
Mo kwi mengerutkan dahinya mendengar perkataan dari Kwan bin, yang berkata bahwa mereka anggota Dewa iblis.
Dan ketika Kwan bin berkata bahwa pemuda itu adalah calon ketua yang baru, sepasang pedang langit diam tak menjawab perkataan dari Kwan bin.
Tapi sepasang pedang langit itu menatap ke arah Mo kwi.
"Tuan Tie, kenapa diam bukankah kita telah membuat kesepakatan ?'' Lee gong berkata.
"Tunggu dulu tuan Lee..!!" aku belum selesai bicara."
Sementara itu pria berjubah kuning dengan gambar naga di dadanya masih diam karna di lehernya terdapat sarung pedang pendek milik pedang jantan, sekali tarik mungkin leher nya akan putus, walau hanya sekedar sarung pedang yang menempel di leher.
Cepat lakukan, akan ku berikan apapun yang kau minta, Lee gong mulai gelisah melihat, Pedang jantan yang terlihat ragu.
Semakin Lee gong banyak bicara, Pedang jantan semakin kesal.
Lalu menurunkan sarung pedangnya, lelaki berpakaian kuning itu kemudian mengusap lehernya sebentar, lalu menatap tajam ke arah Lee gong.
Rupanya kau sudah merencanakan hal ini, sehingga kau terus mengajak aku dan putra mahkota untuk berburu, raja Silla berkata.
Jika kau sudah tau, maka hari itu pula kau akan mati, Lee gong berkata.
Prajurit yang kubawa ini adalah bawahan ku yang setia, dan kau hanya 20 orang, apa kau pikir bahwa itu akan bisa membantumu lolos dari sini, Lee gong berkata.
Mendengar perkataan dari Lee gong, Jin hyeong lalu melangkah ke arah Mo kwi dan memberi hormat, ''tuan Mo cian, aku Jin hyeong dengan segala hormat meminta tolong kepada Tuan Mo, untuk membantu masalah yang terjadi, dan menurutku, hanya tuan Mo di sini yang bisa membantu aku.'' Raja dari negara Silla berkata, sambil membungkuk memberi hormat.
"Sudah lah yang mulia, jika hanya untuk memberantas orang seperti ini, aku dengan sukarela membantu," Mo kwi berkata.
Sepasang Pedang langit, ayahku yang menjadi ketua perguruan Dewa iblis, dan sekarang sedang menuju Gaya bersama dengan anggota yang lain, dan yang ikut denganku hanya tabib Huo dan paman Kwan, sedangkan kakek Hek mo entah kemana mencari kakek kim mo.
''Dan aku ingin memberi penegasan pada kalian berdua.''
"Jika kalian masih membantu orang licik itu" Mo kwi berkata sambil menunjuk ke arah Lee gong.
''Aku akan bertanggung jawab kepada ayahku, paman Kwan bin dan tabib Huo sebagai saksi nya.''
''Dan tadi aku belum berniat bertarung sungguh sunguh dengan kalian, karna berpikir kalian adalah orang Han sama sepertiku, tapi jika sekarang kalian berdua masih saja membantu Lee gong, aku sendiri yang akan menhabisi kalian berdua,'' Mo kwi berkata sambil menatap tajam ke arah sepasang pedang langit yang saling pandang dengan istrinya.
karna masih tak ada jawaban, lalu Mo kwi berkata, ''prajurit kerajaan Silla yang masih setia kepada Raja Jin hyeong harap kebelakang yang mulia, tapi yang tidak mau setia, jangan harap kalian bisa hidup.''
Phuuih...!!
''Kau sangat sombong bocah, inti dari pasukan khusus pengawal raja adalah 100 orang pasukan yang berada di belakangku ini, sedangkan yang tadi kalian bunuh adalah prajurit kelas dua, termasuk 20 orang yang berada di belakang Jin hyeong itu.'' Lee gong berkata.
Mok kwi lalu menatap ke arah Lee gong dan berkata, "pasukan khusus katamu," Mo kwi berkata sinis.
Kau tambahkan lagi 100 atau 200 orang, sekalian, biar kuhabisi mereka semua.
Mo kwi kemudian menaruh pedang bintangnya ke punggung dan mengeluarkan pisau darah naga dan pisau raja neraka.
Sepasang pedang langit kemudian memberi hormat setelah mendengar perkataan dari Mo kwi, ''kami berdua adalah anggota perguruan Dewa iblis dan sampai matipun akan tetap menjadi anggota perguruan Dewa Iblis.''
Sambil memberi hormat, kepada Mo kwi
''Sudahlah paman dan bibi, aku senang bisa bertemu dengan anggota dewa iblis yang tersebar, baru saja aku bertemu dengan paman cha pao, dan juga kabar Dewa kipas bersama sama dengan kakek kim mo.'' sepasang pedang langit tersenyum dan berkata, ''terima kasih tuan muda sudah mengingatkan kami.''
Setelah berkata.
Kedua nya lalu berjalan sambil mengeluarkan pedang, sementara Lee gong tampak gemetar saking menahan geram, melihat sepasang Pedang langit.
Lalu memberi isyarat kepada Prajurit khusus kerajaan dan berkata, siapa saja yang bisa membunuh Jin hyeong akan menjadi jendral dan menjadi kepala Prajurit.
Sebelum berkata lebih lanjut, Pedang gila yang selalu menatap ke arah Mo kwi, dan ketika melihat Mo kwi mengangguk, Pedang gila tersenyum dan meloloskan Pedang kelabang biru milik nya sambil berkata kepada Dewa langit, ''Kita pesta,''
Belum beres Lee gong berkata kata, Pedang gila dan Dewa langit langsung melesat, pedang kelabang birunya langsung menebas ke arah Leher Lee gong.
Lee gong terkejut dan lompat mundur, sementara seorang prajurit yang tak menyangka, langsung terkena sabetan pedang kelabang biru.
Craaash...!!
__ADS_1
Tak ada jeritan, karna kepala prajurit itu langsung putus akibat lehernya tertebas oleh Pedang gila.
Lee gong langsung teriak memberi perintah kepada prajuritnya.
"Seraaang..!!"
Mendengar perkataan dari Lee gong 150 orang prajurit khusus langsung menyerang kearah raja Jin hyeong, karna sudah mendapatkan perintah dan ada hadiah besar menunggu jika berhasil membunuh Raja.
Kau tunjukan kesetianmu dengan menjaga raja bersama tabib Huo, Mo kwi berkata kepada sepasang pedang langit yang mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, begitu pula tabib Huo.
Lalu pemuda itu melesat, dengan kedua pisau di tangannya, menyambar ke arah para prajurit yang menyerang layaknya air bah.
Ketika melihat prajurit prajurit itu terus mendesak ke arah raja Silla.
Mo kwi berteriak, Bentuk lingkaran dan lindungi raja dan keluarga kerajaan, Mo kwi berkata.
Lalu Mo kwi berkelabat, pisau darah naga dan pisau raja neraka, langsung menyambar salah seorang prajurit yang tak keburu menghindar.
Creeeep,..creeep.
Seorang prajurit langsung terjungkal, tusukan pisau darah naga, menancap di bahu, lalu mencabut kemudian, pisau raja neraka melesat, menusuk leher salah seorang prajurit yang hendak membantu kawannya.
Mo kwi mengamuk dan membuat jeri para prajurit, apalagi setelah melihat korban mereka berwarn merah dan hitam akibat racun kedua pisau itu.
Sedangkan sepasang pedang langit, kwan bin, Yie dong terus mundur, memasuki rumah tuan Mu, berusaha berlindung di dalam rumah.
Mo kwi, Pedang gila dan Dewa langit yang terus mengamuk membabat para prajurit khusus dari Lee gong.
Dewa langit yang tak memakai pedang mulai kerepotan melawan prajurit prajurit itu, pakaian Dewa langit banyak yang sobek akibat tersayat pedang, yang berjumlah puluhan menyerang ke arah Dewa langit, sementara itu pedang gila yang terkadang sambil tertawa tawa, memutar mutar pedang kelabang biru miliknya.
Hanya tersayat sedikit saja, mereka langsung tewas akibat racun dari pedang kelabang biru.
Ketiganya di kepung puluhan prajurit yang silih berganti menyerang, Mo kwi dan anak buahnya.
Sementara murid dari perguruan tengkorak putih tak ada yg tersisa, semua tewas oleh prajurit prajurit yang tampak beringas menyerang karna di janjikan menjadi jendral besar oleh Lee gong.
Mo kwi dan pedang gila terus mengamuk sambil membantu Dewa langit yang bertempur tak memakai senjata, tapi semakin lama,para penyerang semakin kendor, apalagi setelah melihat Kwan bin dan nenek Kharmila masuk membantu mereka, dan mengamuk dan mulai membabat semua prajurit yang berusaha mendekat.
Pedang gila yang sangat marah, langsung melesat ketika melihat Lee gong, hendak menaiki kuda dan melarikan diri.
Whuuut...craaash.
Ringkikan kuda terdengar sebentar, dan langsung tewas, ketika perut kuda tunggangan Lee gong di tusuk oleh pedang kelabang biru.
Pedang gila mencabut pedang nya lalu menyabet ke arah pinggang Lee gong.
Traaang..!!
Pedang kelabang biru, menghantam sebuah tongkat baja yang ujungnya seperti sebuah golok.
Pedang gila menatap pria di depannya.
Setelah mendengus, pedang gila memutar pedang kelabang biru, lalu kemudian menusuk tongkat baja, yang merupakan tangan kanan Lee gong.
Tongkat baja, menangkis dengan memutar tombaknya.
Traang...whut whut whut.
Suara putaran tongkat yang berat dan menimbulkan angin, tak membuat pedang gila mundur.
Dengan jurus pedang kilatnya, Pedang gila lalu melesat dan menusuk ke arah leher.
Trang..trang trang.
Pedang gila mendengus, serangan menusuk leher, menyabet bahu lalu menusuk pinggang dapat di tangkis oleh Tongkat baja.
Pertarungan mereka sangat sengit, saling serang terjadi antara keduanya.
Sedangkan Lee gong terus mencari cari kesempatan untuk melarikan diri, apalagi setelah melihat prajuritnya mulai bertumbangan akibat amukan Mo kwi dan seorang kakek yang memakai pedang berwarna hitam ( kwan bin )
__ADS_1
Wajah Lee gong semakin pucat ketika melihat pengawal andalannya tongkat baja mulai terdesak, oleh serangan serangan cepat pedang gila, kakek tua yang licik itu matanya melirik ke arah se ekor kuda yang tertambat, setelah merasa gerakannya tak ada yang mengawasi kakek itu langsung naik ke atas kuda.
Sementara Pedang gila yang sekilas melihat Lee gong sudah menaiki kuda, langsung menyerang Tongkat baja dengan cepat, pedang kelabang biru menyambar pinggang, tongkat baja langsung menangkis pedang kemudian mencongkelnya.
Tongkat baja tersenyum melihat pedang musuh terlepas dan terlempar ke udara.
Pedang gila menyeringai, lalu dengan ilmu meringankan tubuh, Pedang gila melesat ke atas dan pedang kelabang biru yang mulai turun langsung gagang pedang di tendang oleh Pedang gila, Pedang kelabang biru langsung melesat dengan cepat, ke arah lee gong yang sedang mulai memacu kuda untuk melarikan diri.
Creeeep...aaaaargh.
Teriakan memilukan terdengar dari Lee gong yang jatuh dari kuda dengan pedang kelabang biru yang tembus dari punggung sampai dada.
Tongkat baja yang sangat geram melihat tuannya tewas langsung menghantam kan tongkat baja nya ke arah bahu Pedang gila.
Bhuuk..kreek..!!
Pedang gila langsung terlempar, akibat bahu kanannya di hantam badan tongkat baja, suara tulang bahu pedang gila yang retak terdengar kencang.
Dewa langit langsung melesat dengan cepat, dan menangkap tubuh Pedang gila yang hampir jatuh ke tanah.
''Kakak" Mo kwi melihat pedang gila terhantam musuh, amarahnya langsung meledak, ilmu raja hitam tanpa sadar keluar, dan kali ini tubuh Mo kwi tidak hitam melainkan berwarna merah seperti darah.
Pemuda itu, langsung melesat, dengan kedua pisau beracun dan tubuhnya yang mengeluarkan hawa tenaga dalam yang sangat panas langsung mengamuk, semua prajurit khusus pengawal raja, di obrak abrik, kedua pisau miliknya melesat, menyabet, menusuk, para prajurit Lee gong.
Para prajurit sangat ketakutan melihat Mo kwi yang semua tubuhnya berubah menjadi merah.
Coa mo dan Coa kwi langsung melesat keluar menyerang para prajurit, karna tak tahan dengan hawa panas yang keluar dari tubuh Mo kwi.
Mo kwi lalu melesat dengan cepat, dengan ilmu meringankan tubuh, ia menerjang ke arah Tongkat baja, Pisau darah naga menusuk ke arah leher Tongkat baja, pria paruh baya itu, mundur dengan cepat lalu tongkat yang ujungnya seperti golok, menyabet ke arah pinggang Mo kwi.
Mo kwi melesat ke atas, menghindari serangan Tongkat baja, kemudian Mo kwi dari atas, langsung menyerang kali ini pisau raja neraka menusuk ke arah kepala dari Tongkat baja.
Tongkat baja bergerak kesamping menghindari serangan Mo kwi.
Dan kembali Tongkat baja setelah berhasil menghindari serangan, badan tongkat baja pas, seperti tadi menghantam Pedang gila.
Tongkat baja menyeringai, melihat Mo kwi tak bisa menghidari serangan tongkat baja miliknya.
''Hancur bahu mu,'' Tongkat baja berkata dalam hati sambil menyeringai melihat ilmu tombak baja menghantam karang miliknya berhasil.
Bhuuuk...!!
''Kenaaa,'' Tongkat baja berkata, tapi wajahnya langsung berubah pucat ketika melihat, serangan tongkat baja miliknya seperti menghantam sebuah baja keras dan bahu yang bersisik warna merah, ilmu sisik naga, menyelamatkan Mo kwi dari hantaman.
Apalagi setelah melihat Mo kwi tangan kanannya mulai bergerak, mata tongkat baja terlihat sangan ketakutan ketika melihat sebuah pisau berwarna merah melesat ke arah keningnya.
Creeeep.
Kening Tongkat baja langsung di tusuk oleh Mo kwi, setelah menusuk, kemudian tangan Mo kwi dengan cepat bergerak keatas, kening tongkat baja sampai kepala terbelah, darah dan otaknya berhamburan, perlahan tubuh tongkat baja berubah warna menjadi merah.
Mo kwi kemudian dengan kaki kanan menendang pinggang tongkat baja yang langsung terlempar jauh.
Rombongan raja silla dan keluarga kerajaan yang sudah aman dan keluar bersama dengan yang lain, melihat pertarungan Mo kwi dan tongkat baja melotot, dengan mulut terbuka, sementara Hwa rang, terlihat bengong dan terkejut tak menyangka seorang pemuda yang lemah lembut, bisa berubah sangat mengerikan.
Mo kwi perlahan tubuhnya berubah kembali seperti biasa, dan berjalan menghampiri ke arah pedang gila dan dewa langit berada.
Di bawah pohon yang rindang, Dewa langit memangku tubuh Pedang gila, bahunya kanannya terlihat besar, dan tangan kanannya terlihat sebagian berwarna biru.
Darah meleleh dari bibir Pedang gila.
Uhuk, uhuk.
Pedang gila batuk batuk, dengan mata masih terpejam.
"Hangat sekali," pedang gila berkata dalam hati ketika merasakan berada dalam pangkuan seseorang, sambil merasakan sakit di bahu kanannya.
Ketika Pedang gila membuka mata dan melihat Dewa langit yang sedang tersenyum ke arahnya.
Pedang gila kembali memejamkan mata sambil berkata dengan wajah sedikit kecewa.
__ADS_1
Kupikir adik Kharmila.