
Setelah mendekat, baru Mo kwi melihat siapa kedua orang itu, wajah nya langsung berubah, tapi tak seperti apa yang ia pikirkan, ketika melihat ketua perguruan tengkorak putih dengan air mata bercucuran, wajah Mo kwi tampak bingung dan heran.
"Benar, kau benar anak enci Mei hwa," Tan lian terus berjalan kearah Mo kwi, seperti tanpa sadar Tan lian langsung memeluk Mo kwi. dan menangis terisak sambil menyebut nama enci Mei hwa.
Mo kwi berusaha melepaskan pelukan erat Tan lian, Mo kwi pun bingung dengan apa yang terjadi.
"Ada apa ini,"..? Mo kwi berkata sambil melepaskan pelukan Tan lian, lalu mundur 2 langkah kebelakang dan bersiap.
"Nak,..!! kami bukan musuh mu, dan ada sesuatu hal yang ingin kami tanyakan kepadamu,"..? "duduk lah dulu dan dengarkan perkataan kami,"..!! Yie dong berkata.
Mo kwi yang masih bingung lalu menuruti perkataan Yie dong, dan duduk di batu yang tak jauh dari Yie dong dan Tan lian yang masih saja menangis, sambil melihat kearah Mo kwi.
"Nak siapa yang memberi nama Mo kwi padamu,"..? Yie dong berkata.
"Apa maksud paman, dan ada apa ini,"..? "kami hanya ingin mendengar penjelasan, karna kau mirip sekali dengan anak angkatku yang telah lama hilang," Yie dong berkata, menjawab perkataan Mo kwi.
"Jawab lah sejujurnya,..? Namamu, siapa yang memberi, dan siapa nama ibumu." Yie dong bertanya kepada Mo kwi.
Mo kwi yang melihat wajah Yie dong yang menunjukan wajah serius, kemudian mau menjawab pertanyaan dari Yie dong.
"Namaku adalah pemberian dari ibuku yang sudah meninggal ketika melahirkan aku, dan aku tak tahu siapa nama ibuku, karna sejak lahir aku dirawat oleh kakekku.
Wajah Yie dong dan Tan lian terkejut ketika mendengar perkataan dari Mo kwi.
Jadi,...Jadi,..Mei hwa telah meninggal,..? wajah Yie dong terlihat sangat sedih dan tanpa terasa airnatannya menetes, sedangkan Tan lian mendengar perkataan Mo kwi makin tak berhenti menangis.
"Siapa Mei hwa,..? dan apa maksud nya ini." Mo kwi berkata.
"Apa kakekmu tak memberitahu, siapa nama ibu yang telah melahirkanmu,"..? mendengar perkataan Yie dong, Mo kwi mengelengkan kepala.
Sambil menatap kearah langit, setelah menarik napas, Mo kwi akhirnya berkata.
__ADS_1
Sebelum kakek bertanya nama, ibu sudah meninggal dunia," mata Mo kwi berkaca kaca ketika berkata, wajah pemuda itu terlihat sedih.
"Apa sebelum meninggal dunia, ibumu mempunyai pesan atau meninggalkan sesuatu padamu,"..? Yie dong berkata kepada Mo kwi.
Wajah Mo kwi berubah mendengar perkataan Yie dong.
"Darimana paman Tahu bahwa Ibuku, mempunyai pesan dan meninggalkan sesuatu padaku..?
"Nak aku ingin bercerita kepadamu tentang sesuatu hal, dan setelah aku bercerita, terserah padamu, akan mempercayai ceritaku atau tidak."
Yie dong kemudian bercerita tentang keluh kesah anak angkatnya Mei hwa, dan kepedihan hatinya karna mencintai seseorang yang tak bisa ia ungkapkan, sampai akhirnya Mei hwa harus mengalah demi cita cita sang guru yang tak ingin perguruannya hancur, dan rela meninggalkan semua harapan dan keinginan demi sumpahnya kepada sang guru.
Tan lian yang baru mendengar sebuah kenyataan bahwa Mei hwa keluar dari perguruan tengkorak putih ketika sudah mengandung, berteriak kepada Yie dong.
"Kenapa paman baru menceritakan hal ini sekarang, paman sungguh egois,..!! "Jika aku tahu keadaan enci Mei hwa yang sebenarnya. "Tak sudi aku meneruskan amanat dari nenek, lebih baik aku mati daripada melihat enci Mei hwa menderita," Tan lian setelah berkata lalu menangis tersedu sedu, seperti tak percaya dengan kenyataan yang telah ia dengar, jadi enci Mei hwa merelakan semua hanya untuk dirinya, guru dan perguruan yang sekarang ia pimpin.
Yie dong sengaja belum bercerita tentang Pisau raja neraka, kitab Raja hitam dan siapa ayah mo kwi. karna ingin tahu reaksi yang terjadi pada Mo kwi setelah mendengar ceritanya ini.
"Siapa perempuan bernama Mei hwa itu paman,"..? Mo kwi merasa sedih dan terharu mendengar cerita tentang wanita yang bernama Mei hwa.
Mendengar perkataan dari Yie dong, Mo kwi merasa seperti di sambar petir, dadanya menjadi sesak, dan perlahan airmatanya keluar,
"tak mungkin, tak mungkin,"
Mo kwi berkata sambil mengelengkan kepala.
Nak,..!!
"Tolong kau jujur kepada kami, untuk mengungkap suatu kebenaran, Jika memang kau bukan anak dari Mei hwa, "kau boleh pergi dan lupakan apa yang sudah aku ceritakan, anggap saja ceritaku itu sebuah angin lalu dan tak usah kau pedulikan."
"Tapi jika kau anak dari Mei hwa, maka kau pasti punya dan mengetahui 3 peninggalan dari putri angkatku itu."
__ADS_1
Jantung Mo kwi berdetak kencang mendengar perkataan dari Yie dong.
"Putri angkat ku ketika meninggalkan perguruan tengkorak putih, membawa, Pisau raja neraka, kitab Raja hitam, sebelum Yie dong menyebut benda ketiga telah didahului oleh Mo kwi, dan sebotol kecil racun teratai Hitam," setelah berkata kemudian pemuda itu menunduk, tanpa terasa air matanya bercucuran.
Akhirnya ia mengetahui nama ibu yang selalu ia rindukan setiap hari, dari kecil hampir setiap hari ia selalu mengunjungi makam yang hanya ada sebuah batu nisan, tanpa ada nama dibatu nisan itu.
Mei hwa,..Mei hwa, jadi ibuku bernama Mei hwa, Mo kwi berkata pelan dengan air mata bercucuran.
Yie dong lalu menghampiri dan memeluk Mo kwi, kakek tua itu menangis dan berkata,
"kau cucuku, kau benar benar cucuku, anak Mei hwa putri angkatku," Tan lian pun menghampiri, dan memeluk Mo kwi, sambil menangis tersedu.
Kemudian suasana di bukit menjadi hening.
"Nak, maafkan kakekmu ini yang takbisa menjaga ibumu, hingga menyebabkan ibumu meninggal dunia di tempat yang jauh dan kesepian sampai akhir hayatnya."
Mo kwi lalu menceritakan keadaan dirinya sewaktu kecil, hingga besar dan diasuh oleh Ban li eng.
kemudian bertemu dengan Malaikat sesat dan mengangkatnya menjadi guru, tetapi Mo kwi tak menceritakan bahwa ia menjadi anggota perguruan Dewa iblis kepada Yie dong dan Tan lian, karna tanpa seijin ketua, tak boleh menceritakan tentang perguruan Dewa iblis kepada orang luar.
"Kakek, aku telah mengetahui nama ibuku, apa kakek tahu siapa ayahku,"..? Mo kwi berkata kepada Yie dong.
Tan lian yang mendengar perkataan Mo kwi juga tertarik dan ingin mengetahui siapa ayah Mo kwi, orang yang sangat dicintai oleh enci Mei hwa nya itu.
"Nak, agaknya namamu adalah nama yang akan mengingatkan akan ayah mu, dan mei hwa sendiri yang waktu itu menyamar menjadi Kwi bo."
"Agaknya ibumu menggabungkan kedua nama mereka, nama depanmu adalah nama belakang ayahmu dan nama belakangmu adalah nama depan dari nama penyamaran ibumu, Kwi bo."
Ayahmu bernama Shin mo, dia adalah ketua perguruan Dewa iblis.
Tan lian sangat terkejut mendengar perkataan dari Yie dong.
__ADS_1
Mo kwi seperti disambar petir mendengar nama ayahnya yang disebut oleh Yie dong.
Ja,..jaa,..jaaadi, ayahku bernama Shin mo,..?