
Sepasang iblis kembar terkejut melihat siapa yang datang, Hek mo.
"Kalian hati hati, terhadap Iblis ini, dia kalau sudah marah, tak melihat wanita atau pria, pasti dia sikat.:
"Hai adik, sekarang ko ramai sekali ya, di hutan sering banyak orang."
"Kakek, orang orang mencarimu, kau kemana saja..?"
Phuuuuih..!!
"Kakek, masa adik manggil kakek,..!!"
Mo kwi tak berkata lagi, karna akan panjang.
Hai tua bangka, aku sedang senang, bertemu adik ku,
Aku melawan kalian, sedangkan adikku nanti meraba raba cucumu, jika kau tak mau pergi dari sini.
Ling Ji maju lalu berkata, ketua, berhati hati lah jika berangkat ke Beiping.
"Adik, apa perlu ku ringkus dia, untuk kau jadikan pelayan," Suara Hek mo mulai berubah.
Ling ji lalu memberi isyarat dan kemudian meninggalkan tempat itu, di iringi yang lain.
Hek mo dudik di kursi batu, sambil makan ayam bakar, "adik hitam, kenapa tidak kau makan ayam bakarmu"
"Kakek tau tidak siapa aku..?"
"Adik hitam," Hek mo berkata, lalu mengambil teko arak yang masih berada di meja batu, dan menenggak nya langsung dari teko itu, "hmm,..Arak baik, arak baik," sambil memberikan teko arak kepada Mo kwi.
Mo kwi mengambil dan meminumnya.
"Kakek apa sudah bertemu dengan Shin mo yang kakek cari..?" aku belum bertemu Shin mo, Hek mo berkata sambil menarik nafas,
"Kakek,..!!"
Shin mo adalah ayahku,"
Hahaha,
Hek mo tertawa mendengar perkataan dari Mo kwi,
"Setahu aku Shin mo tidak hitam," kakek ikut dengan ku, nanti kita ke Beiping dan bertemu dengan ayah disana, dan Kakek kim mo dan nenek Nio nio, "
"Kau sudah bertemu mereka," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Hek mo.
Baik kita ke Bei ping bertemu dengan Toako dan Nio nio juga Shin mo disana.
****
Sementara, Ling ji dan rombongannya bergerak menjauh.
__ADS_1
Di sebuah gua tempat biasa mereka berkumpul.
When ning mondar mandir, di dalam goa, "kenapa kita tadi tidak menangkapnya," When ning berkata, tapi Ling ji tak menjawab, sementara Dewi siluman kayu, dirawat oleh adiknya, Dewi siluman angin.
"Guru sebentar lagi tiba, kita bergerak mencegat mereka bersama dengan guru, kita masih beruntung tadi, jika tadi mereka tak melepaskan kita, belum tentu, kita bisa kembali bersama sama," Ling ji berkata.
"Dan kakak, kenapa tidak menggunakan paku iblis..?"
"aku tak ingin mencelakai dia," When ning berkata.
Ling ji, menarik nafas, rencana yang when ning pastikan berhasil akhirnya gagal total.
Dan itu sangat mengganggu Ling ji, rencana nya pasti sudah di ketahui Mo kwi, dan ia hanya tinggal menunggu gurunya datang, lalu langsung menyerang mereka, jika keberadaan mereka belum di ketahui akan lebih mudah dalam menyergap,
Hmm..!!
Aku harus menyusun ulang rencanaku, Ling ji duduk di sebuah kursi, tapi sekarang, ia sedang memikirkan ketua perguruan tengkorak putih.
"Ternyata dia si Iblis gurun," Ling ji bekata dalam hati.
****
Mo kwi berjalan bersama kakek yang memanggilnya, "adik," Hek mo memang semaunya sendiri, iya tak peduli walau Mo kwi memanggilnya kakek.
Yie dong, Dewa langit dan Pedang gila, melihat Mo kwi bersama kakek ber wajah hitam.
Anak darimana, kami mencarimu kesana dan kemari, tapi tak menemukanmu.
memang ia sudah keluar lama.
"Mirip Dewa bumi,"
"Siapa Dewa bumi..?" Hek mo berkata sambil melihat Dewa langit yang bertubuh tinggi.
"Kakaku,"
Phuiiih...!!
"Aku tak punya seorang adik seperti pohon bambu,"
Sementara, Pedang gila melihat kearah Mo kwi.
"Guru," Pedang gila berkata, Mo kwi terharu melihat Pedang gila, seorang yang tak mengenal jati dirinya sendiri, selalu mengawal, tanpa ada rasa takut, dan selalu terdepan.
Yie dong setelah tahu kakek yang berwajah hitam itu adalah Hek mo, terkejut dan memberi hormat, tapi Hek mo seperti tak peduli.
"Adik..!! apa disini, ada makanan, aku lapar sekali, bosan selalu makan ayam bakar," Yie dong, tersenyum, lalu menyuruh pelayan menyiapkan makanan.
Hek mo makan dengan lahap sekali, Wakil ketua Tan tersenyum melihat Hek mo.
"Bibi, bagaimana persiapan anggota kita yang akan berangkat ke Beiping..?"
__ADS_1
"Agak nya dua hari lagi, kita siap berangkat, kita masih mengumpulkan kuda kuda, dan perbekalan yang akan di bawa," ketua, wakil ketua Tan,
Mo kwi mengangguk, "kita harus mempersiapkan rencana, mereka pasti akan menyergap kita di suatu tempat, jadi kita harus waspada."
:Mereka telah memberi kita tanda, bahwa mereka akan menyergap kita."
"Dewi siluman 5 unsur dan sepasang iblis kembar, tapi berapa pasukan yang akan mereka bawa, aku masih belum tau," Mo kwi berkata,
"Kita harus mempelajari jalan yang akan kita lalui, hutan, lembah dan harus waspada dengan sergapan mereka."
"ketua benar, sebaiknya dari sekarang kita utus mata mata, untuk mengamati situasi."
Mo kwi mengangguk, mendengar perkataan Yie dong, "kakek persiapkan segala sesuatunya, kita harus mencegah banyak nya jatuh korban," Mo kwi berkata,
""Berapa pasukan yang akan kita tempatkan di kota Shin tian ini ketua..?" wakil ketua Tan berkata,
"kita tempat kan 400 orang dipimpin oleh Tan bu ong dan sepasang walet terbang, untuk menjaga kota.shin tian aku rasa cukup"
"Sisanya kita berangkat ke kota Beiping."
"Aku dan kakek di bantu mata elang setelah rombongan berangkat, akan menyisir jalan, supaya anggota kita aman, menuju kota Bei ping nanti."
Setelah mematangkan rencana, masing masing, kemudian mereka menjalankan tugasnya.
Mo kwi selalu berada di dalam kamar, melatih ilmu tenaga dalam baja api, iya tahu ketika melawan, para pendekar negri Jin, kesaktian mereka memang aneh aneh, dan rata rata bukan orang sembarangan.
"Aku harus terus memanfaatkan waktu yang ada untuk berlatih, jika aku kalah, Qiao moi akan celaka di kota Jinan."
Mo kwi lalu memusat kan pehatiaanya, tak lama kemudian Pemuda itu tenggelam dalam semedinya,
Sementara, Hek mo selalu ribut dengan dewa langit, bila tak melihat Mo kwi, Dewa langit selalu mengikuti Hek mo yang mirip dengan Dewa bumi, kecuali wajahnya yang hitam.
Hari mulai malam ketika Mo kwi membuka mata, besok adalah hari mereka berangkat kekota Beiping.
Mo kwi membuka mata, lalu melihat kearah Jendela kamar yang terbuka.
Pedang gila sedang berdiri di depan jendela sambil matanya memandang bulan purnama, dari jendela kamar, entah apa yang sedang di pikirkan oleh kakak anggkatnya itu.
Apa kakak tahu, bahwa di Beiping, paman Guan yu dan tabib Huo akan menyembuhkan dan menyadarkan kembali ingatannya yang hilang terkena ilmu, hipnotis dari Mata malaikat.
Sudah beberapa kali aku melihat kakak termenung seorang diri sambil melihat langit.
Mo kwi berkata dalam hati.
Pedang gila yang sedang termenung melihat bulan purnama, karna Pedang gila, seringi melihat seorang tua yang seperti dirinya, dan selalu tersenyum.
selalu terngiang kata kata di telinga Pedang gila,
perkataan dari orang tua itu.
Adik ini aku Tan hay, kakak mu,
__ADS_1