Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 34 Menawan Tawon Api


__ADS_3

Mo kwi menatap kearah Tawon api, ia merasakan aura dari Coa mo yang sudah sangat dekat dengan Tawon api.


"Kau pandai meracuni orang, jika kau yang terkena racun, apa yang akan kau lakukan," Mo kwi berkata dalam hati sambil melihat kearah Tawon api.


Wajah nya tersenyum, ketika melihat sinar merah melesat kearah kaki Tawon api.


Tawon api terkejut ketika merasakan kaki nya panas, ketika kepalanya menunduk dan melihat ular kecil berwarna merah.


Tawon api dengan cepat melesat kesamping menjauhi Coa mo, wajahnya pucat pasi ketika melihat kakinya mengeluarkan darah merah agak kehitaman.


"Celaka, aku digigit oleh ular merah itu, dan tubuhku mulai terasa panas."


Nenek Kuda besi yang melihat perubahan wajah Tawon api dan seekor ular berwana merah wajahnya tersenyum, itulah pembalasan yang setimpal buat orang licik seperti Tawon api, nenek Kuda besi berkata dalam hati.


Tawon api yang melihat kakinya sudah tergigit, lalu melesat sambil mengibaskan tangannya kearah Coa mo, kekesalannya ia tumpahkan kearah Coa mo.


Coa mo adalah ular yang cerdik, apalagi selama ini ia dan pasangannya selalu di latih oleh siluman ular, dan serangan itu tak begitu berarti buat Coa mo.


Coa mo lalu bergerak kesamping dengan sedikit menekuk badannya Coa mo lalu melesat kearah pohon terdekat dan pergi meninggalkan Tawon api yang terkejut, melihat Coa mo menghindari kibasan tangannya dan seperti terbang kepohon terdekat, lalu menghilang.


"Kau digigit oleh ular api, dan setahu aku racun ular api tak ada obatnya," nenek kuda besi berkata,


"Kau lebih baik diam,,..!! "Aku masih bisa menggunakan tenaga dalam, dan sanggup membunuh mu," Tawon api berkata.


Kemudian Tawon api duduk sambil bersila, kemudian memejamkan matanya.


Hmm,..!!


"Agaknya ia sedang berusaha mengeluarkan racun gigitan ular api."


Bila aku menggunakan tenaga dalam tubuhku panas sekali, dasar ******** licik, dia sudah tahu aku akan menginap di kota Cang, Tawon api membayar pelayan untuk mengantarkan minuman yang sudah berisi racun, kemudian secara diam diam menculik Han lian yang sedang berada sendirian.


Sepasang pendekar bermuka Hewan terkejut lalu mengejar Tawon api, untuk menyelamatkan cucu mereka dan sampai di tempat ini.


Lebih baik aku sama sepertinya, dan mudah mudahan, racun Tawon api setidaknya bisa aku redam.


Nenek Kuda besi lalu duduk bersila sambil memejamkan matanya.


Setelah melihat mereka duduk bersila, Mo kwi lalu turun dari pohon dan berjalan kearah gadis yang sedang bersandar di sebuah pohon besar,


"Gadis muda yang cantik," Mo kwi berkata dalam hati, dan wajahnya langsung merah ketika teringat ia pernah menarik racun dari tubuh Han lian, kemudian pergi dan bertemu dengan gurunya Malaikat sesat.


Setelah mengamati ternyata Han lian cucu nenek Kuda besi hanya tertotok, Mo kwi lalu membuka totokan Han lian.


Han lian sadar setelah totokan ditubuhnya dibebaskan oleh Mo kwi.


Han lian menatap seorang pemuda tampan yang sedang berada dihadapannya, Han lian kemudian tertunduk malu, wajahnya langsung merah karna telah memandang lama kearah wajah Mo kwi.


Han lian tidak tahu bahwa pemuda yang berada dihadapannya adalah pemuda yang telah menarik racun dari tubuhnya setahun yang lalu, Mo kwi setelah berhasil menarik racun dari tubuh Han lian, sebelum Han lian sadar Mo kwi telah pergi, Sehingga Han lian tak kenal dengan Mo kwi.

__ADS_1


"Terima kasih atas pertolongan tuan," Han lian berkata sambil menunduk.


"Sudahlah," Mo kwi berkata sambil melangkah kearah ketiga orang yang bersila dan memejamkan mata, diikuti oleh Han lian dibelakang.


Tawon api dan sepasang Pendekar bermuka hewan.


Membuka mata ketika mendengar ada suara langkah yang mendekati kearah mereka.


"Celaka," Tawon api berkata ketika melihat seorang pemuda berjalan kearahnya, diikuti oleh cucu sepasang Pendekar bermuka hewan.


Nenek kuda besi dan suaminya Tikus bumi ikut membuka mata, nenek Kuda besi lama mengamati pemuda yang menghampiri mereka, setelah dekat, wajah nenek kuda besi tersenyum.


"Kami selamat," Nenek Kuda besi berkata dalam hati setelah mengenali pemuda yang datang adalah Mo kwi, yang selama ini ia cari cari.


"Siapa kau anak muda, dan apa urusanmu disini,"..? "Cepat pergi, Tawon hitam berkata kepada Mo kwi.


"Aku hanya kebetulan lewat," Mo kwi berkata.


"Kau menyuruh ku pergi, memangnya hutan ini milikmu,..? Aku bebas kemana saja aku pergi."


Tawon api menatap pemuda yang berada dihadapannya, "sekali lagi aku berkata kepadamu jika kau ingin selamat, cepat tingkalkan tempat ini,"..!!


"Kau sudah terkena racun masih saja sombong,"..!! Mo kwi berkata sambil menatap kearah Tawon api.


Tawon api terkejut ketika mendengar perkataan Mo kwi bahwa ia terkena racun.


"Masa kau tak tahu,"..? Keringat dingin keluar dari seluruh tubuh Tawon api ketika melihat kearah kakinya dan baru menyadari kaki nya sudah berubah, menjadi besar dan hitam kebiruan dekat gigitan Coa mo.


Tawon api lalu berusaha bangkit berdiri.


Nenek Kuda besi dan tikus bumi ikut berdiri melihat Tawon api berdiri.


"Kalian jangan ikut campur jika ingin selamat," Tawon api berkata kepada sepasang Pendekar bermuka hewan, ketika melihat mereka berdiri dibelakang pemuda itu.


"Kau pikirkan saja dirimu sendiri sekarang,"..!! Nenek Kuda besi berkata kepada Tawon api.


Sebelum Tawon api menjawab perkataan nenek Kuda besi, Mo kwi berkata.


"Aku sempat mendengar pembicaraan Kalian, dan ternyata kau adalah seorang Jay hwa cat."


"Lalu aku membisiki sahabatku dan memanasi, bahwa istrinya bisa kepincut kepadamu dan ketika ia marah lalu kusuruh ia menyerang mu." Mo kwi berkata sambil tertawa, begitu pula Han lian yang menutupi mulutnya menahan tawa mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Ngaco belo,"...!! Tawon hitam berkata setelah mendengar perkataan Mo kwi.


"Kenal saja belum, siapa nama istri sahabatmu itu, jangan kau asal bicara bocah setan, Tawon hitam kembali berkata.


Whuuuuuuut,...Plaaak,..!!


Mo kwi bergerak sangat cepat lalu kembali setelah menampar pipi Tawon api.

__ADS_1


Bibir Tawon api bertambah besar dan mengeluarkan darah, sementara pipinya sembab dan biru karna ditampar sangat kencang oleh Mo kwi.


"Lancang kau,..!! "Belum kenal sudah menyebutku Bocah setan," Mo kwi berkata.


"Coa mo agaknya orang ini ingin diberi pelajaran olehmu, tapi jika kau melukainya lagi, ia akan langsung mati disini," Mo kwi berkata.


Tawon api mengerutkan dahi mendengar perkataan Mo kwi, ia tak membalas perbuatan Mo kwi yang telah menampar wajahnya, karna racun akan bertambah cepat kerjanya, jika ia menggunakan tenaga dalam. dan Tawon api berusaha bersabar untuk tidak menyerang Mo kwi yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri.


Tawon api mundur selangkah dan wajah nya pucat pasi, ketika melihat baju Mo kwi bergerak gerak.


Dan nyawanya seakan terbang begitu melihat 2 ekor ular berwarna merah menyala, keluar dari balik baju,


Sepasang pendekar Bermuka hewan dan Han lian tak melihat, karna posisi mereka berada dibelakang Mo kwi, tetapi mereka terkejut melihat tingkah Tawon api.


Coa mo dan Coa kwi bergerak naik kearah pundak Mo kwi, kemudian ular gurun api yang hanya sebesar kelingking dan tubuhnya tak begitu panjang seperti bermain main di pundak Mo kwi.


Sepasang pendekar bermuka hewan terkejut melihat Coa mo dan Coa kwi, mereka mundur selangkah dan berada sejajar posisinya dengan Han lian.


Jadi ular yang melukai Tawon api adalah milik Mo kwi, nenek Kuda besi berkata dalam hati.


Tawon api tak bisa berkata apa apa melihat kedua ular gurun api yang tengah bermain main di pundak Mo kwi, ia lalu duduk dan kembali bersila.


"Silahkan jika kau ingin membunuhku,"..!! Tawon api berkata kepada Mo kwi.


Tak semudah itu jika kau ingin mati, Mo kwi berkata sambil tersenyum mengejek Tawon api, Kemudian Mo kwi mengibaskan tangannya menotok kearah Tawon api.


Mo kwi lalu berbalik dan menatap nenek Kuda besi dihadapannya.


"Nenek kuda besi, apa boleh aku minta tolong,"..?


"Katakan saja tidak usah sungkan sungkan nak,"..!!


Bantu aku membawa penjahat cabul ini ke kota Fu'yi, lalu kita serahkan kepada putri Qiao untuk ditanyai dan mengorek keterangan darinya tentang pasukan Siluman.


Tawon api yang mendengar perkataan Mo kwi terkejut, wajahnya berubah pucat pasi, dan tak menyangka bahwa Mo kwi menangkap untuk mengorek keterangan darinya.


"Baik nak,"..!! Nenek kuda besi berkata,


Lalu nenek Kuda besi berkata kembali kepada cucunya.


"Han lian, mari sini,"..!!


Han lian lalu menghampiri neneknya.


"Beri hormat kepada Suami mu,"..!! Nenek kuda besi berkata.


Han lian terkejut mendengar perkataan neneknya wajanya menjadi merah, begitu pula Mo kwi.


Kemudian, Mo kwi dan Han lian saling tatap.

__ADS_1


__ADS_2