
Kaisar Zhiangwen menatap kedua orang yang menyebut dirinya Sharika dan Sharmani, kedua kakak beradik, berbaju pendeta yang aneh, dengan banyak kalung di leher mereka, dengan gelang tangan juga gelang kaki yang seperti terbuat dari emas, penampilan mereka memang lain dari yang lain, apalagi dengan warna kulit mereka yang hitam, dan mata yang cekung, menambah seram kedua wajah sepasang pendeta hitam itu.
"Mereka berdua adalah tokoh yang sangat terkenal di negri Thian tok..!!" yang mulia kaisar, perdana mentri Qi thay berkata.
Kaisar Zhiangwen tersenyum mendengar perkataan dari perdana mentri Qi thay, kaisar Zhiangwen percaya dengan perkataan dari perdana mentri Qi thay, apalagi melihat penampilan mereka yang berbeda dari yang lain.
"Kalian pasti lelah karna sudah menempuh perjalanan jauh, istiahat lah..!!" Kaisar Zhiangwen berkata sambil tersenyum, kepada sepasang pendeta hitam.
Lalu kaisar Zhiang wen memberi isyarat kepada dayang istana, untuk mengantar mereka ke kamar, tempat mereka istirahat.
Setelah memberi hormat, sepasang pendeta hitam itu lalu mengikuti dayang, menuju tempat mereka istirahat.
Setelah sepasang pendeta hitam itu pergi, kaisar Zhiangwen lalu bercakap cakap dengan perdana mentri Qi thay, dan komandan pasukan.
Lalu kaisar dan mereka yang hadir merencanakan, pertahanan kota Nanjing, dan kemungkinan kemungkinan yang akan mereka lakukan jika mereka di serang oleh pasukan Raja muda Yan.
Sementara di kota Jinan.
Putri Qiao masih menunggu kedatangan pasukan yang di janjikan oleh ayah angkatnya, Raja muda Yan.
Sementara Mo kwi, keadaanya sudah membaik dan tinggal mengeluarkan racun dingin yang berada di dalam tubuhnya dengan ilmu baja api yang ia miliki.
Dan hubungan Mo kwi, dengan ketiga wanitanya semakin bertambah mesra, dan mereka setiap hari tidur bersama di kamar Mo kwi, dan Pedang gilla yang datang di malam hari, selalu mereka usir.
Dan tetap menggerutu sambil keluar kamar.
Pagi itu, pintu kamar Mo kwi di ketuk, dan Han lian dengan malas membuka pintu kamar dan siap untuk memarahi Pedang gila yang pagi2 sudah datang.
Sambil membuka pintu kamar.
Han lian berkata.
"Dasar gila, pagi pagi, sudah mengganggu orang saja..!!" gerutuan Han lian terdengar jelas dan langsung membuka pintu kamar, dan Han lian tertegun dan wajahnya langsung merah, ketika melihat yang berdiri di hadapannya, ketika ia membuka pintu kamar bukan Pedang gila, melainkan Shin mo, dan di belakang Shin mo baru tampak wajah pedang gila, yang terlihat sedikit senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Pa, paaman Shin, ad, adaa apa paman pagi pagi, kesini ?" Han lian berkata gugup, sementara suara dari tempat tidur terdengar sangat jelas oleh Han lian dan Shin mo.
"Adik lian, suruh kembali saja, nanti agak siang sedikit baru kesini lagi si gila itu..!!"
Wajah Han lian langsung berubah, mendengar perkataan dari putri Qiao yang masih di balut selimut tebal dan berada di pelukan kekasihnya.
Ma, maaaf paman, kami pikir Pedang gila yang datang, dan biasanya pagi pagi seperti ini memang Pedang gila yang datang.
Pedang gila juga datang bersamaku, Shin mo berkata sambil tersenyum.
Tiba tiba, terdengar suara Pedang gila berkata.
"Suboo, banguun, jangan ganggu guru terus kalo malam,..!!" lalu terdengar suara dari dalam, menimpali perkataan Pedang gila.
"Kau bisanya ganggu kesenangan orang saja, pergi sana, nanti siang datang lagi."
Putri Qiao berkata kencang dari dalam tempat tidur yang memang tidak terlihat dari pintu kamar, karna besarnya kamar, dan arahnya yang sedikit berbelok antara tempat tidur dengan posisi pintu kamar.
Dan wajah Han lian semakin merah mendengar kata lanjutan dari putri Qiao, gadis itu langsung berlari kedalam setelah mempersilahkan Shin mo masuk.
Dan tak lama kemudian Mo kwi keluar, dan memberi hormat kepada ayahnya, "Selamat pagi ayah..!!" kenapa ayah repot repot ke tempat Mo kwi, ayah tinggal menyuruh pelayan untuk memanggil Mo kwi, dan Mo kwi pasti langsung datang ketempat ayah, Mo kwi berkata.
Kenapa banyak peradatan, bukan kah wajar seorang ayah datang kekamar anaknya..!!" Shin mo berkata sambil tersenyum, melihat tingkah laku putranya itu yang terlihat gugup dan malu.
"Ayah benar !" Mo kwi berkata sambil tertunduk malu.
"Mana anak Qiao ?" tadi aku mendengar suaranya, ketika di depan kamar, Shin mo berkata, sambil tersenyum.
"Qiao Qiao ada paman..!!" terdengar suara dari dalam, dan tak lama kemudian, putri Qiao, Han lian dan Ling ji keluar bersamaan, wajah mereka merah, dan hanya bisa tertunduk malu, dan tak berani menatap kearah Shin mo.
"Duduk lah..!!" aku ingin bicara dengan kalian semua.
Shin mo berkata.
__ADS_1
Putri Qiao lalu duduk di kursi di samping Mo kwi, begitu pula Han lian, hanya Ling ji yang berdiri.
Pedang gila tanpa basa basi langsung menuangkan poci arak kecangkir, dan langsung meminumnya, wajah nya terlihat senyum kemenangan, karna setiap ia datang pagi, pasti putri Qiao dan Han lian marah.
"Apa kalian masih terus memanggilku paman, setelah aku melihat kalian pagi pahi sudah berada di kamar putraku ?" Shin mo berkata sambil tersenyum, melihat muda mudi di depannya yang tertunduk malu, dan tak berani memandang wajah dari ketua perguruan Dewa iblis dan juga bakal calon mertuanya itu, dan wajah ketiganya makin merah karna jengah mendengar perkataan dari Shin mo.
"Nak, aku dengar keadaan mu dari paman Huo sudah membaik, atau bisa dikatakan sembuh."
Sebelum kau pergi ke Nanjing, aku akan memberikan sebuah pelajaran padamu, itu juga karna ada pesan dari kakek Kim mo dan Kakak mu alias paman Hek mo, bahwa aku disuruh mengajarimu ilmu jari iblis dan jurus iblis gila.
Dan aku melihat murid mu ini sangat setia, aku juga akan menurunkan ilmu Iblis gila kepadanya,
Wajah Mo kwi langsung terlihat senang, mendengar perkataan dari ayahnya.
"Terima kasih ayah..!!" Mo kwi berkata.
"Nak..!!" ayah sudah bicara dengan pelindung perguruan dan para sesepuh, hanya kau satu satunya putraku, setelah kau siap nanti, aku akan menyerahkan jabatan ketua perguruan Dewa iblis padamu, dan ayah akan tinggal di lembah awan untuk menikmati hidup, sambil mengurus ibu dan kedua adikmu."
"Dan itu sudah aku tetapkan dan kau tak bisa menolak garis takdir yang sudah diwariskan padamu, dengan dibantu ketiga istri istri mu ini..!!" ayah yakin Perguruan Dewa iblis kedepannya akan bertambah maju, sesuai dangan apa yang di cita citakan oleh Insu Thian mo.
"Setelah kita berhasil membantu perjuangan Raja muda Yan, dan menaklukkan atau tidak kota Nanjing, maka saat itu pula, kau akan menganggantikan aku menjadi ketua perguruan Dewa iblis."
Shin mo sehabis berkata lalu menatap kearah Mo kwi, sedangkan Mo kwi tertegun ketika mendengar perkataan ayahnya, lalu berkata.
"Ayah masih muda kenapa sudah mundur menjadi ketua perguruan Dewa iblis ?" sedangkan aku sudah mempunyai perguruan tengkorak putih, warisan dari guru.
"Nak,..!!" aku ingin membahagiakan kedua ibu angkat dan kedua adikmu, dan itu bisa terjadi jika aku menyerahkan jabatan ketua perguruan kepadamu, dan aku sudah membicarakan kepada sebagian anggota, dan mereka tidak menolak dengan usulanku, dan mereka malah mendukung keputusanku ini, mereka juga melihat hanya kau yang dirasa pantas untuk menjadi ketua perguruan Dewa iblis.
"Dan aku berpesan kepada kalian bertiga..!!" Shin mo berkata sambil menatap kearah, putri Qiao, Han lian dan Ling ji, jaga baik baik putraku ini, jika tidak maka puluhan gadis akan antri merebutnya dari tangan kalian, Shin mo berkata sambil tersenyum, menggoda kearah ketiga gadis calon menantunya itu, yang langsung mengangguk mendengar perkataan dari sang ayah mertua yang sangat mereka hormati.
Setelah bercakap cakap Shin mo lalu pergi setelah memberi pesan agak siang nanti menunggu Mo kwi di tempat latihan yang berada di dekat taman.
Di belakang gedung ini.
__ADS_1
Setelah Shin mo pergi, Han lian lalu menatap kearah Pedang gila, "kenapa kau belum pergi juga ?" Han lian berkata, Pedang gila mendengus mendengar perkataan dari Han lian, dan tak berkata.
hanya menuangkan arak dari poci kedalam cangkirnya dan arak itu habis, melihat arak didalam poci habis, Pedang gila lalu bangkit, ketika hendak keluar kamar, terdengar suara dari Han lian, "Dasar setan arak" dan Pedang gila tak membalas perkataan Han lian lalu berjalan keluar, hanya mata nya melirik kearah para gadis di dalam kamar gurunya.