
Ciao lam menatap kapal kapal perkumpulan Bajak merah dari teropong miliknya, lalu setelah cukup melihat, teropong di berikan kepada Shin mo, dan terus teropong itu silih berganti di lihat oleh mereka yang ingin melihat kapal kapal perkumpulan Bajak merah.
Ketika Pedang gila menerima teropong, Pedang gila tak melihat ke arah kapal kapal bajak merah, tapi melihat ke arah kapal kapal milik Ciao lam yang agak jauh.
Dewa langit yang melihat kelakuan sahabatnya, mengerutkan dahi, dan berkata.
"Apa yang kau lihat ?" bukan kah musuh ada di depan, bukan di samping atau di belakang," Dewa langit berkata.
"Aku lagi mencari adik," Pedang gila berkata kepada Dewa langit sambil terus mengarahkan teropong yang ia pegang ke arah kapal kapal milik Ciao lam.
"Dari tadi kau teropong satu persatu tak melihat adikmu, sementara aku tak pakai teropong bisa langsung melihatnya !" Dewa langit berkata.
Mendengar perkataan dari sahabat yang biasanya jarang bicara itu, Pedang gila langsung menurunkan teropong dari matanya, dan menatap ke arah Dewa langit, lalu berkata dengan wajah ceria, "di mana kau lihat, cepat katakan padaku !" Pedang gila berkata.
"Masa dari tadi kau tak lihat, apa matamu buta ?"
Dewa langit berkata.
"Mana, dimana adik, cepat katakan !" Pedang gila berkata kepada Dewa langit.
"Itu di sana !" Dewa langit berkata.
"Manaa !" Pedang gila berkata sambil melihat arah yang di tunjukan oleh Dewa langit.
Itu yang di samping ketua Shin, aku menyebutnya Dewa api, dan Dewa api menyebutmu kakak, itu kan berarti dia adikmu,"Dewa langit berkata.
Hmm !
Mendengar perkataan dari Dewa langit, Pedang gila mendengus, lalu berkata.
"Cobalah sekali kali kau minum susu domba, jangan arak terus !" Pedang gila berkata.
"Memangnya kenapa ?" Dewa langit berkata.
Pedang gila sambil berlalu, berkata kepada Dewa langit, "biar otakmu tidak to*lol terus."
Ha ha ha.
"Nafsu !" Dewa langit berkata sambil tertawa.
"Bagaimana baiknya paman ?" Shin mo berkata.
__ADS_1
"Kita harus perang terbuka supaya bisa masuk mendekati pulau Tamna tuan, dan terlebih dahulu kita harus berusaha menaklukan kapal kapal penghadang itu." Ciao lam berkata, lanjut perkataannya.
"Ada keuntungan dan kerugian yang masing masing kita dapatkan bertempur seperti ini."
"Mereka bertempur seperti di benteng sendiri, dan amunisi yang mereka pakai akan tak terbatas, karna mereka berada di tempat sendiri, sementara, kita amunisi terbatas dan harus tepat sasaran, jika tidak, kita sendiri yang akan repot karna akan kehabisan amunisi."
"Tapi mereka juga rugi, karna mereka tidak bisa berpindah tempat seperti kita, mereka hanya bisa menembak, sedangkan kita bisa menembak sambil mendekat dan menghindar, melihat situasi yang ada," Shin mo mengangguk dan mengerti apa maksud perkatan dari Ciao lam.
Setelah mendapat isyarat dari Ciao lam, seorang pemberi tanda naik ke tangga yang ada di tiang utama, yang terdapat tempat untuk mengintai dan memberi tanda kepada kapal yang berjauhan, jika ada sebuah tanda, maka semua teropong akan melihat tanda yang akan di berikan oleh pengibar bendera.
"Ketua !" Hamba sudah memberi tanda untuk siap menyerang," Ciao lam berkata.
Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari Ciao lam.
Ciao lam kemudian memerintahkan untuk mengisi meriam meriam yang ada di kapal, dan memberi tahu Shin mo untuk membantu bila ada, peluru meriam yang berbahaya untuk bantu menghalau, karna jika peluru tepat mengenai tempat vital, seperti lambung kapal, maka dengan satu peluru meriam, bisa menenggelamkan kapal besar.
Setelah mendapat laporan semua amunisi siap, lalu kapal besar yang di pimpin oleh Ciao lam, bergerak mendekati, setelah merasa tembakan meriam sudah berada dalam jarak jangkauan, Ciao lam berteriak memberi tanda kepada anak buahnya.
"Seraaaaang !"
Boom, boom, boom, boom.
Suara ledakan meriam dari kapal Ciao lam terdengar sangat menggelegar,
Boom, boom, boom, boom.
Serangan meriam dari kapal kapal gencar di lakukan, dan pihak dari perkumpulan Bajak merah juga melakukan hal yang sama, mereka menembakan meriam meriam ke arah kapal kapal milik perguruan Dewa iblis.
Tapi memang jarak tembakan yang kekuatannya terbatas, membatasi jangkauan tembakan dari kapal kapal milik perkumpulan Bajak merah, sementara, kapal kapal.di bawah perintah Ciao lam, menembak sambil bergerak menjauh, agar tak bisa di jangkau oleh peluru peluru meriam dari kapal yang menghadang dan di pimpin langsung oleh Minamoto sendiri.
Serangan serangan meriam terus berlangsung, antara kedua belah pihak, kapal kapal dari kedua belah pihak pun sudah mulai terlihat kerusakan kerusakan, tapi tak sampai merusak lambung kapal, ada yang tiang layar patah, pingiran atas kapal hancur.
Tapi yang lebih parah adalah kapal kapal milik perkumpulan Bajak merah, sudah 2 yang tenggelam, dan beberapa kapal rusak parah sehingga tak bisa berlayar.
Tapi sampai sejauh ini, rombongan kapal Ciao lam masih mendapat perlawanan sengit dan belum bisa mendekati, karna meriam meriam dari kapal kapal perkumpulan Bajak merah tak henti hentinya menembak.
Hmm !
"Pantas mereka susah untuk di taklukan, mereka sangat gigih memberikan perlawanan, sementara amunisi kita tinggal sedikit." Ciao lam berkata.
Mendengar perkataan dari Ciao lam, Shin mo berkata.
__ADS_1
"Bagaimana sebaiknya paman untuk mengatasi masalah ini ?"
"Satu satunya jalan, adalah dengan menyerang mereka secara langsung ketua, tapi itu sangat beresiko." Ciao lam berkata.
"Menyerang secara langsung ?" Shin mo berkata sambil mengerutkan kening.
"Benar ketua, menyerang secara langsung."
"Beberapa perahu yang berisi 4 orang menyerang mereka langsung ke pulau, dan kami di kapal besar melindungi dan menunggu,"
"Satu orang juru mudi yang mengatur kemudi perahu, dan sebisa mungkin menghindari serangan yang mengarah perahu, jika tidak bisa !" 2 orang yang di depan menghalau serangan, sedangkan orang kedua di tengah, menggunakan tenaga dalam untuk mendayung perahu, cepat dan lambatnya juru mudi yang memberitahu," Ciao lam berkata.
"Baik !" jika bisa mendekati dan membuat kekacauan di tempat mereka, mari kita lakukan rencana paman itu," Shin mo berkata.
Setelah sepakat, keduanya lalu membicarakan masalah ini kepada Mo kwi dan yang lain.
Dan mereka sepakat, sepuluh buah perahu di turunkan dan akan melakukan serangan langsung ke arah musuh untuk mengacaukan pertahanan mereka sehingga kapal kapal besar bisa masuk dan melakukan serangan terbuka.
Semua juru mudi dan pendayung, semua berasal dari anak buah Ciao lam yang memang sudah terbiasa, dan 10 orang terbaik dari mereka pendayung dan juru mudi perahu.
Sedangkan Shin mo, Mo kwi dan yang lain bertindak sebagai penahan serangan.
Mereka lalu berbagi orang dalam satu perahu, siapa saja yang mampu untuk menahan serangan musuh akan terpilih, dan rata rata mereka semua orang dari perguruan Dewa iblis dan Tengkorak putih.
Mo kwi melihat Pedang gila dan Dewa langit, tengah bersiap, karna mereka berdua mampu menahan serangan musuh. maka terpilih ikut menyerang langsung ke pertahanan musuh.
Mo kwi menatap keduanya yang berdekatan, tapi tak bicara.
Mo kwi lalu bertanya kepada Pedang gila.
"Kakak , apa satu perahu dengan paman Dewa langit ?" Pedang gila yang mendengar sebutan Kakak, jadi teringat kejadian waktu meneropong kapal, mendengus.
Hmm !
"Aku tak mau satu perahu dengan dia !"
Mo kwi mengerutkan kening, mendengar perkataan Pedang gila yang tak mau satu perahu dengan Dewa langit, lalu bertanya.
"Memangnya kenapa ?"
Pedang gila lalu berkata, menjawab pertanyaan Mo kwi.
__ADS_1
"Dia tak pernah minum susu"