Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 49 Menyatroni Pasukan Siluman


__ADS_3

Mo kwi sangat bersemangat mendengar perkataan dari ketua perguruan Dewa iblis Shin mo.


Ia tak sabar, ingin segera malam tiba.


"Aku ikut dengan mu,"..!! Tiba tiba Li chun berkata kepada Mo kwi, Shin mo tersenyum kepada Li chun, "kau ikut rombongan pertama," Shin mo berkata.


"Tapi tuan ketua, aku ingin bersama adikku," Li chun membalas perkataan Shin mo.


Mendengar perkataan Li chun, Shin mo diam sejenak dan tak lama kemudian berkata, "baiklah kau ikut dengan kami, tapi ingat,..!! "kau jangan sampai terpisah jauh dengan kami, apa kau mengerti,"..? dengan wajah senang Li chun mengangguk, lalu menoleh kearah Pedang gila, nah kau ikut rombongan paman paman ini Pedang gila.


Shin mo setelah mendengar perkataan dari Li chun baru menyadari akan orang yang disebut Pedang gila, "Siapa dia,"..? Shin mo bertanya kepada Mo kwi.


Mo kwi lalu menceritakan ikhwal tentang Pedang gila kepada Shin mo.


Hmmm,...!! Shin mo mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, kemudian berkata, "coba kau suruh ia membuka topengnya."


Mo kwi baru tersadar mendengar perkataan dari Shin mo, kenapa ia tak menyuruh Pedang gila untuk membuka topeng nya kemarin kemarin ini, untuk mengetahui wajah sebenarnya dari Pedang gila.


"Buka topeng mu,"..? Mo kwi berkata


"Baik, guru,"..!! lalu Pedang gila membuka topeng nya.


Shin mo dan yang lain sangat terkejut ketika mengetahui siapa wajah dibalik topeng itu.


Mo kwi sendiri terkejut ketika melihat reaksi, para saudara perguruan Dewa iblis, melihat wajah Asli Pedang gila.


"Tan huo,"..!! Shin mo berkata.


"Ketua kenal dengan Pedang gila ini,"..? Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi kemudian Shin mo menceritakan secara singgkat kepada Mo kwi tentang siapa Tan huo.


"Agak nya dia terkena ilmu hitam dari Mata malaikat yang bisa mengendalikan pikiran, ketika otaknya sangat kacau ketika kehilangan kakaknya, "ilmu itu dengan mudah kemudian mempengaruhi Tan huo hingga seperti ini. "menurut paman, apa sebaiknya yang kita lakukan terhadap Tan huo,"..? Shin mo berkata kepada Guan yu, ketika mendengar penjelasannya.


Hamba bisa melancarkan syaraf syaraf yang tersumbat dikepala, tapi hamba tidak yakin otaknya akan kembali seperti semula, dan bila Tan huo tidak kuat, maka jika tidak mati maka Tan huo akan menjadi gila, biarkan saja ia seperti itu ketua, hitung hitung bagus untuk menjadi pengawal Iblis gurun.


"Sambil menunggu tabib Huo untuk mencari obat obatan yang sanggup membuat pikiran Tan huo kembali."


Shin mo mengangguk mendengar perkataan Guan yu,


"Paman tolong siapkan topeng yang pantas untuk pengawal iblis gurun ini," Shin mo berkata kepada Sian bin.


"Baik ketua,..!! Sian bin berkata sambil mengangguk.


"Baik sampai disini dulu,"..!!

__ADS_1


"Paman Sian bin, tolong anak buah paman memantau terus lembah itu, "bila ada hal yang mencurigakan tolong langsung segera melapor."


"Istirahat lah, untuk memulihkan tenaga, tugas besar menanti kita malam ini,"


"Baik ketua," jawab mereka yang berada didalam ruangan, serempak.


Malam akhirnya tiba.


Shin mo, Hek kwi, Mo kwi , Li chun dan Pedang gila, dan sama dengan yang lain. Mereka semua memakai caping yang sama, dan berpakaian hitam, sedangkan Pedang gila telah dibuatkan topeng yang halus dengan topeng wajah, berkulit merah, membuat tampilan Pedang gila terlihat seram memakai topeng buatan Sian bin itu.


Sebelum bergerak, Shin mo memberi pengarahan dulu, dan mereka berkumpul untuk menerima pengarahan dari Shin mo.


Shin mo menatap selembar kulit didepannya.


Di jalan ini kita berpisah, Shin mo berkata sambil menunjuk gambar, seperti dua bukit dan sebuah jalan masuk lembah.


Aku bersama rombonganku bergerak memutar


dan masuk jalan ini, sambil menunjuk jalan samping, kalian masuk, dan kami akan menghantam dari belakang, dan membabat semua yang keluar dari jalan ini.


Ingat, Dewa iblis.


Bertingkah layaknya seorang Dewa, dan membabat musuh, layaknya seorang Iblis.


Mendengar arahan ketuanya, anggota perguruan Dewa iblis semangatnya memuncak.


Tak lama kemudian, lebih dari sepuluh bayangan berwarna hitam melesat dengan sangat cepat layaknya hantu malam, bergerak kearah selatan.


Setelah memasuki hutan, puluhan bayangan hitam kemudian berkumpul dan dihadapan mereka terdapat 2 orang yang tadi sudah memberi tanda rahasia dan hanya Sian bin yang tahu.


Bagaimana Situasi di lembah itu,..? Sian bin berkata kepada anak buahnya.


"Ada sepuluh orang kami liat keluar lembah, dan hanya itu ketua, selain itu mereka semua berada didalam.:


Sian bin mengangguk mendengar perkataan dari anak buahnya, "sekarang kalian cari tau sepuluh orang itu bergerak kemana, "amati saja, setelah dapat informasi, salah satu dari kalian harus cepat melapor kepadaku," kedua orang itu mengangguk mendengar perkataan dari Sian bin, keduanya lalu bergerak membuntuti kearah pasukan siluman, yang keluar lembah.


Shin mo mengamati pintu masuk lembah bersama rombongannya.


"Seperti yang kukatakan tadi siang, kita berpencar disini, "rombongan pertama dipimpin oleh paman Giok lim, Rombongan kedua aku sendiri yang memimpin, dan ingat,..!! "kita datang dan pulang harus dengan jumlah yang sama, camkan itu baik baik," Shin mo berkata pelan, dan yang lain mengangguk mendengar perkataan ketuanya.


Shin mo, Hek kwi, Mo kwi, Li chun dan Pedang gila lalu melesat memutar kearah jalan masuk lembah yang berada samping.


Setelah melihat jalan masuk, Shin mo mengamati

__ADS_1


Mereka melihat ada tiga orang tengah berjaga di dekat sebuah goa yang lumayan besar,


Hek Kwi kau urus ketiga orang itu, sementara yang satu lagi, biar aku yang urus.


"Satu lagi,.!! Perasaan aku hanya melihat tiga orang,"


Mo kwi berkata dalam hati.


"A Bun,.!! kalau bagian kita jaga, kau culik beberapa gadis desa untuk teman minum arak, kau masih juga tak mengerti, beberapa kali aku ngomong."


"Toako, aku tadi disuruh kekota oleh ketua," jawab orang yang dipanggil a Bun


A Bun lalu meminum araknya, ketika hendak menaruh cangkir arak, a Bun terbatuk ketika melihat seorang berpakaian hitam dan bercaping, telah berdiri di belakang Toakonya.


"Si,..Sia," hanya itu yang terdengar dari mulut a Bun,


tangan Hek kwi sudah bergerak dengan cepat, Hek kwi memutar kepala orang yang disebut Toako, hingga beputar berbalik, kemudian mencolok ubun2 teman disampingnya, dan menampar kepala a Bun hingga pecah, hanya dalam hitungan detik.


Semetara dari kejauhan, Shin mo menyentilkan tangannya ketika melihat seorang berpakaian hitam keluar dari balik pohon besar.


Tanpa sempat memberi tanda, sebuah sinar hitam sebesar jari, langsung menembus kepala orang itu, dan langsung disambar oleh Hek kwi agar tak jatuh dan menimbulkan suara.


Mo kwi terkejut melihat sinar hitam keluar dari jari Shin mo, dan bisa menembus kepala, sungguh hebat tenaga dalam ketua, Mo kwi berkata, dari jarak sejauh ini, ilmu pukulannya bisa langsung menewaskan para penjaga, dan sepertinya orang ini yang dimaksud oleh ketua tadi.


Mereka lalu bergerak mendekat setelah melihat tanda aman dari Hek kwi.


ketika akan memasuki goa, Shin mo berkata, "awas langkah kaki kalian, jangan banyak menimbulkan suara."


Perlahan kelima orang itu memasuki goa, dengan sangat berhati hati, makin dalam mereka masuk, makin banyak jalan jalan persimpangan, didalam goa yang membingungkan.


Dua orang berpakaian hitam mendekat, Hek kwi tangannya langsung meraih pedang di pinggang, dan melesat kearah kedua orang itu, dua bayangan hitam


bergerak sangat cepat.


Sreeet,...Sreeeeet.


Dua buah kepala melayang terlepas dari badan, lalu langsung disambar dengan cepat sebelum menyentuh lantai goa, setelah berhasil menjambak kedua rambut dikepala yang putus itu, Hek kwi lau menahah kedua tubuh yang akan jatuh, dengan sebelah tangan dan satu lagi menggunakan tubuh nya sehinga tubuh tanpa kepala itu bersender di tubuh Hek kwi.


Perlahan Hek kwi meletakan kedua kepala dilantai goa kemudian satu persatu tubuh mereka diletakan dilantai, tanpa ada suara terdengar.


Mo Kwi melotot melihat aksi Hek kwi,


Li chun leletkan lidah, dan dalam hatinya berkata.

__ADS_1


Dia orang apa setan,..?


__ADS_2