Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 138 Berangkat Ke Kota Nanjing


__ADS_3

Mo kwi dan Pedang gila berjalan kearah taman, dan melihat Sang ayah Shin mo tengah duduk, sambil bersila dengan mata terpejam, dan rambut putihnya, yang terkadang seperti melambai lambai tertiup angin, menambah kegagahan dan kharisma ketua perguruan Dewa iblis, Shin mo.


Shin mo membuka mata, dan matanya yang merah, tampak menatap kearah Mo kwi dan Pedang gila.


Mo kwi memberi hormat kepada ayahnya, dan Pedang gila mengikuti.


Setelah bercakap cakap sebentar, lalu Shin mo memberikan teori ilmu jari iblis kepada Mo kwi, dan Shin mo memberikan praktek langsung tentang langkah kaki dan gerak tangan ala jurus Iblis gila kepada Pedang gila, karna Pedang gila, pikirannya tak bisa menangkap teori yang di berikan.


Hmm..!!


Jadi ilmu jari iblis milik kakek Hek mo, menggunakan hawa tenaga dalam yang sangat panas, dan harus di salurkan dulu di perut, dan dibuat panas di daerah pusat perut, tempat tenaga dalam berkumpul,, lalu di alirkan keseluruh tubuh yang ingin mengeluarkan ilmu itu, semakin panas akan menimbulkan seperti racun api yang bisa membuat apa saja yang dihantam nya menjadi seperti hangus di panggang api.


"Kakek Hek mo dan ayah sekali hantam bisa tembus, dan mereka semua hangus, tenaga dalam mereka memang hebat," Mo kwi berkata dalam hati.


Sudah hampir siang dan matahari mulai naik, Mo kwi sudah mulai berhasil, dan jari nya terkadang muncul hitam, tapi karna belum terbiasa dan kurang kosentrasi, dari hitam balik kembali semula,


"Jika aku menggunakan ilmu raja hitam apa, aku bisa mengluarkan ilmu jari iblis, Mo kwi berkata dalam hati.


Sementara Shin mo masih mengajari, Pedang gila langkah kaki, dalam segi Pat kwa, keringat mulai terlihat di wajah Shin mo, apalagi matahari mulai naik.


Shin mo memberi isyarat kepada Pedang gila, untuk berhenti berlatih, ketika melihat 3 orang gadis cantik dan beberapa pelayan membawa makanan.


Senyum terlihat di wajah Pedang gila ketika mencium bau arak.


Tapi wajahnya langsung mendengus, ketika melihat Han lian yang membawa guci arak.


Hmm..!!


"Selir bawa arak, repot..!!" Pedang gila berkata pelan, takut didengar oleh Han lian.


Mereka lalu makan bersama, Shin mo senang melihat mereka tertawa, dan tampak berbagi makanan, Han lian mengambil sebuah daging dengan sumpit nya, lalu memberikan kepada putri Qiao, dan putri Qiao memberikan kepada Ling ji, dan Ling ji membalas, memberikan kepadak putri Qiao dan Han lian.


Mo kwi pun tersenyum melihat ketiga gadis itu.


Setelah selesai bersantap, Pedang gila langsung melirik kearah arak, dan ketika tangannya bergerak, Han lian langsung menyambar guci arak kecil yang tadi ia bawa, dab berkata.


"Eeeiiit, tunggu dulu..!!"


"Kau terakhir, ayah Shin mo dulu dan Kwi koko, baru kau, jika tidak, arak ini habis semua olehmu."

__ADS_1


Pedang gila, mendengus mendengar perkataan dari Han lian,


Shin mo tertawa melihat mereka berdua, dan berkata, "aku liat kalian selalu bersitegang..?" Pedang gila yang mulai duluan ayah..!!"


"Memang ada apa dengan Pedang gila ?" Shin mo berkata, sambil melirik ke arah Pedang gila.


Dia..diaaa, selalu memanggil anak lian dengan sebutan selir, Han lian berkata.


Hahaha


Shin mo tertawa lepas mendengar perkataan dari Han lian, Mo kwi tersenyum, sedangkan putri Qiao dan Ling ji, menutupi mulutnya dengan tangan, menahan tawa, mendengar perkataan dari Han lian.


Sedangkan Han lian menekuk wajahnya, cemberut.


Sedangkan Pedang gila hanya diam, dengan wajah dinginnya.


Pedang gila, jika gurumu sudah menikah dengan anak Lian, kau harus memanggil subo padanya.


Pedang gila mengangguk, mendengar perkataan dari Shin mo, Han lian tersenyum melihat Pedang gila mau memanggilnya subo, dan ketika Pedang gila menyodorkan cangkir araknya, Han lian langsung memenuhi cangkir itu dengan arak.


Putri Qiao yang melihat, tersenyum, dan mengedipkan matanya kepada Ling ji, sambil berkata.


"Masih selir,"


Han lian langsung menyambar cangkir arak yang berada di tangan Pedang gila, tapi kakek dengan wajah yang berkulit merah itu tersenyum,


sambil melirik kearah cangkir arak.


Han lian mengerutkan keningnya, ketika melihat senyum di wajah Han lian, lalu melihat ke arah cangkir arak yang kini berada di tangannya, tak ada arak yang tersisa walau setetes.


Han lian tertegun, sambil melihat cangkir arak Pedang gila.


Ketika Han lian melihat Pedang gila memegang cangkir arak, dan hendak meminumnya, Han lian langsung menyambar, dan tanpa Han lian sadari, Pedang gila dengan tenaga dalamnya telah menyedot isi cangkir, dan arak langsung melesat masuk kemulut Pedang gila, tanpa di sadari oleh Han lian.


Enci Qiao, adik Ling ji, mari kita pergi dari sini, biarkan mereka berlatih, aku sebal liat Pedang gila.


Shin mo hanya tertawa melihat mereka berdua.


Setelah bercakap cakap dan basa basi sebentar lalu mereka pamit kepada Shin mo.

__ADS_1


Shin mo tersenyum melihat, kepergian ketiga gadis itu, dan berkata kepada Mo kwi.


"Nak kau beruntung bisa memiliki mereka, tapi kau juga harus ingat, cintai mereka dengan sepenuh hati dan hargai perasaan mereka terhadapmu, karna dengan cinta dan kasih sayang, akan memberi semangat kepada kita dalam mengarungi hidup, dan menjadikan hidup kita, menjadi berwarna dan bermakna.


Shin mo berkata, sambil menatap kearah awan yang bergerak, ia teringat ketika menikah di usia 7 th dengan Hong giok, dan ketika itu matanya masih buta, dan Hong giok walau melihat Suami kecilnya buta, tapi tetap cinta dan perasaan cinta dengan ketulusan hati tak berubah, setelah menikah mereka langsung berpisah dan lama tak bertemu, Hong giok selalu setia dan tetap menanti kedatangan Shin mo, hingga akhirnya mereka dipertemukan kembali.


( kisah mereka berdua ada di " pernikahan dini" Dewa iblis)


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan ayahnya, "Mo kwi akan selalu mengingat pesan ayah."


Lalu mereka berlatih kembali, kali ini Shin mo langsung memberi teori sambil praktek kepada Mo kwi, dan Mo kwi setelah mendapat bimbingan langsung dari ayahnya, lebih dalam lagi mengerti dari inti ilmu jari iblis.


Mo kwi kemudian bersama Pedang gila berlatih, ilmu Iblis gila, dan Mo kwi langsung mengerti, dengan langkah Pat kwa itu, karna pernah belajar dengan kakeknya Ban lie eng.


Dan pedang gila, ketika berlatih jurus iblis gila bersama Mo kwi, malah lebih mengerti walau jurus Iblis gila yang di gunakan oleh pedang gila, sedikit berbeda dan mempunyai gaya tersendiri.


Shin mo tersenyum, melihat mereka berdua berlatih.


Ketika hari mulai senja, Shin mo berkata, "besok tinggal mematangkan saja..!!" nanti dengan latihan setiap hari dan pengalaman bertempur menghadapi musuh, kalian akan cepat berkembang memakai jurus iblis gila.


Setelah memasuki hari ketiga, mereka sudah mengerti dan paham, hanya tinggal berlatih terus, jika ada waktu senggang.


Dan Kota Jinan mulai sibuk, ketika prajurit dari Beiping kiriman Raja muda Yan mulai bertahap berdatangan.


Di sebuah ruangan besar, Shin mo, Mo kwi, putri Qiao, dan semua tokoh penting hadir, merencanakan kepergian mereka ke kota Nanjing.


Mo kwi berkata.


"Aku, Zhou fang, To heng, Pedang gila, dan Ling ji, dan di bantu oleh paman mata elang dan paman langkah angin, akan menyamar menjadi pedagang akan berangkat besok ke kota Nanjing." Mo kwi berkata.


"Kwi koko, perjalanan memakai kuda membutuhkan 2 hari, dan kota Cho an, adalah kota persinggahan, dari kota Cho an ke Nanjing sehari perjalanan, menurut mata mata kita, di kota Cho an, banyak mata mata dari Nanjing, Kwi koko harus berhati hati..!!" putri Qiao berkata.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Putri Qiao.


Tolong beri kabar jika pasukan sudah berkumpul di dekat kota Nanjing, nanti aku dan yang lain akan berusaha, membuka pintu gerbang kota dengan cara sendiri, dan menurut informasi, kota Nanjng hampir mirip dengan Jinan yang mempunya 3 gerbang kota, dan kami yang menyusup, berusaha untuk membuka salah satu gerbamg kota itu, agar pasukan kita bisa masuk.


Setelah sepakat, dan memutuskan rencana penyerangan kota Nanjing.


Ke esokan hari, pagi pagi sekali, satu kereta kuda, dan kereta pembawa barang kecil, dan beberapa ekor kuda bergerak meninggalkan kota Jinan menuju kearah kota Nanjing,

__ADS_1


Mo kwi dan rombongannya berangkat, untuk melaksanakan misi membuka gerbang kota Nanjing.


__ADS_2