
Wajah kasim Co sangat kelam mendengar, bahwa hampir 3000 ribu lebih pasukannya tewas, terkena panah, dan jebakan jebakan yang di buat oleh putri Qiao, dan puluhah alat berupa, kotak besar untuk menjadi jembatan kearah benteng kota Jinan, hangus terbakar,
"Kurang ajar..!!" rupanya mereka telah mempersiapkan diri," kasim Co berkata, sambil menggebrak meja batu yang berbentuk bulat, hingga terbelah dua.
"Han cung, kau pimpin, seratus orang untuk mengintai, di sekitar benteng, apa mereka memasang jebakan lagi, dan cari tau di sudut benteng kota, yang agak lemah penjagaannya..!!"
"Han cung, siap melaksanakan perintah," Han cung berkata lalu keluar dari tenda, dan mengumpul kan anak buahnya.
Han cung sudah lama mengikuti kasim Co, tokoh utara pak hay, bergelar Srigala sesat, matanya sangat tajam, dan Han cung memang ahli dalam mengintai lawan atau tempat tempat yang di curigai oleh kasim Co.
Besok kita serang habis habisan, dan menjebol gerbang kota, Co pin yang memimpin pasukan perbekalan, tak terdengar kabarnya. jika terlalu lama, kita akan kehabisan bekal, dan prajurit akan lemah, dan kita bisa kalah.
Hmm..!!
Co pin masih saudara dengan kasim Co dan memang mereka sama satu she, yakni she Co.
"Siapa yang bisa mengalahkan 10 ribu pasukan berkuda, Co pin..?" Kasim Co berkata dalam hati.
Sambil berjalan mondar mandir.
"Tak ada jalan lain, semua pasukan harus bisa, menembus kota Jinan, dan merebut perbekalan di sana. dan besok tekad itu, akan aku laksanakan."
"Besok siapkan ratusan alat kotak dan para pemanah, usahakan tali tali untuk menjadi, jembatan pasukan kita untuk menyebrang, para komandan pasukan mengangguk, mendengar instruksi dari kasim Co.
Lalu mereka keluar, untuk memeriksa anak buah masing masing, dan membuat persiapan untuk menyerang esok hari.
****
Sementara itu di sebuah hutan lebat di bagian timur, Shin mo, dengan Dewa iblisnya, yang telah bergabung dengan, Tengkorak putih dan Hutan larangan, sudah mulai berbalik arah, karna merasa tidak ada lagi pasukan perbekalan.
Mereka memutuskan, segera membantu pasukan kota Jinan, dari arah tengah dan berharap, putri Qiao dan Mo kwi, bisa bertahan dari serangan gencar pasukan kasim Co.
Shin mo berpikir, Mo kwi sudah sampai dan sedang bersama putri Qiao, di kota Jinan.
Malam itu, Shin mo memberi tahu, ingin memecah pasukannya,
Hek kwi, Yie dong, Dewa bumi, Dewa racun dan Guan yu berkumpul.
"Hek kwi dan prajurit malam, perguruan Tengkorak putih dan saudara dari Hutan larangan bergerak dari arah timur sini, kearah pasukan kasim Co, sedangkan aku dan kawan yang lain akan bergerak ke tengah, dan paman Dewa racun..!!" buat lah asap atau dupa racun untuk melemahkan mereka.
"Bukan kita bertindak pengecut, karna menggunakan racun, tapi aku tak ingin perang terbuka, yang bisa menimbulkan korban banyak dari pihak kita, karna kita kalah jumlah dengan mereka." Shin mo berkata.
Yang hadir mengangguk, mendengar perkataan dari Shin mo.
Siap kan pasukan kalian, dan bawa perbekalan, besok kita berpisah.
"Kalian pasti tahu..!!" dari cerita anak buah Sian bin, bahwa, tadi siang pasukan kasim Co menyerang kota Jinan, tp sore hari mereka mundur, pasukan mereka banyak yang tewas, terkena panah dan jebakan.
__ADS_1
"Pasti mereka sudah menyiapkan rencana untuk penyerangan buat esok, kita kalah jumlah, dan jangan memaksakan diri, serang lalu menghindar, tapi kita harus menyerang mereka sampai titik darah penghabisan..!!" jika Pintu gerbang kota Jinan terbuka atau Jebol oleh pasukan kasim Co." Shin mo berkata.
"Kami akan melaksanakan apa yg telah di perintahkan..!!" Hek kwi berkata, Yie dong dan Dewa bumi mengangguk.
Sedangkan ketiga pelindung Dewa iblis mempunyai caranya sendiri, mereka bergerak ke arah barat.
Mereka lalu membubarkan diri, untuk mempersiapkan pasukan yang akan berangkat esok hari
****
Mo kwi, Pedang gila, Zhou fang dan To heng berkumpul, ketika mendengar bahwa pasukan kasim Co bisa di pukul mundur, oleh pasukan di bawah pimpinan putri Qiao.
"Paman..!!" mereka pasti akan menyerang dengan menggunakan taktik lain, aku pernah di beritahu jebakan jebakan yang berada di luar benteng kota."
"Setelah agak larut malam, aku akan melihat kesana..!!" dekat hutan bambu, kita bisa melihat jelas kearah benteng bagian barat."
"Dan disana ada beberapa jebakan, dan tempat itu berada di paling sisi, dan minim penjaga, sambil melihat pasukan kasim Co yang dekat dengan kita.
"Paman..!!" pasukan kita sudah berkumpul.
"Aku, kakak, dan paman Zhou fang akan mengintai malam ini, paman To heng, siapkan pasukan disini, kita besok berangkat menggempur, dari sisi barat pasukan kaisar Zhiangwen yang menyerang kota Jinan." Mo kwi berkata.
"Baik Tuan muda." To heng berkata.
SETELAH LARUT MALAM.
Mereka bergerak mengimbangi kecepatan dari Zhou fang, yang memang terlemah diantara mereka.
Dengan pakaian serba hitam, ketiga bayangan itu melesat, dari pohon ke pohon, untuk mendekat kearah barat benteng kota.
Mo kwi melihat, gardu diatas benteng terdapat beberapa penjaga, terlihat dari pelita yang menyala dan bersinar di kegelapan.
Mereka sengaja memancing, Mo kwi berkata pelan, banyak jebakan jebakan, berada di depan benteng itu, bila mereka masuk perangkap, maka penjaga yang berada di gardu atas akan segera mengetahui.
Zhou fang mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, dan pria paruh baya itu terkadang berpikir, siapa pria muda ini, mengapa ia sangat mengetahui seluk beluk kota Jinan.
kalau hanya sekedar, anggota perguruan Tengkorak putih, kenapa pemuda ini sangat mengetahui seluk beluk kota, layaknya komandan tertinggi pasukan.
Mo kwi menepak pundak Zhou fang yang sedang melamun, lalu Zhou fang berkata, "kita akan kemana lagi tuan Mo kwi."
"Kita ke benteng kota yang berada di depan hutan bambu di sebelah sana," benteng kota di sana juga tidak banyak penjaga, dan tidak ada gardu diatas benteng, seperti yang sekarang kita lihat."
Zhou fang mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, ia sekarang percaya kepada pemuda itu, dan yakin, bahwa Mo kwi bukan seorang pemuda biasa, ia pasti orang penting, di perguruan tengkorak putih atau pasukan di bawah pimpinan putri Qiao.
Mo kwi kemudian kembali loncat dari pohon ke pohon bersama dengan, kedua orang yang mengikutinya.
Di sebuah pohon, sebelum memasuki hutan bambu, Mo kwi memperhatikan batang batang bambu yang rapat dan tegak lurus menjulang ke atas, dengan daun daun bambu yang gemerisik tertiup angin malam.
__ADS_1
Mok kwi, Zhou fang dan Pedang gila kemudian berjalan, mereka dengan hati hati melewati hutan pohon bambu, tak ada cahaya bulan yang menerangi malam itu, membuat suasana, semakin gelap dan menyeramkan.
ketika mereka berada di tengah, langkah Mo kwi terhenti.
Ketika melihat dua buah batang bambu yang agak besar dengan jarak yang berdekatan, dengan jarak yang tak begitu jauh didepannya, di tengah batang bambu tengah berdiri, sambil bersender di tengah, kedua batang bambu yang berdekatan, dengan sebelah kaki mengait ke sebatang bambu.
Pakaiannya yang hitam tak begitu terlihat jelas, tapi sinar matanya yang tajam, dan seperti memancarkan cahaya biru, layaknya mata srigala.
Wajah Zhou fang terkejut, ia pernah mendengar, dan melihat, seorang kepercayaan kasim Co, yang selalu berada tak jauh dari kasim Co, seorang jago dari daerah utara, karna matanya yang tajam dan jika malam seperti memancarkan warna kebiruan, ia mendapat julukan Srigala sesat.
Zhou fang langsung teringat dan berkata.
"Han cung, Srigala sesat."
'Benar dugaan ku..!!" pasti lewat sini,"
"kalian hanya bertiga," setelah berkata, tak lama kemudian, banyak bayangan bergerak mendekati mereka, begitu pula yang turun dari batang bambu
Agak nya pasukan pengintai dari kasim Co, Mo kwi berkata.
"Menyerah saja, dan beritahu kami apa yang kalian ketahui, dan di mana tempat tempat yang terdapat jebakan," Han cung berkata.
Mo kwi tak tahu pasti, tapi menurut perkiraanya penyergap, lebih dari 50 orang.
"Srigala sesat..!!" Zhou fang berkata, "jika kalian bergerak, maka kami akan memberi tanda kepada penjaga, dan tempat ini akan segera di kepung."
"Aku srigala sesat, tak takut pada prajurit kerajaan."
Han cung berkata.
"Ribut terus..!!" Pedang gila berkata, sambil menatap ke arah Zhou fang, "mana Srigala ?"
Zhou fang mengerutkan kening mendengar perkataan komandannya itu, ia dari tadi sering menyebut srigala.
"Apa kakek bermuka merah ini tak melihat ?" bahwa orang yang berdiri di tengah batang bambu yang agak rapat, dengan satu kaki mengait ke sebuah batang bambu, adalah orang yang ku maksud,
Han cung alias Srigala sesat.
Zhou fang berkata dalam hati.
"ltu yang berdiri, di tengah batang bambu adalah Srigala sesat..!!" Zhou fang berkata, sedangkan Han cung, mendengus mendengar pembicaraan mereka berdua.
Pedang gila menatap tajam ke arah Han cung.
lalu berkata.
"Yang suka naik batang bambu, Panda bukan Srigala"
__ADS_1