
Mo kwi yang terluka dalam cukup parah akibat terkena pukulan telapak es Shin mo, berjalan tertatih tatih, tubuhnya menggigil tapi ia tetap terus berjalan.
Pedang gila gendong aku, aku sudah tak kuat berjalan lagi, terserah kemana kau akan pergi, tapi hindari kota dan tempat ramai, mo kwi berkata.
Tanpa menjawab pedang gila lalu menggendong Mo kwi, kemudian melesat pergi, pedang gila tak tahu kemana arah yang ia tuju, ia hanya menghindari jalan jalan yang ramai menuruti perintah Mo kwi, keluar masuk hutan lebat.
Makin lama kesehatan Mo kwi makin memburuk, setiap pemuda itu berusaha mengerahkan tenaga dalamnya, entah kenapa tenaga dalam nya seperti buyar dan tak bisa berkumpul.
Pedang gila terus berlari, ia seperti khawatir melihat keadaan dari gurunya, yang makin lama tubuhnya semakin membiru, wajahnya juga terlihat sama, keadaan pemuda itu sangat mengkhawatirkan.
Pedang gila ikut merasakan hawa dingin yang keluar dari tubuh Mo kwi yang sedang ia gendong, dan pedang gila terus berlari, ia hanya berpikir, harus cari tempat panas, entah sudah berapa hari keluar masuk hutan lembah, dan akhirnya pedang gila tak terasa sudah mencapai disebuah puncak gunung berapi yang sangat panas.
Dan memang tempat panas itu sedikit membantu Mo kwi, meredakan hawa dingin yang melanda tubuhnya, di sebuah goa yang berada sedikit dekat kawah gunung, yang tempatnya agak tersembunyi yang di temukan oleh pedang gila, Mo kwi lalu diletakan oleh pedang gila yang merasa lelah sudah menggendong Mo kwi.
Hampir seharian pedang gila menggendong Mo kwi berlari dan hanya terus berlari
Ketika membuka mata, dan melihat tubuhnya berada didalam goa, "dimana aku berada," Mo kwi berkata dalam hati, ingin bertanya kepada pedang gila pasti percuma, pikir pemuda itu, pedang gila tak mungkin tahu tempat ini, dan agaknya merasakan tubuhku yang sangat dingin, ia membawaku ketempat panas.
Tempat ini agaknya cocok untuk menjadi tempat periistirahatan ku yang terakhir, Mo kwi berkata dalam hati sambil tersenyum kecut.
"Pedang gila bawa aku kedalam goa, letakan aku disana dan kau boleh tinggalkan aku, cari orang yang bertempur denganku, dan kau ikuti dia," tak ada reaksi dari pedang gila mendengar perkataan Mo kwi.
Pedang gila lalu membawa Mo kwi masuk terus kedalam goa, makin dalam memasuki goa semakin terlihat goa itu bersih dan nyaman untuk ditinggali.
Ketika sampai di penghujung goa, Mo kwi mengerutkan dahi, melihat sebuah kerangka manusia, ia lalu meminta pedang gila untuk meletakannya disana.
kerangka manusia itu terletak disebuah altar batu,
__ADS_1
di dinding goa terdapat coretan coretan yang hampir pudar mungkin saking lamanya, dan tulisan itu hampir sama dengan tulisan yang ada di kitab raja hitam, Mo kwi hapal dan bisa membaca tulisan kuno itu karna pernah diajari oleh kakeknya Ban li eng
sewaktu belajar kitab kesaktian dari koksu zhongshen dan kitab raja hitam.
Tulisan itu berkata, makamkan aku dengan layak, bila berjodoh, akan menemukan kebaikan.
"Ah, akhirnya aku Mati ada teman yang menemani di goa ini, Mo kwi berkata dalam hati," ia lalu menyuruh pedang gila untuk membuatkan lobang untuk mengubur kerangka manusia itu.
Setelah Pedang gila selesai membuat lobang, Mo kwi kemudian mengambil kerangka itu, yang ketika tersentuh langsung rubuh berantakan.
Satu persatu akhirnya Mo kwi mengambil tulang kerangka itu, dan ketika mengambil tulang terakhir yang berada di atas altar batu, tiba tiba altar batu itu bergeser dan ada sebuah lobang dibawah altar itu.
Mo kwi melihat lubang itu dan melihat ada sebuah peti lalu mengambilnya, dan dibawah peti masih terdapat lubang yang mengeluarkan sinar berwana merah dan sangat panas,
Sebuah peti yang tak begitu besar, diatas peti tertulis.
Mo kwi lalu mengeser altar batu untuk menutup kembali lobang itu, kemudian membuka peti,
didalam peti terdapat sebuah botol kecil berwarna merah, sebutir mutiara sebesar biji lengkeng juga berwarna merah dan sebuah kitab yang sudah lusuh dan tua umurnya.
Mo kwi mengambil kitab itu lalu membukanya,
dan sebuah tulisan dengan bahasa yang sama, dengan yang terdapat di kitab yang pernah Mo kwi pelajari dari kitab milik Koksu Zhongsen, apa mereka berasal dari jaman yang sama, Mo kwi berkata dalam hati.
Di lembar pertama kitab itu tertulis
Bukan tidak terkalahkan, tapi tidak mempunyai lawan.
__ADS_1
Lalu Mo kwi membuka lembar kedua kitab itu
Yang berhasil membuka peti dan bisa membaca kitab berarti kita berjodoh, sebelum mempelajari tiga ilmu yang berada didalam kitab, harus terlebih dahulu makan pil mutiara api dan darah Kilin untuk meningkatkan tenaga dalam.
Pendekar Naga Api.
Setelah membaca dua lembar tulisan yang ada didalam kitab, Mo kwi lalu membawa peti itu dan bersujud di depan makam yang baru dibuat untuk kerangka itu, yang menurut kitab, bernama pendekar Naga api.
"Apa dengan lukaku yang parah ini aku bisa mempelajari warisan dari pendekar naga api," batin Mo kwi.
Mo kwi kemudian mengambil mutiara yang berwarna merah kemudian menelannya, setelah itu membuka botol kecil yang menurut tulisan adalah darah binatang kilin, yang sekarang hanya terdengar seperti dongeng, dan belum pernah terlihat binatang yang bernama kilin, lalu meminum isinya.
Setelah memakan mutiara api dan darah kilin yang ada didalam botol, darah Mo kwi didalam tubuhnya seperti bergejolak, hawa dingin yang merasuki tubuhnya sudah tak terasa lagi, berganti dengan hawa panas.
Mo kwi kemudian duduk bersila dan berusaha menyalurkan hawa panas itu dengan tenaga dalam baja apinya keseluruh tubuh, asap merah yang sangat panas mengepul keluar dari kepala Mo kwi.
Coa mo dan Coa kwi yang senang dengan hawa panas, kali ini keluar dari balik baju Mo kwi karna tak tahan dengan panasnya tubuh Mo kwi, lalu berdiam dekat Pedang gila, yang juga ikut mundur karna merasakan hawa yang sangat panas, keluar dari tubuh gurunya itu.
Mo kwi coba terus bertahan, sambil mengalirkan tenaga yang seperti lahar gunung berapi, didalam tubuhnya, Mo kwi berusaha mengendalikan tenaga itu dengan ilmu tenaga dalam baja api miliknya.
Dan luka yang diderita oleh Mo kwi, akibat telapak es milik Shin mo juga sembuh, karna darah kilin mempunyai banyak khasiat, dan salah satunya menyembuhkan luka dalam.
Memang dasarnya Mo kwi sudah mempunyai dasar tenaga dalam baja api yang bersipat panas, setelah
beberapa waktu, secara perlahan Mo kwi, dapat melebur mutiara api dan mengalirkan tenaga yang masuk, keseluruh tubuhnya, kemudia ia tarik, dan ia kumpulkan tenaga dalam itu.
Setelah mutiara api dapat dilebur, perlahan hawa panas didalam tubuh Mo kwi berkurang, dan tubuhnya terasa enteng, Mo kwi kemudian membuka mata dan tersenyum, dalam hati ia berkata.
__ADS_1
Aku berhasil.