
Kedua penjaga neraka yang mendengar suara lonceng tak beraturan, gerakan mereka mulai kacau, dan kedua iblis tanpa nyawa itu, melesat ke arah gerbang kota, kemudian kedua penjaga neraka itu meninggalkan 3 golok naga, dan anak buah perguruan naga merah yang tersisa.
3 golok naga, terkejut melihat kedua penjaga neraka itu melarikan diri, dan meeeka hanya bisa terpaku dan, karna ruang gerak mereka di batasi, oleh anggota perguruan Dewa iblis.
dan satu satunya jalan, mereka untuk melindungi diri sudah pergi lebih dulu meninggalkan mereka dan anakbuah perguruan naga merah yg tersisa.
3 golok naga saling tatap dan menganggukan kepala, kemudian memegang golok mereka erat erat dan bersiap adu nyawa dengan anggota perguruan Dewa iblis.
Seraaaang....!!
Pertempuran yang sempat terhenti kemudian, pecah kembali, dan mereks sudah pasrah, walau pun harus tewas maka mereka harus membunuh sebanyak banyak nya lawan, itulah tekad 3 golok naga yang merasa di tinggalkan oleh Dewa sesat.
Serentak mereka bertiga memutar golok mereka.
Ketiganya menyerang ke arah Giok lim dan Wu bai, tapi, giok lim lagsung memutar kedua tangannya, telapak nya bermain di badan golok, terkadang meraba dan menyentil badan golok, sedangkan Wu bai, melesat menghindar, kemudian tongkatnya bergerak mengahantam kepala salah seorang golok naga dari atas.
Golok berputar sebentar kemudian menyabet ke arah tongkat Wu bai.
Traank...!!
Seorang golok naga lain, menyabet pinggang Wu bai, tetapi sebuah pedang berwarna biru menangkis, sabetan golok yang ke arah Wu bai, Pedang gila menyeringai sambil berkata, "mau main bokong ya"
Golok naga yang tadi.di tangkis serangannya langsung, menghantamkan goloknya menyabet kaki Pedang gila, Pedang gila loncat, kemudian pedang nya menyabet ke arah kepala dari golok naga.
Golok naga menggulingkan tubuhnya dan menghindari serangan ke belakang. lalu sambil lompat Golok besar itu menyabet kearah pinggang.
Pedang gila melintangkan pedang kelabang biru di pinggang, dan golok naga langsung membentur Pedang kelabang biru milik Pedang gila.
Traaang...!!.
Benturan keras terjadi, dan tangan golok naga langsung bergetar, kemudian langsung lompat mundur, lalu terdengar jeritan dari saudaranya, yang dadanya di hantam telapak Giok lim, dan langsung tewas karna tulang dadanya remuk, melihat saudaranya tewas, 2 orang golok naga yang tersisa langsung melesat menyerang Pedang gila dan Wu bai, serangan keduanya semakin tajam dan ganas.
Pedang gila, menunduk ketika golok besar menyabet kepalanya, dan Pedang gila juga balik menyabetkan pedang kelabang biru ke arah kak
Golok naga melesat ke atas, sedangkan pedang gila di bawah juga melesat, ketika golok menyambar, ke arah punggung, Pedang gila langsung membalikan badan dan menangkis serangan golok besar itu.
Traaaang...!!
__ADS_1
Lalu kaki Pedang gila menendang kearah dada, golok naga, sehabis menyerang dan serangan goloknya di tangkis, posisi golok naga langsung terbuka.
Dan tendangan kaki dari Pedang gila dengan telak masuk ke dada golok naga.
Bhuuuk...!!
Golok naga yang sedang berada di atas, langsung terpental semakin ke atas.
Pedang gila melihat musuhnya terlempar keatas langsung salto kemudian melesat menyusul keatas.
Pedang kelabang biru tegak lurus, ke arah dada golok naga yang sudah membalikan badan, kemudian menyilangkan goloknya di dada, dan ujung dari pedang kelabang biru, langsung menghantam badan golok naga.
Traaang...!!
Percikan bunga api terlihat ketika golok dan pedang beradu di malam itu.
Begitu pula dengan Wu bai, tongkatnya berputar putar, mencari kelemahan dari golok naga, permainan tongkat Wu bai yg lama di partai pengemis memang sudah tak di ragukan lagi.
Keduanya bertempur dengan, kemampuan terbaiknya, 3 golok naga adalah jago dari pesisir di kota Dalian, lalu mereka di taklukan oleh Dewa sesat dan kemudian menjadi anak buah Dewa sesat.
3 golok naga berpikir bahwa mereka adalah jago jago tangguh yang susah untuk mencari lawan sepadan dengan mereka, karna mereka terkenal dari Dalian sampai Shenyang, sampai mereka di taklukkan oleh Dewa sesat.
Pedang gila memutar pedang nya seperti baling baling, semakin lama putaran pedang kelabang biru semakin kencang dan mengeluarkan angin seperti kabut berwarna biru.
Sambil menatap, ke arah golok naga yang menjadi musuhnya.
Lalu setelah menentukan arah serangan, Pedang gila dengan, jurus pedang kilatnya menusuk kearah dada Golok naga, yang langsung menyilangkan goloknya yang lebar dan tebal.
Traang..traang..!!
Setelah menangkis, golok langsung menyambar pinggang, dan di tangkis oleh Pedang gila, lalu dengan jurus Iblis gila yang di campur dengan jurus Pedang kilat.
Pedang gila tangan kirinya menyambar kearah tangan leher, golok naga miringkan kepala, serangan telapak kiri itu lewat, tapi sebuah teriakan dari saudaranya membuat kosentrasi dari musuh Pedang gila, terpecah.
Dan ternyata Wu bai sudah menyelesaikan pertempurannya, kepala dari musuh hancur, terkena hantaman tongkat Wu bai.
Pedang gila menyabet ke arah pundak, tapi golok naga berkelit kekiri menghindari tebasan pedang kelabang biru, dengan jurus iblis gila, Pedang gila langsung menyambar, dan tangan kirinya menghantam dada golok naga.
__ADS_1
Bhuuuk...!!
Golok naga terhuyung huyung, ketika dada kirinya terkena hantaman, lalu dengan cepat, Pedang gila langsung melesat ke samping kanan, dan pedang kelabang biru dengan sangat cepat, langsung menebas leher tanpa bisa di hindari.
Craaas...!!
Kepala golok naga langsung jatuh mengegelinding, dan tak lama kemudian tubuhnya ikut jatuh.
Selesai sudah, aksi 3 golok naga di depan rumah gubernur Cu, sementara 50 anak buah naga merah satupun tak ada yang tersisa setelah Dewa langit ikut menghabisi anak buah naga merah.
Ayah, maaf kan anak Kwi, yang sudah membuat khawatir dan merepotkan ayah dan paman paman sekalian.
"Nak kau tak usah berkata seperti itu, ini bukan masalah ringan dan kau tak kan bisa mengatasinya sendiri, Dewa sesat adalah musuh besar Insu Thian mo, bahkan umurnya lebih tua dari para pelindung perguruan Dewa iblis."
"Dan kau sendiri merasakan, kelicikan mereka ketika kau terluka," Shin mo berkata.
Mo kwi hanya diam mendengar perkataan dari ayahnya Shin mo.
Karna Mo kwi juga bingung, sebab ia memang benar di tusuk oleh tabib Song, tapi jika tabib Song tak memberitahu kelemahan dari penjaga neraka anak buah Dewa sesat, tak mungkin Mo kwi bisa membunuh kedua iblis tanpa nyawa itu.
"Jadi apa maksud dari tabib Song, dan kenapa ia memberitahu aku, kelemahan dari penjaga neraka ciptaan dari Dewa sesat ?" Mo kwi berkata dalam hati.
Gubernur Cu yang datang setelah mengetahui musuh telah di berhasil di tumpas, dan melihat Mo kwi sudah sadar kembali, kemudian mengajak mereka masuk dan Gubernur Cu melihat Mo kwi sembuh, wajah nya kembali terlihat gembira, seakan akan beban berat di pundaknya telah hilang.
Sementara itu, dua penjaga neraka yang melesat pergi setelah mendengar suara lonceng dan arahan tenaga dalam nyawa iblis milik Dewa sesat.
Sepasang mata dari balik kerudung hitam dan berpakaian juga hitam mengawasi kepergian dari 2 penjaga nereka itu, matanya menatap tajam kearah sebuah bangunan rumah yang terlihat sederhana.
Kedua penjaga neraka itu seperti tengah berjaga jaga di depan rumah itu, dan tak lama kemudian keluar 3 orang, Cao cao menggensonh seseorang di belakang punggungnya.
Dewa sesat lah yang di gendong oleh Cao cao, karna takut kedua anak buahnya tewas, Dewa sesat mengerahkan ilmu nyawa iblis, untuk membawa pulang kedua penjaga neraka yang tersisa, dan karna itulah luka dalam Dewa sesat kambuh lagi, karna terlalu memaksakan diri mengunakan tenaga dalam berlebih.
Mereka menggunakan Jubah hitam dan berjalan perlahan sambil terus mengamati situasi yang ada.
Hek kwi dari kejauhan terus membayangi kelima orang yang bergerak di kegelapan malam.
Jika aku menggempur mereka, dengan 2 orang penjaga neraka yang berada di sana serta Dewa sesat, belum tentu aku bisa mengalahkan mereka, dan perintah ketua adalah untuk membayangi mereka, sampai ke tempat markas mereka.
__ADS_1
Hek kwi menatap tajam ke arah, kelima orang itu, setelah membuladkan tekad, Hek kwi lalu membayangi mereka.
Dan terus mengikuti rombongan Dewa sesat.