia membungkuk memberi hormat dan berkata, pisau terbang dari Tianjin, tongcu cabang kota Tianjin memberi hormat, Yie dong dan Kwan bin tersenyum dan memabalas hormat dari Pisau terbang.


Anak buah tengkorak putih yg baru saja datang, akhirnya sebagian menginap di kediaman gubernur Cu, dan sisanya mereka menginap di markas cabang perguruan tengkorak putih kota Tianjin.


Setelah bercakap cakap, karna hari sudah larut dan mereka semua lelah.


Akhinya semua membubarkan diri, dan kembali ke kamar masing masing.

__ADS_1


Pedang gila yang ingin ke kamar Mo kwi di tarik oleh nenek Kharmila, sedangkan Dewa langit bersama Li chun langsung ke kamar mereka untuk istirahat.


Hanya Mo kwi dan Ling ji yang berada di dalam kamar, Ling ji duduk di sebelah Mo kwi sambil merapatkan tubuhnya.


"Kwi koko, syukurlah kau telah kembali," Ling ji berkata sambil merebahkan kepalanya ke dada Mo kwi, kedua tangan gadis itu terus melingkar di tubuh Mo kwi seakan tak mau berpisah lagi.


"Aku sangat khawatir dan takut kehilanganmu," Ling ji berkata, tanpa terasa dada Mo kwi mulai basah oleh air mata Ling ji, yang merasa sangat bahagia bisa bersama dengam suaminya yg sudah sehat kembali.


Ling moi, aku telah kembali berkat kau, tabib Huo dan yang lainmya, aku berterima kasih padamu.


yang selalu menunggui aku dan merawat hingga sehat kembali.


Kwi koko, kenapa berkata seperti itu, jika kau sampai meninggalkan dunia ini, aku juga akan ikut bersamamu.


"Ling moi," Mo kwi berkata sambil memeluk istrinya itu, mereka yang dulunya saling serang karna pernah menjadi musuh, kini telah menjadi suami istri dan saling mencintai.


Kwi koko, aku suka dengan rambut barumu, Ling ji berkata, sambil menutup mulutnya yang tertawa, wajahnya langsung merah ketika berkata.


"Eh, eh, kau mau menghina suami sendiri ya..!!"


Mo kwi berkata, sambil tangannya menekan hidung Ling ji.


"Kwi koko, kau semakin terlihat tampan dengan tambut merah mu itu, tapi mata memang sedikit agak menyeramkan," Ling ji berkata sambil menujurkan lidah nya ke arah Mo kwi.


"Awas, jika meledek terus aku akan mencari banyak selir." Mo kwi berkata sambil tertawa.


"Apa kau bilang ?" coba sebut lagi, tadi,"


"Tidak, sudah lupa lagi." Mo kwi berkata.


Lalu Ling ji langsung, menyerang pinggang Mo kwi dan mencubit nya.


Kedua nya lalu bersenda gurau sambil berpelukan melepas rindu.


Mo kwi mencium kening istrinya.


Kau memang cantik, dan aku beruntung punya istri sepertimu Mo kwi berkata.

__ADS_1


Ling ji langsung memeluk Mo kwi dan membalas dengan mencium kening suaminya, lalu perlahan kedua tangannya meraba dada Mo kwi, matanya menatap penuh harap kepada Mo kwi dengan tatapan manja dan berkata.


Kwi koko, mari kita berdua nikmati malam ini


__ADS_2