Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 128 Tugas buat Zhou fang dan To heng


__ADS_3

Mo kwi pagi pagi sudah bangun,


Dan entah kenapa Ling ji bisa ada di samping nya, Mo kwi tak banyak, berkata, kepalanya masih terasa pusing, akibat banyak minum arak.


Setelah berpakaian, Mo kwi lalu bergegas,


Setelah mereka berkumpul.


"Aku dan tiga ratus orang, akan berangkat terlebih dahulu."


"Paman Zhou fang dan paman To heng," kalian ingat pesan ku, Zhou fang dan To heng mengangguk.


"Tunggu aku di tempat yang telah aku katakan tadi, dan paman berdua atur, dan harus tiba terlebih dahulu, dan sembunyi, sampai aku datang."


Mo kwi balik ke kamar, dan melihat Ling ji, berpakaian hitam ringkas, dengan caping yang menutupi wajah nya, hati gadis itu amat senang.


Ling ji rela menjadi budak dan selalu bersama, dan menjaga tuannya Mo kwi.


Jika mengingat semalam ia bisa tidur bersama tuannya, wajah Ling ji langsung merah dan merasa jengah.


Mo kwi dan Ling ji keluar, Kim mo, dan kedua adiknya, Pedang gila dan Kwan bin sudah menunggu.


Mereka kemudian berangkat, di ikuti oleh 300 orang prajurit pilihan.


Daerah barat Jinan adalah perbukitan, dan Mo kwi memanfaatkan, bukit bukit itu menumpas pasukan Co pin, yang jumlahnya 2x lipat.


Pagi di tenda kekuasan Kasim Co.


Han cung membungkuk, di depan kasim Co, "apa aku tak salah dengar, Han cung, Srigala sesat, kena perangkap dan anak buahnya tewas."


Kasim Co menatap tajam kearah Han cung tak berkedip.


"Beri hamba 3 ribu pasukan, hamba akan menyusuri barat, sambil mencari kabar Kasim Co pin, Siapa tahu pintu barat tidak terlalu ketat, dan hamba bisa menjebolnya." Han cung berkata kepada kasim Co.


"Kau bawa 3 ribu pasukan berkuda, yang terdapat 100 orang pemanah, dan kau kacaukan daerah barat," kasim Co berkata.


Han cung merasa malu dan kesal, kepada Mo kwi dan kakek bermuka merah yang menyebutnya panda,


Dan ingin balas dendam karna sudah merasa takut melihat pisau hitam yang ganas dan menggores tangan anak buahnya, yang langsung tewas dengan tubuh menjadi hitam.


Dan bujukan Han cung berhasil, ia di beri 3 ribu pasukan, dan Han cung yakin dengan 3 ribu pasukannya, bila bertemu Mo kwi, ia akan membunuh pemuda itu, lalu menyisir kearah barat.


kasim tua itu menatap kearah para komandan nya, "hari ini..!!" harus bisa menerobos gerbang kota Jinan."


"Kerahkan pasukan dan alat perang yang ada, lakukan rencana yang kita bahas dan susun tadi malam." Kasim Co berkata, mereka lalu membubarkan diri.


Putri Qiao menatap kearah matahari yang mulai tampak, "apa aku bisa melihat hari esok, seperti hari ini ?" putri Qiao berkata dalam hati.


Putri Qiao tau, bahwa hari ini pasti pasukan kaisar Zhiangwen yang di pimpin oleh kasim Co, akan menyerang mereka habis habisan.


"Dan aku akan mempertahankan kota ini."


Batu batu besar, di gerek dan di naikan keatas benteng, kayu kayu kelodongan yang berat, menumpuk diatas benteng kota Jinan, minyak minyak bakar juga tersedia.


Prajurit dan penduduk bergotong royong menaikan batu batu dan, minyak bakar.

__ADS_1


Putri Qiao mendengar genderang perang, dan derap langkah prajurit kasim Co.


Kekuatan mereka semua terkumpul, pasukan pasukan berkuda, dengan penutup besi, dan tubuh yang di lindungi baju jirah baja, dan membawa panah, agak terpisah, dengan jumlah yang lumayan banyak.


Lakukan serangan, dan perintahkan berjalan pelan sambil memakai perisai di kepala, Kasim Co lalu melemparkan sarung tangannya.


komandan pasukan lalu memberi tanda,


dan terompet terdengar, lalu para prajurit menggebrak kan tameng kearah tanah, menimbulkan suara yang keras dan menggetarkan hati.


Pelan pelan puluhan ribu pasukan kaisar Zhiangwen bergerak, sambil tameng melindungi bagian kepala dari panah pihak musuh.


"Mereka bergerak perlahan mendekati


benteng kota Jinan.


Dan alat alat untuk naik ke benteng kota, di dorong, dan berpungsi sebagai tameng.


Bidik yang tepat, putri Qiao berkata.


"Seraaaang"


Ribuan anak panah silih berganti, layak nya hujan kearah pasukan kaisar Zhianwen.


Ada juga yang mengenai, tapi kebanyakan mereka selamat, karna tameng mereka saling melindungi.


Mereka bisa menahan serbuan panah pasukanku,


Putri Qiao mengerutkan keningnya, ketika melihat debu mengepul dari atas tanah, bergerak cepat, dan mereka dari barat.


Suara gemuruh ribuan kuda berlari, yang memakai baja pelindung, mereka sudah menyiapkan busur, lalu sambil menyusuri benteng, pasukan berkuda itu, melepaskan ratusan anak panah ke arah prajurit pemanah yang berada di atas benteng kota Jinan.


Putri Qiao terkejut dan hanya bisa terpana, banyak pasukan pemanahnya tewas, terkena panah pasukan berkuda kaisar Zhiangwen.


Balasan panah panah yang di lepaskan pasukan panah putri Qiao harus benar benar tepat, karna mereka memakai baja pelindung tubuh, begitu pula dengan kuda kuda mereka.


Sedangkan pasukan yang berjalan sambil memakai tameng semakin dekat.


Lemparkan batu batu, setelah dekat, lemparkan kayu kayu api, Putri Qiao berkata.


Pasukan kaisar Zhiangwen sampai benteng, lalu mereka memasang anak tangga, dan naik keatas.


Prajurit putri Qiao menusuk kan tombak nya kearah pasukan kasim Co yang baru naik, prajurit itu langsung terjungkal dan jatuh kebawah, lalu mereka mendorong tangga tangga itu, hingga rubuh kebelakang.


Sedangkan prajurit prajurit yang lain, melemparkan batu batu besar, mengarah kepala dan badan pasukan yang akan naik tangga.


"Siapkan kayu dan batu api..!!" putri Qiao berteriak.


Dan tak lama kemudian, batu batu besar dan kayu kayu besar yang panjang, yang telah di lumuri minyak bakar, menyala hebat, lalu di jungkit kan, batu menyala dengan api yang panas dan tahan lama karna telah di lumuri minyak bakar, dan kayu kayu besar menyala hebat, mengelinding dan menghantam prajurit prajuri yang berada di bawah.


Seorang komandan memberi hormat, lalu berkata, "Tuan putri lebih baik memerintah dari rumah batu..!!" putri Qiao mengangguk,


Lalu ditemani oleh Han lian, mereka menuju sebuah rumah yang terbuat dari batu, yang banyak terdapat jebakan dan memiliki pertahanan yang kokoh,


Suasana masih terkendali, prajurit dan alat perang yang hancur sangat banyak, akibat batu besar dan kayu gelodongan yang berat dan menyala, menubruk apa saja.yang menghalangi, karna posisi tanah benteng agak naik keatas, maka batu atau kayu akan menggelinding dan menabrak apa saja.

__ADS_1


Dari arah tengah Shin mo merangsek kedepan, pasukan berkuda yang sedang menunggu, perintah menyerang, langsung di sergap, dengan bantuan adanya Dewa racun yang membuat bom bom asap yang memabukan, sementara Shin mo dan rombongan sudah minum pil pemunah racun itu dari Biauw nio.


Dengan mudah Shin mo dan rombongannya menghabisi mereka, Shin Mo melihat prajurit dari kasim Co banyak berkumpul di gerbang kota, kemudian menggebrak kuda kuda mereka sambil membabat dan menebas siapa saja yang menghalangi, dan dari timur, Hek kwi juga mulai bergerak, dangan perguruan Tengkorak putih dan Hutan larangan, mereka juga menggebrak kuda mereka, melihat prajurit kasim Co sudah mulai naik keatas benteng kota Zinan.


Sedangkan Mo kwi, yang bergerak dengan 300 pasukan, melihat sebuah lapang besar di tengah lembah, dengan 3 buah jalan yang di kelilingi oleh bukit bukit.


Mo kwi menggebrak kudanya menyusuri jalan lurus kedepan, dan ketika keluar dari perbukitan, Mo kwi menarik tali kekang kudanya, ketika melihat di depan telah bebaris, pasukan berkuda yang memanjang, beberapa lapis, dan Han cung berada di depan, menatap kearah Mo kwi, yang menghentikan kudanya,


Sudah kuduga kau akan lewat sini.


Han cung sangat penasaran kepada Mo kwi dan kakek bermuka merah, dan ia berpikir Mo kwi paling membawa 50 orang karna hanya seorang mata mata., dan ia akan mencegat nya di sini.


Dan tebakannya benar.


"Tak kusangka, ternyata banyak juga kawan mu.!!"


" Kali ini kau pasti mati," Han cung berkata, lalu mengangakat tangan nya ke atas, dan ratusan anak panah melesat kearah Mo kwi, Kim mo dan pasukan mereka.


Mo kwi, Kim mo, Hek mo dan yang lain mengibaskan tangan mereka, serangkum angin bergantian menghalau, panah panah yang mengarah mereka, tapi ada satu dua buah panah meluncur dan menancap anak buah Mo kwi, yang langsung terjungkal dan tewas seketika.


"Mundur, dan berbalik," Mo.kwi berteriak ketika mendengar suitan seperti suara burung elang.


Mundur,..Munduuur..!!


Pasukan Mo kwi putar arah dan memacu kuda kuda merek melewati bukit bukit.


Han cung tersenyum dan berkata, "bagi tiga bagian, dan tutup mereka di lembah 3 jalan..!!"


Seribu pasukan di pecah menjadi tiga, dan Han cung langsung menggebrak kudanya, mengejar kearah Mo kwi, di ikuti oleh anak buahnya.


Mo kwi terus mengikuti rombongan terdepan, dan sesekali mengibaskan lengannya, kearah panah panah yang melesat, di bantu oleh Kim mo, sementara, Hek mo menggebrak kudanya, ber iringan, dengan Pedang gila, yang mendengus.


Mo kwi dan rombongan akhirnya sampai, di sebuah lembah luas yang terdapat tiga jalan tembus dan salah satunya jalan yang barusan ia lewati, dan bukit bukit yang mengelilingi lembah seakan menghalangi lembah dari angin yang berhembus.


Mo kwi lalu menggebrak kuda kearah jalan yang menuju timur, tapi sebelum memasuki jalan itu,


Suara gemuruh langkah kaki kuda terdengar dan seribu pasukan Han cung bergerak dari jalan timur,


Mo kwi kemudian memutar, dan menggebrak kudanya kearah barat, tapi lagi lagi, seribu pasukan Han cung menutup jalan dari arah barat.


Han cung, berjalaƱ di depan dan tersenyum sinis kearah Mo kwi, "pasukan mu sudah terkepung, kami 3 ribu, dan kau hanya beberapa ratus orang, kau pikir bisa keluar dari sini hidup hidup ?"


Hek mo mengerutkan keningnya melihat Srigala sesat, lalu berkata kepada pedang gila, apa kau tau siapa orang yang berkoar koar itu ?" Pedang gila tetap dengan pandangan menatap, kearah Han cung dan tak berkata, hanya diam.


Hmm...!!


Hek mo mendengus, "dasar gila,..!!" lalu Hek mo menatap kearah Han cung, dan sekeliling tempat yang telah di kepung oleh anak buah Han cun.


Mo kwi melihat kearah langit, ketika mendengar suara lengkingan seperti suara elang memekik.


Mo kwi tersenyum ke arah Han cung, dan berkata, seperti tadi yang disebutkan oleh Han cung,


"Pasukan mu sudah terkepung, kami 10 ribu dan kau hanya 3 ribu, kau pikir bisa keluar dari sini hidup hidup ?"


Setelah Mo kwi berkata, dari atas bukit, terlihat ratusan prajurit yang tengah membidik kearah pasukan Han cung, sementara, dari atas bukit yang tak begitu terjal, turun ribuan kuda yang di pimpin oleh To heng, dan para prajurit prajurit yang berlari menuruni bukit di pimpin oleh Zhou fang.

__ADS_1


Mo kwi lalu menatap kearah Han cung dan berkata.


"Kau seperti Srigala di tengah kumpulan singa."


__ADS_2